
waktu berjalan begitu ceoat, hari hari bulan berlalu begitu saja dengan begitu gelapnya.
Ali dengan penuh setia senantiasa menjaga dan merawat bulan. waktu demi waktu begitu Ali nikmati bersama dengan pujaan jiwa nya.
"al.... hari ini waktunya bulan kontrol loh" ucap nyonya soraya pada buah hati nya itu.
"ya ma, Ali tau. tadi dokter yang merawat bulan chat Ali, bentar lagi kami berangkat ma"jawab Ali sambil mencium lembut pipi sang mama tercinta.
"jaga calon menantu mama baik baik al. lakukan apapun demi kesembuhan nya... !!!" pinta nyonya soraya dengan suara lembut dan belaian di pipi putra nya yang semakin hari semakin tumbuh menjadi pria yang bijaksana dengan hidup nya itu.
"mama suka bulan berada disini, kamu jadi gak nakal lagi" nyonya soraya tergelak mengingat betapa bucin nya putra nya itu pada bulan.
"ah mama apa an sih" ucap Ali malu, tapi memang benar begitulah Ali yang sekarang.
Ali segera berpamitan kembali pada mamanya. lalu pergi menuju kamar Bulan.
"Hai bul. cantik bener... !!!mau kemana?"goda Ali mendapati bulan yang sudah nampak siap pergi.
"baru tau kalau aku cantik... ?"
"gak juga sih, hanya kali ini cantik beneeerr" jawab Ali sambil memegang tangan bulan dan menuntun nya berjalan menuju mobil didepan rumah.
"tadi bik ija membantu ku bersiap... apa lipstik ku terlalu tebal Al.. ?"tanya bulan penasaran dengan hasil makeup bik ija.
"tidak, hanya saja kamu nampak lebih cantik, aku gak suka... !!!" jawab Ali dingin.
"kenapa gak suka?"
"ya gak suka aja, terlalu banyak orang yang mengagumi mu, apa kamu mau menambah daftar baru lagi. dengan kecantikan mu?" entah itu pujian atau malah wujud dari rasa cemburu Ali yang terkadang tak masuk di akal.
"ishhhh.... apa'an sih? lagian siapa juga yang suka dengan gadis buta?" kali ini bulan berucap dengan penuh kekesalan.
"aku... aku yang selalu suka, dan suka sama kamu. "
bulan hanya terdiam. rasa nya sudah seperti minum air putih saja, detik demi detik selalu bulan lalui dengan banyak pujian, dan godaan dari Ali.
"ayo bungkukkan badan mu perlahan, ya benar... pelan pelan saja masuk nya" ujar Ali sambil menekan pelan kepala bulan agar dia tidak terbentuk kap mobil nya.
dalam sekejap Ali dan bulan sudah berada di jalan raya, bulan terus mengenggam tangan ali. sambil sesekali bertanya. "apa kita sudah sampai"
"belum sayang" jawab Ali dengan lembut.
tak berselang lama, mobil telah berhenti di lobby rumah sakit. Segera supir pribadi Al membukakan pintu untuk bulan, disusul Ali yang membantu bulan untuk keluar dari mobil.
__ADS_1
Ali segera menuntun bulan berjalan menuju ruang dokter yang selama ini merawat bulan.
"Hai bulan. apa kabar?"sapa dokter Utama sambil mengambil tangan bulan untuk di ajak bersalaman.
"baik dokter, sangat baik, hanya saja masih sangat gelap" jwab bulan jujur.
Ali tak tinggal diam, ia segera melerai tangan dokter utama yang terlihat sangat terpukau dengan kecantikan bulan. tatapan mata nya tak bisa berbohong, mata seseorang yang sedang terpesona.
jika bukan karna rekomendasi dari papa nya, Ali pasti akan mengganti dokter lain untuk bulan.
Ali sangat sebal jika harus melihat kakak angkatan nya dulu di bangku kuliah itu terus memandang rembulan nya.
"mata tolong di jaga, tolong di kondisikan"tegur Ali dengan nada sinis.
"maaf pak, sekali lagi maaf" jawab dokter utama dengan dana sopan.
bagaimana pun adik kelas nya itu adalah pewaris tunggal dari keluarga pemilik rumah sakit ia bertugas kini.
"buruan priksa dan akhiri semua ini" perintah ali.
"Al... jangan mulai deh" pinta bulan. bulan sudah hafal betul dengan tabiat ali yang menurutnya suka gak jelas apa maunya. Ali tak segan segan menjadikan laki laki mana pun sebagai musuh nya jika sudah berada di dekat Bulan, dan berani memandangnya.
issssh.... isssh.... sungguh cinta buta.
" begini Pak. seperti dugaan awal saya. nona bulan akan segera mendapatkan pengelihatan nya dalam waktu dekat. saya sudah banyak melihat respon baik dari saraf matanya ketika saya lakukan pemeriksaan tadi, saya harap semua berjalan sesuai yang kita semua harapkan. dan nona bulan bisa melihat dunia kembali. "jwab dokter utama menjelaskan dari hasil pemeriksaan tadi.
"tentun saja nona. dengan senang hati, sekali lagi selamat" jawab dokter utama. dan sekali lagi menjabat tangan bulan.
entah apa yang ada dalam benak dokter itu. ia selalu lupa dengan Ali yang sedari tadi sudah memperingatkan sikap nya pada bulan, agar tidak menyentuh nya diluar pemeriksaan.
bahkan saat ini tatapan mata Ali begitu tajam siap membakar siapa saja yang berani menyentuh gadis nya itu.
"ayo"ajak Ali sambil mengandeng tangan bulan berlalu pergi meninggalkan ruangan dokter utama.
"tapi Al.... "
ucapan bulan sama sekali tidak di gubris oleh Ali. ia tetap berjalan menggandeng tangan bulan.
"kamu mau kopi bul... ? tanya ali tanpa dosa.
"gak"
"ayolah bul, jangan marah soal tadi"
__ADS_1
"trus mau mu apa"tanya bulan kesal.
"aku mau kita benar benar menikah" jwab Ali.
seketika membuat langkah bulan terhenti.
sumpah Demi apapun, kali ini ali hanya bercanda atau benar benar serius... !!!
"ishhhh..... selalu saja menggoda ku.. " ujar bulan kesal dan mencubit lengan Ali.
"awh.... sakit sayang.... " pekik ali, entah sakit atau apa. dia malah tersenyum saat bulan mencubitnya.
cinta benar benar gila.
kali ini ali berdiri menghadap bulan. memegang wajah bulan dengan kedua tangan nya
"rembulan malik. Aku benar benar dengan ucapan ku, aku serius, sumpah Demi apapun di dunia ini. aku sangat mencintai mu, ingin kamu jadi masa depan ku. habiskan usia kita bersama berdua. "
bulan terdiam sesaat sebelum bertanya "apa kamu sudah gila? aku buta. apa yang kamu harapkan dari gadis yang tidak berguna seperti ku? bukan nya aku yang akan melayani mu jika kita sampai menikah. malah kamu yang akan selalu melayani ku. "
"kamu gak denger kata dokter tadi, sebentar lagi kamu akan kembali bisa melihat. dan seandainya kamu tidak bisa melihat untuk selamanya. aku tetap akan mencintai mu dan menjadi pelayan mu seumur hidup ku. aku bersumpah akan selalu ada dan menjaga mu bulan"jawab ali.
tanpa disadari wajah nya kini semakin mendekat dan dekat sekali dengan wajah bulan.
hampir saja Ali mencium bibir itu lagi, candu bagi Ali yang sedang di mabuk cinta. untung saja suara seseorang segera membuat ali kembali tersadar dan tersenyum tipis...
"trima saja sayank. dia adalah pemuda yang baik untuk mu, bahkan yang terbaik insyallah"
sontak suara itu membuat bulan mencari sumber nya.....
"ibu... benarkah itu kau ibu?" tanya bulan. memutar mutarkan tubuh nya, mencari sosok yang baru saja ia dengar suara nya dan bulan yakin suara lembut itu adalah milik ibu nya.
"iya ini ibu nak. ibu datang nak....maaf jika ibu terlambat sayang" ucap bu nilam langsung saja memeluk tubuh putri cantik nya itu.
suara tangis kedua nya pun pecah. mengiasi lobby rumah sakit nan megah itu.
mereka berdua tidak perduli saat banyak mata memperhatikan adegan mengharukan itu.
pertemuan ini sungguh sangat memilukan, terutama bagi bulan.
selama ini bulan berharap ibu nya tidak mengetahui kondisi nya saat ini. tapi rindu nya begitu menggebu, hingga akhir akhir ini bulan sering sekali menangis sendiri di kamar mandi.
Ali bukanlah lelaki bodoh yang tak bisa melihat mata sembab bulan.
__ADS_1
tanpa pikir panjang Ali segera menelfon abas dan meminta bu nilam untuk datang ke Surabaya melihat keadaan bulan.
Ali menceritakan semua kebohongan manis yang selama ini bulan katakan pada keluarga nya bahwa mereka telah menikah. dan mengirimkan 2 buah tiket ke Surabaya untuk abas dan bu nilam.