
"Sedang apa kau ini. Menendang pintu bukannya diketuk!" Teriak Okta menghampiri Yosi sambil mengambil kantong miliknya.
"Kau tidak lihat. Tanganku sedang membawa banyak kantong milik kalian berdua!" Ucap Yosi sarkas membuat Okta heran. Siapakah yang dimaksud Yosi dengan kalian?..
Yosi tak menjawabnya, dia malah merebahkan dirinya di atas kasur untuk menenangkan pikiran sejenak.
"Elvi kemana?" Tanya Yosi yang sedari tadi menatap langit-langit kamar.
Mulut Okta sudah terbuka lebar, tadinya dia ingin menjawab pertanyaan Yosi. tapi tiba-tiba Elvi muncul dari belakang.
"Kau mencari ku?" ucap Elvi sambil duduk di kursi.
"Hmm. itu barang-barang milik mu." ucap Yosi sambil duduk dan menunjuk kearah sebuah 2 kantong yang berada dimeja.
"Ini bukan punya ku. Kau tahu kan aku tak membeli apapun dari sana." ucap Elvi. membuat Yosi dan Okta terkejut seketika.
"Terus itu milik siapa?" ucap Okta.
"Entahlah."
****
Joshua sedang berlari dari kamarnya menuju tangga. Dia sampai didepan pintu kamar Elvi dan kedua temannya, nafasnya terengah-engah. Joshua merasa capek, dia langsung duduk dilantai dan mulai mengetuk pintu dengan keras.
Membuat Orang yang ada dikamar pun keluar.
Dan terlihatlah Joshua yang sedang duduk kelelahan.
"Ngapain kakak disini?" tanya Okta membuka pintu.
"Aku mau ambil barang milikku." ucap Joshua kembali berdiri.
"Maksudnya barang mana yang kau maksud." ucap Okta kesal.
"Kantong yang tadi dibawa oleh Yosi. itu adalah milikku dan satunya milikmu." ucap Joshua berlari menerobos kamar.
''Heii sedang apa kau disini!" teriak Yosi dari dalam kamar.
Joshua merapikan bajunya dan mulai bersikap So cool lagi. dia melirik kesana dan kemari, akhirnya dia menemukan apa yang diincarnya.
"Aku hanya ingin mengambil barang-barang ku." ucap Joshua menarik kantong yang berada dimeja. lalu pergi keluar begitu saja.
Okta pun kembali menutup pintunya. Mereka bertiga bersiap untuk tidur, karena jam menunjukkan pukul 8 malam.
Mereka bertiga mulai membaringkan tubuhnya masing-masing diatas kasur dan menutup mata. untuk bermimpi indah...
Sedangkan dibawah masih di sibukkan oleh keributan para lelaki yang sedang main game dan menonton tv.
__ADS_1
Ruang televisi 📺..
"Kawan ayolah lihat ini." teriak Leo yang sedang sibuk main game sambil makan Snack. Dia mengajak Daniel untuk lawan dengannya, karena Leo tak suka melihat Daniel yang begitu serius berselancar di media sosial.
"Tidak, aku sibuk!" ucap Daniel tanpa mengalihkan pandangannya dari handphone.
"Kenapa kau mengambil Snack milikku!" ucap Joshua sambil memukul tangan Nico.
"Maaf, tadi aku lapar. Jika kurang, ambillah di kulkas!" ucap Nico sambil terus menghabiskan Snack milik Joshua tanpa ada rasa bersalah.
Joshua terlihat sedang kesal. Dia menghentikan aktivitas nya, lalu pergi berjalan ke kamar untuk tidur.
"Ini sudah malam. Saat nya tidur, besok kita akan pulang." ucap Daniel mematikan saklar tv dan pergi ke kamarnya.
"Benarkah? padahal kita baru saja beberapa hari disini." ucap Nico tak terima dengan ajakan Daniel.
"Apa kau tidak ingat jika Elvi mengalami banyak hal buruk saat dia disini. pasti itulah alasannya dia ingin balik ke rumah." ucap Leo membenarkan dan semuanya pun mengangguk.
Lalu mereka pergi ke kamar masing-masing untuk tidur.
*****
Pagi yang cerah mereka semua disibukan dengan keperluan masing-masing, ada yang mandi, sibuk makan, ganti baju, nonton tv dan sebagainya.
Sedangkan Elvi meminta semuanya agar mengemas barang-barang nya masing-masing karena akan balik ke rumah.
Berbeda dengan Elvi, dia sibuk mencari sinyal untuk menelpon orang tuanya.
Akhirnya Elvi pun menemukan sinyal yang bagus, tapi kenapa tempatnya harus di belakang villa. Bukankah itu tempat yang seram karena banyaknya semak-semak yang menjulang tinggi.
Dengan terpaksa dia berdiri di samping pohon besar yang entah kenapa jika bersandar dibatangnya yang besar membuat merinding ketakutan karena ia ingin menghubungi orang tuanya.
Terhubung📞...
"Hallo ayah dan ibu ini Elvi." ucap Elvi antusias dari telpon.
"Hello nak, Apa kabarmu disana? apakah menyenangkan?" ucap ayah Elvi dari sebrang telpon.
"Gak. Aku dan teman-teman ku akan pula hari ini." ucap Elvi.
"Lho kok sekarang. Ayah dan ibu lagi diluar kota ada kerjaan kantor yang harus dikerjakan. Jadi pulangnya nanti aja ok."
"Yahh ayah. Padahal semuanya sudah dikemas."
ucap Elvi cemberut.
"Maafkan ayah dan ibumu yahh. yasudah ayah tutup dulu telponnya, sekarang akan ada rapat. Bye jangan nakal." ucap ayah Elvi.
__ADS_1
"dahh." Elvi mematikan telponnya, dan ia kembali lagi masuk kedalam villa untuk memberitahu teman-teman nya.
Elvi membuka pintu villa dengan keras, dan masuk menunjukkan wajah yang cemberut dan kesal. Dia langsung duduk di sofa ruang tamu sambil memegang handphone nya erat.
Yosi dan Okta menghampirinya, dia mengajak Elvi untuk makan, setelah itu baru pulang. Tapi Elvi masih berdiam ditempatnya.
"Elvi makan dulu yuk. Nanti baru kita bakal balik ke rumah." ajak Okta.
Elvi mendengus kesal dan ia melipat kedua tangannya didepan dada.
"Kita tidak jadi pulang!" ucap Elvi.
"Kenapa?" ucap Semuanya menghentikan kegiatan meraka masing-masing.
"Orang tuaku diluar kota. Jadi kalian keluarkan barang-barang nya lagi." ucap Elvi berdiri lalu berjalan menuju ruang makan.
"Sudahlah Ayo makan dulu." ucap Elvi mengambil nasi yang berada didepan nya.
Semuanya pun berjalan ke ruang makan, Lalu mereka sarapan miliknya masing-masing.
Tak ada yang berbicara atau suara apapun, kecuali suara sendok dan garpu yang mereka pegang bersentuhan dengan piring.
Semuanya sudah selesai, Yosi dan Elvi merapikan piring-piring kotor yang sudah mereka pakai untuk dicuci, sedangkan Daniel dan para teman-teman nya, Meraka merapikan baju-baju nya ke dalam lemari lagi.
**
"Joshua, kemarilah!" Teriak Okta yang sedang menjinjing sebuah kresek hitam besar.
"Apaan sii." ucap Joshua menghampiri Okta dengan mengerutkan dahinya.
"Buanglah ini ketempat sampah yang dibelakang." ucap Okta menyerahkan sekantong plastik isi sampah pada Joshua.
"Kenapa harus aku. udah mah bau busuk, Biar Nico ajah yang buang." ucap Joshua menutup lubang hidung miliknya dengan jari jemari.
"Ayolah, kasihan Nico yang disuruh terus menerus, dia sekarang kan lagi fokus belajar Speak English." ucap Okta sambil tertawa kecil dan melirik kearah Nico yang sedang duduk di kursi.
____
Memang benar, Walaupun Nico adalah anak yang cupu dan selalu ceroboh, tapi dia cukup cerdas. Dia ikut berlibur kesini sambil meluangkan waktunya untuk belajar Speak English. Menurutnya, ini adalah cara untuk memperlancar dia berbicara dan memahami bahasa Inggris. Kerena Nico ingin meneruskan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi di universitas luar negeri.
____
"Baiklah." ucap Joshua terpaksa sambil mengangkat kantong kresek. Lalu membawanya ke belakang pembuangan sampah.
***
🤗See You next eps.....
__ADS_1