
"sekali lagi maaf kan aku, jika kamu tidak suka dengan pujian ku bulan, aku hanya tulus memuji tanpa ada maksut apapun, aku ingin kita bisa menjadi teman"
"Baiklah dokter, aku percaya kau adalah orang yang baik. Insyallah selain sebagai pasien mu, aku juga bisa menjadi teman baik mu!" jawab bulan sopan.sambil mengulurkan tangan nya, kali ini bulan tepat sasaran tangan nya lansung menuju ke arah dokter utama. duduk.....
ya bulan sudah mulai bisa melihat !!! jadi kini ia tak banyak keliru lagi mengulurkan tangan ke sembarang arah... hihihi
"Trimkasih rembulan" ujar dokter utama bahagia. akhirnya dia bisa dekat dengan gadis manis nya itu.
Sepertinya ada yang tidak beres dengan ajakan pertemanan dokter utama. ia seakan mempunyai maksut terselubung pada bulan. ya sudahlah terkadang cinta memang sering membuat orang menjadi gila.
lama bulan dan dokter utama juga bu nilam berbincang bincang. mulai dari cerita ringan sampai cerita yang lumayan menguras emosi.
tak terasa dua jam sudah mereka mengobrol ngalor ngidul tak karuan, dan kini bulan mulai merasa lelah.
"saya pulang dulu dokter" pamit bulan
Dokter tampan itupun segera berdiri dari duduknya . "mau aku antar teman?" tanya dokter utama.
"tidak usah dokter, ada supir yang sudah menunggu di tempat parkir. " tolak bulan secara halus.
"baiklah next time kita jalan yuk??? sambil ngopi... !!" ajak dokter utama.
"Insyallah, " jawab bulan singkat dan segera pergi meninggalkan dokter utama yang masih setia menatap bulan pergi semakin menjauh dari pandangan nya.
°°°°°🌛🌜°°°°°°°
"Bu aku ingin sekali melihat Suamiku, bisa kah aku pergi sebentar melihat nya. aku begitu merindukan nya"
"kamu bicara sendiri saja sama bu soraya ya nak, ibu tidak berani menjawab takut salah. " jawab bu nilam pada putrinya itu.
kini pengelihatan bulan mulai membaik, walau masih samar ia mulai bisa melihat wajah ibu yang begitu ia sayangi. tapi sayang nya ia masih belum bisa melihat wajah suami nya sendiri... !!!
pasalnya semua foto pernikahan mereka tersimpan rapi di dalam almari dalam ruang kerja Ali, tak ada yang tau dimana Ali menaruh kuncinya.
ada Foto di ruang keluarga, foto Tuan haydar dan bu soraya juga Ali, tapi bulan tak bisa melihat wajah mereka dengan jelas. saat itu Ali sedang wisuda dan menggunakan toga. bulan masih belum bisa mengenali wajah Ali dengan jelas.
"bik...... bibik punya foto tuan Ali yang terbaru gak?" tanya bulan pada bik ija.
"maaf non, saya tidak punya. dan tidak berani pula menyimpan foto tuan muda Ali...hehe"jawab bik ija singkat dan padat.
"hehe iya juga ya. "bulan terkekeh kekeh sendiri mengingat pertanyaan nya yang aneh pada bik ija itu.
"Bik aku mau istirahat dulu ya.. "
"baik non, mau bibik antar ke kamar non?" tanya bik ija sopan.
__ADS_1
"gak usah bik, aku udah bisa melihat anak tangga nya, trimkasih ya bik. "ujar bulan lembut.
nona muda nya itu memang wanita yang baik, ia begitu serasi dalam keluarga tuan haydar. papa mertua yang bijaksana dan baik. ibu mertua yang menyenangkan dan baik. dan tuan muda yang periang juga baik.
bulan selalu berbicara dengan sopan dan bersikap lembut pada setiap orang dirumah ini, walaupun mereka hanya seorang pelayan, dan setiap kali meminta bantuan tak lupa bulan menambahkan kata tolong di depan nya. membuat semua orang yang bekerja dirumah itu merasa dihargai dan disayangi oleh nona muda nya.
tak salah jika tuan muda mereka begitu tergila gila dan mencintai nona bulan. ibarat nya bulan itu seperti TOSERBA... toko serba ada.... hihihi.
°°°°🌛🌜°°°°°°
Dreeettt.... Dreeettt....
"jalan yuk... " pesan singkat masuk ke ponsel bulan. yang sedang berada pada mode silent
"bangun sayang. ada pesan masuk di ponsel mu" ucap bu nilam demi membangunkan bulan yang masih terlelap Tidur.
" Hmmm.... bulan malas lihat HP bu.!! biarin saja"
"eh gak boleh gitu, siapa tau itu mama mertua mu" ujar bu nilam yang melihat bulan masih saja menutup mata nya.
"mama biasanya nelfon bu, gak mungkin kirim pesan" jawab bulsn lirih yang malah semakin rapat menutup wajah nya dengan selimut tebal nya.
Bulan masih begitu mengantuk, semalam dia tidak bisa tidur memikirkan kondisi suaminya. ia ingin pergi menengok suami nya, tapi dilarang oleh mama mertuanya. hati nya begitu sedih dan pilu.
dulu saat bulan sakit, ali selalu ada tuk menjaga nya... tapi kini... ingin melihat suami nya melalui foto ataupun video call saja bu Soraya selalu ada saja alasannya.
Setalah selesai dengan rutinitas nya bulan segera mengambil benda pipih yang masih setia di atas Nakas.
Di buka nya Apk berwarna hijau itu. sesaat bulan hanya terdiam... "siapa ternyata nak? " tanya bu nilam sambil mendekat pada putrinya yang hanya terdiam.
" dokter utama bu, dia mengajak bulan jalan. " jawab bulan datar.
" kamu mau? "
"malas keluar rumah bu" jawab bulan kembali kali ini ia mendekati cermin dan memoleskan pelembab pada bibir merah nya.
" kenapa malas, kamu lebih suka diam diri dirumah dan menangis terus menerus. jika Suami mu tau kamu seperti ini dia pasti sedih" ujar bu nilam sambil mengusap rambut putrinya tersebut.
" nantik aku jalan sama Amira saja bu. biar gak jadi fitnah. " jawab bulan dengan senyuman tipis.
°°°°🌛🌜°°°°°
" Papa dirumah? " tanya bulan, melihat tuan haydar berada di ruang santai sambil meminum secangkir kopi.
segera bulan menghampiri pria parubaya itu untuk bersalaman.
__ADS_1
" iya nak, tadi papa dari RS langsung pulang kepala papa sedikit pusing. Tadi ada korban lakalantas. Tiba tiba papa teringat ali... " ucap tuan haydar sambil mengusap butiran butiran bening yang perlahan turun dari sudut mata nya. menggambarkan hati nya yang saat ini begitu pilu mengingat kondisi putra semata wayang nya yang sampai saat ini belum menunjukan kemajuan.
bulan tak berkata apapun. hatinya begitu sakit, ia merasa sebagai seorang istri yang tak berguna.
Pandangan nya menjadi kosong, mengingat kebaikan suami nya itu selama ini yang telah menjaga nya dan merawat nya. bagaimana jika ali tidak bisa sembuh dan kembali... "hiksss.... hiksss... " tiba tiba bulan menangis.
Bulan segera berlari menuju kamar nya. ia tak sanggup menahan ledakan emosi yang sedang menguasai hati nya. ia tak ingin papa mertuanya melihat nya bersedih seperti itu, tapi ia sendiri sudah tak sanggup lagi menanggung kesedihan ini.
" Nak..... " Panggil tuan haydar, melihat bulan berlari sambil menangis. tapi ia tak bisa berbuat apa apa. ia tau menantu nya saat ini juga sedang bersedih.
Ia kembali menuju tempat tidur nya. menutup badan nya hingga kepala dengan selimut.
ia mulai menangis lagi sejadi jadinya. "ya Allah" pekik nya dalam hati. ingin rasanya berlari menemui suami nya, tapi ia takut menjadi menantu yang tak patuh.
Tok... tok...
" Bulan.... " suara tuan haydar terdengar dari balik pintu kamar Bulan.
bulan segera bangkit dan mengusap air mata nya dan membukakan pintu untuk mertuanya itu.
"Sudahlah nak jangan terus bersedih, ingat kesehatan mata mu juga belum sepenuh nya pulih dan lihat dibawah ada Dokter sekaligus teman mu yang sedang menunggu, ia ingin mengajak mu pergi jalan jalan dan jangan menolak, pergilah agar hati mu sedikit terobati . Insyaah minggu depan kita terbang bersama menengok ali. oke"
" Baik pa. trimkasih banyak pa. bulan janji gak akan sedih lagi. asal kan kita benar benar pergi ya pa...? " tanah bulan bahagia. mendengar apa yang baru saja mertua nya katakan.
"segeralah bersiap. kasihan anak teman papa itu menunggu" ujar Tuan haydar.
"hah..... anak teman. jadi dokter utama juga anak teman papa. hmmmm..... " gumam bulan dalam hati.
ia tak bisa berkata apa apa lagi. mau menolak pun susah. takut nya papa mertua nya kecewa dengan niat baik nya dan malah membatalkan janjinya.
"baik pa... bulan bersiap dulu"
°°°°°°°°🌼🌼🌼🌼🌼°°°°°°°°
Bukan segera turun Dari lantai atas, bak Bidadari yang turun dari syurga. Dengan mengenakan T-Shirt warna putih dan celana Jins panjang berwana gelap, dengan tatan rambut yang hanya dikuncir ekor kuda membuat wajah bulan begitu nampak segar dan mempesona. ditambah riasan wajah yang flawflawless Membuat nya nampak Semakin membuat jantung Dokter utama berdegup tak beraturan.
hanya dengan membawa tas ransel kecil berwarna hitam bulan segera berpamitan pada ibu nya dan juga papa mertuanya untuk pergi bersama Dokter utama.
Segera Mobil Hitam mulus itu pergi menghilang dari kediaman Tuan haydar.
" Tuan... apa tidak apa apa. membiarkan bulan pergi sendiri hanya dengan Dokter itu? " tanya ibu nilam pada Tuan haydar.
sebenar nya tadi bu nilam ingin ikut tapi Tuan haydar melarang nya dan berkata. "biar anak muda menikmati waktu jalan jalan nya.kasihan bulan sudah banyak melalui masa masa sulit, biarkan dia sedikit menghibur hatinya bu nilam. Utama juga anak yang baik, aku mengenal keluarga nya, ayah nya adalah sahabatku sejak aku masih SMA. " mendengar ucapan Tuan haydar bu nilam hanya mengangguk saja tanpa bisa berkata apa apa lagi .
°°°°°°°°°
__ADS_1
Jangan lupa support nya teman. biar bisa menambah semngat buat melanjutkan Kisah ini.
satu like kamu sangat berarti bagiku... love you all. 🌺🙏🌺