
Di ambil nya tas biru itu. ada kotak kecil di dalam nya, perlahan bulan mulai membuka nya. sebuah kalung cantik dengan leontin bertuliskan Namanya nya. REMBULAN.
kini hati bulan mulai sangsi, ia merasa bahwa hadiah ini bukan dari momy nya utama. melainkan dari utama sendiri, "Apa yang sebenarnya ada di pikiran dokter itu... hufft, tenang bulan, tenang besok kamu akan meninggalkan semua kegila'an ini. jadi bertahanlah dan tersenyumlah... suamimu menunggumu. " Gumam bulan sendiri di depan kaca sambil memakai hadiah yang baru saja ia dapatkan. walau kesal ia tetap suka dengan hadiah itu, dasar wanita.. hehe
senja kembali datang seperti hari yang telah lalu, sinar jingga nya memberi rasa hangat dihati bulan. membuatnya sejenak melupakan kegelisahan menjelang pertemuan nya dengan Ali.
"Seperti apa dia? Apa dia sangat jelek hingga mau menikah dengan ku.. ?hahaha......ahhhh....mana mungkin, papa haydar saja begitu tampan apa lagi Ali. hihihi " bulan terkekeh sendiri membayangkan seperti apa wajah suaminya itu. sambil terus menatap langit yang semakin gelap karna kehilangan sang mentari.
Bulan segera masuk ke dalam kamar nya,setelah mendengar adhan maghrib. segera ia menuju toilet untuk mengambil air wudhu untuk segera menunaikan sholat maghrib.
seusai sholat, ia segera melantunkan ayat ayat suci...
Bulan seakan mendapatkan tenaga nya kembali. ketenangan mulai bersemayam lagi dalam jiwa nya.
tok.... tok....
"bulan, ini papa. papa mau bicara bisakah kamu turun? " ujar pak haydar dibalik pintu kamar bulan.
"baik pa. bulan segera turun. " jawab bulan, ia segera melepas mukena yang membalut tubuhnya, berganti dengan kaos berlengan panjang vaforit nya, dan bawahan celana jins panjang.
°°°°°
"Duduklah nak, " pinta tuan haydar pada menantunya itu.
" Baik pa" bulan segera duduk di sofa yang menghadap mertuanya itu.
" besok kita akan pergi menemui Ali. apapun yang terjadi dan kamu lihat papa mohon kamu kuat. semua telah terjadi sesuai dengan yang Allah taqdirkan. papa telah menganggap kamu sebagai putri papa sendiri. sepulang dari singapore kamu akan segera mengambil alih perusahaan Ali. papa harap kamu bersedia, tidak ada kata tidak. karna hanya kamu yang Ali miliki. dan satu lagi...!!! kamu gak usah bingung bagaimana cara mengelola perusahaan yang sudah Ali dirikan. karna ada asisten pribadi mu yang akan mengajari mu mengelola perusahaan. jadi persiapkan dirimu nyonya Ali Haydar. " ucap papa tegas tanpa bisa dibantah, sembari berlalu pergi meninggalkan bulan seorang dengan beribu ribu pertanyaan.
bulan menoleh, ia masih bisa melihat punggung papa mertuanya itu yang berlalu meninggalkan nya. dilihatnya tangan kanan tuan haydar mengusap sesuatu yang tak terlihat jelas bagi bulan, karna saat ini bulan berada di belakang nya.
" Ya Allah..... Bagaimana ini? " gerutu bulan sambil mengusap wajah ayu nya.
"Apa maksud papa dengan setelah melihat Ali? apa aku tidak akan menjaga nya disana, yang benar saja tuan haydar.... istri macam apa aku ini? jika aku harus meninggalkan suamiku lagi... hiksss... hiks... " bulan kembali menangis tak tau harus berbuat apa. ia bagai di persimpangan jalan yang mematikan.
Lebih memilih menjaga suaminya jelas tidak di izinkan oleh ke dua mertuanya. tapi pergi meninggalkan Ali lagi... itu sungguh bukanlah perkara yang mudah.
__ADS_1
Malam semakin larut, bulan tidak bisa tidur.
berulang kali ia membolak balikan badan nya mencari posisi yang nyaman agar ia bisa segera beristirahat. namun hasil nya nihil...
tak terasa Jam di dinding itu telah menunjukan pukul 02:00 pagi.
"Sial, sial, siaaaal..... kenapa masih belum bisa tidur...!!! " umpat bulan pada dirinya sendiri.
ia segera meraih benda pipih yang begitu smart di atas nakas dan mencari satu kontak yang menjadi vaforit nya.
**ibu.
"Bu, bagaimana keadaan nenek? apa nenek sudah membaik, aku rindu bu... lekaslah kembali jika keadaan nenek sudah membaik. love you.. muach**" Segera bulan mengirimkan pesan nya.
ia tau ibunya pasti sedang beristirahat setelah seharian harus merawat nenek nya yang dilarikan ke rumah sakit kota akibat terjatuh dikamar mandi.tapi mau bagaimana lagi, ia bingung harus menghubungi siapa lagi kalau bukan ibunya tercinta untuk mengusir kegabutan nya.
lalu bulan mulai membuka Apk berwarna ungu,idaman semua mahluk di muka bumi ini.
cekrekkk... cekrekkk...
sedikit wajah nya ia tampakan,hanya mata nya yang terlihat. di tambahkan caption " Gak bisa tidur, masih mikirin kamu" entah siapa yang bulan tuju saat ini. Ali atau.... dokter tampan nya.
ok. saya kasih visual nya dokter utama ya guys.. biar kalian gak penasaran.
lebih kurang ya....
Dreeettt... dreettt...
satu buah pesan masuk melalui apk hijau diponsel bulan.
siapa lagi kalau bukan utama, seseorang yang beberapa hari ini selalu ada tuk menemani nya dalam kesepian.
"aku juga mikirin kamu bul"
__ADS_1
hahaha..... dia pasti habis melihat story ku.
"GR" jawab bulan singkat
"haha canda bul. kenapa ? masih gak ngantuk, pasti perut kamu kosong ya? udah makan malam belum? " tanya kembali utama pada bulan.
'owh ya. malam ini aku lupa gak makan, gara gara mendengar apa yang papa katakan tadi,nafsu makan ku langsung hilang" gumam bulan dalam hati.
tapi gak mungkin kan dia jujur sama utama. bisa bisa utama nanti datang lagi membawa makanan atau apalah....
" sok tau" jwab bulan menutupi
"Taulah, kamu pasti bohong. mau aku bawain makanan atau buat susu hangat sendiri dan sepotong roti untuk mengisi perutmu yang lagi galau itu " canda dokter utama.
"oke, oke aku gak bakalan menang melawan dokter baik ku ini, ya udah aku buat susu dulu... bye" balas bulan.
"No, foto dulu pas minum susu send baru bye" jawaban dari utama sempat membuat bulan kesal, tapi ah ya...sudahlah...
"ok dokter"
bulan segera menyeduh tiga sendok makan susu dalam segelas air hangat dan menambahkan satu sendok madu. ia segera membuka lemari pendingin dilihat nya, barangkali ia bisa menemukan sesuatu yang bisa ia makan.
dan syukurlah ada sepotong Pei apple kesukaan nya. ia segera melahap habis Pei itu itu dan meminum segelas susu nya sampai habis hingga ia lupa ber foto dulu.... menjalankan pesan dokter utama.
" oh ya ampun. aku lupa foto dulu. " segera bulan mengambil ponsel yang berada disaku nya dan mulai foto dengan gelas yang sudah kosong.... namun bisa dipastikan dokter utama akan percaya jika bulan sudah meminumnya, pasalnya bibir bulan masih menyisakan sisa susu berwarna putih yang masih menghiasi ujung bibirnya. seperti anak usia tiga tahun saja kelakuan bulan.
kirim...
bulan segera mengirimkan gambarnya pada utama.
"**tugas selesai...mau balik ke kamar, dan tidur chentek dulu dokter. "
"oke bulan. selamat tidur mimpi indah, jangan lupa berdoa sebelumnya**. " balas utama menyudahi percakapan nya. "wanita yang lucu, sungguh kamu sangat menggemaskan bul, " gumam utama sambil terus memandang foto bulan yang belepotan susu.
" woke"
__ADS_1