Misteri Villa Angker

Misteri Villa Angker
Ucapan itu?


__ADS_3

Hai guysss, kembali lagi dengan cerita MISTER VILLA ANGKER..


Jdi di episode kali ini Author akan melanjutkan cerita yang sebelumnya bahwa Leo dan Daniel akan mengubur mayat yang telah mereka temukan di gudang waktu itu...


Kalian ingat bukan? Yaitu mayat yang sudah berumur tahun-tahun yang lalu dan dimasukan kedalam kotak lalu dibungkus rapat dan tidak ditemukan siapapun, dan barukali ini lahh mereka yang menemukannya...


Kira-kira itu mayat siapa yahh?


Ikuti terus ceritanya, Happy Enjoy.


JANGAN LUPA LIKE AND KOMENTAR


TO JOIN FAVORIT ๐ŸŽ‰


............


Leo pun terharu begitu juga dengan Yosi yang sudah mulai matanya berkaca-kaca. Lalu Leo pun memeluk tubuh wanita yang ada dihadapannya itu sambil mengatakan


.......


"Iyahh aku akan membantu kalian. Maafkan aku telah berbuat seperti ini.." Ucap Leo sambil mengelus pelan rambut milik Yosi.


Dan semuanya pun seketika ikut memeluk Leo dan Yosi bersama-sama... Kebersamaan itulah yang dirindukan semuanya dan kini telah kembali.


"Terimakasih..." Ucap Yosi pelan sambil mengusap air matanya yang sedikit tumpah karena ucapan Leo tadi.


Lalu mereka pun kembali akrab, dan setelah itu mereka semua mulai pergi mengambil alat galian sementara untuk Elvi dan Yosi, mereka berdua membawa potongan tulang belulang itu dengan menggunakan sarung tangan..


"Ehh sebentar...." Ucap Nico tiba-tiba menghentikan langkah mereka yang ingin keluar villa.


"Ada apa?" Tanya Elvi sambil membalikkan badannya menghadap Nico.


"Emang itu mau dikubur dimana?" Tanya Nico berhasil membuat mereka menatap satu persatu teman yamg yang ada disebelahnya itu.


"Ohiya juga yahh, Mau kita kubur dimana nihh?" Ucap Yosi mengulang kembali pertanyaan Nico.


"Hmm... Belakang Villa aja dehh, lagian disini kan tidak ada tempat makam." Ucap Leo simple.


''Yasudah kalo begitu, kita ikuti saja apa kata Leo. Lagian kan kita juga masih punya banyak kerjaan lain yang harus diselesaikan jadi bukan hanya mengubur mayat ini saja." Ucap Daniel membenarkan perkataan Leo.


"Iyaa ayo, kita tidak punya waktu banyak..." Ucap Yosi lalu meninggalkan mereka dan langsung berjalan ke pertama.


....


Skip.


Leo dan Daniel pun mulai menggali tanah dengan peralatan yang sudah mereka bawa tadi, dibantu juga dengan Nico yang mengeluarkan tanah dari dalam lalu mengangkat nya keatas.


..


Setelah itu, akhirnya mereka selesai juga menggali dan lubang galian hasilnya itu siap untuk diisi.


"Ayo cepat masukan." Ucap Leo kepada kedua teman perempuan yang ada dihadapannya itu.

__ADS_1


Lalu Yosi dan Elvi pun mulai meletakkan beberapa bagian tulang belulang kedalam lubang galian tersebut dengan hati-hati.


Ketika semuanya sudah dimasukan, Mereka pun kembali menutup nya dengan tanah..


Skip.


Pekerjaan menguburkan mayat pun sudah selesai, Daniel dan para teman-teman nya itu disibukan dengan kesibukan masing-masing dari mulai ada yang mengganti bajunya yang kotor tadi, lalu ada juga yang mencuci tangannya, dan ada juga yang sedang kembali bersantai diruang tengah sambil membaca buku When Everything Changes..


"Rasanya seperti membaca novel." Gumam Yosi sendirian yang sedang duduk dikursi ruang tengah..


Tiba-tiba saja, ketika dia sedang asyik membaca buku...


Yosi mendengar sesuatu seperti ada yang berbisik ditelinga nya, tapi apa itu?


Kedengarannya ada yang mengucapkan sesuatu yaitu..


"Terimakasihhh..." Lirih suara tersebut entah dari mana asalnya yang berhasil membuat Yosi sedikit merinding.


"Siapa itu?" Ucap Yosi sambil menengok kesegala arah untuk melihat keadaan sekitar..


Tapi aneh nya tidak ada siapapun diruangan tersebut kecuali dirinya.


"Tidak ada siapapun.. Aneh." Batin Yosi lalu kembali melanjutkan membaca.


.....


Sementara itu ditempat lain....


"Hmm...." Suara senandung terdengar jelas dari kamar mandi tempat dimana nico sedang mandi.


"Ihh urusan ku lakhh.. Lagian kalo berisik tinggal pergi sana!" Teriak Nico kembali dari dalam kamar mandi.


....


Leo pun tidak menghiraukan Nico, dia melanjutkan aktivitas nya yang ingin mengambil camilan di rak dapur. Tapi ketika dia ingin membuka pintu rak, Dia dikejutkan oleh sebuah kertas yang menempel dengan bertuliskan kata "TERIMAKASIH" kata itu ditulis entah dengan apa dan berwarna merah...


"Terimakasih?" Gumam Leo yang bingung sendiri...


Diwaktu yang sama tapi di dalam kamar mandi...


Ketika Sedang asyik mandi, Nico tiba-tiba berteriak....


"Aaaaaa!!" Teriakan itu sampai terdengar oleh Leo yang sedang berada diluar kamar mandi.


Dengan cepat, Nico pun langsung menyelimuti badanya dengan handuk dan langsung lari terbirit-birit keluar kamar mandi setelah melihat sesuatu yang mungkin cukup menyeramkan.


"Ada apa dengan mu?!!" Teriak Leo sekaligus menahan tawanya ketika melihat rambut Nico yang masih penuh dengan busa shampoo yang belum dibilas.


"Aaakuuu Me--lihaattt Sesuatu.." Ucap Nico terbata-bata dengan tangan yang gemetar karena ketakutan.


"Lihat apa sih?" Tanya Leo penasaran.


"Coba kamu lihat sendiri kedalam kamar mandi." Suruh Nico.

__ADS_1


Lalu tanpa perasaan takut, Leo pun menuruti pertintah Nico untuk kedalam kamar mandi..


Saat didalam, Leo tidak menemukan apapun kecuali tulisan TERIMAKASIH yang terpampang jelas dicermin kamar mandi. Tapi yang membuat itu seram adalah tulisanya yang berwarna merah, mungkin itu ditulis menggunakan darah.


"Kok sama sih.." Gumam Leo menatap Cermin yang sudah kotor itu.


"Sama? apanya?" Tanya Nico yang masih mengumpat dibelakang Leo.


Tanpa aba-aba apapun, Leo langsung pergi keluar kamar mandi dan meninggal Nico yang sedang kebingungan lalu pergi bergegas jalan keruangan tengah.


...


"Daniel.. Elvi... Yang lainnya ayo cepat kemarilah!" Teriak Leo kencang dipenjuru ruangan membuat Yosi sedikit kesal karena ia merasa waktunya terganggu.


"Ada Apa ini?" Tanya Yosi menutup buku itu lalu melatakannya dimeja dan mulai menatap Leo dengan datar.


"Lihat ini!!" Leo pun memperlihatkan kertas yang ia temukan di rak dapur tadi pada teman-teman nya.


"Terimakasih??" Ucap mereka berbarengan


...


''Heyyy, Leo kau meninggalkanku!" Teriak Nico yang tiba-tiba muncul dengan penampilan yang masih sama, menbuat mereka semua tertawa terbahak-bahak karena Nico yang masih memakai handuk.


"Apa kau sudah gila?" Tanya Daniel sambil tertawa.


"Aku ini tidak gila! Tadi aku juga sama dikagetkan oleh tulisan Terimakasih itu. Makanya aku langsung lari." Jelas Nico lalu mulai mendekati temannya.


"What?! Dengan tulisan ini saja kau takut?" Ucap Daniel sambil tertawa terbahak-bahak, lalu membeberkan tulisan kertas yang dibawa Leo tadi dan memperlihatkan nya pada Nico.


membuat Mereka semua menatapnya datar...


"Sudahlah jangan mengejek nya terus. Kasihan dia.." Ucap Elvi.


"Kira-kira apa yahh maksud dari kata terimakasih ini? aku juga tadi seperti ada yang membisiki ku mengucapkan kata itu tapi entah siapa? karena disini tidak ada orang tadi selain diriku." Ucap Yosi menceritakan kejadian yang baru saja ia alami tadi.


....


..


MENURUT KALIAN, SIAPA SIH YANG MENGUCAPKAN KATA TERIMAKASIH ITU?


Apakah hantu yang biasa meneror mereka? atau arawah yang lain? Dan apa sih maksudnya?


๐ŸŽ‰Ikuti terus kisahnya di EPISODE SELANJUTNYA....๐ŸŽŠ


.


LIKE


KOMENTAR...


Insyaallah di feedback:)

__ADS_1


Jangan Lupa Follow Instagram Author..


ig: @Tryaaaa_96


__ADS_2