
"Sapalah dia terlebih dahulu nak. nampak nya dia sangat ketakutan.. "pinta tuan ibrahim pada keponakan nya itu.
"baik paman" jawab bulan lembut.
"Hai Tuan. siapa nama mu, kemarilah jabat tangan ku... aku baik baik saja... bagaimana dengan keadaan mu?" tanya bulan mencoba tegar dan memecah keheningan.
"saya.... saya.... baa... baaik baik saja. " jawab Ali gemetar.
"kenapa suara anda gemetar tuan. apa anda sangat takut melihat wajah saya yang begitu menyeramkan. ?" tanya bulan bercanda. tentu saja bulan sedang bercanda bulan adalah Rembulan Malik gadis cantik dalam segala keadaan ...
"tentu tidak sayank. kamu tetap sangatlah cantik dan mempesona dimataku"Gumam Ali dalam hati. ingin rasanya itu yang Ali ucapkan saat ini. tapi Ali menahan nya, Ali sangat ingat betul jika bulan adalah gadis yang tak suka dirayu dan digombali. terlebih lagi dengan orang yang telah membuatnya celaka.
"tentu tidak nona... " jawab Ali singkat.
"Baguslah kalau begitu, mari jabat tangan ku"ajak bulan kembali karna sedari tadi Ali masih saja diam tak menjabat tangan bulan.
"owh ya. maafkan saya nona" jawab Ali lalu menyambut uluran tangan bulan. dia ingat saat dulu bulan menolak berjabat tangan dengan nya, andai bulan bisa melihat wajahnya apa dia sudi berjabat tangan dengan ku.. Gumam Ali dalam batin.
"Namaku Rembulan Malik. kamu bisa memanggil ku dengan panggilan bulan tuan. atau apalah terserah anda.. kalau nama anda siapa?" tanya bulan lagi. entah kenapa dengan gadis ini, kenapa sekarang dia banyak sekali bicara dan cenderung antusias dalam berkenalan dengan seorang pria. apa aspal telah menciumnya dengan begitu keras hingga membuat sebagian dari kesadaran gadis itu hilang.
"Nama ku. Ali "jwab Ali singkat. Ali sangat takut menyebutkan nama Panjang nya, dia takut bulan dapat mengenali nama itu dan seketika mengusirnya dari ruangan.
"Ali, kenapa begitu banyak nama Ali di dunia ini. smoga dia bukan Ali yang itu... issshhh"Gumam bulan dalam hati.
"owh ya. tuan ali, "
"Ali.cukup panggil aku dengan Ali saja" pinta Ali sambil melepaskan jabatan tangan nya.
"baiklah ali" ucap bulan dengan suara lembut nya.
perbincangan menarikpun terjadi di antara mereka bertiga. bulan, Ali dan tuan ibrahim tentunya. karna sedari tadi perawat telah pergi meninggalkan Ali atas permintaan Ali sendiri.
tak terasa dua jam berlalu, Ali pamit mengundurkan diri pada tuan ibrahim
"pak.saya permisi undur diri dulu. nanti malam saya akan kembali kesini. bolehkan pak?" pinta Ali pada tuan ibrahim dengan sopan dan lembut.
__ADS_1
"tentu nak jika bulan tak keberatan" jawab tuan ibrahim tak kalah sopan.
"tentu saja boleh paman. nanti malam Ali akan menemani ku, jadi paman bisa pulang dan beristirahat. kasihan Amira sendirian di rumah. diakan juga sedang sakit. besok paman bisa kembali lagi kesini. "jawab Bulan panjang lebar.
"baiklah nak"
jangan ditanya soal Reaksi Ali. dia sungguh senang bukan kepalang. menemani pujaan hati nya sepanjang malam adalah mimpi yang menjadi kenyataa.
"saya pergi dulu" pamit ali sambil berlalu dari kamar bulan.
malam telah datang. Ali begitu antusias menyambut nya...
"apa kaki mu baik baik saja Boy?" tanya pak haidar Ali pada putra nya dengan heran karna melihat wajah putra semata wayang nya itu berbinar binar. "aneh sakit tapi bahagia... tidak seperti hari hari kemarin yang seperti orang kehilangan sebagian dari nyawanya.gumamnya dalam hati"
"Ali sangat baik Pak boz... "jawab Ali sambil tersenyum manis pada papa nya.
"Ali pergi dulu Assalamuallaikum"
tok tok tok....
"Malam Pak, "sapa Ali pada Tuan ibrahim.
"malam nak Ali, akhirnya kamu datang juga. saya sedang terburu buru.. mau ada acara dirumah. acara syukuran atas keselamatan kalian semua termasuk anak saya. "ucap tuan ibrahim sambil bersalaman dengan Ali dan pamit untuk pergi.
"hati hati paman" teriak bulan yang sudah tak dapat di dengar lagi oleh tuan ibrahim
"Hai Ali" sapa bulan mendahului menyapa Ali yang hanya terdiam memandang wajah ayu sang pujaan jiwa.
"Hai bulan, bagaimana keadaan mu... ?" tanya Ali singkat sambil memegang tangan bulan.
saat ini bulan merasa nyaman sekali saat ada seseorang yang menggenggam tangan nya. dia bisa merasa ada yang hadir di dekat nya dan menemaninya di saat dunia nya menjadi sangat gelap.
"masih sangat gelap Ali, aku sangat takut"jwab bulan senduh. tanpa disangka tangan bulan mengenggam tangan Ali begitu erat. terlihat disana benar benar ada ketakutan didalam nya.
"Ada aku disini bul. aku akan menjaga mu. sampai kamu bisa melihat indahnya dunia lagi" bisik Ali sambil tersenyum namun dia lupa bahwa bulan tak bisa melihat senyum mempesona nya itu.
__ADS_1
"kamu tau Ali. besok adalah hari terahirku disurabaya. aku harus segera pergi menuju kota dimana nenek ku tinggal. kalau tidak semua orang akan hawatir dengan keadaan ku. termasuk ibu ku. dan aku gak mau itu terjadi"ucap bulan dengan suara sendu nya.
"Kamu masih sakit bulan. itu gak mungkin. setidaknya untuk seminggu kedepan kamu harus dirawat disini. " ucap Ali sambil mengelus elus tangan bulan dengan lembut... "oh ya Tuhan. berkah apa ini... aku bisa menyentuh nya dengan begitu lembut. "Gumam Ali dalam hati nya
"tapi bagaimana dengan nenek ku. " dia akan menelfon ibu dan menanyakan tentang ku yang tak jadi datang ke pasuruan. "jwab bulan bimbang
"aku akan mengurus semuanya.. serahkan saja padaku"
"hmmmm.... baiklah. up to you "
"Bulan coba kamu buka mulut mu lebar lebar!!!".perintah Ali dengan lembut
"Mau ngapain? jangan bilang kamu mau ambil kesempatan dalam kesempitan ya!!!" pekik bulan mulai takut dengan maksut Ali.
"Masak iya kalau mau nyium bibir mu aku suruh ngaga dulu bulan"jwab Ali Sambil terkekeh kekeh...
"hehe.... baiklah"jawab bulan malu...
"aaaaaa...... "
tak butuh waktu lama Ali segera menyuapkan sepotong roti tiramishu kesukaan Bulan.
"ammmm.... yummi.... "ucap bulan bahagia
"enak?... " tanya ali
"bangeeett.... "jwab bulan singkat sambil terus mengunyah kue dalam mulutnya.
tanpa terasa perbincangan mereka sudah berlangsung dua jam saja. bulan mulai menguap tak terkendali...
"hammm... "
"kamu ngantuk ya? padahal aku masih betah berbincang bincang dengan mu bulan" tanya Ali dengan nada kecewa karna harus mengakhiri waktu bersama pujaan hatinya itu.
"maaf ali besok bisa kita lanjut, oke?" ucap bulan berjanji. janji yang membuat ali sangat bahagia
__ADS_1
malam pun berlalu ali mulai kembali ke kamarnya... hatinya begitu gelisah tak menentu membayangkan wajah ayu bulan. sampai sampai ali tak dapat tidur.