Misteri Villa Angker

Misteri Villa Angker
Hutan Belakang Villa.


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA πŸ“’.....


LIKE AND KOMENTAR.


TO JOIN FAVORIT....😍


kembali lagi di hutan...


"Yosi. Elvi. Semuanya. Aku rindu kalian.." Gumam Okta pelan rindu pada semua temannya.


"Dasar hantu jelek. Aku kan laper gak dikasih makan lagi, kalo mau culik aku.. yaa harus dikasih makan. Nanti kalo aku Is death gimana dong?" Ucap Okta seperti yang sedang memarahi hantu yang telah menculiknya itu.


Okta terus berjalan ke depan tanpa tahu kemana arah yang akan ia tuju.


Saat ini, ingin sekali ia makan ranting, daun, batang pohon atau akarnya karena sangat lapar. Tapi sayang sekali karena benda yang ada disekitarnya itu tidak bisa dimakan.


"Huaaaaaaahhhb.. bosan!" Teriak Okta sekeras mungkin lalu ia terduduk lemah di tanah yang dipenuhi dedaunan kering yang berjatuhan dari atas pohon.


Okta mendongak kan kepalanya keatas dan menatap langit-langit cerah dan indah tersebut. Pandangan nya tertuju ketika sinar matahari yang ia lihat tadi memudar hilang karena ditutupi oleh rimbunnya pohon yang ada disampingnya itu.


Kini ia beralih melihat kesamping kiri yang terdapat banyak pohon kecil di sana. Tapi yang ada disampingnya ini bukan pohon kecil melainkan pohon yang sangat besar dan disekitarnya dikelilingi oleh pohon kecil.


"Kok pohonnya besar banget sih.. baru kali ini aku lihat pohon yang batangnya besar sekali seperti raksasa." Ucap nya sambil merentangkan kedua tangannya lalu memeluk pohon yang ada disampingnya itu.


"Saking besarnya, Tangan ku aja jadi kecil kalo dibandingkan dengan pohon ini." Ucap Okta lagi yang masih menangkup kan tangannya di pohon itu..



Ketika Okta memeluk pohon besar itu, Tiba-tiba angin berhembus sangat kencang dan ☁️ awan yang tadinya cerah pun berubah menjadi mendung Seketika Okta pun berjalan mundur dari pohon itu dengan menatap heran langit yang ada diatas.


Huuuiiauuusshhh...


Angin berhembus sangat kencang sehingga menimbulkan suara yang gaduh. Semua dedaunan kering pun ikut terbang mengikuti arah angin pergi, Pepohonan juga bergoyang-goyang kesana kemari karena angin tersebut.


"Ada Apa ini..." Gumam Okta sambil menyilang kan kedua tangannya di wajahnya agar terlindungi.


Okta melihat sekilas pohon yang besar tadi. Saat itulah, Tiba-tiba segerombolan kelelawar berdatangan sambil mengitari pohon tersebut.


Kriikkk..kikiikkk..


Suara kelelawar yang sangat berisik terdengar jelas ditelinga Okta. sampai-sampai dia langsung menutup telinganya lalu pergi berlari meninggalkan pohon besar tersebut.


Okta terus berlari sekencang yang ia bisa.. Tiba-tiba kakinya tersandung oleh akar yang menjalar.


"Adduhhhh.." Ucap Okta tersungkur ketanah. Lalu ia kembali berdiri sambil membersihkan pakaian yang kotor terkena tanah tadi.


"ini akar dari mana datangnya?" Tanyanya sambil memandangi akar tersebut.

__ADS_1


Suara kelelawar itu kembali muncul, Okta pun membalikkan dirinya menghadap kebelakang.


Dan ternyata pohon besar itu masih berdiri tepat dibelakangnya.


"Haaahhh.. Perasaan tadi aku lari udah jauh deh. kenapa pohon ini bisa ada dibelakang ku lagi?" Ucap Okta tak percaya. Ia masih menatap pohon besar itu sambil berpikir keras walaupun sedikit susah karena suara berisik dari kelelawar itu tidak hilang-hilang.


"Berarti,. tadi aku lari ditempat dan tidak pergi jauh dari pohon ini. Aneh deh padahal keringat ku sudah mengalir deras dan banyak masa aku cuma lari beberapa meter saja." Ucap Okta selesai berpikir walaupun masih bingung sambil menyeka keringatnya yang bercucuran sejak tadi.


..


Okta masih heran dan bingung. Tiba-tiba ada yang mengagetkan nya dari belakang.


"Kamu siapa?" Tanya Okta pelan pada seorang wanita yang berdiri didepannya itu.


Wanita yang ada dihadapannya itu persis seperti mayat hidup karena mukanya yang sangat pucat, bibir nya kering dan berwarna keunguan, Rambutnya acak-acakan dan tatapannya kosong kedepan.


Wanita itu tidak menjawab pertanyaan dari Okta.


"Hey.. Apa kau tersesat disini?" Tanya Okta lagi.


Wanita itu mulai membuka mulutnya seperti ingin berbicara sesuatu..


"Apakah kita bisa menjadi teman?" Ucap Wanita itu pelan sampai Okta pun mendekat kan telinga nya ke mulut wanita itu.


"Berteman? Boleh kok asalkan aku tahu siapa kamu." Ucap Okta memandang wanita itu penuh selidik.


"Nia." Ucap wanita itu dengan muka datar sambil menyodorkan tangan kanan nya.


"Kok tangannya dingin banget sih.? Aneh deh jadinya.." Batin Okta sambil senyam-senyum tidak karuan lalu melepaskan jabatan tangannya yang sedari tadi melekat ditangan yang dingin milik wanita itu, mungkin jika satu jam mereka berjabat tangan, bisa-bisa tangan okta membeku...


"Yaudah kita cari makan yukk. Aku laper nih.." Ucap Okta meninggalkan wanita itu (Nia) yang masih terdiam ditempatnya.


******


***"***


*******


*Skip.


Kembali lagi menuju Villa..


Ruang tengah ,,


Terlihat Sekumpulan remaja sedang mengamati kardus yang berisi mayat itu, dengan sarung tangan karet, masker, dan kantung keresek hitam, mereka mulai mengambil tulang belulang satu persatu.


Mereka adalah Elvi, Daniel, Dan Leo. Sedangkan Yosi dan Nico, mereka berdua sedang menterjemahkan kata-kata bahasa Inggris yang terdapat di buku when everything changes lalu menyusun kembali kata-kata yang hilang.

__ADS_1


"Bau banget. Lama-lama aku gak kuat deh.." Ucap Leo yang sedang meletakkan Tulang belulang itu kedalam kantong keresek.


"Lebay banget! kamu laki atau perempuan?" Ucap Daniel tanpa mengalihkan pandangan nya.


"Ya laki lakh. tapi kalo kayak gini aku gak sanggup!" Bantah Leo lalu pergi berjalan meninggalkan Daniel dan Elvi lalu duduk santai di kursi.


"Hadeehh engap banget." Gumam Leo sambil melepaskan masker yang melekat diwajahnya.


"Kalian itu ribut Mulu deh.. Mau keluar dari villa atau nggak sih sebenarnya?" Ucap Elvi memarahi kedua lelaki yang sedang adu mulut sejak tadi.


"Yaaa. kita mau keluar dari sini lahh!" Ucap Leo dengan keras.


"Kalo mau. Ya bantuin dong jangan santai Mulu dari tadi!" Ucap Elvi tak kalah keras darinya.


"Kok kamu malah nyolot gitu sih." Ucap Leo lalu berdiri menatap Elvi dengan tajam.


"Ehh. kamu gak berhak yaa untuk memarahi dia!" Bentak Daniel membela Elvi sambil menunjuk kearah Leo.


"Dan kamu juga gak berhak ngatur orang seenaknya saja!" Ucap Leo lalu pergi ke kamarnya begitu saja.


"Sudahlah. Ribut gini gak ada manfaatnya tau, yang ada kita tuh malah pusing!" Lerai Yosi yang terganggu dengan perdebatan mereka bertiga.


"Iyaa dari pada ribut mendingan bantuin kita deh.." Ucap Nico yang masih fokus pada buku yang ada ditangannya itu.


"Jadi gimana. Apakah semuanya sudah tersusun?" Ucap Elvi lalu melepas maskernya dan duduk disamping Yosi.


"Sudah. Tapi Anehnya lembaran kertas selanjutnya sampai akhir itu kosong dan cuma menampilkan warna putih tanpa tulisan atau garisan apapun." Ucap Yosi sambil memijat pelipisnya pelan karena pusing terlalu banyak memikirkan hal lain.


"Kok bisa sih..?" Tanya Elvi lalu mulai membuka lembaran bagian pertengahan sampai akhir.


"Entahlah.."


.....


CIEE. CIE.. OKTA DAPET TEMAN BARU NIH KAYAK NYA... TAPI KOK Si NIA MUKANYA PUCAT BANGET YAHH. JADI TAKUT AKU:V


JANGAN-JANGAN ITU ADALAH.....


..


IKuti terus cerita nya di episode selanjutnya..


SAMPAI BERTEMU NANTI..


SEE YOU NEXT TIME


πŸ€—

__ADS_1


Salam author.


@Tryaaaa_96


__ADS_2