
Sorenya.....
"Apakah semuanya sudah siap." tanya Joshua.
"Siap." ucap mereka semua.
Lalu mereka pergi ke pantai..
Dalam perjalanan...
"Kita mau kemana?" tanya Elvi dengan muka datar.
"Ini kejutan buat kamu, biar kamu gak takut lagi nanti kalo balik ke villa." ucap Okta yang sedang duduk dibelakang Elvi.
"Kita sudah sampai. Diharap turun dari mobil!" ucap Daniel dengan lantang membuat teman-teman nya itu menutup telinga mereka masing-masing.
Mereka sedang berada di pantai yang biasa disebut dengan Pink Beach. yaitu pantai Merah muda yang berada di NTT. Pantai tersebut memiliki pasir berwarna pink, adanya berbagai koral dan spesies ikan, dan juga termasuk pantai pink terindah sedunia.
Membuat siapa saja yang berkunjung ke sana akan terpukau dan kagum melihatnya.
Elvi dan teman-teman nya mulai memasuki pantai tersebut.
"So beautiful.." ucap Elvi yang terlihat sedang menikmati pemandangan di pantai itu.
Okta dan Yosi sedang bersuka cita bermain cipratan air, Daniel dan leo sedang bersantai sambil duduk dipasir. sedangkan Joshua dan Nico ingin merencanakan sesuatu. yaitu rencana mengagetkan kedua temannya yang sedang duduk.
"Nico cepat kemari." ucap Joshua dengan pelan sambil mengendap-endap layaknya maling.
Nico pun mengikuti Joshua dari belakang.
tiba-tiba..
"Duuuaaaarr!!" Teriak Nico dan Joshua bersamaan membuat Leo kaget, sedangkan Daniel tidak. karena dia sudah tau akan ada yang mengagetkan nya.
"Ehh copot! Kacamata ku." kaget Leo sambil mengambil kembali kacamatanya yang terjatuh di pasir. yang akhirnya membuat kacamata hitam miliknya itu kotor.
Joshua dan Nico tertawa terbahak-bahak, melihat Leo yang sedang marah.
''Kayak, nggak ada kerjaan aja ngegetin orang!" bentak Leo.
"Sudah diam nikmati saja pemandangan sekitar jangan buat ricuh!" ucap Daniel yang merasa terganggu.
Yosi dan Okta masih bermain air, lama-lama kedua orang itu bosan, lalu mereka ingin berselfie.
"Foto yuk.." Ajak Okta sambil mengeluarkan handphone miliknya.
"Tunggu dulu. dimana Elvi?" tanya Yosi sambil menahan tangan Okta yang ingin mengeluarkan ponsel.
"Tadi dia ada di sana." ucap Okta sambil menunjuk ke arah barat. tempat dimana Elvi tadi berada.
"Tapi sekarang dia dimana!" ucap Yosi yang mulai terlihat panik.
"kita lihat dulu." ucap Okta lalu bergegas menarik tangan Yosi.
Mereka berdua memutuskan untuk mencari keberadaan Elvi sekarang..
Di tengah pantai...
Terlihat seorang wanita yang memakai celana panjang warna hitam, dan baju warna merah ingin menenggelamkan dirinya kedalam pantai tersebut. Ternyata itu adalah Elvi. kenapa dia bisa sampai ketengah.
Padahal, pengunjung dilarang untuk ketengah pantai tanpa seizin pengawas dan memakai pengaman. karena di sana sangatlah dalam. jika tidak memakai pengaman pelampung atau apapun, akan berakibat tenggelam kalo tidak bisa berenang.
Tatapan Elvi kosong dan mukanya sangatlah pucat, seperti ada yang mengendalikan tubuhnya.
Flasback....
Elvi merasa ada yang mengawasi nya sejak tadi. tapi siapa, padahal teman-temannya sedang sibuk dengan keperluan masing-masing.
"Aku kesana dulu deh.." ucap Elvi yang ingin manghampiri teman-temannya.
Saat Elvi ingin kembali ke temannya, tiba-tiba..
Strreebettsh..
ada yang merasuki tubuh Elvi, dia masuk tubuh Elvi dengan sengaja. Seperti ingin mencelakainya. makanya sekarang Elvi ke tengah pantai..
Off..
Okta dan Yosi masih mencari kebenaran Elvi. karena kelelahan, mereka ingin memberitahu teman-teman nya yang lain.
__ADS_1
"Yosi kita kasih tau Daniel ajah.." ucap Okta yang ngos-ngosan sejak tadi karena kelelahan.
"Yasudah ayo. cepat!" ucap Yosi.
Yosi dan Okta menghampiri keempat lelaki yang sedang bersantai di penggiringan pantai, dengan muka cemas Yosi Pun langsung berlari.
"Daniel tolong kami." ucap Yosi yang sudah tak sabar.
Daniel berdiri dan langsung berkata.
"Dimana Elvi? bukannya tadi bersama kalian." tanya Daniel.
"Justru itu yang ingin kami tanyakan." ucap Okta.
"Apa maksud kalian berdua!!" tanya Daniel yang sudah mulai cemas.
"Jangan-jangan Elvi meng---.." ucap Nico yang sedang menebak-nebak.
"Meng-- apa hah..!!" ucap Leo yang nampak serius.
"Menghilang!" Teriak Joshua.
"Bagaimana bisa." ucap Yosi dan Okta gelisah.
"yasudah. Kalian Yosi dan Okta lapor pengawas atau penjaga pantai, sedangkan aku dan Daniel cari di sebelah barat, Nico dan Joshua cari sebelah timur. Ayo sekarang!!" ucap Leo yang so'bijak.
"Ayo cepat." ucap Nico.
Lalu mereka menjalankan tugas sesuai dengan yang Leo berikan.
Ayo cepat." ucap Nico.
Lalu mereka menjalankan tugas sesuai dengan yang Leo berikan.
Yosi dan Okta sedang menuju ke tempat lapor. Mereka mencari keberadaan pengawas pantai.
Okta mencari di ruang utama diskusi, Yosi mencari di belakang yaitu ruang lapor.
"Ketemu gak.." tanya Okta pada Yosi. Tapi Yosi menggeleng kan kepalanya.
"Cari lagi.." ucap Okta mencari kembali.
"Baiklah."
Di sebelah barat....
"Elvi.. kau dimana!!" Teriak Daniel terus menerus.
"Bro, bukannya itu Elvi." Ucap Leo yang mengagetkan Daniel.
Daniel menoleh ke arah dimana Elvi berada. Ternyata benar, mereka menemukan Elvi. Tapi sayang sekali Elvi sudah berada di tengah-tengah pantai.
"Ayo kita ke sana." Ucap Leo menarik tangan Daniel lalu menghampiri Elvi.
Leo dan Daniel nekat berlari ketengah pantai tanpa memperdulikan tenggelam atau tidaknya.
"Elvi, Berhenti!!" Teriak Daniel sambil menarik tangan Elvi. Tapi Elvi tak menghiraukan nya, dia terus berjalan hingga tenggelam.
Leo dan Daniel pun ikut tenggelam.
Leo dan Daniel mencoba untuk berenang menghampiri Elvi secepat mungkin.
Daniel menatap Leo sambil memberi isyarat kepada temannya itu agar mengangkat tubuh Elvi secepatnya.
***
Yosi berlarian bersama Okta untuk mencari pengawas pantai. Lalu tak lama mereka menemukan pengawas pantai yang sedang minum kopi di warung dekat pantai.
"Pak tolong kami!" Teriak Okta sambil memohon pada pengawas pantai itu bernama pak Budi.
Pak Budi yang sedang menyeruput secangkir kopi nya. Langsung kaget dan menanyakan ada masalah apa pada Yosi dan Okta.
"Ada masalah apa? Kalian kemari." Tanya pak Budi.
"Pak cepat bantu kami. Ada teman kami yang tenggelam di tengah pantai." Ucap Okta sambil menarik-narik tangan pak Budi.
"Yasudah saya ambil ban dan pelampung dulu." Ucap pak Budi langsung bergegas pergi.
Okta dan Yosi mengikutinya. Lalu mereka langsung lari ketengah pantai setelah memakai pengaman yang diberikan pak Budi.
"Huuuaapph." Daniel sedang mengatur napasnya karena sedari tadi berusaha menyelamatkan Elvi.
__ADS_1
"Hei kalian apakah butuh bantuan." Ucap Joshua dan Nico yang melihat kedua temannya basah kuyup. Lalu mereka berempat pun mengangkat tubuh Elvi ke tempat yang lebih aman.
"Bawa dia kemari." Teriak Okta dari kejauhan.
Tubuh Elvi dibaringkan di lantai. Lalu pak Budi mengambil beberapa peralatan untuk menyadarkan Elvi.
"Bangunlah. Elvi!!" Ucap Daniel sambil menggenggam tangan Elvi.
Tak lama setelah pak Budi mencoba menekan dada Elvi, Elvi langsung terbangun. Lalu duduk.
"Uhuuhkkh. Uhhukh.."
Elvi batuk-batuk, karena dia telah banyak menelan beberapa air tadi.
Tiba-tiba.. Elvi memeluk Daniel, dia terlihat ketakutan. Dan Daniel pun langsung membalas pelukan dari Elvi.
"Tolong aku. Aku takut." Ucap Elvi dengan terbata-bata.
"Sudah tidak apa-apa." Ucap Daniel sambil mengelus rambut panjang milik Elvi.
"Daripada kenapa-kenapa. Kalian pula saja." Ucap pak Budi dengan tegas. Semuanya pun mengangguk. Lalu mereka mengemas barang-barang nya masing-masing. Setelah itu langsung pergi ke parkiran mobil.
Semuanya sudah masuk mobil begitu juga Elvi, dia masuk mobil dan duduk didepan samping Daniel. Elvi masih syok setelah beberapa kejadian yang telah menimpa dirinya.
Semuanya hening, tidak ada yang berani berbicara atau pun menanyakan sesuatu.
Saat itulah Elvi pun bicara.
"Daniel.." ucap Elvi pelan.
"Hmm."
"Kita mau kemana." Tanya Elvi yang entah kenapa tidak tau. Padahal pastinya juga bakal balik ke villa. Tapi entahlah, Elvi sangat lupa.
"Kita kembali ke villa." Ucap Daniel yang masih fokus menyetir.
"Kenapa harus kesana?" Tanya Elvi lagi. Seperti enggan untuk kembali ke villa.
"Elvi. Kamu tau kan, ini sudah malam. Kita harus ke villa!" Ucap Yosi yang membujuk Elvi.
"Baiklah. Tapi besok aku tidak mau disana lagi." Ucap Elvi yang sedikit meninggikan volume suaranya.
Skip....
Setelah beberapa lama diperjalanan. Akhirnya mereka sampai di villa. Daniel, Nico dan Joshua memarkirkan mobil mereka masing-masing di tempat semula.
Setelah itu Elvi bersama Yosi dan Okta membantunya untuk masuk villa. Karena tubuh Elvi masih agak lemas.
Daniel dan para temannya membantu mengeluarkan barang-barang yang ada di bagasi mobil untuk dibawa masuk kembali.
Elvi diminta Yosi untuk duduk di kursi.
Lalu Yosi mengambil kan sedikit makanan untuk Elvi yang sedari tadi perutnya kelaparan.
"Elvi, coba kamu cerita. Ada masalah apa sih?" Tanya Yosi sambil melihat Elvi makan dengan lahap.
"Pokoknya besok aku mau kembali ke rumah!" Ucap Elvi yang menaruh piring di meja lalu berjalan menaiki tangga.
"Yosi. Bawalah, ini barang-barang milik kalian." Ucap Joshua menghentikan langkah Yosi yang berjalan menyusul Elvi.
"Akan ku bawa. Terimakasih." Ucap Yosi membawa barang-barang miliknya dan milik kedua temannya sambil naik ke tangga.
Dikamar......
Brraakk...
Yosi menendang pintu kamar dengan kakinya, karena tangannya sudah penuh membawa kantong yang berisi barang-barang temannya. Membuat Okta yang didalam kamar terkejut.
"Sedang apa kau ini. Menendang pintu bukannya diketuk!" Teriak Okta menghampiri Yosi sambil mengambil kantong miliknya.
"Kau tidak lihat. Tanganku sedang membawa banyak kantong milik kalian berdua!" Ucap Yosi sarkas membuat Okta heran. Siapakah yang dimaksud Yosi dengan kalian?..
***
**
*
See you next Eps....π€
Like Dan Komentar
__ADS_1
π ππΌ