Moon Among The Stars

Moon Among The Stars
Dag.... dig... dug.


__ADS_3

Senja telah datang menjelang, menemani suasana didalam mobil yang terasa sangat canggung bagi bulan dan dokter utama. benar saja, ini kali pertama mereka berdua pergi bersama.


dokter utama begitu senang sekaligus cemas


takut jika ia sampai salah bicara lagi pada bulan.


ia lebih memilih membisu dengan tatapan tajam ke depan, sesekali ia mencuri pandang wanita yang sedang duduk di samping nya itu.


"begitu elok rupa nya, sungguh beruntung ali bisa menjadikan nya istri"gumam dokter utama dalam hati.


Bulan pun bulan merasakan perasaan yang aneh, laki laki yang dulu sangat dicurigai oleh suaminya itu, kini malah berada dalam satu mobil bersama nya." oh Tuhan apa lagi ini" gerutu bulan dalam hati


Bulan masih setia dengan kebisuan nya,ia hanya bisa bermain dengan ponsel nya, agar bisa sejenak lari dari rasa canggung.


Sinar jingga dari sang mentari membawa suasana terasa semakin menyulitkan bagi merek berdua, dan tiba tiba suara itu.....


"Bisakah aku memutar musik?" Suara lembut bulan memecah kebisuan di antara mereka.


"tentu saja. musik apa yang kau sukai?" tanya dokter utama.


"India... !!!" jawab bulan tanpa menoleh ke arah dokter utama. pandangan nya tetap setia pada jendela.memandang beretan pohon yang berbaris rapi.


"Apa kau suka penyanyi india arijit singh?" Tanya dokter utama, sambil mengarahkan pandangan nya sesaat pada bulan sebelum kembali melihat depan, agar kendaraan yang mereka tumpangi tidak menabrak.


demi apapun...!!! seketika bulan memandang wajah dokter utama, yang masih dalam mode supir.


saking terkejutnya.


bagaimana bisa seseorang menyukai musik yang sama dengan nya... ?


"Suka sekali.. " jawab bulan girang. akhirnya ia bisa menemukan seseorang yang yang juga menyukai Bollywood musik.


"Bagaimana dengan lagu lo maan liya humne?" tawar dokter utama.


"tentu.... aku suka lagu itu. "


"baiklah tunggu sebentar. " segera dokter utama memutar lagu yang haru saja ia tawarkan pada bulan.


samar samar Dokter utama mulai berdendang mengikuti irama. suara nya terdengar begitu mengenakan di indra pendengar bulan.


"Suara anda lumayan juga dokter.... kenapa tidak mengobati pasien sambil bernyanyi, kurasa mereka akan segera bisa sembuh saat mendengar suara mu" puji bulan mengadi ngadi.sambil terkekeh.


"Hahaha, kau orang pertama, kecuali momy ku yang mendengar suara ku yang aduhai ini bulan. " ujar dokter utama menyombongkan diri.


"hahaha apa itu aduhai....?suara anda hanya lumayan, tidak lebih dokter " jawab bulan sambil terkekeh mendengar jawaban dokter utama yang begitu narsis.

__ADS_1


bulan masih saja tersenyum mengingat apa yang dikatakan oleh dokter utama barusan.


Sesaat terdiam, Dokter utama kembali berucap.


"aku senang kamu bisa tersenyum kembali bulan. apapun yang terjadi ingatlah ada Allah yang telah mengatur taqdir kita. berdoalah dan serahkan semua padanya. aku suka kamu yang bahagia. "Ucapanya lembut..


membuat bulan terdiam, hanya mengangguk dan tersenyum tipis.di pandang nya wajah dokter yang telah merawat nya selama ini.


wajah nya begitu lembut dan meneduhkan.


tatapan mata nya seringkali membuat bulan salah tingkah.lentik bulu mata nya mengalahkan wanita di iklan maskara.. 😅


"astaghfirullah.... bulan, bulan, bulan... apa yang ada di otak mu ini? ingat suami mu sedang berjuang dalam sakit nya" gumam bulan dalam hati sambil menepuk jidad nya sendiri dengan tanganya.


"kenapa bulan? kepala mu sakit? mau kita kembali aja?" tanya dokter utama panik melihat bulan menepuk jidad nya sendiri. ia takut sesuatu yang buruk terjadi pada bulan.


"i'm fine... " Jawab bulan singkat.


"kamu yakin bulan" tanya kembali dokter utama memastikan.


"tentu dokter"


lalu Mereka berdua kembali terdiam. menikmati bait demi bait lagu yang sedang mereka berdua dengarkan.


Bulan segera mengirim pesan pada saudara sepupunya agar menemani nya minum kopi, dan segera di balas dengan bahagia oleh Amira.


"asiiiiap bosqeu**" jawab Amira singkat. hati nya begitu berbahagia, sudah sekian lama Amira tak berjumpa dengan saudara sepupunya itu, tepat nya sejak ali sakit.Bulan enggan bertemu dengan siapapun terkecuali ibu dan papa mertuanya juga abass abang nya.


°°°°°°°°


Dokter utama yang nampak seperti anak muda di usianya yang hampir menginjak kepala tiga dengan penampilan nya yang hanya mengunakan kaos oblong warna hitam dan celana army tiga perempat dan di balut dengan jaket warna senada dengan celana nya. di tambah dengan sepatu cat warna hitam membuat dokter itu nampak serasi dengan tampilan bulan malik.


"Hai.....!!! bulan ku sayang.... " suara Amira begitu mengagetkan bulan dan dokter utama. ia segera memeluk tubuh saudara nya itu dari belakang.


"apa kabar kamu bul. kangen tau gak? Kapan main ke rumah?abi nungguin kamu tuh?"celetuk Amira


"alhamdulillah baik. insyallah ya mir secepatnya.


oh iya ini kenalin dokter yang selama ini merawat ku. dokter utama. " bulan memperkenalkan dokter utama yang hanya melempar senyuman manis pada Amira dan segera mempersilahkan nya duduk.


"owh... ya... kenalkan saya Amira dokter sepupu dari bulan. " ujar Amira dengan senyuman tipis yang menghiasi bibir nya


.


"Dokter mu giiiianteng juga yo bul?" bisik Amira dengan bahasa has orang Jawa timur nya.

__ADS_1


"iyhoooo." jawab bulan singkat dengan nada suara yang lumayan bisa di dengar oleh orang di sekitar nya.


"Iyho apa nya bul? kalian kan belum aku pesankan apa apa... ? " tanya dokter utama penasaran dengan ucapan bulan baru saja.


"Iyho, saya laper dokter" jawab bulan berbohong menutupi apa yang baru saja Amira katakan.


"owh... !!! kamu mau pesan apa bulan?" tanya dokter utama sambil menyodorkan daftar menu pada rembulan malik.


"Aku mau makan udang penyet plus Pete dan sambal bawang. juga jangan lupa di tambahkan kol goreng nya ya. " jawab bulan memberi arahan pada pelayan yang sedang berdiri di samping nya untuk mencatat pesanan mereka bertiga.


"Baik nona" jawab pelayan itu sopan.


saat ini mereka bertiga sedang makan di sebuah tempat makan yang cukup terkenal di daerah surabaya. tepat berada di samping sebuah mall dan berada dekat dengan sebuah pasar modern membuat nya begitu ramai di kunjungi banyak orang, ditambah lagi waktu buka nya yang 24jam. dan rasa sambal yang aduhai menggoda jiwa siapa saja yang pernah mencoba nya. berbagai jenis lauk ada disana, juga lalapan dan berbagai jenis sambal.


"aku juga pesan yang sama. " pinta dokter utama pada pelayan yang masih setia mencatat.


"kamu makan apa amira?" tanya dokter utama dengan lembut namun tetap terdengar tegas.


"Aku bebek penyet sambal mangga aja deh. "jawab Amira santai sambil memeriksa daftar minuman ditangan nya.


"aku mau minum es jeruk aja deh. kasih es nya yang banyak ya mas. ?"pinta Amira pada pelayan.


"kalau kamu mau minum apa bulan?"


"Es teh, dengan sedikit es dan gula ya"jawab bulan pada dokter utama.


Bulan sedang asik foto bersama saudaranya, sedangkan dokter utama sibuk melihat ke dua wanita yang nampak nya begitu akrab itu.


"eh.... ayo dokter kita foto bertiga... !!"ajak Amira.


dokter utama masih diam, menunggu izin dari bulan. mata nya masih setia memandang bulan.


"boleh kan bul?"tanya amira


"tentu saja" jawab bulan lembut.


"trimakasih... "ucap dokter utama dan segera mendekat untuk berfoto ria.


malam sudah semakin larut mereka bertiga masih asik mengobrol. "pulang yuk?"ajak bulan.


"bentar lagi bul!!!" pinta Amira.


"lain waktu lagi, aku gak enak sama papa mertua ku. dia udah baik banget suruh aku pergi jalan" jawab bulan.


"baiklah"

__ADS_1


akhirnya mereka pun berpisah tinggal bulan yang di antar oleh dokter utama menuju kediamab haydar ali.


__ADS_2