Moon Among The Stars

Moon Among The Stars
Bertahalah....


__ADS_3

Bulan masih tertidur pulas di atas tempat tidur mewah nya, dengan bik ija yang masih setia duduk di samping nya.


kreekk....


Ali mencoba berjalan perlahan lahan kedalam kamar bulan


" Dia masih tertidur bik?"tanya Ali pada bik ija dengan suara berbisik, karna takut membangunkan bulan yang tertidur sangat lelap.


"iya tuan. apa tuan ingin saya membangunkan nona?"tanya bik ija, melihat Ali yang terus saja memandang wajah ayu gadis yang masih tertidur itu.


"tidak usah bik, biarkan dia istirahat. pergilah bik biarkan aku yang menjaganya. "ujar Ali sambil duduk di atas sofa.


Ali masih setia membisu dalam diam. ia terus memandang wajah ayu gadis dambaan jiwa nya.


ia tak habis pikir dengan kejadian tadi. kenapa dia bisa sebodoh dan sesembrono itu? apa bulan marah padanya...


" oh Tuhan" gumam Ali sambil terus mengusap wajah nya kasar.


"Bik.... bik.... !!!" suara bulan mencari seseorang disamping ranjang nya, yang tadi telah berjanji tidak akan pergi meninggalkan nya.


Ali segera mendekat, memegang tangan bulan yang sedari tadi terus meraba tak karuan.


bulan mencoba merasakan tangan milik siapa yang sedang menggenggamnya itu...


saat tau itu adalah tangan Ali.


seketika bulan melepaskan tangan nya.


"kenapa bul... masih marah.. ?aku minta maaf atas kejadian tadi?"mohon Ali dengan suara begitu penuh penyesalan.


"Hmmm.... "jawab bulan malas,

__ADS_1


entah apa yang ada dihati bulan saat ini. malu, marah atau apa?


Untuk sesaat kamar itu terasa sangat hening, bulan dan Ali sama sama terdiam.


"apa kamu tau itu adalah ciuman pertama ku, dan kamu telah mencurinya dari ku" seketika suara bulan membuat ali tersenyum lega, setelah seperkian detik bulan hanya membisu.


"sekali lagi aku mohon maafkan aku bulan? apapun akan aku lakukan asal kamu mau memaafkan ku" pinta ali dengan suara yang masih sendu.


"Baiklah, aku kira km memang benar benar menyesal. dan akan berjanji untuk tidak melakukan nya lagi. " jawab bulan sambil meraba raba lagi mencari tangan milik ali.


Ali sangat tanggap, ia segera meraih tangan bulan dan kembali menggenggam nya.


"taukah kamu al. aku begitu takut dalam kegelapan ini, apa kamu percaya bahwa aku bisa sembuh dan kembali melihat? bagaimana jika aku akan buta untuk selamanya?" bulan sekali lagi ia mulai menangis.


ia tak bisa membayangkan bagaimana jika ia benar benar akan buta untuk selamanya.


"kamu akan baik baik saja bul. papa telah memberikan perawatan terbaik nya untuk mu, dia juga telah menyuruh dokter terbaik dirumah sakit kami untuk mengobati mu. jika dibutuhkan kamu akan aku bawa berobat ke luar negri, demi mendapatkan pengelihatan mu kembali. sementara waktu ini kamu harus tetap semangat bul, dan melanjutkan pengobatan.


membuat bulan yakin dan percaya dengan semua ucapan Ali tadi.


"Smoga aku bisa segera melihat dunia kembali. aku akan sangat senang jika sudah bisa melihat bik ija. melihat kamar ku yang kata mu sangat luas, juga melihat keluarga ku kembali. " ujar bulan penuh semangat tak lupa dengan senyuman mengembang di bibirnya, membuat lesung pipi nya semakin tergurat sangat jelas.


sekali lagi berhasil membuat Ali jatuh cinta, lagi, lagi dan lagi.


"bagaimana dengan ku?apa kamu tidak ingin melihat ku gadis cantik? " tanya Ali penasaran.sambil mencubit keras pipi bulan.


"sakit tau...lagian, untuk apa aku ingin melihat mu? " goda bulan pada Ali.


"ya untuk melihat tuan bodoh dan jelek mu ini? apa kamu tidak ingin tau seberapa buruk rupa ku dan seberapa bodoh nya aku?"


"tidak... !!" jawab bulan sambil tergelak.

__ADS_1


"bahagialah selalu bulan, ya seperti saat ini dan untuk selamanua"gumam Ali dalam hati sambil terus memandang wajah bulan yang masih saja tertawa.


tanpa terasa waktu sudah mulai menunjukan pukul delapan malam. Ali segera meminta bik ija mempersiapkan makan malam untuk bulan, dan membawanya ke kamar.


seperti biasa Ali dengan setia menyuapi bulan, membuat bulan merasa diperlakukan sangat istimewa.


bulan mulai merasa ada getaran getaran aneh pada hatinya, saat Ali mengelap lembut bibir nya.


"apa aku mulai menyukai nya? atau jangan jangan aku sudah jatuh cinta padanya? " gumam bulan dalam hati sambil terus menelan suap demi suap makanan yang Ali berikan.


"Tidak bulan. jangan mencintainya, dia hanya iba padamu. semua perhatian yang ia berikan padamu, hanya wujud dari rasa bersalah nya. kamu harus sadar itu" sontak bisikan hati itu membuyarkan semua lamunan bulan.


bulan sadar betul siapa dia, dia hanya seorang gadis buta dan dari keluarga sederhana. sedangkan Ali adalah tuan kaya pemilik rumah sakit internasional. sungguh tak pantas jika tuan Ali harus bersanding dengan nya.


malam telah datang, Ali segera mempersiapkan tempat untuk bulan beristirahat.


ia mulai merebahkan tubuh bulan di atas ranjang dengan perlahan, seperti biasa tak lupa Ali menyelimuti tubuh bulan.


Ali duduk tepi ranjang tempat bulan merebahkan tubuhnya.


dengan setia Ali menggenggam tangan bulan, menunggu sampai gadis itu tertidur.


bulan selalu meminta Ali untuk tidak melepaskan genggaman tangan nya sebelum ia tertidur. ia berkata jika dirinya sangat takut.


jika Ali tidak menggenggam tangan nya ia merasa sendiri didunia.


Setelah Ali merasakan bulan sudah mulai tertidur Ali segera berpindah menuju sofa dan membaringkan tubuhnya disana.


dilihatnya sang pujaan hati telah terlelap jauh ke alam mimpi, Ali berharap saat bulan telah sembuh ia akan mau menerima Ali dengan segala perasaan cinta nya.


°°°°°°°🌛🌜°°°°°

__ADS_1


jangan lupa like nya ya pembaca setia, karna 1 like mu saja sudah cukup membuat hati ini bahagia dan bersemangat untuk menuliskan kisah sederhana ini. 🥰 love you All


__ADS_2