
Ali merasakan kantuk yang amata sangat, maklum saja semalam Ali tak bisa terpejam walau sedetik saja. wajal bulan nanti ayu.. bibirnya yang terlihat begitu manis terus menghantui pikiran nya.walau begitu sekuat tenaga Ali mencoba bangkit dari rebahan nya. ia segera memencet bel untuk memanggil perawat. ia ingin segera ke kamar kecil membersihkan tubuh nya dan bergegas berjumpa dengan bidadari hati nya, tak lain dan tak bukan adalah Rembulan Malik.
"Hai bul... bahagimana tidur mu semalam? tanya Ali pada bulan lembut sambil menggenggam tangan nya.
"Kacau, aku semalam tidak terjaga sama sekali. aku tidur bagaikan orang mati. setelah adzan berkumandang aku baru tersadar dari tidur panjang ku" jawab Bulan dengan Santai nya...
"ngomong apa sih bul. koh mati mati segala. aku gak suka. kamu bakalan panjang umur biar bisa nikah sama aku... "ucap Ali seenak nya.
"haha... siapa juga yang mau nikah sma kamu yheek.. " ejek bulan bercanda.
"aku takut.... bul"
"takut kenapa ?"tanya bulan penasaran dengan ucapan Ali yang tiba tiba terhenti.
"takut kamu bakalan pergi ninggalin aku kalau kamu sudah sembuh dan kembali bisa melihat dunia" jwab Ali lesu.
"kalau begitu gak usah bisa melihat lagi aja. jika itu yang kamu mau, !!!"ucap bulan ngawur.
"apa'an sih bul. aku, aku mau kamu segera sembuh..." ucap Ali dengan suara teputus putus.
"Boleh gak aku pegang wajah kamu Al... " tanya bulan penuh harap.
"boleh, boleh banget... mau pegang yang lain juga boleh.. "jawab Ali sambil tertawa.
__ADS_1
"ishhhh.... apa an sih" ucap bulan kesal dengan keusilan Ali.
tak berselang lama Ali menaruh tangan bulan diwajah nya. bulan mulai meraba raba wajah Ali. ada senyum tipis dibibirnya. bulan membayangkan bagaimana wajah Ali. apa dia sangat tampan atau malah tidak sama sekali. ada bulu bulu halus mengiasi pipinya . bulan melepaskan tangan nya karna merasa geli dan malu.
"kenapa bul. geli ya... "tanya Ali menggoda. setelah melihat pipi bulan yang merona, karna malu.
"Gak.ihhhhssss..... Al, kamu itu ganteng atau jelek... ?" tanya bulan sengaja menggoda Ali. memang apa penting nya dia tampan atau tidak, bukankah dia bukan siapa siapanya bulan.
"aku itu jelek banget bul sampai gak ada wanita yang suka dan mau menjadi istriku. aku berharap ada wanita bodoh yang mau menikah dan menghabiskan sisa hidupnya bersamaku. " ucap Ali dengan suara pilu. dia masih ingat hari dimana bulan menolak cintanya. dia takut bulan akan marah dan lebih membencinya saat tau siapa dia sebenarnya.
"Aku mau.... kalau kamu melamar ku, asalkan kamu serius Dan tulus. hahaha. berarti aku akan menjadi wanita bodoh yang kau sebutkan tadi, karna sudah mau menikah dengan mu. " ucap bulan sambil tertawa cukup keras.... tentu saja bulan hanya sekedar bercanda sama sekali tidak terdapat keseriusan dalam kata katanya.
namun Ali menanggapi nya lain. dia begitu bahagia mendengar apa yang di ucapkan oleh bulan.
cekreeekk...
"bulan.... cucu nenek!!!" pekik seseorang dari kejauhan. seketika wanita itu berjalan dan memeluk tubuh cucunya yang masih terbaring lemah di atas tempat tidur itu.
"nenek... ? bagaimana nenek bisa kemari, bukannya nenek sakit? " tanya bulan heran, ia ingat betul atas perintah ibunya itulah bulan berangkat menuju Jawa Timur dengan alasan bahwa nenek nya sedang sakit dan membutuhkan seseorang untuk merawatnya.
"nenek gak sakit. nenek berbohong, nenek mau kamu datang ke pasuruan agar nenek bisa mengenalkan mu dengan seseorang. kalau nenek jujur kamu pasti akan menolaknya. "ucap nenek saidah pada cucunya dengan lembut.
"nenek..... !!!!!" pekiki bulan kesal pada nenek nya.
__ADS_1
"usia mu sudah 24th bulan kamu sudah bukan anak kecil lagi. kamu harus segera menikah sebelum kecantikan mu hilang. " ucap nenek sambil tersenyum melihat cucu nya sangat kesal padanya.
"kemarilah nak. knapa kamu hanya diam disana?" panggil nenek pada seorang pria yang sedari tadi hanya berdiam diri di dekat sofa tanpa berani mendekat.
"Baik nek.. "jwab pria itu singkat. seketika pria itu mendekat mengulurkan tangan nya pada bulan. tentu saja bulan hanya diam. dia tak bisa melihat jika disana ada tangan yang sudah siap untuk menjabat tangan nya.
"bulan... !!" panggil nenek saidah demi melihat kebisuan bulan.
"apa.. nek? "tanya bulan bingung saat nenek nya memanggil namanya tanpa sebab.
"maaf nek saya harus menyela. bulan mengalami kebutaan sementara akibat benturan keras yang mengenai kepalanya. makanya bulan tidak bisa melihat jika seseorang ingin berjabat tangan dengan nya. " ucap Ali memberitahu. sepertinya nenek saidah belum tau jika bulan mengalami kebutaan akibat dari kecelakaan itu.
"Ya Alloh.... nak... sayang. cucu nenek. "peluk erat kembali nenek saidah berikan pada cucunya itu, ketika tau bulan mengalami kebutaan.
"bulan gak papa kog nek. ini hanya sementara. bulan bakalan bisa melihat dunia lagi. dan nenek tercinta tentunya... "jawab bulan dengan senyuman yang begitu manis membuat jantung Ali berdegup kencang saat memandang nya.
"ini Amar, " nenek mengambil tangan bulan dan menyatukan nya dengan tangan Amar.
"owh ya. Amar... apa kabar ? "sapa bulan membuka obrolan.
"aku baik. bagaimana dengan mu, aku harap kamu lekas membaik bulan. "ucap Amar yang masih setia memegang tangan bulan.
"ekhmmmm..... khmm" suara Ali terdengar sedang batuk batuk kecil, sebenarnya tenggorokan nya tidak gatal. hanya hatinya yang gatal melihat ada laki laki lain berani menyentuh pujaan hatinya.
__ADS_1
bulan yang tersadar itu suara Ali segera menarik tangan nya dan terdiam. apa yang ada dalam hati bulan, dia merasa takut Ali berfikir yang aneh aneh tentang dia.
"dia Amar ... calon suami mu bulan"ucap nenek saidah seketika membuat suasana menjadi sunyi dan canggung.