
"Apaan si.. aku gak dengar apa-apa kok." teriak Daniel sambil memeluk erat guling yang ada dipinggir nya.
"Yasudah lahh. kalo gitu." ucap Leo lalu tidur kembali.
Hihihi... Hihihi...
Leo dan Daniel tidak menyadari, bahwa dia sedang diawasi sesosok wanita berambut putih dari jendela.
Tak lama kemudian, Sosok itu hilang pergi dengan sendirinya.
*Skip.
Elvi masih belum bisa tidur, dia turun ke bawah dengan lesu menuruni tangga. Lalu dia pergi ke ruang televisi untuk menonton acara kesukaan nya.
Sedangkan diluar masih turun hujan lebat dan angin yang berhembus kencang. membuat Elvi ingin menonton film horor.
Elvi mulai menyalakan televisi menggunakan remote dan mendudukkan tubuhnya di kursi panjang berwarna coklat.
"Sepertinya menarik." gumam Elvi yang sedang melihat film horor berjudul Death itu.
Kruuukkk.. Kruukk..
Suara perut Elvi yang keroncongan karena lapar.
"Bikin repot aja, segala laper lagi.." ucap Elvi mendengus kesal.
dia melangkah kan kakinya menuju kulkas. Sesampainya di depan kulkas, dia membuka pintu kulkas mengambil Snack keripik singkong rasa barbeque dan es teh.
Elvi kembali ke ruang televisi dan melanjutkan menonton film.
Tolooongg.. tidakk.!!
Suara Seorang wanita dari dalam acara film tersebut.
Elvi masih serius menonton acara itu.
Tiba-tiba lampu dan tv mati dengan sendirinya. Dan angin pun berhembus sangat kencang.
"Aduh, kenapa pake acara mati lampu segala. kan gelap!" ucap Elvi yang sedang berusaha mencari lilin.
Ketika Elvi sedang berjalan pelan-pelan, dia merasa ada yang memegang salah satu kakinya. Elvi melihat kebawah, ternyata tak ada apapun. Tapi saat Elvi berjalan, dia merasa seperti ada yang menarik kakinya makanya terasa berat.
"Ihh.. kenapa kakiku berat banget." ucap Elvi berusaha melangkah kan kakinya lagi.
Lampu menyala kembali tapi tidak dengan televisi. Elvi menggoyang-goyangkan kakinya. dia tidak merasakan berat atau apapun.
"Aneh." Batin Elvi.
Dia kembali menonton TV sambil menghabiskan Snack yang diambilnya tadi.
Lampu mati kembali, lalu nyala dan mati lagi Seperti sedang konslet.
Elvi menengok keluar jendela. dia mengucek matanya karena merasa melihat sesosok wanita yang pernah ada dirumahnya. yaitu wanita berambut panjang warna putih.
"Apaan tuh." gumam Elvi mendekati jendela.
Matanya terbelalak ketika melihat sosok itu mendekati dirinya.
Secara perlahan Elvi mundur kebelakang, tubuhnya gemetar.
Sosok itu semakin dekat dengannya, Elvi jatuh terduduk, ketika dia ingin bangkit kembali, ia dikagetkan oleh sosok perempuan berambut putih tadi yang sudah ada tepat dihadapannya.
Elvi kembali mundur hingga menabrak dinding yang ada dibelakang nya.
Sosok itu semakin dekat, Elvi menyilangkan kedua tangannya di depan wajahnya.
__ADS_1
Dia mencoba untuk melihat kembali, sosok itu menunjukkan kukunya yang panjang, seperti ingin menyerang Elvi.
"Kyyaaaa...!!" Teriak Elvi.
***
Leo terbangun oleh suara teriakan wanita yang didengarnya.
"Heey bangun aku mendengar suara teriakan!!" ucap Leo mengguncang tubuh Daniel.
"Apaan." ucap Daniel.
Leo menarik tangan Daniel keluar kamar, saat keluar kamar, Daniel kaget melihat Elvi tergeletak dilantai.
"Elvi...!!" teriak Daniel langsung menghampiri Elvi, begitu juga dengan yang lainya.
Okta dan Yosi turun kebawah setelah mendengar teriakan Elvi yang keras. Joshua dan Nico pun ikut keluar kamar lalu menghampiri temannya.
Daniel mengangkat tubuh Elvi dalam pangkuannya.
"Elvi. apa yang terjadi padamu?" ucap Daniel yang terlihat sangat panik.
"Sepertinya dia pingsan. Kalian cepat bantu angkat Elvi ke kursi." ucap Yosi dengan tegas.
Lalu Daniel, Leo dan Joshua mengangkat tubuh Elvi dan membaringkan di kursi ruang panjang.
"Aku akan ambil kotak P3K dulu." ucap Okta bergegas mengambil kotak.
Sementara itu, Yosi memeriksa tubuh Elvi barangkali ada yang terluka.
"Ini cepat!" ucap Okta yang kembali.
5 Menit kemudian...
Elvi pun sadar lalu duduk sambil memegang kepalanya yang masih sedikit pusing.
Daniel menyodorkan minum pada Elvi, lalu Elvi pun meminumnya.
"Kenapa kau tanyakan itu." ucap Yosi pada Daniel sambil berbisik.
"Kenapa? aku harus menanyakan apa?" bisik Daniel.
Yosi hanya terdiam. seketika hening.
Dan tiba-tiba Elvi bicara.
"Aku akan ceritakan semuanya nanti pagi. sekarang aku mau tidur." ucap Elvi dengan pelan lalu pergi ke kamar.
"Yosi. apa yang terjadi dengannya?" tanya Daniel.
"Entahlah." ucap Yosi. Lalu dia pergi ke kamar bersama Okta dan meninggalkan mereka.
Daniel, dan temanya kembali ke kamar masing-masing untuk tidur.
Dikamar perempuan...
"Elvi.." teriak Okta.
"Sssttt. dia sedang tidur." ucap Yosi pelan.
dan mereka berdua pun tidur kembali.
*Skip..
Pagi hari.
"Huaaapph.." Elvi menguap dan melihat sekeliling, ternyata temannya sudah bangun sejak tadi.
__ADS_1
Elvi melihat handphone nya, sudah pukul 8 pagi.
dia beranjak dari tempat tidurnya, lalu mandi dan turun kebawah.
"Hei, kau sudah bangun." sahut Okta.
"Yahh, aku mau sarapan." ucap Elvi mendudukkan dirinya di kursi sambil menikmati sarapan miliknya.
Selesai makan, dia pergi menonton TV.
"Apa yang terjadi semalam." tanya Yosi yang tiba-tiba ada dipinggir nya.
"Bagi yang mau tau cerita nya, harap berkumpul!" teriak Elvi seperti pengumuman penting. membuat Yosi terkekeh melihat tingkah temannya itu.
Semuanya pun berkumpul di ruang tv. dan Elvi pun mulai menceritakan nya.
"Waktu malam aku gak bisa tidur setelah mimpi buruk, jadi aku turun kebawah untuk nonton film." ucap Elvi dan semuanya pun nampak serius mendengarkan nya.
"Kenapa kau tidak bilang padaku. kan kita bisa nonton bareng." ucap Daniel.
"Aku takut kau marah."
"Lanjutkan.." minta Nico.
"Sewaktu aku nonton tv, tiba-tiba lampu padam seketika. aku berjalan mencari lilin lalu ketika aku sudah menemukan nya, eh lampu itu makin menjadi-jadi." jelas Elvi.
''Tapi dikamar ku lampu masih nyala." ucap Joshua.
"Justru itu aku tidak tahu, dan yang paling seram adalah.." ucap Elvi membuat mereka semakin penasaran.
"nungguin yahh.." ucap Elvi sambil tertawa.
"Cepetan lanjut."
"Ada sosok wanita seram menghampiri ku, itulah yang bikin aku pingsan." ucap Elvi lalu pergi keluar sementara temannya masih diruang tv.
"Guys. nanti sore kita akan ke pantai mau gak?" ajak Okta.
Seketika semuanya pun mengangguk.
Yosi pergi menghampiri Elvi yang di taman.
"Elvi." ucap Yosi.
"Hmm."
"Kita akan ke pantai nanti sore. kamu mau ikut kann." tanya Yosi.
"Serius. Aku mau, dari pada disini terus bosen." ucap Elvi kembali masuk kedalam villa.
"Kau mau kemana?" teriak Yosi.
"Aku akan memilih baju untuk ke pantai." ucap Elvi.
Lalu Yosi pun ikut dengan Elvi.
Sorenya.....
"Apakah semuanya sudah siap." tanya Joshua.
"Siap." ucap mereka semua.
Lalu mereka pergi ke pantai..
Dalam perjalanan...
*
__ADS_1
*
See You next eps.....