
Lelaki itu adalah Daniel yang kini berada dibawah jurang tapi untung saja itu bukan dari dasar jurang. Jadi dia bisa kembali naik keatas untuk kembali ke hutan itu.
"Ahh... kepalaku." Rintih Daniel sambil memegang kepalanya yang pusing.
"Menyebalkan!!!" Ujar Daniel dengan mengambil batu yang ada ditanah dan melemparkannya kesembarang arah.
Daniel pun pergi dari tempat nya terjatuh tadi. Walaupun dia agak sedikit tak nyaman karena pakaiannya yg sudah agak kotor karena berguling dengan tanah.
Yasudahlah lagian mau dibagaimanakan lagi. Mana ada mesin cuci dihutan, yakannn...
*
*
Sebentar lagi hari akan menjelang malam, tapi kini Elvi dan para temannya tak kunjung bertemu dengan Daniel. Raut wajah sedih pun terukir jelas diwajah Elvi dan kedua temannya itu. Bagaimana tidak? Satu persatu dari mereka hilang entah dibawa kemana oleh sosok hantu itu.
Tiba-tiba saja ditengah perjalanan, Nico mengehentikan langkah mereka sambil mengatakan...
"Stop!!" Teriak Nico sambil merentangkan tangan kanannya membuat Elvi dan Yosi yang berada dibelakang nya itu berhenti dan menatap teman lelakinya ini dengan heran.
"Ada apa?" Tany Yosi mengerutkan wajahnya.
"Lihat itu! Apakah itu Leo?" Ucap Nico menunjukan jari telunjuk nya ke arah depan.
"Haaaaa!" Teriak Yosi terkejut melihat Leo yang terkapar Lemas dengan darah yang mengalir banyak ditubuhnya. Entah apa yang telah terjadi pada Leo. Yang pasti kini lelaki itu sedang tak sadarkan diri.
Dengan cepat, Yosi langsung berlari kearah Leo sambil membuka tas nya lalu mengambil kotak P3K yang sudah ia bawa dari villa.
Sedikit demi sedikit, Luka ditangan dan wajah Leo dibersihkan dan di obati oleh Yosi dibantu juga dengan Elvi yang memplester beberapa luka yang sudah dibersihkan tadi.
.....
Selang beberapa menit, Leo pun akhirnya tersadar dengan raut muka yang pucat dan bingung akan keadaan disekitarnya saat ini.
"Ada apa ini?" Tanya Leo yang baru tersadar dan tak tahu apapun yang sedang terjadi saat ini.
"Tadi kami menemukan mu pingsan dengan beberapa luka yang ada ditubuhmu." Ucap Yosi pelan sontak membuat Leo langsung melihat tubuhnya yang kini sudah ada sebagian yang dibalut kain kasa dan juga plester.
"Apa yang sudah terjadi padamu? sehingga kamu bisa terluka." Tanya Elvi.
Yosi pun kemudian berdiri sambil membisikkan sesuatu pada Elvi.
"Sebaiknya kau jangan tanyakan itu terlebih dahulu." Bisik Yosi ditelinga Elvi.
"Syukurlah kami bisa menemukan mu Leo." Ucap Nico sambil memeluk erat Leo, teman bertengkar nya itu selama di villa maupun hari-hari biasanya.
"Aku juga senang bisa kembali bertemu kalian." Ucap Leo sambil membalas pelukan dari teman bertengkar nya dan tersenyum.
__ADS_1
...
"Hari sudah mulai gelap. Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" Tanya Yosi sambil duduk kembali.
"Hmm, entahlah aku bingung." Ucap Elvi dengan lesu dan tak bersemangat.
"Lebih baik kita beristirahat disini dan membuat perapian lalu melanjutkan perjalanan kembali di esok hari. Bagaimana setuju?" Ucap Nico sambil meletakan kedua tas yang ia bawa sejak tadi. Bahunya sepertinya sudah tak kuat lagi untuk membawa tas miliknya dan milik Daniel juga.
"Ohiya.. Dimana Daniel? kenapa dia tidak bersama dengan kalian?" Tanya Leo.
"Justru itu yang membuat kami sedih sejak diawal perjalanan." Ucap Yosi
"Heyy! Apa yang terjadi padamu sebelum kami kemari?" Tanya Nico menyenggol bahu Leo membuat lelaki itu meringis kesakitan karena lukanya.
"Auuu Sakit tau!!"
"Ohiya maaf" Ucap Nico.
"Hmm, Seingat aku tadi telah dikejar oleh beberapa hewan buas lalu mereka mencakarku dengan kukunya yang tajam dan setelah itu aku tidak ingat lagi." Jelas Leo menceritakan kejadian yang ia alami sebelum jatuh pingsan tadi.
"Oh jadi begitu. Masih untung kau tidak is death." Ucap Nico asal-asalan.
"Apa katamu?!!" Tanya Leo bernada tinggi sambil berdiri.
"Maaf aku becanda." Ucap Nico mengalihkan pandangannya.
"Sudah diam! Daripada kalian ribut gak jelas mending pergi sana cari kayu bakar." Perintah Yosi pada kedua teman lelakinya itu.
"Bukanya bersyukur sudah ditemukan, ini malah ingin tersesat lagi. Ingat Leo ucapan adalah doa!" Ucap Yosi dengan Tegas lalu pergi meninggalkan teman-temannya dan berniat akan mencari kayu bakar sendiri.
Nampaknya Yosi telah marah pada Leo membuat lelaki itu merasa bersalah pada teman dekatnya itu.
Tapi apa buat perkataan itu sudah terlambat diucapkan oleh Leo.
Nico pun ikut pergi menyusul Yosi yang semakin jauh dari tempatnya tadi untuk membantu mencari kayu bakar yang akan digunakan malam ini.
⛺ ⛺
Sementara itu Untuk menunggu Yosi dan Nico kembali, Elvi mulai mendirikan tenda dibantu juga oleh Leo.
"Akhirnya beres juga." Ucap Elvi telah berhasil mendirikan tenda walaupun dengan perjuangan yang capek tapi membuahkan hasil yang memuaskan baginya dan temannya juga.
. . . . .
"Ada Apa denganmu?" Tanya Elvi mendekati Leo yang sedang merenung sendirian dipinggir tenda yang berada dipojok.
Hikksss... Hikssss...
__ADS_1
Bulir-bulir air mata turun dari mata Leo yang sejak tadi matanya memerah karena sudah berhari-hari kurang istirahat.
"Kenapa ini semua harus terjadi pada kita?!!" Lirih Leo sambil menyenderkan kepalanya dibahu Elvi.
Elvi yang melihatnya pun menjadi ikut sedih karena tak tahan dengan semua teror dan kejadian yang terjadi padanya dan para teman-temannya.
…
…
…
Brrruuukkkkkk..!! Brukk...
Suara tumpukan Kayu yang terjatuh ditanah membuat Elvi dan Leo yang sedang duduk berdekatan pun menengok kebelakang dan langsung berdiri setelah melihat kedua temannya itu berhasil kembali dengan membawa beberapa ikat kayu bakar.
"Apa yang kalian bicarakan tadi ketika kami pergi?" Tanya Yosi dengan muka datar sambil menyusun beberapa kayu bakar.
"Tidak. Kami hanya merenung dan memikirkan kembali kejadian yang sudah terjadi sebelumnya." Jelas Elvi pada temannya itu.
Yosi pun menghentikan kegiatannya lalu menatap Elvi sekilas dan tak menghiraukan nya kembali.
"Apa kau marah padaku?" Tanya Elvi mendekat pada Yosi.
"Tidak!" Jawab Yosi tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun.
Kayu bakar sudah tersusun rapi membentuk sebuah kerucut, Nico pun mulai mengambil korek api yang ada didalam tas nya kemudian menyalakan kayu yang ada didepannya itu.
Selain itu, Yosi dan Elvi menyiapkan beberapa minuman hangat untuk mereka nikmati bersama sambil bersantai menikmati malam ditengah hutan yang lebat dan juga besar.
Untuk menghilangkan rasa bosan dan juga jenuh, mereka semua pun saling mengobrol dan bercanda tawa satu sama lain.
"Ohiya, kira-kira apa yang dilakukan Daniel sekarang yahh? aku rindu padanya." Ucap Elvi tiba-tiba mengubah suasana yang tadinya ceria kembali diselimuti kesedihan yang cukup mendalam bagi diri mereka masing-masing.
"Entahlah aku juga tidak tau. Yang pasti kami juga rindu pada dia." Ucap Yosi menenangkan temannya itu dengan senyuman dan pelukan yang hangat berhasil membuat mood Elvi pun kembali sedikit ceria walaupun hatinya bersedih.
.
.
.
.
NEXT EPISODE....⚡⚡⚡⚡
Jangan Lupa Like dan Komentar biar Author tambah semangat🙋
__ADS_1
Salam Author.
ig: Tryaaaa_96