
"Lepaskan mereka!" teriak Yosi pada makhluk itu.
"Kenapa kami harus melepaskan kalian, Kalian harus mati ditangan kami!" ucap Kedua hantu itu dengan lantang membuat semuanya semakin takut.
"Dan kenapa juga kalian meneror kami? Apa salah kami?" Teriak Yosi sekeras mungkin memberanikan dirinya menghadapi kedua hantu tersebut.
Hahahaha....
Kedua hantu itu hanya tertawa keras.
Lama-kelamaan tawanya pun memudar.
"Kami sudah mengetahui pelakunya. Jadi kalian harus mati ditangan kami." Ucap Salah satu hantu tersebut sambil tersenyum miring.
"Apa hubungannya dengan kami?" Teriak Yosi lagi.
"Karena Salah satu orang tua dari kalian adalah pelakunya." Teriak Hantu wanita yang sedang menarik kaki Okta.
Tanpa aba-aba lagi, Hantu perempuan yang remaja itu pun langsung menarik Kaki Okta dengan keras, dan dibawa hantu itu ke suatu tempat.
Sebelum itu, Okta pun berteriak Sekencang mungkin untuk meminta pertolongan pada temannya.
"Haaaah.. Tolonggggg Aaakkuuu!!" Teriak Okta.
"Oookkktaaa!" Teriak Yosi.
Dengan Cepat, Yosi pun menghampiri Okta lalu ingin menarik tangan Okta, tapi semuanya sudah terlambat. Karena Okta sudah dibawa pergi oleh hantu itu.
Setelah membawa Okta pergi, kedua hantu pun menghilang secara tiba-tiba.
Semua keadaan pun kembali normal, Daniel mencoba membantu Elvi yang kesakitan untuk duduk di kursi. Sedangkan Yosi membantu melepaskan ikatan yang melilit di pinggang kedua temannya itu.
Daniel langsung bergegas mengambil kota P3K yang ada di bawah meja tempat ruang tengah untuk menyembuhkan luka yang terdapat dikaki Elvi.
"Cepat berikan padaku." Ucap Yosi yang terlihat panik pada Elvi yang mendapatkan luka yang cukup dalam karena goresan kuku dari hantu tadi.
"Biar ku bantu." Ucap Daniel mengeluarkan beberapa plester dan Betadine dari dalam kotak yang dibawanya itu.
Yosi mencoba membersihkan lukanya dengan alkohol yang sudah dituangkan nya tadi pada kapas.
"Auuwww pelan-pelan dong." Ucap Elvi yang meringis kesakitan.
"ini sudah pelan. Itu karena lukanya lumayan dalam." Ucap Yosi
"Coba berikan padaku." Ucap Daniel merebut paksa Betadine yang ada ditangan Yosi.
Daniel menuangkan beberapa tetes cairan Betadine pada luka di kaki Elvi dan langsung menutup nya dengan plester.
"Kira-kira siapa hantu tadi? Dan kemana dia akan membawa Okta?" Tanya Nico yang sedang berjalan bersama Leo.
"Pasti semua ada hubungannya dengan mimpi yang ku alami dan kotak yang kita temukan di halaman belakang villa." Ucap Elvi yang sudah merasa lebih baik.
"Mungkin. Tapi seperti apa mimpi mu itu?'' Tanya Leo yang sedang duduk di pinggir Daniel.
__ADS_1
"Begini ceritanya...." Ucap Elvi menceritakan semua kejadian yang ia ingat pada mimpi saat itu.
...
Setelah diceritakan, semuanya pun mengangguk paham.
"Tapi dia bilang pelakunya adalah salah satu orang tua kita.'' Ucap Nico.
"Benar juga. Tapi siapa yah?" Ucap Yosi.
"Nanti kita cari tahu satu persatu." Ucap Elvi.
*Skip.
Elvi dan para teman-teman nya itu sedang sarapan pagi diruang makan. Sedangkan Leo, dia sedang menonton tv.
Mereka memakan makanan yang ada dimeja yang sudah dihidangkan oleh Elvi dan Yosi.
Diruang tv..
Leo sudah merasa bosan karena acara yang ditonton nya ini menurutnya sudah tidak menarik lagi. Pada akhirnya, dia mengambil remote yang ada disampingnya itu, lalu menekan-nekan tombol Nomor yang memindahkan acara tv ke Chanel yang lain.
Saat itu, tiba-tiba dia dihebohkan oleh suatu berita yang tak sengaja ia tonton saat memilih Chanel.
Yaitu berita tentang kecelakaan mobil yang lokasinya berada di Surabaya. Tempat dimana orang tua Elvi berada.
"Heii. Semuanya coba lihat ini!!" Teriak Leo pada teman-teman nya yang sedang asik menyantap sarapan mereka.
Seketika matanya terbelalak saat melihat berita tersebut.
Mereka semua pun menghampiri Yosi dan Leo yang sedang diruang Tv.
"Acara apa. Coba naikan volume nya." Ucap Nico.
Leo pun langsung menekan tombol volume dan seketika suara yang keluar dari televisi pun bertambah semakin keras.
Berita Terkini...
"Trending topik. Hari ini lebih tepatnya tanggal 8 Oktober, Terjadi sebuah kecelakaan maut yang menewaskan dua orang, lokasinya berada di Jl.XXX
Berikut liputannya..
Saat ini seluruh anggota polisi dan para relawan, sedang melakukan otopsi mayat di TKP. Sebelumnya diketahui sang supir tengah mengantuk pada saat 2 jam lalu sebelum kecelakaan. Tapi setelah itu, Mobil yang dikendarai nya terjun ke jurang dan mengakibatkan seluruh penumpang yang berada didalamnya tewas.
Menurut tim satgas, Korban adalah keluarga suami dan istri yang sama-sama akan menempuh tujuan yang sama.
Dan jika ada diantara kalian yang mengenal nya, harap hubungi kami. Ini dia fotonya." Ucap Seseorang pembawa berita tersebut dari dalam Televisi. Kemudian munculah foto yang tampilkan dari Layar tv.
Saat melihat foto yang berada di tv, Mata mereka semua pun terbelalak dan sangat terkejut.
Karena Bagaimana tidak, Yang difoto itu adalah wajah Kedua orang tua Elvi yang sedang di Surabaya.
Kenapa mereka bisa berakhir seperti itu.
__ADS_1
"Tidakkk.. Tiidaaakk!!" Teriak Elvi terduduk lemas sambil menggelengkan kepalanya.
"Kamu harus sabar Elvi. Ini semua adalah takdir." Ucap Yosi menenangkan temannya itu.
"huhuhhhuu.... Bagaimana bisa ini terjadi pada mereka.." Ucap Elvi. beberapa tetes air mata pun tumpah dan membasahi pipinya.
"Kamu gak boleh lemah dongg.." Ucap Daniel tersenyum lebar sambil membawa Elvi pada pelukannya.
"Kenapa? Kenapa Daniel?" Ucap Elvi memukul-mukul dada milik Daniel.
"Sudahlah. Jangan menangis terus, kita jadi ikut sedih." Ucap Daniel mengelus rambut Elvi perlahan. Lalu melepaskan pelukannya.
Dan mulai menghapus air mata yang keluar dari mata coklat milik Elvi dengan pelan.
"Kami turut berduka cita Elvi. Kamu yang sabar yah.." Ucap Nico dan Leo yang ikut terbawa sedih atas meninggalnya kedua orang tua Elvi.
"Kita harus memecahkan misteri ini." Ucap Elvi yang tiba-tiba semangat.
"Apa kau sudah tidak sedih lagi?" Tanya Yosi.
"Sedikit. Tapi aku berusaha perlahan untuk melepaskan mereka." Ucap Elvi.
Dibalas anggukan dari Yosi.
"Jadi Kita mulai darimana dulu?" Tanya Leo ikut bersemangat.
"Pertama, Kita buka dulu isi dari kotak yang terkubur dihalaman belakang dan cari sesuatu barang penting di villa ini. Bisa jadi itu akan memberikan kita informasi lebih.
Kedua, Baru kita cari Okta dan Joshua ke hutan.
Ketiga, Jika sudah ketemu, kita balik ke villa untuk mencari petunjuk lain. Paham!" Jelas Elvi seperti sudah mengetahui semuanya.
"Paham!!" Ucap Mereka semua serempak.
Lalu mereka pun bergegas pergi menuju halaman belakang villa sambil membawa peralatan untuk menggali tanah. Karena mereka akan menggali untuk mengambil kotak yang waktu pertama kali Nico temukan.
Kalo lupa kotak yang mana.. Yaitu ada penjelasan nya di Eps. ke.2 Yang judulnya Perjalanan.
***
**
*
KELANJUTANNYA ADA DI EPISODE SELANJUTNYA.. TUNGGU YAHH..
JANGAN LUPA LIKE Biar aku tambah Semangat.๐
___
Salam Author.
@Tryaaaa_96
__ADS_1