Moon Among The Stars

Moon Among The Stars
angin surga


__ADS_3

Kini mereka ber empat pun telah berada di sebuah kafe yang berada di kawasan rumah sakit.


Abas yang sedari tadi hanya diam mengawasi Ali yang masih setia menggenggam tangan bulan adik nya, mulai mengingat ingat sesuatu.


"Al bisa kita bicara?"


"tentu saja bang"jawab Ali pada abas.


mereka berdua pun pergi menjauh dari tempat duduk bu nilam dan bulan.


Ali hanya diam,seribu tanya dalam benak nya kini. apa yang akan dibicarakan oleh abas hingga mengajak nya jauh dari Bulan tercinta nya.


"kamu Ali yang dulu mengejar bulan kan? yang kita temui di mall? bener gak sih?" tanya abas membabi buta.


sepertinya abas masih ingat betul dengan wajah pemuda yang menggoda adik nya itu.


belum sempat menjawab Ali keburu dibrondong pertanyaan lagi oleh abas" oh ya.... loe kan ponakan nya tante atika itu kan? apa loe sengaja nabrak adik gue karna dia gak trima cinta loe?"


"sumpah Demi apapun bang, saya gak sengaja nabrak bulan. bahkan awal nya saya gak tau bahwa orang yang saya tabrak itu adalah bulan, bang.


saya memang Ali yang dulu. saya ponakan dari tante atika. tapi demi apapun bang saya gak pernah dengan sengaja menabrak bulan !!! saya sangat mencintai bulan, mana mungkin saya akan melukai wanita yang begitu saya harapkan menjadi pendamping hidup saya. " jawab Ali sambil menyatukan kedua tangan nya memohon dengan harapan agar abas mau menerima dan percaya dengan jawaban nya itu.


"kog bisa kamu ada disini? kamu membuntuti bulan sampai disini atau gimana?"


"gak bang, saya gak buntuti bulan. saya memang tinggal dan lahir di kota ini bang. Bahkan rumah sakit ini adalah milik papa saya" jawab ali coba meyakinkan abas bahwa dirinya tidak ada niatan sama sekali untuk mencelakai bulan.


"baiklah untuk sementara waktu aku percaya pada semua ucapan mu, tapi awas saja sampai kenyataan berkata lain!!!" abas coba memperingatkan Ali, sambil meninju pelan bahu pemuda itu.


"baik bang. "


"ayo kita kembali ke meja kita. ibu dan bulan pasti sudah menunggu kita. "ajak abas pada Ali.


tak berselang lama hidangan yang sedari tadi mereka pesan pun datang.

__ADS_1


dengan sigap Ali segera memulai aktifitas rutinan nya menyuapi bulan sang pujaan hati.


suap demi suap ali berikan pada bulan dengan penuh kelembutan sambil sesekali mengelap sudut bibir bulan yang sedikit belepotan saus dari pizza yang dimakan nya.


Di depan mereka , ada bu nilam dan abas yang dengan seksama memandang sepasang insan yang terlihat sangat uwuw itu.


abas hanya bisa tersenyum simpul. melihat orang yang dulu begitu bulan benci kini menjadi orang yang begitu perhatian padanya dan menjaga nya sepenuh hati.


"mau ibu aja yang suapin nak?"tanya bu nilam pada putrinya itu.


"gak usah bu, biar ali saja. ali sangat bahagia saat bisa merawat dan menjaga bulan, jadi ali mohon jangan ambil kesempatan ali untuk merawat bulan ya? sekalipun bu nilam sudah bersama bulan" pinta ali dengan nada memelas.


bu nilam hanya bisa tersenyum dan menganggukan kepalanya tanda persetujuan atas apa yang ali pinta barusan.


"sudah, aku kenyang banget al" ujar bulan menghentikan tangan ali yang sekali lagi ingin menyuapi nya.


"km makan nya dikit banget bul, km harus makan yang banyak. ada banyak obat yang harus kamu minum" jawab Ali.


"ayolah, satu kali lagi. " pinta ali.


bulan pun mulai membuka mulut nya dan


" awwwwww.... sakit bul, ishhh... " jerit ali sambil menarik tangan nya serta meniup niup jari yang tergigit oleh bulan.


"bulan... !" tegur bu nilam, melihat kejahilan putrinya itu pada ali.


"hehehe.... sorry" jawab bulan singkat.


ali kemudian tersenyum dan mengelus lembut rambut bulan.


"mau lagi? "


"apanya?"tanya bulan menjawab pertanyaan ali.

__ADS_1


"gigitnya... !!" ali pun tergelak melihat wajah bulan yang nampak terkejut dengan tawaran ali.


bu nilam dan abas pun ikut tertawa kecil saat melihat wajah bulan merona merah karna malu.


°°°°🌛🌜°°°°°°


Dikediaman Tuan Haydar Ali.


" Mari bu nilam, ber istirahat lah dulu. pasti sangat melelahkan perjalanan nya tadi" ujar bu soraya begitu lembut sambil merangkul bahu bu nilam mengajak nya berjalan menuju kamar yang sudah dipersiapkan oleh para pelayan atas permintaan bu soraya.


"trimkasih banyak bu soraya. saya tidak lelah bu, saya malah sangat bahagia bisa bertemu bulan kembali. ibu dan keluarga telah menjaga putri kami Dengan Sangat baik, trimkasih Bu. dan maaf jika selama ini bulan banyak merepotkan keluarga ibu dan bapak haydar. " jawab bu nilam


"tentu saja tidak bu nilam! bulan adalah calon menantu dikeluarga kecil kami. tentu saya dengan senang hati bisa menjaga nya, bulan juga tidak merepotkan sama sekali. bulan gadis yang sangat manis dan menyenangkan, saya sangat bersyukur ali jatuh cinta pada gadis yang tepat. ali sangat beruntung bisa mendapatkan bulan" suara bu soraya penuh dengan ketulusan saat mengucapkan nya.


"trimkasih sekali lagi bu" ucap bu nilam, mata nya berkaca kaca. saking bahagia nya mendapati putri cantik nya akan menjadi menantu di keluarga yang sangat baik dan sopan.


bu soraya adalah wanita kaya raya yang sangat baik. tidak hanya bulan dan bu nilam yang bisa merasakan kebaikan bu soraya, tapi semua orang yang pernah ia jumpai, pasti tau betapa baik dan dermawan nya nyonya haydar Ali itu.


kini Bu nilam dan abas segera ber istirahat di kamar yang telah dipersiapkan oleh keluarga haydar. kamar yang begitu luas nanti megah.


bahkan kamar itu lebih luas dari ruang tamu dirumah mereka....


"gila.... kaya bener keluarga ini ya bu. sungguh beruntung adik ku itu jika dia benar benar menikah dengan Ali. yang juga sangat mencintai dan mengagumi nya " ujar abas sambil terus mengamati keindahan bangunan kamar itu.


"Mungkin ini jalan nya dari Tuhan, untuk bulan agar dia bisa bahagia nak. "jawab bu nilam sambil mengosok lembut bahu putra nya tersebut.


"Bu soraya telah meminta dengan sangat agar ibu menyetujui lamaran Ali, keluarga ini sungguh keluarga yang sempurna untuk menjadi bagian dari hidup bulan, bagaimana menurutmu bas.. ?" tanya bu nilam pada abas.


"aku sih setuju bu. aku yakin Ali akan menjaga bulan dan bisa membuat nya bahagia, seperti yang selama ini kita inginkan untuk kehidupan bulan. " jwab abas bijaksana.


"baiklah kalau begitu. nampak nya bulan juga sangat nyaman bersama Ali, ibu yakin bulan akan setuju menikah dengan nak Ali "


"iya" jawab abas singkat. menyudahi bincang bincang pada malam itu. dan mereka pun segera bersiap tidur.

__ADS_1


__ADS_2