Moon Among The Stars

Moon Among The Stars
Mengapa....???


__ADS_3

"Sayang, nak.... bulan dimana kamu sayang. ?"


"mama, maaaaaa..... "teriak bulan kencang. mendengar suara mama soraya yang sudah berhasil masuk ke dalam apartemen Ali.


seketika mama soraya memeluk tubuh bulan yang masih berada di dalam kamar, mencoba untuk menenangkan hati menantunya yang sedang menangis ketakutan itu.


"ali gak pamit sama kamu mau kemana?"tanya bu soraya heran.


"gak ma, biasanya gak pernah kayak gini. tadi malam juga kami baik baik aja. gak bertengkar atau apapun" jwab bulan disela sela isak tangis nya.


"tenang dulu ya nak..!! mama coba telfon papa. siapa tau ali lagi ke rumah sakit. "


"ngapain ali harus kerumah sakit ?"tanya bulan bingung.


"mama juga gak tau sayang, ini kan cuma perkiraan mama. "jawab bu soraya dan segera mengambil ponsel nya, untuk menelfon tuan haydar.


" Hallo assalamuallaikum pa, "🧕


" Waalaikum salam ma, tumben telfon jam seginii? "🧔


🧔" semua baik baik aja kan ma? " sambung kembali tuan haydar.


"Semua baik baik aja pa. cuma mama mau tanya, ali hari ini ada ke rumah sakit gak? ".🧕


🧔" sepertinya gak ada ma, papa juga gak lihat dia diruangan nya"


"ohh ya sudah kalau gitu pa. mama tutup dulu ya telfon nya... " 🧕


🧔"Eh ma tunggu sebentar, kenapa mama tanya ali ke papa ya? kenapa gak telfon langsung anak nya? "


"ponsel nya tertinggal di apartemen pa, tapi ali nya gak tau kemana, ya sudah mama coba mau cari dulu. kasihan bulan jadi ketakutan di tinggal ali sendiri di apartemen " 🧕


🧔"isshh.... dasar anak itu, kelakuan nya ada ada saja. ya udah ma, kalau ketemu kasih kabar papa juga ya"


"oke pa...assalamuallaikum " 🧕

__ADS_1


bu soraya segera menyudahi perbincangan nya dengan suami nya. dan diam kembali tuk berfikir, kemana putra nya itu saat ini. kenapa dia pergi tanpa pamit pada istrinya. padahal bu soraya sangat tau betapa ali sangat mencintai bulan dan selalu ingin menjaga nya dengan baik.


"Bentar ya bulan. mama coba cek lobby apartemen. siapa tau ali tadi pergi beli makanan, sama sekalian mama tanyakan sama bapak satpam di bawah, kamu gak papa kan disini dulu? atau mau mama antar pulang dulu.? " tanya bu soraya sambil memegang tangan bulan.


" iya ma. bulan tunggu disini saja, bulan gak papa kog. tapi bulan bisa minta tolong di antarkan ke kamar mandi gak ma.. .?bulan udah nahan kencing mulai pagi tadi. "


"boleh banget nak, kenapa km gak bilang dari tadi bulan. ayo mama antar pelan pelan ya" jawab bu soraya sambil berlahan berjalan menuntun bulan sampai ke depan kamar mandi.


krekkkk.....


" ya Allah, ali..... " pekik bu soraya terkejut melihat putra nya tergeletak tak berdaya di dalam kamar mandi.


seketika bu soraya melepas kan tangan nya yang sedari tadi menuntun bulan, segera ia hampiri tubuh ali yang terkulai dilantai.


" ma. kenapa ma? ada apa ma.... ma bulan takut ma... " tanya bulan ketakutan mendengar mama mertuanya menjerit dan menyebut nama putra nya.


" ali pingsan bulan, kamu tenang dulu ya. mama telfon Mang didin, biar dia bisa bantu mama bawa ali ke rumah sakit. " ujar bu soraya,


°°°°°°🌛🌜°°°°°°


°°°°°°°°°


sesampainya dirumah tuan haydar bersama dengan abas, bulan tak henti henti nya menangis. ia tak tau harus berbuat apa. mengingat keadaan nya sendiri sekarang sangat tidak memungkinkan untuk nya ikut bersama dengan mertua nya ke rumah sakit...


" tenanglah nak, insyallah semua akan baik baik saja. " bisik bu nilam mencoba menenangkan putrinya yang sedari tadi menangis tidak karuan.


" bulan benar benar takut bu, kenapa ali bisa pingsan dikamar mandi. ya Allah, smoga Suamiku baik baik saja..... hikss hiksss" bulan terus saja menangis di pangkuan ibu nya.


"Semua akan baik baik saja. kita tunggu kabar dari nyonya soraya, kamu Sholat dulu gih, sudah asyar ini" jawab bu nilam, sambil menyuruh putri cantik nya untuk melakukan ibadah yang menjadi kewajiban bagi umat muslim diseluruh dunia.


bulan hanya bisa mengangguk pelan, ia sadar Betapa saat ini dia sangat rapuh. sendiri tanpa ali di samping nya, ia akan memohon pada Rabb nya agar senantiasa menjaga ali dalam keselamatan.


°°°°°°°


"baik bu, saya dan bulan akan segera menuju rumah sakit segera. trimkasih bu... assalamuaaikum"

__ADS_1


terdengar suara bu nilam menyudahi panggilan yang baru saja masuk ke ponsel nya.


"mertua mu menyuruh kita untuk segera ke rumah sakit sayang" ujar bu nilam berbisik pada putrinya yang terlihat seperti tertidur namun tidak, bulan hanya memejamkan mata nya. mencoba tuk tenang dalam kegelisahan.


"baik bu, ayo kita segera berangkat" jawab bulan dan segera beranjak dari tempat tidur nya.


bu nilam segera membawa bulan menuju mobil milik keluarga haydar dan pergi menuju rumah sakit xxx milik keluarga haydar Ali.


°°°°°🌛🌜°°°°°


sesampainya di RS xxx.


Bu soraya segera menuntun bulan untuk duduk di sebuah kursi yang bulan sendiri tidak tau dimana saat ini dia berada.


Yang dia tahu tadi ada seseorang yang dipanggil suster oleh bu soraya membantu bulan untuk memakaikan sebuah baju yang terasa longgar, dan juga sebuah tudung kepala, tak lupa sebuah masker juga dipakaikan nya.


"apa yang ku pakai ini? " gumam bulan dalam hati. namun ia tak mau ambil pusing, yang dia inginkan saat ini hanya segera bertemu dengan suaminya.


"sayang, bulan. perhatikan mama baik baik oke, dan mama mohon kamu tetap tenang. jangan menangis " ucap bu soraya sambil memegang tangan bulan dan mengarahkan nya ke tangan yang terasa dingin bagai daging segar yang berada di lemari **pendingin.


Dug.... Dug**....


terasa mau lepas rasanya jantung bulan saat mendengar apa yang baru saja ibu mertua nya katakan. ada apa sebenarnya ini?


"Ini Tangan ali sayang, ali sekarang dalam keadaan koma. sepertinya saat kecelakaan ali mengalami benturan di kepala yang cukup serius, dan mama gagal menyadari itu. nampak nya ali sudah tau dan sengaja menutupi nya dari kita semua. Rencana nya mama akan membawa Ali untuk berobat ke singapura, mama harap bulan kuat dan terus bantu mendoakan Ali, selama ini Ali sengaja menutupi semua masalah nya dari kita agar dia bisa tetap menjaga mu nak. Dokter Bedah syaraf ternyata sudah memberi tahunya agar dia segera menjalani oprasi ke dua , namun Ali menolak dengan alasan ingin menjaga mu sampai kamu bisa pulih kembali, baru dia akan melakukan oprasi ke dua nya. namun semua nampak nya tak berjalan sesuai kehendak Ali, pendarahan di otak nya tak membuat nya bertahan untuk waktu lama. demi menyelamatkan nyawa ali, mama mohon kamu terus berdoa dan menjaga dirimu baik baik, sampai ali kembali dengan senyuman. " dengan suara terdengar parau,mencoba menjelaskan pada menantunya dengan tatanan bahasa yang bu soraya rasa cukup untuk tidak membuat bulan histeris. walau batinya sendiri saat ini sedang tidak baik baik saja, apalagi saat tadi mendengar penjelasan Profesor bedah saraf yang menangani ali saat ini. rasanya dunia bagai terbalik.


namun bu soraya harus tetap kuat, ia ingat betul ada bulan kekasih hati putranya tersebut,yang saat ini juga begitu rapuh dan harus ia jaga.


untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak.


semua telah terjadi seperti yang sudah taqdir tuliskan, tinggal saat ini ikhtiar dan doa yang bisa semua keluarga lakukan.


Bulan hanya bisa mengangguk, ia tak mampu berkata kata lagi, jika sedikit saja ia bersuara maka tangisan dan jeritan yang akan pecah dari bibirnya. tak mampu membendung taqdir yang telah terjadi.


"ya Allah.... kuatkan hamba. sembuhkan suami hamba. berikanlah keajaiban"

__ADS_1


__ADS_2