
"sekali lagi saya mohon maaf tuan ali"
"Hmmm.... lakukan tugas mu dengan baik, jangan berharap lebih atau kamu tau sendiri akibat nya... !!" ancam ali pada dokter utama.
"al, ayo. " ajak bulan menuju ruangan dokter utama. sedang Dita hanya terpaku melihat apa yang baru saja terjadi.
"iya sayang" ali segera memeluk pinggang bulan menuju lantai atas ruang dokter utama.
setelah beberapa saat pemeriksaan bulan pun selesai. dokter utama mulai menjelaskan prihal hasil pemeriksaan nya tadi. "saya yakin tuan tidak lama lagi nona bulan akan bisa melihat kembali."
"aamiin" serentak bulan dan ali mengaminkan ucapan dokter utama.
selesai melakukan pemeriksaan dan mendengar semua penjelasan yang diberikan oleh dokter utama. ali segera mengajak bulan pergi dari rumah sakit .
°°°°°🌛🌜°°°°°
"kenapa musti bersikap berlebihan gitu sih al? aku rasa dokter utama sangat sopan padaku... !!" keluh bulan kesal pada sikap suaminya.
"sayanggggg.... kamu kog malah belain dia sih , dia udah gak bersikap baik sayang. dokter itu selalu berusaha menyentuhmu. dan bisa aku lihat dimatanya ada kekaguman padamu honey" jawab ali sambil mengusap lembut pipi istrinya.. tangan kanan nya tetap dengan kuat mencengkram setir,melajukan mobil nya dalam kecepatan sedang melewati jalan dengan tenang.
"terkadang aku merasa kamu seperti seseorang yang aku takuti al, tapi aku selalu berusaha menepis pikiran ku itu. " gumam Bulan dalam hatinya, merasa ada yang tak biasa dengan sikap ali yang terlalu pecemburu.
"honeeey.... kalau kamu merasa aku terlalu berlebihan oke, aku bener bener minta maaf ya? tapi aku mohon jangan marah dan jangan terlalu akrab dengan pria lain. aku gak suka!!!" suara ali nampak memohon namun dengan penuh ketegasan menekankan bahwa dia adalah pemimpin disini.
bulan hanya diam mendengar ucapan ali, ia mulai merasa ali terlalu posesif. dengan iringan musik favorit bulan, yang menemani perjalanan yang terasa kaku dan dingin itu. suara arijit sight mendayu dayu dalam rangkaian lirik dari lagu berjudul lo man liya. membuat suasana nya makin dingin dan menyeramkan.
"sayaaang, jangan marah !!!" pinta ali demi melihat bulaj yang hanya terdiam.
"hmmm... "jawab bulan singkat.
__ADS_1
tak butuh waktu lama, mobil terasa mulai menepi dan berhenti.
"apa kita sudah sampai? "tanya bulan heran karna terasa begitu cepat sampai ke kediaman tuan haydar yang tak lain adalah mertuanya.
"sudah sayang, tapi bukan ke rumah. " jawab ali sambil membukakan pintu mobil nya dan menuntun perlahan bulan untuk berjalan mengikuti dirinya.
"tapi kemana? kenapa kita tidak pulang?
"aku mau mengajak mu ke apartemen ku. jika kamu sudah benar benar sembuh kita akan tinggal disini. " jawab ali dengan suara lembut nya.
"hmmmm" jawab bulan dengan malas. ia masih merasa kesal dengan sikap ali tadi. tapi mau bagaimanapun dia tetaplah suami nya kini.
°°°°°°°🌛🌜°°°°°°
setelah sampai dalam apartemen nya ali segera membantu bulan untuk duduk di sofa yang terasa sangat empuk. belum sempat bulan berkata kata tiba tiba ia rasakan ali meletakan kepala nya di pangkuan membuat nya sebagai bantal ternikmat di dunia.
"sayang, apa kamu masih marah?aku hanya begitu mencintai mu, tak rela hatiku melihat mu disentuh orang lain" kini suara ali terdengar begitu lirih dan bulan mulai merasakan ada tetesan air di paha yang sedang dijadikan suaminya bantal.
"jangan menangis, aku hanya sedikit kesal. tapi itu tidak membuat ku membencimu apa lagi tidak me cintaimu" jwaban dari bibir bulan begitu terasa menyejukan hati ali.
ali Mencengkram lembut tengkuk kepala bulan. membuat wajah nya mendekat pada wajah ali, dan ya.... bibir kedua pasangan halal itu bertemu. dengan lembut ali memagut bibir yang begitu membuat nya mabuk kepayang. bulan tidak hanya diam saja, ia mulai nakal dengan sedikit gigitan kecil di bibir suaminya itu. membuat ciuman itu semakin menggila dan panas.
"sudah al. aku mau mandi...!!!" ujar bulan segera meluruskan kembali posisi duduk nya.
"aaaaaaaa.... nanggung sayang. ayo kita lanjutkan di kamar mandi ya? "pinta ali merengek seperti seorang anak yang menginginkan mainan.
"Tapi aku malu. "
ali segera bangkit dan mencubit mesra pipi humairah milik bulan, dia begitu nampak menggemaskan saat malu pada suaminya sendiri.
__ADS_1
tak butuh waktu lama. ali segera menggendong tubuh xxx milik bulan malik. membawa nya ke kamar mandi untuk melakukan permainan cantik pengantin baru.
maaf ya para pembaca untuk adegan uwik uwik nya di kamar mandi saya sensor dulu. takut disuruh revisi lagi hahahha🙏
°°°°🌛🌜°°°°°
Pagi menjelang dengan penuh cemas bulan mulai meraba tempat tidur nya. ia tak menjumpai suami nya berasa disisinya. ia juga heran kenapa tak ada sapaan pagi untuk nya seperti biasanya, dimana ali.
"sayang... sayang"panggil bulan dengan mode santai.
tak ada sahutan dari ali, ruangan terasa semakin sunyi. kamana kira nya suaminya.
bulan masih mencoba untuk tenang, ia. mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa ali sedang pergi mencari sarapan untuk mereka berdua. walaupun terasa janggal, karna biasanya ali selalu menyapa bulan dan mencium nya terlebih dahulu setiap kali bangun dari tidur nya. tak jarang ali meminta babak tambahan disaat bulan masih Enggan beranjak dari tempat tidur nyaman nya.
"sayang, honey...... al.... sayang. " bulan mulai merasa ketakutan dengan kesendirian dan kesunyian nya. ia merasa sudah cukup lama ali meninggalkan dirinya.
"ya Allah dimana kamu al. aku begitu takut sendirian, dan kamu sangat tau itu. kenapa kamu pergi gak pamit. ?" gumam bulan.
ia mulai mencoba bangkit dari tempat tidur nya. meraba kesana dan kemari mencoba mencari ali atau setidaknya sesuatu yang bisa membantu nya menemukan ali.
kringggggg.... kringgggg...
suara benda pintar milik ali terdengar di dekat nya. perlahan bulan mulai meraba kembali. mencari benda pipih itu.
bulan menemukan benda itu di atas nakas tempat tidur nya, bulan mulai mencoba meraba agar bisa menerima telfon itu. mengingat ngingat kembali cara menerima telfon di HP nya dulu.
"Hallo..... al kamu masih di apartemen nak?" Tanya seseorang disebrang sana yang terdengar seperti suata mama soraya mertuanya.
"Hallo ma. ini bulan ma, ali gak tau pergi kemana ma, bulan takut banget sendiri disini ma. hikss... hikss" terdengar suara bukan sangat ketakutan dan menahan agar tangis nya tidak pecah.
__ADS_1
"kamu tenang ya sayang. kamu masih di apartemen ali kan? biar mama kesana. kamu tunggu ya, dan jangan panik ok? " suara bu soraya begitu menenangkan bulan. bagaimana dia bisa tau bahwa ia dan ali berada di apartemen. apa ali kemarin sudah berpamitan pada mamanya.