
"Baiklah." ucap Joshua terpaksa sambil mengangkat kantong kresek. Lalu membawanya ke belakang pembuangan sampah.
**
"Kenapa coba. Orang mah lagi liburan, eh ini.. malah belajar. Liburan bukannya dinikmati. Dasar siceroboh!" Gumam Joshua marah pada Nico. berjalan keluar lewat pintu belakang sambil membawa kresek besar warna hitam.
"Si Okta lagi, bukannya buang sendiri. Malah nyuruh orang! nyenyenye..nyenye..." ucap Joshua sambil menirukan gaya suara Okta.
Joshua membuka tutup sampah yang lumayan besar. Lalu mengangkat kresek hitam tersebut dan memasukan nya kedalam tong yang warna hijau tua dan ukuran yang besar/Big.
Ketika dia ingin kembali kedalam, dia melihat Yosi keluar kebelakang villa sambil berjalan melambaikan tangan pada Joshua.
"Hei kau mau pergi kemana?" Teriak Joshua tapi Yosi terus berlari pergi jauh.
"Aneh. Padahal dia tadi sedang membereskan piring di dapur bersama Elvi, dan kenapa mukanya pucat gitu... bahaya nih!!" pikir Joshua yang masih dia mematung sedari tadi.
Karena takut terjadi apa-apa dengan Yosi, dia langsung berlari mengejar Yosi meninggalkan Villa tersebut.
"Tunggu aku." Teriak Joshua yang sedikit kelelahan.
Joshua masih berlari mengejar Yosi. Tapi karena dirinya sudah tak kuat lagi. Dia memutuskan untuk duduk sebentar dibawah pohon yang cukup besar.
Nafasnya masih terengah-engah, Joshua kelelahan dia butuh air untuk minum. tapi disini tak ada air.
Joshua mengelap keringat nya yang sejak tadi keluar dengan lengan kanannya.
Dia baru sadar jika dia kehilangan jejak Yosi dan entah sekarang dia dimana. Jaraknya terasa sangat jauh dari villa sampai-sampai. halaman belakang villa pun tak terlihat.
"Kemana dia pergi? dan dimana aku sekarang?" Pikir Joshua sambil memandang sekitar.
Joshua, dirinya telah dikelilingi banyak pohon besar dengan akar yang menjalar, dan daun yang rimbun sehingga celah untuk sinar matahari pun sangatlah sempit membuat keadaan disana tidak cukup terang, banyak rumput dimana-mana menjulang tinggi dan
tidak ada seorang pun selain dirinya.
Itulah gambaran tempat Joshua berada sekarang. Nampaknya sih lebih mirip dinamakan Hutan.
Kenapa Joshua bisa sampai disini, padahal tadi dia sedang dibelakang villa.
_________
* Jadi, Semenjak tempat itu (Villa) sudah lama tak dihuni, membuat suasana di sana sangatlah horor.
Sebenarnya jika kita melihat kebelakang villa, itu nampaknya biasa saja seperti kebun-kebun. Tapi jika kita kesana untuk lebih dekat, maka akan terlihat lah hutan yang luas dan besar.
hihihi sereemm...๐ฒ
***
"Ayo kejar aku...." ucap Seseorang muncul dari sebuah pohon besar.
Membuat Joshua terkejut..
Joshua langsung bangun berdiri sambil membersihkan celananya tadi yang kotor ketika ia duduk ditanah.
"Ehh tunggu.." ucap Joshua kembali mengejar Yosi.
__ADS_1
Ketika Joshua berlari, tiba-tiba saja...
Brruuukk...
Dia terjatuh, tersungkur ketanah. karena tersandung oleh akar yang besar dan menjalar dimana-mana.
Joshua kembali mencoba bangun. saat dia berbalik arah, pandangannya buram. Dia melihat ada Yosi berdiri didepannya. Joshua mencoba meminta tolong...
"Tolong akuuu. Tolong bantu aku Yosii.. ku mohon.." Lirih Joshua sambil mengangkat tangan kanannya, berharap tangannya ditarik oleh Yosi.
Bukannya ditolong, tapi Yosi hanya Tersenyum lebar melihat keadaan Joshua sekarang..
Pandangan Joshua mulai kabur, tubuhnya lemas. Dia mencoba untuk membuka matanya tapi tidak bisa. Akhirnya dia pun jatuh pingsan.
Yosi yang mengetahui Joshua sudah pingsan,
dia langsung berubah bentuk, berbentuk seorang perempuan, wajahnya pucat dan banyak mengeluarkan darah. Itu terlihat mengerikan. satu lagi, rambutnya panjang berwarna putih dan berjalan melayang.
Ternyata itu bukan Yosi. Itu adalah hantu yang sering mengganggu Elvi dari mulai dirumah sampai sekarang di villa. Hantu itu menyamar menjadi Yosi untuk membawa Joshua ketengah hutan.
๐ฑ๐ฑ
Di Villa....
Terlihat seorang wanita tengah panik sambil berkeliling villa dari mulai di depan gerbang sampai ke halaman belakang villa.
Yahh itu adalah Okta yang sedang mencari keberadaan kakaknya yang sejak tadi tidak muncul-muncul.
"Kamu kenapa sih... kok gitu mukanya." tanya Elvi dan Yosi yang cemas melihat teman satunya ini. Yang biasanya Okta adalah seorang yang periang, cerewet, suka marahin orang, galak... Pokonya sekarang sikap dia berubah drastis semenjak kakaknya entah pergi kemana..
"Kalian liat Joshua gak.." tanya Okta pada semua teman-teman nya yang berada di villa.
Tapi mereka semua hanya menjawab dengan kata tidak.
Okta sekarang sudah sangat menyesal karena telah menyuruh kakaknya itu untuk kebelakang villa.
Beberapa tetes air mata keluar dari mata berwarna hitam milik Okta membasahi pipinya.
Dia terduduk dilantai sambil terisak menangis...
"Joshua Menghilang!!" Teriak Okta membuat Teman-teman nya menghampiri dirinya.
"Okta apa yang terjadi.." tanya Elvi dengan lembut.
Okta menatap Elvi penuh harap. Dia mulai menghapus air matanya yang sejak tadi turun..
"Sebenarnya tadi aku nyuruh Joshua untuk membuang sampah kebelakang villa. Tapi setelah itu lama kelamaan, Joshua tidak ada.. dia menghilang." ucap Okta.
"Mungkin dia pergi keluar atau cari makan di resto. atau ada keperluan." ucap Daniel.
"Tidak mungkin. Jika dia pergi keluar pasti dia pamit pada kita dan mobil nya pun ada disini." ucap Okta membenarkan.
"Iya juga yahh.." ucap Leo berpikir.. "Coba kalian yang punya nomor Joshua di telpon aja dulu." ucap Leo. Seketika semuanya kecuali Nico. Menghubungi Joshua.
Tapi sayang, yang keluar bukanlah suara Joshua melainkan suara urgen menyatakan..
__ADS_1
"Nomor yang anda tuju sedang sibuk. Cobalah beberapa saat lagi." Membuat Meraka semua semakin kesal.
"hmm. kapan terakhir kali kamu bertemu Joshua.." tanya Daniel.
"Terakhir kali aku suruh dia untuk buang sampah di belakang Villa." ucap Okta.
"Yasudah begini saja.. Nanti kita cari dia besok kebelakang villa. Kalo sekarang kita tidur dulu, hari sudah mulai malam." ucap Leo.
"Benar juga katamu Leo." ucap Yosi
"Baiklah kalo gitu. tapi janji kita harus menemukan Joshua sampai ketemu." ucap Okta.
๐Hari sudah mulai malam..
Mereka semua tidur di kamar masing-masing..
"Huuuaaapphh.." Elvi menguap. rasanya ia ingin ke kamar mandi untuk buang air kecil.
Dia beranjak dari kasur lalu berjalan sempoyongan menuju kamar mandi.
____ __
Elvi sudah selesai. Dia ingin melanjutkan tidurnya kembali. tapi saat itu dia merasa haus. Dengan terpaksa, Elvi turun kebawah menuju dapur untuk mengambil segelas air putih.
*
Elvi mulai meminum segelas air putih yang sudah ia ambil tadi. Tiba-tiba ia mendengar suara kegaduhan dari dalam gudang...
Dengan berani, Elvi mencoba membuka pintu gudang secara perlahan.
Sisanya sangat lah gelap, dia tak bisa melihat apapun. Tangan Elvi mulai meraba dinding yang ada disampingnya, dia mulai menemukan jetrekan lampu.
Trraaakkk..
Lampu pun menyala.
Elvi melihat sekeliling gudang. Ternyata yang dia lihat cuma tikus yang berkeliaran. Tapi matanya tertuju pada sebuah rak kecil yang ada disampingnya.
Elvi pun mencoba mengambil buku yang telah menarik perhatiannya. Buku itu sudah lusuh, kotor, dan banyak debu yang menempel di buku yang dipegang Elvi..
๐ฃ
Pertanyaan nya... **Buku apakah itu..
Penasaran,
kita lihat Next Eps....
Byeee see you**:)
***
Salam author.
@Tryaaaa_96
__ADS_1