Misteri Villa Angker

Misteri Villa Angker
Jalanan Yang Sepi


__ADS_3

HAPPY READING, GUYSS....❤️📒


SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA☺️


"Hei!! Apakah Kalian sedang membicarakan ku?!" Tanya Leo sambil menatap tak suka pada kedua temannya itu.


"ih kek gr an banget sihh. dasar gak jelas!" Ucap Elvi sambil membalikkan badanya membelakangi Leo.


Itu sedikit membuat Leo kesal pada Elvi...


"Dasar!!" Batin Leo yang kesal pada Elvi sedangkan Yosi tidak menghiraukan kedua temannya itu yang sedang terlibat konflik.


.....


Tak lama kemudian, Daniel dan Nico pun datang menghampiri mereka bertiga...


"Ada apa ini?" Tanya Daniel sambil duduk dikursi.


"Entahlah, Leo Menghujat Nico tadi." Lapor Elvi sambil sedikit menahan tawanya.


"Oh jadi begitu yah..." Ucap Nico melirik Leo sinis dibalas juga dengan tatapan tajam dari mata Leo.


"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan. Mending bikinin aku makanan saja, ok." Ucap Daniel yang menyuruh kedua teman perempuan nya itu langsung membuat Elvi dan Yosi menatap Daniel dengan datar.


Tetapi Lelaki itu hanya senyam-senyum sambil menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal sama sekali.


***


Elvi dan Yosi pun pergi ke dapur untuk memasak makanan makan malam...


"Elvi, lihatlah ini." Ucap Yosi memanggil Elvi, lalu Elvi pun berjalan menghampiri nya.


"Ada apa?" Tanya Elvi yang berdiri di sampingnya Yosi.


"Garam nya sudah habis." Ucap Yosi dengan menunjukkan ekspresi sedih.


"Oh itu.. kirain ada apa." Ucap Elvi sedikit lega karena dia mengira ada sesuatu padahal cuma kehabisan garam saja.


"Yasudah nanti aku suruh Leo untuk membelinya di warung." Ucap Elvi lalu dibalas anggukan dari Yosi.


Elvi pun mulai pergi ke ruang tv dimana para lelaki itu sedang bersantai ria sambil menonton acara film.


"Leo..." Elvi memanggil Leo dari kejauhan setelah masuk kedalam ruang tv.


"Hmm." Tak lama Leo pun membalasnya tanpa menoleh sedikitpun.

__ADS_1


"Kemarilah, Aku akan menyuruh mu." Ucap Elvi yang sedang berdiri.


Leo pun menengok ke arah nya, lalu mulai beranjak dari tempat duduk nya dan menghampiri Elvi.


"Tolong belikan satu bungkus garam, dan ini uang nya." Ucap Elvi sambil memberikan uang kepada Leo.


"Tapi kenapa kau harus menyuruh ku? Tidak yang lain saja?" Tanya Leo karena kesal selalu saja ia yang disuruh untuk pekerjaan apapun.


"Lalu siapa lagi hahh?" Tanya Elvi balik.


"Daniel atau Nico atau juga tidak kau saja beli sendiri." Ucap Leo melirik satu persatu temannya itu.


"Huufffttttt...." Elvi pun menghela nafas panjang lalu ia mulai berkata..


"Kasihan Nico selalu jadi bahan suruhan dia itu sudah capek tadi habis menyapu halaman. Lalu Daniel, dia sedang mempersiapkan rencana kita kedepan untuk keluar dari villa ini jadi dia butuh konsentrasi. Aku dan Yosi juga harus memasak makanan di dapur yang belum selesai dihidangkan. Sedangkan kau?" Ucap Elvi.


"Kau sedang tidak mengerjakan apapun dan hanya main game saja. Jadi tolonglah." Lanjut Elvi memohon pada temannya itu.


"Hmm... Baiklah, tapi untuk kali ini saja ok.." ucap Leo dan dibalas anggukan oleh Elvi.


....


Leo pun berjalan keluar villa itu lalu mulai membuka gerbang utama untuk pergi ke warung...


Setelah beberapa meter berjalan, Leo mulai bersenandung kecil untuk menghilangkan rasa takunya karena suasana jalan yang ia lewati saat ini bisa disebut sedikit sepi dan menyeramkan.



*Skip


Beberapa menit kemudian, akhirnya Leo pun sampai disebuah warung kecil yang sedikit sepi karena tak ada pembeli ataupun orang lain kecuali si penjual itu sendiri.



Ketika memasuki warung itu, suasana merinding pun semakin terasa oleh Leo. Karena tak mau apapun yang terjadi, Leo pun memutuskan untuk cepat membeli garam dan pulang.


"Mbak? Beli garam nya satu bungkus ada?" Tanya Leo kepada si penjual paruh baya tersebut.


"Ada." Jawab si penjual itu dengan singkat sambil memberikan sebungkus garam pada Leo.


Dengan ragu, Leo pun menerimanya lalu entah kenapa mulutnya ini terasa berat untuk mengatakan sesuatu kata yang padahal gampang sekali diucapkan.


"Bbraappaa har-ga-nyaa??" Tanya Leo sambil terbata-bata membuat si penjual itu tertawa.


Tapi entah kenapa saat mendengar tertawa nya itu, menurut Leo itu sangatlah menyeramkan karena mirip suara tawa hantu yang pernah menggagu nya dan para temannya itu beberapa waktu lalu di villa.

__ADS_1


Pada saat itu bulu kuduk Leo semakin berdiri dan rasa takut pun mulai muncul lebih mendalam. Tanpa basa-basi, Leo langsung memberikan uang yang ia bawa tadi lalu lari terbirit-birit meninggal warung tersebut tanpa tau ia akan diberikan kembalian uang atau tidaknya.


"Perasaan ku, kok nggak enak yah." Batin Leo merasa khawatir pada keadaan dirinya sekarang.


Untuk menghibur dirinya sendiri, Leo pun mulai memasang kan earphone ke telinganya dan mulai memutar lagu yang ia suka.


Beberapa menit yang lalu, Leo masih menyusuri jalanan yang sepi dan sedikit gelap tersebut.


Suara senandung kecil pun keluar dari mulut Leo yang sedang menikmati lagu yang ia dengar saat ini.


Tiba-tiba saja....


Brussshhhhhhsrshhh...


Angin berhembus dan kicauan burung gagak pun mulai sedikit terdengar oleh Leo. Dirinya yang merasakan itu, langsung mencopot earphone nya lalu mulai memandangi arah kekiri dan kekanan tapi semuanya baik-baik saja.


Saat ia akan berbalik menghadap kedepan, Ada sesuatu yang melewati nya. Seperti seorang wanita berambut panjang tapi entah wajah nya seperti apa karena tadi ia lewat didepan Leo dengan cepat lalu tiba-tiba menghilang begitu saja.


"Apa itu tadi?" Tanya nya sendiri.


Rasa takut pada dirinya mulai menjadi-jadi seolah tiada henti apalagi tadi dia meliaht kejadian tak terduga datang pada dirinya.


Untuk mencegah sesuatu terjadi, Leo pun langsung berjalan dengan sedikit cepat walaupun sepertinya kakinya terasa gemetar hebat sehingga ia pun berjalan sedikit sempoyongan.


.....


Hihihihihihihihihi.......


Ketika Leo sedang berjalan, Suara tertawa hantu terdengar sangat jelas di telinganya sampai-sampai ia saja ketakutan akan mendengar nya.


"Insiden apa lagi ini?" Leo yang merasa khawatir dirinya terancam sesuatu, ia pun langsung menutup kedua telinganya dengan telapak tangannya lalu berlali sekencang mungkin agar cepat sampai di villa.


Tapi aneh, Sudah lama Leo berjalan dan juga lari tapi kenapa rasanya jarak ke villa itu sangat jauh untuk ditempuh..


apa sebabnya? Apakah Leo sudah tersesat? atau tidak bisa kembali lagi ke villa?


Ikuti terus kisahnya di episode selanjutnya yahhh...


JANGAN LUPA?


LIKE & KOMENTAR 🤗


VOTE TO JOIN FAVORITE.


Follow juga instagram Author untuk keseruan cerita lainnya yahh..

__ADS_1


ig: @Tryaaaa_96.


__ADS_2