Misteri Villa Angker

Misteri Villa Angker
Gara-gara Sinyal


__ADS_3

...HAPPY READING, GUYSSS... 📒❤️...


Semoga suka....


Krruuuukkkkk....


Suara perut Okta yang sejak tadi minta diisi makanan.


"Yaampun laper banget." Ucap Okta sambil memegang perut nya yang lapar.


Tiba-tiba saja ada seseorang yang tak sengaja ia liat dibalik semak-semak yang rimbun itu.


Siapakah itu?


Apakah itu orang asing yang akan menculiknya? atau sebaliknya?


....


Suara semak-semak yang tergoyang telah membuat Okta ketakutan dan tak bisa bergerak. Kini dia hanya bisa berdoa didalam hatinya agar tidak terjadi sesuatu padanya.


"Apa yang ada disana? semoga saja itu bukan makhluk buas." Batin Okta sambil terus melihat kearah semak-semak yang berada didepan nya itu.


"Haaaaaaa!!!" Teriak Joshua secara tiba-tiba sambil melompat dari balik semak-semak.


''Kyaaaa?!! Joshua?" Okta pun tak menyangka bahwa yang dilihat nya adalah Joshua. Apakah dia sedang bermimpi? Oh tidak, ternyata itu benar Joshua.


Tanpa mengatakan hai atau apapun, Okta langsung berlari menghampiri Joshua lalu memeluknya erat. Air matanya turun membasahi pipinya.


"Joshua, aku tudak percaya bahwa itu kau. Aku pikir tadi itu adalah binatang buas san ternyata bukan, huwaaaa aku senang sekali bisa bertemu dengan mu." Ucap Okta sambil sesekali menyeka air matanya yang turun sejak tadi.


"Aku juga sama senang sekali bisa menemukan mu. Awalnya aku tak percaya itu kamu tapi ketika aku mendekat dan akhirnya aku percaya bahwa itu kau Okta." Ucap Joshua sambil membalas pelukan dari adiknya itu.


Tak percaya, kini mereka bisa bertemu kembali setelah sekian lamanya mereka berpisah.


.....


...............


Waktu pun telah berlalu, kini matahari semakin naik ke permukaan bumi dan hari pun mulai panas. Membuat sekumpulan remaja yang kini telah berjalan sejak beberapa jam tadi kelelahan. Mereka berempat yaitu Elvi, Daniel, Nico dan juga Yosi menghentikan langkahnya.


Dilihatnya jam tangan milik Daniel sudah menunjukan pukul 2 siang yang berarti saat nya makan siang. Karena terakhir kali mereka makan yaitu tadi pagi ketika masih di villa jadi wajar saja jika Elvi dan para temannya itu mulai merasa kelaparan.


"Stop. Kayaknya kita harus isturahat dulu dehh. Aku laper soalnya." Ucap Yosi berhenti berjalan dengan mengatur nafanya yang masih terengah-engah.


"Hmm, baiklah. Lagian cuaca nya juga panas." Ucap Elvi dan yang lainnya pun ikut menyetujuinya.


.....


Elvi dan para temannya mulai duduk sambil membuka beberapa barang-barang mereka pribadi untuk kebutuhan masing-masing. Dari mulai mereka makan bersama sambil sesekali bercanda tawa untuk mencairkan suasana agar tak terlalu tegang.


"Hei, apakah kalian tau kalau hantu itu masih mengikuti kita atau tidak?" Tanya Elvi penasaran.


"Maksudmu? ahh sudahlah jangan pikirkan tentang hantu itu lagi." Ucap Yosi sedikit mengalihkan pembicaraan.


"Tapi aku penasaran." Ucap Elvi tetap keras kepala.

__ADS_1


"Kau tau ini adalah hutan. Kita tidak boleh bicara sembarangan disini." Jelas Yosi berhasil membuat Elvi terdiam sejenak.


Karena tak mau terjadi apa-apa mereka semua pun berusaha melupakan pembicaraan tadi.


..


..


"Mau pergi kemana?" Tanya Elvi ketika melihat Daniel yang sedang berdiri dan sepertinya akan pergi.


"Hmm, Aku mau pergi sebentar." Ucap Daniel.


"Pergi kemana?" Tany Yosi ikut berdiri dan menatap Daniel penuh selidik.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?!" Ucap Daniel dengan tegas sambil menatap Yosi dengan tajam.


"Enggak, aku cuma meyakinkan bahwa ini adalah Daniel dan bukan hantu." Ucap Yosi dan ia pun kembali duduk sambil melanjutkan kegiatannya yang lain.


"Hei, aku bertanya padamu!" Ucap Elvi kesal sambil mengerutkan dahinya.


"Ohiya maaf, aku cuma mau mencari sinyal karena aku akan mencoba menelpon Leo atau teman yang lainnya." Ucap Daniel.


"Ohbaiklah, tapi cepatlah kembali." Ucap Elvi sedikit khawatir lalu dijawab anggukan oleh Daniel.


"Hati-hati!!" Teriak Elvi setelah melihat kepergian Daniel.


.....


"Tenang saja. Pasti dia akan kembali." Ucap Yosi berusaha menenangkan temannya itu sambil tersenyum dan memegang pundak Elvi yang sedang khawatir karena sejak tadi belum kembali juga.


"Baiklah aku percaya itu." Ucap Elvi berbalik badan sambil berusaha menangkan dirinya.


*Skip....


Kini sudah lebih dari beberapa jam yang lalu, Elvi dan ketiga temannya itu masih menunggu kedatangan Daniel ditempat semula. Tapi mengapa Daniel belum juga kembali? Kemana dia pergi?


"Daniel dimana kau? Aku khawatir." Batin Elvi yang sedang bolak-balik berjalan kesana kemari dengan menggigit jari jempol nya itu tidak henti-hentinya.


"Tenanglah. Apa kita harus mencarinya sekarang?" Tanya Yosi menatap kedua temannya itu.


"Iya ayo sekarang, jika tidak kita akan terlambat!!" Jawab Elvi antusias bersemangat.


"Apa maksudmu akan terlambat?" Tanya Nico.


"Aku takut terjadi sesuatu pada Daniel." Ucap Elvi pelan.


"Ssstttt.. Tidak boleh bicara seperti itu!" Ucap Yosi sambil menempelkan jari telunjuknya dibibir milik Elvi.


.....


Hari semakin sore tapi Daniel pun tak kunjung kembali. Membuat Elvi dan juga kedua temannya itu harus cepat mencari Daniel yang entah ada dimana.


"Hmm, aku coba telpon Daniel dulu yahh." Ucap Nico dibalas anggukan Oleh kedua gadis itu.


Tut....Tut.....Tut....

__ADS_1


"Sial.. Disini tidak ada sinyal!!" Ucap Nico yang hampir akan membanting handphone miliknya itu ke tanah.


****


Sementara Itu di lain tempat.....


Terlihat Seorang Lelaki yang terkapar lemas tak berdaya telah tersadar karena sempat pingsan tadi.


Tangannya memegang dahinya yang merasa bahwa dirinya telah terluka entah mungkin karena terjatuh.


Dirinya sempat kaget setelah mengetahui bahwa dahinya mengeluarkan darah.


Diusapnya darah itu dengan tangannya dan ternyata benar kini tangannya terlihat merah karena sudah mengusap darah miliknya.


"Dimana aku? Dan Apa yang sudah terjadi? Lalu handphone? Handphone ku!!" Ucap Nya saat dia sadar bahwa handphone yang ia bawa tadi telah hilang dari genggamannya.


...


.


.


Flashback, Beberapa Menit sebelum Kejadian Daniel terjatuh.....


"Aarrghhhh, Kenapa sama sekali tidak ada sinyal?!!" Teriak Daniel mengacak-acak rambutnya sebab sejak tadi ia tak menemukan sinyal di handphone nya sekalipun.


"Menyebalkan!!" Ucap Daniel sambil berjalan tanpa ia sadari, dirinya telah terpeleset kedalam jurang yang sedikit dalam.


"Aaaaaa, Tolong aku!!!" Teriak Daniel berusaha meraih beberapa dedaunan dan juga ranting berharap dirinya bisa bertahan dan tak jatuh lebih dalam lagi.


Tapi naas, kini dia sudah tak sadarkan diri dan tergeletak ditanah setelah sebelumnya ia berguling dan bergulat dengan tanah dan juga bebatuan yang cukup besar.


*Flashback, Off....


.


.


.


Lelaki itu adalah Daniel yang kini berada dibawah jurang tapi untung saja itu bukan dari dasar jurang. Jadi dia bisa kembali naik keatas untuk kembali ke hutan itu.


"Ahh... kepalaku." Rintih Daniel sambil memegang kepalanya yang pusing.


*


*


*


*


IKUTI KELANJUTAN CERITANYA DI EPISODE SELANJUTNYA.


Bye see you next episode 👋❤️

__ADS_1


Salam Author.


@Tryaaaa_96


__ADS_2