Misteri Villa Angker

Misteri Villa Angker
Peringatan terakhir.


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA..πŸ“’


LIKE AND komentar...


...


Tapi sebelum mereka semua menyebar berlarian ke segala arah.. mereka mendengar Ada suara teriakan seseorang....


"Ttooolloong.. Akuuu.." Teriak Seseorang yang tak lain seperti teriakan Nico.


Tapi dari mana Asal teriakannya..


"Itu dia!" Teriak Yosi sambil menunjuk kearah Nico yang sedang berada diruang makan.


Semuanya pun langsung berlarian menghampiri Nico dengan keadaan khawatir. Pasalnya Nico sedang mencekik leher nya dengan tangannya sendiri.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Elvi yang sedang membantu semua temannya untuk melepaskan tangan Nico agar menjauh dari lehernya sendiri.


"Tolong aku.." Lirih Nico yang merasa sulit bernafas karena ulahnya sendiri.


"Yaelaaahh. Tinggal lepasin aja tangan mu sendiri, gak usah banyak drama dehh!" Ucap Leo yang tidak perduli akan situasi Nico saat ini. dan ia malah berdiri dan melihat dari kejauhan teman-temannya yang sedang berusaha membantu Nico.


"Ada yang mengendalikan tangan ku. Aku tidak bohong!" Ucap Nico sedikit mengeraskan suaranya.


Kini nafas Nico perlahan semakin pendek dan suaranya pun memudar, akankah dia pergi?


"Bantuin dong..!" Teriak Yosi pada Leo yang sedari tadi hanya menonton saja.


"Iyaa iyaa.. bawel." Ucap Leo mendekati teman-temannya lalu berusaha untuk membantu.


"Tolonglah tolong kami.. kalianlah yang ada disini. tolong kami." Batin Yosi berdoa mencoba untuk memohon pada penunggu villa ini.


Tak lama setelah Yosi berdoa, sekumpulan bayangan hitam muncul mengelilingi tubuh Nico yang sudah lemas seperti kehilangan banyak oksigen.


Semuanya pun ketakutan, perlahan mereka semua yang berada didekat Nico pun menjauh pergi. Mereka mundur perlahan menjauh dari tubuh Nico begitu juga Yosi yang nampaknya sangat khawatir. Apakah karena doanya itu mereka menjadi datang kemari?...


Semuanya pun melihat kearah Nico dengan tatapan khawatir dan penuh ketakutan.


"Masa siang bolong gini Ada hantu?" Umpat Leo dalam hatinya.


"Ini aneh." Gumam Daniel berdiri dari tempatnya.


Kini tubuh Nico sudah dipenuhi oleh bayangan hitam tersebut. Seketika bayangan tersebut memudar dan seperti ingin merasuki tubuh Nico.


"Jangan sakiti dia!" Teriak Yosi sekencang mungkin.


Sudah terlambat, sekarang tubuh Nico sudah dirasuki oleh bayangan hitam tersebut. wajahya menjadi pucat, bola matanya menjadi hitam pekat dan tatapannya kosong dan Rambutnya acak-acakan.


Nico sudah dikendalikan oleh sosok yang tidak dikenal dan entah datang dari mana.


Nico mulai bangkit dan berdiri lalu berjalan mendekati semua temannya yang sedang ketakutan.

__ADS_1


"Sudah kubilang. Jangan sakiti dia!" Teriak Yosi kembali lalu berjalan ke depan sambil merentangkan kedua tangannya sementara yang lain berdiri dibelakangnya.


"Ini adalah peringatan terakhir bagi kalian. Temukan pelakunya atau kalian akan MATI ditangan kami. Hahahaha." Ucap Sosok hantu yang merasuki tubuh Nico tersebut yang menggelegar sambil tertawa keras dan terdengar menyeramkan.


Setelah sosok itu bicara atau seperti mengancam atau sebagainya, tubuh Nico kembali lemas lalu kumpulan bayangan hitam pun keluar dari tubuhnya dan seketika tubuh Nico pun terjatuh tumbang ke lantai.


"Nico.." Ucap Semuanya histeris lalu berjalan mendekati Nico.


"Woyy. bangun!" Ucap Daniel mengguncangkan badan Nico terus menerus.


"Kita bawa saja ke ruang sebelah." Ucap Elvi menyuruh Teman lelakinya untuk mengangkat tubuh Nico yang sudah pingsan.


Leo dan Daniel pun mengangguk lalu mereka mengangkat tubuh Nico dan membawa nya keruang tengah.


Elvi berjalan didepan duluan sedangkan Yosi dibelakang.


"Sebentar.." Ucap Elvi menahan Leo dan Daniel untuk melanjutkan berjalan.


"Apaan. Kenapa berhenti? cepat berat tau!" Ucap Leo kesal karena Elvi menghentikan langkahnya sementara Daniel hanya berhenti diam dan tidak berkata apapun.


"Kalian mencium bau sesuatu. Seperti bau Busuk gitu." Ucap Elvi menyakinkan temannya. Seketika semuanya pun mengendus-endus seperti Anj*ng yang mencari jejak mangsanya.


"Iyaa, tapi bau apa yaa.." Ucap Yosi lalu berjalan ke depan.


"Yaudah lanjut aja." Ucap Yosi yang sudah berada didepan dan dengan cepat Leo dan Daniel pun berjalan menyusul Yosi yang sudah berada diruang tengah sementara Elvi masih berdiri ditempatnya semula.


"Bau apa yaahh?" Gumam Elvi lalu pergi berjalan menyusul temannya.


"Tapi kenapa bisa ada disini?" Ucap Elvi berjalan mendekat kearah kardus itu untuk memastikan apakah itu benar kardus yang ia temukan atau berbeda lagi..


"Heeyyy. Urus saja Nico terlebih dahulu!" Pinta Leo pada kedua teman perempuan nya itu yang sibuk melihat bingkisan kardus yang baunya sangatlah menyengat.


"Bau banget sih.. mending kita singkirin aja nih kardus." Ucap Leo ingin mengangkat kardus itu walaupun terpaksa karena baunya sangatlah menyengat.


"Jangan. Kita biarkan saja dulu, mungkin itu bisa jadi petunjuk buat kita." Ucap Yosi membenarkan lalu dia kembali duduk di kursi.


.....


Selang beberapa menit kemudian, Nico pun sadar lalu dia menanyakan perihal keadaan yang telah terjadi sebelumnya.


"Apa yang sudah terjadi disini?" Ucap Nico lalu duduk sambil menatap semua temannya satu persatu.


"Tadi kamu sudah dirasuki hantu." Ucap Daniel sambil menakut-nakuti Nico dengan suara hantu yang dibuatnya.


"Syukurlah sudah sadar. Kalo begitu kita lanjut ke pencarian selanjutnya." Ucap Elvi lalu mengambil buku yang sejak tadi ada diatas meja yaitu Buku When Everything Changes..


Kalian masih ingat bukan dengan buku itu.


"Jadi bagaimana selanjutnya." Ucap Leo mulai serius lalu duduk didekat Daniel yang sejak tadi fokus pada layar ponselnya.


"Jadi kita identifikasi terlebih dahulu mayat yang didalam kardus itu." Ucap Elvi lalu meletakkan kembali buku itu diatas meja.

__ADS_1


ooooooooooooo


SEDANGKAN Di hutan.... 🌳


Kaki Okta merasa sakit, kini dia berpenampilan lusuh, kotor, dan juga tak terurus.


"Krruuukk..." Bunyi perut Okta yang sejak tadi ia menahan lapar.


"Aduh laper banget. Makan apaan yahh.." Gumam Okta lalu melihat sekeliling hutan apakah ada sesuatu yang bisa ia makan.


Okta pun berdiri lalu dia berjalan tertatih lemas sambil memegangi kaki kirinya yang sangat sakit karena tadi malam ia hampir saja jatuh dari jurang.


...


Flashback...


23:00 WIB. hutan belakang villa.


Waktu itu Okta sedang berjalan mencari tempat yang aman dari kejaran para hewan buas yang sedang berkeliaran mencari mangsanya.


Setelah beberapa lama ia terus berlari sambil menengok kearah belakang untuk memastikan.


Ternyata hewan itu masih mengejarnya, Okta terus berlari kencang sekuat yang ia bisa..


Tepat didepannya, ia melihat segerombolan pohon besar yang berjejer rindang.


Tanpa berpikir panjang ataupun melihat aman atau tidak. Okta langsung berlari kearah itu.. Tapi saat ia berlari.. tiba-tiba kakinya terpeleset dan akhirnya ia pun tergelincir jatuh.


"Aaaaaaakkhhh..." Teriak Okta ketakutan lalu dengan cepat ia menarik ranting pohon yang tak jauh darinya.


Setelah lama berguling ditanah. beberapa menit kemudian Okta menarik kembali ranting yang lebih kuat dan besar dari sebelumnya.


Lalu Okta pun selamat dan hampir saja jatuh terjun ke jurang yang cukup curam.


Flashback off.....


....


kembali lagi di hutan...


"Yosi. Elvi. Semuanya. Aku rindu kalian.." Gumam Okta pelan rindu pada semua temannya.


...


oooooo


SEE YOU NEXT CHAPTER...


BYE..😘


Salam author.

__ADS_1


@Tryaaaa_96


__ADS_2