
Sepekan Sudah Hidup Rembulan berjalan dengan Normal. tak ada yang mengoda nya saat ia berada di toko. bulan mulai merasakan ada yang aneh dalam hidupnya, bulan merasa ada sesuatu yang hilang tapi entah itu apa... ?
Tok... tok...
Bunyi seseorang yang mengetuk pintu kamar bulan.
"masuk... " ucap bukan mengizinkan siapa saja dibalik pintu yang telah mengetuk tanda memohon izin untuk masuk.
"ibu... " Panggil bulan saat mengetahui ternyata ibu nya ya g telah mengetuk pintu nya. "tumben"batin bulan. pasalnya selama ini ibu nya tidak pernah mengetuk pintu kamar nya. ibu nya selalu masuk tanpa di nyana nyana oleh bulan.
"Bulan dengerin ibu, Besok Kamu pergi ke rumah Nenek ya di Desa.. ? ibu gak bisa kesana. karna ada urusan yang harus ibu urus disini. " ucap bu nilam sambil menegelus kepala putri cantik nya itu.
"tumben bu, ada apa ibu menyuruh bulan ke rumah nenek, bukankah baru 1 bulan yang lalu kita dari sana?" tanya bulan penasaran dengan perintah ibunya yang ia rasa mendadak dan Aneh.
"Nenek sakit nak, tapi sekang sedang sakit. beliau bilang rindu sama kamu. " jwab bu nilam singkat.
"baiklah bu, sesuai perintah anda... "jawab bulan sambil memeluk tubuh wanita yang tak lagi muda namun tetap cantik memancarkan aura ke ibu an itu.
bulan sangat menyayangi ibu nya. apapun yang ibu inginkan sekuat tenaga akan bulan lakukan selagi mampu.
°°°°°°°🌛🌜°°°°°°°
Ke esokan harinya
Bukan sedang mempersiapkan Keberangkatanya menuju kota di Jawa Timur, ya tepatnya di kota Pasuruan. Itu adalah kota kelahiran ibu nya dan kota tempat tinggal nenek nya tercinta.
"Sudah siap semua dek" Tanya bang Abas sambil mengacak lembut rambut adik nya tercinta. terasa berat memang melepaskan adik cantik nya itu pergi sendiri tanpa di dampingi oleh abang tampan nya itu namun apalah daya, Sebab tidak mungkin Abas meninggalkan toko untuk waktu yang lama. bisa bisa mereka mengalami kebangrutan dan tidak mendapatkan asupan cuan dari toko yang selama ini menjadi Pemasok pundi pundi cuan di keluarga kecil itu.
"Sudah Bosqeu" jawab bulan manja. sambil memeluk abang tampan nya.
__ADS_1
"Kenapa dek" tanya abas. dia melihat ada tatapan yang pada bulan. semua terasa aneh dan ahhh entahlah...
"Bulan merasa bulan bakalan pergi laaaaamaaaa banget deh bang. kayak nya bulan bakalan kangen sama wajah tampan abang tercinta deh" jawab bulan sambil terus memeluk erat tubuh abang nya itu.
"Apaan sih dek!! km gak usah ngomong kayak gitu. kamu kan cuma nginep sepekan disana. issshhh buat hati gak enak aja loh.. " ucap Abas sambil mengelus rambut panjang bulan.
"Bulan.... naaaaak.... taxi nya sudah datang" teriak bu nilam dari lantai bawah seketika memecah kesunyian di kamar bulan.
"Baik bu" jawab bulan sambil berlari lari kecil menuruni anak tangga sambil membawa ransel yang cukup besar. entah apa saja yang sudah bulan masukan dalam tas itu, hingga tas itu nampak membengkak hampir tak bisa di tutup lagi.
"Salam sama nenek ya nak. "ucap bu nilam sambil mencium kening bulan. sesaat setelah bulan pamit dan mencium punggung tangan ibu nya tercinta.
"jagain Abang Abas ya bu, jangan sampai dia menikah saat aku belum pulang.... hahahaha" ucap bulan bercanda sambil mengelingkan matanya ke arah abang nya yang sedari tadi menunggu di samping taxi.
"Bawel" balas Abas sambil tersenyum pada adik kecilnya itu.
"bYeeeeee byeee Assalamuallaikum... !!!" ucap bulan dari dalam taxi yang terbuka kaca jendelanya.... sambil melambaikan tangan nya..
°°°°°°🌛🌜°°°°°°
Tepat tengah hari bulan telah sampai di kota pahlawan. ia segera turun dari kereta, bulan menengok kanan dan kiri, nampak nya bulan sedang mencari seseorang yang akan menjemputnya.
"Hai bul..... !!! aku disini" teriak seorang gadis dengan krudung hitam nya. dia adalah Amira sepupu Bulan dari pihak ayah. dia adalah anak dari Saudara laki laki tuan Malik. dia tinggal dan lahir di kota pahlawan itu.
sebelum berangkat bulan sengaja Mengirimkan pesan pada Amira, bulan ingin Amira menjemputnya dan menginap dirumahnya selama 2 hari. bulan merasa tubuhnya tak sanggup jika langsung menuju kota pasuruan. yang berjarak 3 jam perjalanan mengunakan mobil dari kota pahlawan.
bu nilam menyetujui keinginan bulan, dia tau betul Amira Akan sangat menjaga bulan dengan baik.
"Hai mir" jawab bulan sambil menaruh tas ransel yang terasa sangat berat itu..
__ADS_1
"Ayok buruan, gue laper nih" ucap Amira setelah mereka saling berpelukan melepas rindu.
"Siap mir, kita cusss.... eh km Naik apa tadi?"tanya bulan.
"Hmmm.... naik motor lah. aku kan gak bisa nyupir mobil bul". jawab Amira dengan bahasa Indonesia yang berlogat kental surabaya...
"oh yo seh aku lali" jawab bulan dengan bahasa jawanya yang pas pas an demi mengoda Amira... dan terkekeh kekeh kecil.
Rumah Amira berada di Surabaya Barat. Dari stasiun Butuh waktu sekitar setengah sampai satu jam jika jalan lancar bebas dari macet. saat di perjalanan mereka berdua berhenti di warung bakso pinggir jalan.
Amira memesan bakso jumbo extra bawang 2 porsi untuk nya dan bulan.
mereka berdua melahap habis bakso nya dan segera pergi melanjutkan perjalanan yang masih butuh waktu setengah jam lagi. Amira Memilih melewati jl. Hr. Muhammad. karna dirasa jalan itu paling cepat dan bebas macet tentunya untuk menuju kerumah nya. di perjalanan itu motor Amira melewati perumahan elite yang Luar biasa Di daerah Surabaya barat...
"buseeeet.... gede amat rumah nya mir, Mau donk satu... "ucap bulan sambil tersenyum melihat rumah yang berjejer jejer Indah bak istana dalam negri dongeng...
"Sholawain aja bul. biar jadi milik mu" jawab Amira sambil tersenyum mendengar ocehan bulan.
dan tiba tiba.....
BRUUUUUUKKKKKKKKKKK.......
"Ya Allah...... " Pekik Amira... setelah menyadari dirinya sudah tergeletak di aspal.... Tubuhnya terasa sangat sakit terutama pergelangan tangan nya...
lalu dimana bulan. gumamnya dalam hati. dengan terseok Seok Amira mencoba bangkit dan apa yang dia dapati. Ia melihat bulan tergeletak di jalan Dengan cucuran darah yang begitu banyak dari belakang kepala nya....
"Ya Allah Rabbi.... " teriak Amira keras sambil berlari menghampiri tubuh saudara nya yang tergeletak tak berdaya itu.
"bulaaan... bulan.... bulan... "panggil Amira sambil Menangis dengan sekuat tenaga... Dia menegok kiri dan kanan. memohon pertolongan. Amira juga mendapati ada tubuh lain yang tergeletak tak jauh dari tubuh bulan berada. Amira tak bisa melihat wajah nya, karna ada helm yang masih terpasang Di kepala nya.
__ADS_1
lalu banyak orang datang menghampiri memberikan pertolongan pada Amira, bulan dan orang yang juga tergeletak itu.
wiuuuu wiuuuuu wiuu..... !!! ambulan pun datang dan segera membawa bulan menuju rumah sakit terdekat.