
SELAMAT MEMBACA π
πΌπΌπΌ
"Yasudah bertahanlah sebentar, Aku akan cari bantuan." Ucap Yosi lalu keluar kamar untuk memanggil Daniel dan para teman-teman nya.
Kembali didalam kamar mandi.....
"Kalian harus mati!!" Ucap Hantu wanita itu sambil menunjukkan kuku panjang nya.
"Tidak bi--saa." Ucap Elvi terbata-bata.
"Kamu! apakah kamu tahu apa penyebab orang tuamu meninggal?" Ucap Sosok hantu itu dengan keras sambil tertawa layaknya kuntilanak.
"Janga--n jangan...." Ucap Elvi sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya dan menggelengkan nya ke kanan dan ke kiri.
"Benar sekali! Itu adalah akibat dari ulah mereka!" Ucap Sosok Hantu wanita lain yang tiba-tiba muncul dari samping Elvi.
Membuat Elvi terkejut karena satu hantu saja sudah membuat dia ketakutan, apalagi dua seperti ini..
Elvi berjalan perlahan kesamping sambil merayap di dinding, tapi dia terhenti oleh dinding yang sudah mentokg dan kini dia berada dipojok sambil merintih ketakutan.
"Mimpi itu.. mimpi yang kau alami waktu itu, adalah detik-detik kejadian keluarga kami dibunuh oleh mereka. Dan sekarang tugas mu dan semua temanmu adalah...
Sebelum sosok itu melanjutkan bicara kata-kata selanjutnya, ada yang menggaggu mereka.. Yaitu suara berisik dari luar kamar mandi..
Dbbrooabrakk...
Daniel dan para temannya sedang mendobrak paksa pintu kamar mandi secara terus-menerus.
Sementara Yosi, memanggil nama Elvi.. Elvi...
Untuk memastikan apakah Elvi mendengar nya atau tidak.
Hihihihiihih....
Kedua sosok hantu itu tertawa seolah sedang meremehkan usaha yang dilakukan Daniel dan teman-teman nya untuk menyelamatkan Elvi.
"Tugas mu dan semua teman mu adalah..." Ucap Sosok itu sambil menggantung kan kata selanjutnya.
Sosok hantu wanita itu menarik dagu Elvi dengan kuku tajam dan panjangnya membuat Elvi mendongak keatas menatap wajah hantu yang mengerikan didepannya itu.
"Temukan mereka! Temukan siapa pelaku yang membunuh keluargaku. Secepatnya !! Jika tidak..."
Ucap Sosok hantu itu lagi..
Dan hantu wanita yang satunya pun mendekati Elvi.
Kedua hantu wanita itu mendekatkan jari lengannya ke leher Elvi sambil menunjukkan wajah asli mereka yang lebih seram.
Kini leher Elvi sedang dicekik oleh kedua hantu mengerikan itu dengan kuat, Membuat Elvi kesulitan untuk bernafas.
"..Jika tidak kau akan MATI Ditangan kami!!" Ucap Kedua sosok hantu wanita itu dengan bersamaan sambil mencekik leher Elvi tambah kuat dan keras.
Saat ini, leher Elvi sudah dipenuhi darah yang keluar dengan banyak karena ulah hantu itu yang mencekik Elvi dengan kuat hingga kuku-kuku panjang mereka menggores leher Elvi. Akibatnya leher Elvi pun terluka.
Β
__ADS_1
Kedua hantu itu masih mencekik leher Elvi, kemudian menarik leher Elvi lalu mendorong tubuh Elvi dengan keras sehingga....
Jdduujkkk.. Kepala Elvi pun terbentur Ke dinding membuat kepala Elvi pusing,,,
Elvi memegang kepalanya yang terasa sakit, lalu pandangan nya menjadi buram dan perlahan akan menutup.
1...2...3
Elvi tergeletak dilantai dengan keadaan pingsan dan luka gores dilehernya yang mengeluarkan darah banyak sejak tadi.
..... Dengan keadaan Elvi yang tak berdaya seperti itu, kedua sosok hantu wanita itu tertawa keras dan lepas.. kemudian menghilangkan entah pergi kemana.
Dbraakk..
Pintu kamar mandi berhasil Daniel dobrak lalu terbuka memperlihatkan Elvi yang sudah pingsan dilantai.
Daniel langsung menghampiri Elvi dengan tergopoh-gopoh lalu mengangkat tubuh Elvi kedalam pelukannya.
"Elvi bangunlah.. ayo bangun! aku tidak bisa melihatmu seperti ini." Ucap Daniel disertai tangisan yang menyelimuti mereka semua yang ada di sana.
"Maafkan aku tidak bisa menjagamu." Lirih Daniel sambil memeluk Elvi dengan erat dan menangis tiada henti.
"Sudahlah.. Ayo Kita angkat dia." Ucap Leo sembari menepuk punggung Daniel pelan.
Leo, Daniel dan Nico pun mengangkat tubuh Elvi dan membaringkannya di kasur.
"Tolong ambilkan kotak P3k." Suruh Yosi yang sedang duduk didekat Elvi.
Daniel pun bergegas mencari kotak p3k tersebut kesana dan kemari. Setelah menemukan nya, lalu dia membawanya ke kamar dan menyerahkan nya pada Yosi.
Β
Β
Leher Elvi sudah bersih dari darah, tapi bekas goresan masih tersisa di sana. Yosi yang ada disampingnya pun langsung melakukan pertolongan pertama agar lukanya cepat tertolong dan tidak terinfeksi.
π¨
Beberapa Saat kemudian, Elvi pun terbangun lalu duduk dibantu oleh Yosi.
"Ada apa ini?" Ucap Elvi pelan.
"Cuma kecelakaan kecil saja." Ucap Yosi sambil tersenyum.
"Elvi, bagaimana kejadian tadi? Apakah hantu itu berbicara sesuatu padamu? Tadi aku tidak mendengarnya." Ucap Nico yang sedikit tertawa kecil membuat Yosi menatap Nico dengan mata yang sedang melotot.
"Kenapa kau bicara seperti itu?" Bisik Leo ditelinga Nico dan membekap mulut teman satunya itu.
"Hantu?" Ucap Elvi kebingungan.
"Ooh... itu cuma omong kosong, mungkin saja Nico sedang mengigau jadi dia berubah seperti Ultraman atau seperti Spiderman." Ucap Daniel sedikit menghibur Elvi dan sukses membuat Elvi tertawa.
Hahahaha....
Suara Nico yang sedang tertawa terbahak-bahak setelah mendengar ucapan Daniel tadi.
membuat mereka semua menatap Nico dengan datar dan penuh rasa menyebalkan (Contoh ekspresi wajahnya seperti ini π) .
__ADS_1
....
π€οΈ
*Skip.
"Aku baru ingat sekarang." Gumam Elvi yang sedang duduk diruang tengah.
"Ingat apa?" Ucap Yosi yang menghampiri Elvi sambil membawa beberapa Snack makanan ringan.
"Kejadian semalam." Ucap Elvi mengambil makanan yang dibawa Yosi lalu memakannya.
"Mereka menginginkan kita agar menemukan pelaku nya." Lanjut Elvi.
"Lalu?..." Tanya Yosi.
"Kalo terlambat kita akan... MATI !" Ucap Elvi dengan menekan kata terakhir.
membuat Yosi menelan ludah/Saliva nya sendiri dengan kasar.
"Waktu?..." Tanya Yosi lagi.
"Secepatnya." Ucap Elvi lalu beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke kamar.
Elvi mengambil tas miliknya, lalu keluar lagi.
Disambut oleh Yosi yang sedari tadi mengikuti dengan tatapan heran.
"Mau pergi kemana?" Ucap Yosi yang masih berdiri didekat pintu kamar sementara Elvi sudah turun dari tangga ke bawah.
"Hutan!" Teriak Elvi dari bawah sukses membuat Yosi lari tak karuan turun dari tangga.
"Untuk apa?" Ucap Yosi yang berhasil meraih tangan Elvi yang hendak pergi keluar villa.
"Mencari mereka semua." Ucap Elvi melepaskan genggaman Yosi.
"Mereka Siapa?" Ucap Daniel yang tiba-tiba muncul dari belakang.
Hufftttf...
Elvi menarik nafas panjang dan berniat akan bicara secara rinci.
"Apa kau tidak tahu atau bodoh. Mereka yaitu Joshua, Okta, dan si pelaku nya." Ucap Elvi sambil memukul jidatnya sendiri.
"Pelaku apa?" Ucap Daniel.
"aaaarrrgghhh..." Elvi Emosi karena orang yang berada dihadapannya itu.
"Minta jelaskan saja pada Yosi, aku capek bicara Mulu." Ucap Elvi sambil mengerutkan keningnya lalu pergi keluar villa.
.............
...........
Sampai jumpa di chapter selanjutnya...
π€
__ADS_1
Salam author.
@Tryaaaa_96