
"Rembulan sayang... ibu perhatikan akhir akhir ini kamu jarang sekali pergi ke toko... ada apa nak? " tanya bu nilam yang sedari tadi mengawasi putri cantik nya yang begitu asik bermain bersama kucing kecil milik nya.
namun gadis itu terdiam dan hanya membalas pertanyaan ibu nya itu dengan senyuman manis sambil mengedip ngedipkan mata indah berwarna coklat nya....
"apa kamu sakit nak?" tanya bu nilam sambil berjalan mendekati bulan dan memeriksa kening gadis manis itu...
"hmmm.... badan kamu tidak demam... " Gumam bu nilam
"Ibu... bulan tidak sakit. bulan hanya merasa tidak nyaman dengan toko yang berada di sebrang toko milik kita... jadi untuk sementara waktu bulan gak mau jaga toko dulu ya...??? toh sudah ada Abang Abas yang akan menjaga toko ." Jawab bulan sambil memainkan kedua alis nya naik turun ...
terlihat bu nilam masih begitu penasaran dengan jawaban putri kecilnya yang sekarang sudah tak kecil lagi itu. dia kini tumbuh menjelma menjadi seorang bidadari cantik yang selalu menjadi dambaan setiap mata yang memandangnya.
semenjak usia 7th Rembulan cantik sudah memiliki begitu banyak pengagum rahasia, bahkan ada yang sampai rela mengirimkan Bulan coklat setiap minggu nya dengan tambahan sepotong surat manis yang cenderung membosankan, karna selalu menanyakan kabar yang sama setiap kali di kirimkan.
"Hai bulan apa kamu sudah makan" begitulah kira kira bunyi surat kecil itu...
"memang nya ada apa dengan toko depan itu nak...?bukankah bu Atika orang yang sangat baik dan sopan.. kamu juga sudah mengenalnya sejak lama.. " tanya bu nilam penasaran
"Nanti ibu tanya saja pada Abang, bulan mau mandi... sudah terlalu lama hidung ini menghirup aromah tak sedap dari tubuh ku sendiri... bulan takut dia akan pergi meninggalkan bulan" jawab gadis itu sambil tertawa kecil dan pergi menjauh menghindar dari pertanyaan demi pertanyaan yang sedang ibu nya berikan.
tentu saja bu nilam terkekeh kekeh mendengar jawaban yang aneh dari putri nya itu...
"Dasar gadis kecil nakal.." gumam nya dalam hati.
Begitulah bulan. dia selalu menceritakan segala sesuatu nya secara jemuran... upss maksut saya secara menggantung seperti jemuran(Bercanda) ...
dia tidak pernah terbuka tentang apa yang sedang ia alami pada ibu nya. ia takut ibu nya akan menjadi cemas dan itu bisa berpengaruh pada kesehatan bu nilam yang sudah lama menderita penyakit kencing manis.
bulan tak ingin ibu nya sakit dan pergi meninggalkan nya untuk selama lama nya seperti ayah nya.
°°°°°°°🌛🌜°°°°°°°°
ke esokan hari
"Bu... hari ini bulan izin ya... mau pergi bersama zara... boleh..?" Pamit bulan pada ibu nya di tengah tengah serapan pagi mereka yang hanya berdua.
karna seperti biasa si tampan Abas masih asik dengan mimpi indah nya.
Abang tampan nya itu hanya akan bangun tepat di pukul 09:00 wib. satu jam sebelum waktunya toko milik ayah di buka. selain di waktu itu jangan harap. karna Abang nya yang terlihat sangat tampan namun sangat pendiam itu tidak segan segan melemparkan asbag pada siapa saja yang berani membangunkan tidur tampan nya.haha.
__ADS_1
terkecuali ibu nya tercinta
" Kamu mau kemana memangnya nak..."Tanya bu nilam sambil melirik ke arah bulan yang terus saja menambahkan nasi goreng buatan ibu nya ke dalam piring.
"Hmmm.... kami mau nonton bu.. di bioskop sedang ada film kesukaan bulan. hanya dengan zahra bu, tidak dengan siapa siapa. apa lagi laki laki" ucap bulan sambil menyatukan kedua tangan nya tanda memohon pada ibu nya.
"Pergilah, tapi ajak kakak mu bersama mu" Jawab bu nilam
"Yes.... " Ucap bulan senang sambil mencium pipi ibu nya.
Tak perlu waktu lama Bulan segera menghabiskan nasi goreng terenak buatan ibu nya.
dan segera bangkit menuju kamar nya untuk menelfon zara sahabat dan memberi tau bahwa ibu nya telah memberi izin. zara adalah sahabat bulan sejak masih duduk di bangku SMA. hanya zara sahabat bulan yang dengan senang hati bu nilam percaya, karna orang tua dari zara adalah sahabat dari bu nilam sendiri. bu nilam sangat tau betul kepribadian zara yang baik dan manis. berbeda dengan bulan yang begitu keras kepala.
Kini bulan bukanlah anak ABG lagi, namun bu Nilam masih sangat menghawatirkan pergaulan bulan dengan orang lain. bu nilam takut sekali jika bulan sampai salah bergaul dengan teman yang salah.
wajar saja bu nilam merasa takut karna bulan gadis yg sangat cantik.
tepat pukul 11:30 wib bulan berangkat bersama dengan kakak nya tercinta siapalagi klu bukan bang Abas...
zara sudah sampai duluan di mall yang super megah itu.
"Hai bul. makin cantik aja lo, udh seminggu kita gak ketemu kog lo makin kurus si.. ?" tanya zara pada sahabat nya itu.
"Hmm... sepertinya gue sakit deh, soalnya kalau habis makan gue langsung muntah muntah.. " jawab bulan sambil menekuk wajah ayu nya.
"lo harus segera priksa bul. takut nya lo lagi hamil... ' Ucap zara sambil tertawa lebar dan geli membayangkan jika itu benar benar terjadi...
" kalau gue sampai hamil berarti lo bapak nya.. " jawab bulan seenak nya sambil menjitak kepala zara yang bicara seenak nya.
pasalnya zara sangat tau betul perangai dari sahabat cantik nya itu. yang ogah ogahan pacaran, apalagi sampai di sentuh sentuh. katanya dia takut itu menjadi dosa jariyah untuk ayah nya yang sudah meninggal.
mereka berdua pun terkekeh kekeh sambil berjalan dan tak menghiraukan kakak tampan yang Sedari tadi hanya diam mendengar ocehan unfaedah dari kedua bocah di depan nya itu.
Brakkk....
Tanpa sengaja seorang laki laki tampan dan juga tingi besar menabrak tubuh mungil bulan yang seketika membuat gadis itu terjatuh.
"Awwhhh... " keluh bulan sambil bangkit dan mengosok gosok aset bagian belakang milik nya itu.
__ADS_1
laki laki tampan itu segera menyodorkan tangan nya memberikan bantuan.
dan upsss tangan itu tak di hiraukan sama sekali oleh bulan. dia hanya menatap tajam penuh kemarahan pada laki laki itu.
"Apa dia membututi ku sampai disini.. ?" gerutu bulan dalam hati.
"Sorry nona cantik... saya benar benar gak sengaja menabrak mu, karna saya sedang terburu buru. "ucap laki laki itu, sekali lagi sambil mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan tanda permohonan maaf.
seperti sebelumnya bulan hanya mengacuhkan tangan milik pria tampan itu dan segera berlalu pergi.
hanya zara yang terpatung melihat ke arah laki laki tampan itu...
" Owwwwhhh.... Tuhan, apa ini yang dinamakan malaikat tak bersayap. .. " celetuk gadis itu sambil tersenyum kagum...
ctaaaak....!!!
kira kira begitulah ya bunyi dari bulan menjitak kepala zara..
"Awh, sakit bul.. ishhh.. " keluh zara
"jalan woiii... " ajak bulan sambil menyeret tangan zara.
sedangkan seperti biasa abang Abas hanya diam sambil tetap berjalan mengawasi dua gadia tengil itu, sambil mengeleng gelengkan kepalanya.
"dasar... " gerutu Abas dalam hati, ia selalu bertanya tanya pada batin nya. kenapa ibu nya selalu saja menjadikan dia pengawas untuk bulan. padahal ibu nya sangat tau bulan bukanlah gadis yang cengeng. dia sangat pandai menjaga diri, terutama dari laki laki.
mereka bertiga tetap melangkahkan kaki. menuju lantai empat dimana mereka akan melihat film. meninggalkan pria tampan yang masih diam tak bergerak sedikitpun dari tempat itu.
°°°°°°°🌛🌜°°°°°
"Bul cowok tadi tampan ya... ?" ucap sambil menunjukan wajah mupeng nya.
"hmmm.... " jawab bulan dengan malas.
"Kenapa gak lo ajak kenalan tadi bul?" tanya zara sambil memoyongkan bibirnya.
"gue udah kenal" jawab bulan sambil memandang tegas wajah zara.
"lohhhhh... kog bisa.siapa dia bul? " tanya zara penasaran sekali.
__ADS_1