Moon Among The Stars

Moon Among The Stars
Cinta yang tertunda


__ADS_3

Di ruangan lain.


"Nak bagaimana keadaan mu... apa masih terasa sakit?" tanya wanita yang duduk disamping tempat tidur pasien itu.pasien itu seorang pemuda yang sangat rupawan, dia hanya berdiam diri tak mengeluarkan sepatah kata pun. hanya tatapan mata kosong yang ia tunjukan. "Ma.. Apa orang itu baik baik saja? dia gak mati kan ma??" tanya pemuda itu dengan bibir bergetar.


"Ali, mereka berdua baik baik saja, yang satu hanya luka ringan... yang satunya lagi..... " ucapan ibu itu terhenti...


"yang satu lagi bagaimana keadaan nya ma?, kenapa mama diam?" tanya Ali dengan pandangan tajam dan tak terasa tiba tiba air mata nya keluar begitu deras nya.


"dia baik baik aja nak. dia juga menjalankan oprasi sepertimu, dia selamat.... jangan terlalu banyak berfikir nak. kamu harus memikirkan dirimu dulu. "ucap wanita itu kembali sembari memeluk dan mencium pipi putra tercinta nya itu.


"Papa mu akan datang. mama mau kamu bilang kamu ngantuk, jngan bilang apa apa lagi. dan satu lagi katakan padanya kamu tidak mabuk. ok" ucap Ibu itu pada Ali.


"Ma.tapi aku memang mabuk ma. aku memang salah, aku masih saja berusaha melupakan gadis itu dengan Kemabukan ku. oh ya Allah.... ini semua salahku. smoga orang itu baik baik saja ma. kalau tidak aku bisa mati membayangkan dosa yang harus ku tanggung. "


"Sudahlah nak, biar ini menjadi rahasia kita. papa mu gak perlu tau itu atau dia akan menghukum mu. kita akan bertangung jawab sepenuhnya, semua tenaga medis disini telah mama beritahu agar memberikan perawatan terbaik untuk nona itu " ucap Ibu itu dengan lembut dan senyum tipis nya.


siapa dia, ya dia adalah ibu dari Ali zainal Abidin haidar.


Dia Adalah Nyonya Soraya Haidar.istri dari Profesor Haidar Ali. sekaligus pemilik Rumah sakit xxx. Tempat dimana bulan dan ali di rawat.


ibu Soraya sudah tau dalam beberapa hari ini buah hatinya tercinta itu sering sekali pulang dalam keadaan mabuk, entah itu siang pagi atau malam. saat ditanya apa penyebab nya dia selalu berkata ingin melupakan sakit yang teramat dalam atas sebuah penolakan. ibu Soraya sangat tidak tega melihat putra nya menjadi seperti itu karna seorang gadis. dia ingin pergi menemui gadis itu dan memeninang nya untuk putra nya itu. tapi putra nya menahan nya, dia selalu berucap percuma saja. ibu soraya sangat penasaran dengan gadis yang telah berani menolak putra tampan nya itu.. tapi apa daya kesibukan dan larangan Dari putra nya membuat dia mengurungkan niat nya tuk pergi menemui gadis itu.


"Aku akan melihat nya ma" ucap Ali kepada bu Soraya.


"Apa kamu yakin dan mampu bertemu dengan nona itu, sedangkan keadaan mu sendiri seperti ini?"tanya bu Soraya lembut sambil memandang putra nya yang tampak sangat kacau itu.


"Aku siap ma.aku gak bisa tenang sebelum bertemu dengan orang itu. aku sangat merasa bersalah ma. aku akan berhenti mabuk ma aku bersumpah... tak akan minum lagi" ucap Ali pada bu Soraya.


"Baiklah nak. besok perawat akan mengantarkan mu menemui nona itu, tapi kamu hanya bisa duduk di kursi roda. karna kaki mu yang patah tidak akan mampu menahan bobot tubuh mu itu" goda bu Soraya pada putra nya sekedar mencairkan suasana.


°°°°°🌛🌜°°°°°°


"apa yang terjadi pada ponakan saya dokter?" tanya tuan ibrahim pada dokter yang telah selesai melakukan pemeriksaan pada kedua mata bulan.

__ADS_1


"Tampak nya nona Rembulan mengalami hilangnya daya pengelihatan yang di akibatkan benturan yang cukup keras di kepalanya dan mengakibatkan Saraf mata nya mengalami gangguan. Insyallah Ini hanya bersifat sementara tuan. dalam waktu 1 atau dua bulan nona Rembulan akan dapat melihat kembali dengan bantuan terapi dan obat obatan. insyallah" ucap dokter itu mencoba menjelaskan diagnosa nya.


"Alhamdulillah, setidaknya ini hanya sementara" ucap syukur tuan ibrahim dan amira begitu tiada tara.


°°°°°🌛🌜°°°°°


ke Esokan harinya


Ali bersiap siap menuju kamar nona yang menjadi korban dari kecelakaan naas yang di akibatkan oleh nya itu. dia sudah mendegar dari mama nya. jika nona itu mengalami kebutaan sementara dan Ali berjanji dalam hatinya akan merawat nona itu hingga ia sembuh dan mendapatkan pengelihatan nya kembali.


"siapa nama nona itu ma?" tanya Ali pada mama nya sebelum berangkat mengunakan kursi roda, dan tak lupa sebuket bunga mawar sbagai tanda permintaan maaf telah ia bawa.


"Mama lupa, kalau yang satu lagi mama ingat. namanya amira, dia baik baik saja. hanya mengalami luka di tangan nya dan itu sudah di jahit sayang" ucap bu soraya sambil membaca surat kabar online dari benda pilih ditangan nya.


"baiklah ma. aku pergi dulu" pamit Ali pada mama nya


Tok... tok tok.... "permisi... Assalamuallaikum" sapa Ali dari luar kamar sambil mengetok pelan pintu kamar itu.


"waalaikum salam"jwab orang dari dalam.


"Pak saya.... Saya orang yang telah menabrak putri bapak " ucap Ali sambil menundukan wajah nya tanda penyesalan yang begitu dalam dan tulus.


"oh ya nak. bagaimana keadaan mu. Smoga Allah memberikan keselamatan pada kita semua... " tanya tuan ibrahim yang terdengar sangat bijak dan pemaaf.


"saya baik Pak. hanya cidera kecil di kaki... sekali lagi saya mohon maaf pak" ucap Ali sambil mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan pak ibrahim.


"Alhamdulillah... lain kali lebih berhati hati ya nak. tentu saya maafkan. ini adalah musibah siapa yang ingin mendapatkan nya. ini ujian buat kita semua. terutama buat keponakan saya"


"trimkasih pak. Boleh saya bertemu dengan nona... ?" tanya Ali sambil memandang horden yang tertutup dikamar itu. sejenak hatinya begitu berantakan... Ali takut sekali, membayangkan nasib naas yang diterima gadis itu akibat dari ulah nya.


" tentu nak, sebentar ya.. " jawab tuan ibrahim


"Sayang, ada yang ingin bertemu" bisik tuan ibrahim lembut di telinga bulan.

__ADS_1


"siapa paman?"


"Dia... dia orang yang menabrak kalian nak. paman mohon jangan marah, dia juga mengalami patah dikakinya... smoga Allah lekas menyembuhkan kalian smua, dia dan keluarga nya sangat bertanggung jawab nak, jadi paman mohon... " pinta tuan ibrahim pada ponakan nya itu.


"baik paman.... " jawab bulan lirih.


ada perasaan maarah, benci namun juga iba pada orang itu...


sreeeekkkk..... tuan ibrahim perlahan membuka horden yang sedari tadi menutupi tempat dimana bulan berada...


" Bulaaaaaaann... !!!!!" Gumam Ali dalam hati....


"diaa... dia gadis ku... oh ya Allah, apalagi ini... ??Gumam Ali dalam hati. tiba tiba tangan yang sedang mengenggam sebuket bunga itu bergetar.... mata nya kembali mengeluarkan air mata. mana mungkin Ini terjadi. dia telah mencelakai gadis pemilik hati dan jiwa nya....


🌏kilas balik.


saat itu hati begitu sangat teriknya... Ali yang baru saja sampai di depan toko milik bibi nya itu segera membeli minuman di Minimarket disebrang jalan. dia sangat kehausan rasa tenggorokan nya terasa hampir terbakar karna asap rokok dari orang yang duduk di sampingnya tadi. Ali sengaja pergi menemui bibi nya dengan mengunakan kendaraan umum. ia ingin membuktikan pada ahhhh entahlah pada siapa bahwa dia bukan pemuda yang manja hanya karna dia seorang putra daris seorang profesor pemilik sebuah Rumah sakit.


"selamat siang, selamat berbelanja"sapa seseorang dari balik kasir yang tak nampak wajahnya karna sembari menyapa dia juga sedang asyik menata uang di kasir.


Ali pun segera berlalu dan mengambil minuman nya dan segera meneguk nya.


gleeek glek...


"Tuan, maaf anda tidak boleh mengkomsusinya sebelum membayar" tegur seorang gadis dari arah belakang Ali dengan suara lembut dan sopan.


"owh ya... maafkan saya... "jawab Ali sambil membalikan badan nya dan yang benar saja. dia Begitu terpana melihat Sesosok bidadari tak bersayap di depan matanya dan menyapa nya.. benar. dia adalah Rembulan Malik. gadis cantik pujaan Semua insan yang memandang.


"Silahkan membayar nya ke kasir tuan"ajak gadis itu sopan.


"jangankan ke kasir sayang, ke KUA saat ini juga Abang siap" jawab Ali dengan suara begitu berhasrat pada bulan. sambil mengelingkan mata nya. sejak saat itulah Ali mulai kenal dan jatuh cinta pada rembulan Malik.


🌏kilas balik

__ADS_1


Ali hanya diam mematung tak berkata satu apapun. melihat Ali yang hanya terdiam dan tampak syok. membuat tuan ibrahim sangat iba.


__ADS_2