Moon Among The Stars

Moon Among The Stars
Mencoba Mempertahankan


__ADS_3

Hai pembaca, sebelum mulai melanjutkan cerita nya jangan lupa beri dukungan buat karya sederhana ku yang masih pemula ini ya, biar makin semangat dalam menuliskan cerita nya.


🌸selamat membaca... 🌸


"Aaaa... aaa apa maksut nenek" tanya bulan dengan nada tenaga bata karna terkejut mendengar apa yang baru saja nenek ny katakan.


"iya dia calon suami mu bulan. ayah nya adalah orang yang selama ini banyak berjasa pada keluarga kita, ayah nya juga yang selama ini memeberikan bantuan atas masalah keuangan pada toko milik ayah mu dan menanggung semua biaya pengobatan ibu mu. "ucapan nenek saidah menjelaskan.


"Bulan gak mau nek. gak mau dijodoh jodohin... lagian bulan udah nikah " jawab bulan asal. bagaimanapun cara nya bulan harus bisa menghindar dari perjodohan yang menurutnya sangat tidak masuk akal ini.


"menikah.... ??" tanya nenek saidah kaget.


"menikah... !!!! hah kapan?dengan siapa?"tanya Ali tak kalah terkejut nya. karna yang dia tau selama ini bulan masihlah sendiri...


"mas Al sayank. jangan bercanda gitu deh... " jawab bulan sambil meraba ranjang nya mencoba mencari seseorang.


"Bercanda apa?" tanya Ali dengan pasang mode terkejut.


"Kita harus berani bicara mas Al. biar nenek tau, semua belum terlambat mas. " ucap bulan lagi... bulan benar benar sudah gila. dia berkata kata tanpa berfikir dulu, yang ada dalam otak nya saat ini hanyalah bagaimana caranya agar perjodohan bodoh ini tidak terjadi.


"akuuuu... "Suara Ali nampak terbata bata.


plaaakkk....


suara tangan nenek saidah menggampar pipi Ali dengan keras nya.... "kurang ajar. kenapa kau menikah I cucu ku diam diam. apa kamu sudah menghamili cucu ku?"tanya nenek saidah dengan penuh kemarahan.

__ADS_1


"haaaah... " Ali begitu terkejut dengan tamparan nenek saidah. Ali mulai merasakan sedikit rasa panas di pipi nya. "boro boro menghamili cium aja gak pernah, kecuali buat anak itu bisa hanya melalui transfer data.... itu bisa saja.... hahaha " gerutu Ali dalam hati. bukan nya marah pada bulan atas kebohongan nya, Ali malah merasa sangat bahagia. setidaknya bulan bisa terlepas dari laki laki yang nampak bodoh di depan nya itu. dia memang lumayan tampan sih dengan kumis tipis dan rahang tegas nya pria itu nampak sangat macho dan menawan. ahhhh tapi tidak untuk bulan. ucap Ali sambil terus memandang wajah amar dengan senyuman sinis.


"Nenek tentu saja aku tidak hamil nek !!!nenek tenang dulu. nenek gak boleh main kasar gitu... !!"ucap bulan sambil menitihkan air mata... bulan tidak bisa membayangkan Nenek nya telah menampar Ali dengan sangat keras, hingga suara nya dapat di dengar oleh kedua telingga bulan.


"lalu kenapa kalian harus menikah diam diam...??" tanya nenek kesal.


"anu nek....emm...anu" jwab bulan terbata bata. jelas seja bulan bingung harus membuat alasan apa karna apa yang ia katakan tadi hanyalah sebuah kebohongan yang tak terencana.


karna tak juga mendapatkan jawaban dari cucunya itu. nenek saindah pergi dengan perasaan kesal, nenek segera berlalu pergi meninggalkan bulan. tapi sebelum menutup pintu kamar bulan, nenek berkata "setelah sembuh nenek tunggu kedatangan mu dan semua penjelasan mu dipasuruan, bersama suami mu si tengil itu. sebelum kamu datang nenek tidak akan memberi tahu ibu mu dulu perihal semua masalah ini, nenek yakin ibu mu akan sangat terkejut dan jatuh sakit jika tau kamu sudah berbuat macam macam" ucap nenek saidah sambil membanting pintu dan pergi bersama amar.


braaak...


sesaat kamar itu terasa hening.


"selamat.... huffft" ucap bulan sambil mengelus dada nya.


"Entahlah al. aku hanya mencari cara agar kabur dari perjodohan bodoh itu. " jawab bulan sambil menggaruk garuk tangan nya yang sama sekali tidak gatal.


"Tenang aja bul.Setelah seminggu kamu dirawat . aku akan bawa kamu menemui mama ku dan kamu bisa tinggal dirumah ku sambil melanjutkan pengobatan. " ucap Ali sambil mengelus elus lembut pipi bulan yang baginya selalu nampak mempesona dalam keadaan apapun.


°°°°°🌛🌜°°°°°°


sepekan sudah bulan dirawat dirumah sakit. hari ini dia akan di bawa oleh Ali pulang menuju rumahnya. Ali juga sudah menjelaskan pada mama nya tentang siapa sebenarnya bulan, juga tentang semua masalahnya.


mama dan papa Ali hanya bisa setuju dengan semua keputusan yang Ali ambil..asalkan putra semata wayang nya itu bisa bahagia, dan tidak menjadi pemabuk kembali.

__ADS_1


"selamat datang nona Bulan .. !!"sapa seorang wanita dengan bahasa yang begitu lembut dan sopan.


"Hai, siapapun kamu, apa kabar? aku masih belum bisa melihat. ku harap aku tidak Akan merepotkan mu nanti.. "jawab bulan tak kalah sopan nya.


"tentu saja tidak nona. nyonya dan tuan sudah menitipkan nona pada kami. jadi apapun yang nona butuhkan jangan sungkan bilang pada kami. "


"trimkasih.... maaf dengan siapa?"tanya bulan.


"saya bik Ija non, saya ketua pelayan disini" jawab bik ija dengan sopan dan menjabat tangan bulan yang sedari tadi sudah bulan ulurkan ke sembarang arah.


"owh ya. senang berjumpa dengan bik ija. "ucap bulan dengan lembutnya.


"sudah, ayo kita masuk bul. nantik kamu capek.. "ajak Ali sambil menuntun tangan bulan masuk kedalam rumah yang indah bak istana di negri dongeng . rumah yang pernah bulan kagumi saat melintas di depan nya. rumah megah dengan desain eropa nan Unik beserta Halaman yang cukup luas untuk menapung puluhan mobil di halaman nya, juga sebuah kolam renang yang indah di rooftop Membuat rumah itu patut mendapatkan pujian SEMPURNA.


kaki Ali sudah mulai pulih dan bisa berjalan, walau masih terseok Seok namun sudah cukup mampu untuk bisa menggedong bulan sekalipun. Ali selalu bersemangat dalam menjalani setiap sesi terapi nya, ia ingin segera bisa menjaga bulan dan merawat nya, hingga bulan cantik bisa sembuh dan dapat melihat kembali dunia.


"Al.sopan gak sih kamu ajak aku pergi saat bik ija masih mengajak ku bicara? "tanya bulan sambil memasang wajah cemberut.


bulan adalah gadis yang sopan, terlebih pada orang yang lebih tua darinya, pantas saja ia kesal saat Ali mengajak nya pergi saat bik ija masih berbincang dengan bulan.


"tentu saja tidak bul. diakan hanya seorang pelayan disini, kamu jangan terlalu kaku gitu santai aja. "jawab Ali sambil terus memegang tangan bulan dan berjalan perlahan lahan menaiki anak tangga satu persatu.


"Hmmmm dasar tuan kaya. emang kalau pelayan kamu bisa bersikap seenak nya. ?"tanya bulan kesal dengan jawaban Ali.


"Begitu sopan sekali bulan dengan bik ija. berbeda saat bersama ku dulu. saat bersama ku dulu bulan begitu angkuh dan kasar... kenapa memang nya dengan ku, apa ada yang salah dengan ku? kenapa bulan begitu membenciku.... ?"pertanyaan itu tiba tiba muncul dalam pikiran Ali. Ingin sekali Ali menanyakan pertanyaan itu langsung pada bulan. tapi Ali tidak berani. Ali takut bulan akan tau siapa sebenarnya orang yang berada di dekatnya saat ini.

__ADS_1


krekkkk....


__ADS_2