
Trraaakkk..
Lampu pun menyala.
Elvi melihat sekeliling gudang. Ternyata yang dia lihat cuma tikus yang berkeliaran. Tapi matanya tertuju pada sebuah rak kecil yang ada disampingnya.
Elvi pun mencoba mengambil buku yang telah menarik perhatiannya. Buku itu sudah lusuh, kotor, dan banyak debu yang menempel di buku yang dipegang Elvi..
"When Everything Changes." Ucap Elvi membaca judul yang tertera dibuku tersebut.
Pada saat Elvi ingin melihat isi dari buku tersebut, tiba-tiba Daniel muncul dibelakang.
"Sedang apa kau disitu?" tanya Yang Daniel yang muncul dibelakang Elvi.
Membuat Elvi terkejut seketika. Dengan sigap, dia langsung menyembunyikan buku tadi dibelakang punggungnya.
"Oh. tadi aku mendengar kegaduhan. Dan ternyata itu adalah tikus." ucap Elvi lalu pergi menutup pintu gudang dan pergi ke kamarnya.
"Ada apa dengannya.. tapi yasudah lah." ucap Daniel pergi ke kamarnya.
***
Di kamar, Elvi masih memandang buku itu.. Karena Elvi sudah sangat mengantuk, dia langsung memasukan buku itu kedalam tas biru miliknya dan belum sempat membuka isi buku itu.
🌞Matahari mulai memancarkan sinarnya, dan cahayanya masuk lewat celah-celah jendela.
Elvi dan semua temannya disibukan oleh persiapan mereka masing-masing untuk mencari keberadaan Joshua.
Sebelum itu, mereka sarapan terlebih dahulu untuk mengisi perut yang lapar.
"Ayo cepat kalian sudah siap belum." ucap Okta yang sudah tak sabar.
"Tunggu sebentar aku mengambil tas ku dulu dikamar." ucap Elvi langsung bergegas lari menaiki tangga menuju kamar.
Dia membuka pintu dengan keras, tapi saat dia berjalan, kakinya berasa ada yang menahannya akibatnya Elvi pun terjatuh. Saat dia ingin bangkit, Elvi tak sengaja pandangannya mengarah ke bawah kolong kasur, di sana terlihat gelap. Tapi seperti ada sesuatu, penasaran pun muncul dibenak Elvi, lalu dia mendekat untuk melihat lebih jelas.
Saat dilihat, Elvi langsung berteriak keras..
"Aaaaaaaaa.." teriak Elvi kaget, melihat sosok hantu perempuan yang wajahnya begitu menyeramkan.
Elvi langsung bangun dan dia langsung mengambil tas biru miliknya dan berjalan keluar lalu mengunci pintu kamar dari luar.
"Kenapa kau berteriak." tanya Leo.
Elvi hanya menggeleng, dan ia mencoba menghilangkan ingatan kejadian tadi.
Elvi pun berjalan menuruni tangga dan menghampiri teman-teman nya.
"Mungkin hanya perasaan ku saja." batin Elvi mencoba untuk tenang.
"Ayo kita pergi." ucap Elvi dan semuanya pun mengangguk.
Mereka keluar villa, mengunci pintu villa itu dan berjalan menuju halaman belakang villa.
__ADS_1
Elvi menghentikan langkah kakinya, dia melihat kearah barat, ternyata di sana ada seorang anak kecil lari keluar halaman belakang villa sambil melambaikan tangannya.
"Hei kau mau pergi kemana." ucap Elvi pergi menyusul anak kecil itu. Diikuti juga teman-teman nya dari belakang.
Anak kecil itu sosoknya tidak terlalu seram, rambutnya agak panjang berwarna hitam dan terurai, dia seperti kalangan manusia biasa. Tapi sayangnya wajahnya itu sangatlah pucat seperti orang yang meninggal.
Seperti kejadian Joshua kemarin, anak kecil itu mencoba menyesatkan Elvi dan semua temannya.
''Hei, kau sedang mengejar siapa Elvi?" Teriak Leo sambil berlari menarik tangan Elvi. Membuat Elvi pun terhenti dan membalikkan badannya.
"Tadi ada anak kecil lari kesini. Aku takut dia tersesat." Ucap Elvi khawatir.
Tiba-tiba Daniel datang dari belakang dengan muka marah dan langsung melepaskan genggaman tangan Leo dari lengan Elvi.
"Maaf." Ucap Leo mundur kembali.
"Kenapa dengan mu?" Tanya Elvi heran.
"Ya ampun Elvi kok kamu gak ngerti sih.. pasti Daniel itu cemburu karena lengan kamu dipegang Leo." Ucap Okta sambil menepuk jidatnya.
"ish.. gitu doang udh marah." Ucap Elvi pada Daniel.
"Oh.. yaa siapa anak kecil tadi?" Tanya Yosi tapi Elvi hanya mengangkat kedua bahunya.
"Anak kecil?" Tanya Daniel membalikkan badannya mengarah Yosi.
"Tadi kan ada anak kecil yang lari kesini." Ucap Yosi.
"Sudah lah jangan dipikirkan. Yang penting sekarang kita ada dimana?" Tanya Leo.
"Benar juga. Seperti nya kita ada di hutan." Tebak Nico melihat sekitarnya. Membuat semuanya terkejut.
"Hutan?!" Ucap Mereka semua serempak membuat Nico menutup telinganya dengan rapat. Dan dia hanya mengangguk sebagai jawabannya.
"Kenapa kita ada disini? Dan bagaimana bisa.." tanya Leo sambil memperhatikan keadaan sekitar nya.
"Sudahlah. Ayo cari Joshua!!" Bentak Okta.
"Sebentar.." ucap Elvi yang teringat pada buku yang diambilnya di gudang tadi malam.
Elvi membuka resleting tas miliknya lalu ia merogoh kedalam dan menarik buku itu keluar.
"Buku apa itu? Sudah tidak layak seperti itu masih saja kau bawa!" Ucap Daniel.
Elvi menyerahkan buku itu pada Nico, tapi sebelumnya, dia melihat sesuatu kejadian masa lalu saat buku itu dipegang. Kaki Elvi tiba-tiba kesemutan, dia merasa kepalanya sangat pusing dan sakit .. dia memejamkan matanya..
****
Lamanya Sekitar lima tahun lalu...
gumam seorang laki-laki.. yang membaca buku..
"Apa yang sudah terjadi dengan ku?" Ucap Seorang remaja laki-laki yang tengah memandang tubuhnya sendiri.
__ADS_1
Ada banyak luka disekujur tubuhnya, dan banyak mengeluarkan darah. Membuat dia merasa jijik dengan tubuhnya sendiri.
"Dimana kau.. hihihi" teriak seseorang yang kelihatan sedang kesal..
Ternyata itu adalah sosok hantu perempuan yang menyeramkan yang sedang mencari laki-laki tersebut.
Merasa dirinya terancam, laki-laki itu langsung bersembunyi di dinding pojok bagian belakang.
Dia merasa ketakutan, laki-laki itu langsung mengeluarkan buku pribadi miliknya yang berwarna biru dan menulis kejadian yang dialaminya saat ini.
Buku itu adalah buku pribadi miliknya, karena sejak hari pertama dia menginap di villa tersebut, dia merasa ada yang aneh. Jadi dia memutuskan untuk menulis semuanya di buku itu.
Saat dia menulis kalimat yang terakhir, tiba-tiba sosok itu sudah ada didepan nya. Laki-laki itu langsung merinding dan ketakutan.
"Hidup mu akan berakhir sebentar lagi!!" Ucap Sosok hantu perempuan itu sambil menusukkan pisau di perut si laki-laki tadi.
*****
Mata Elvi terbelalak setelah melihat semua itu, dia masih syok dengan apa yang terjadi..
"Apa kau melihat sesuatu.." tanya Yosi.
"Yaaa aku melihat nya." ucap Elvi mengangguk.
"Lihat apa coba ceritakan." ucap Okta.
"Entahlah. tapi seperti sudah lama sekali kejadian nya." ucap Elvi.
"When Everything Changes." ucap Nico setelah melihat tulisan dicover buku tersebut.
"Apa kau tahu apa artinya ini." ucap Elvi menyerahkan buku itu pada Nico.
"ketika semuanya berubah?" ucap Nico..
"Apa maksudmu?!" ucap Daniel menarik kerah Nico.
"Lepaskan dia. Mungkin ada kaitannya dengan isi dari buku ini." ucap Yosi menarik tangan Daniel untuk menjauh dari Nico.
"Coba kita lihat." ucap Okta menarik buku itu dan membuka halaman demi halaman.
Semuanya pun menjadi penasaran..
Mereka semua duduk ditambah untuk mengistirahatkan dirinya masing-masing.
Okta menemukan sebuah halaman yang berhasil menarik perhatian nya. Dia mulai membuka halaman tersebut dan membacanya..
Apakah isinya...
SEE YOU NEXT EPS......
Salam author.
@Tryaaaa_96
__ADS_1