Moon Among The Stars

Moon Among The Stars
Dimana Hati itu?


__ADS_3

Disetiap paginya dokter utama selalu meluangkan waktu untuk menemui bulan dengan berbagai macam alasan yang di buat buat nya demi menemui wanita yang sedang ada dihatinya itu .


Mulai dengan alasan membawa kue yang katanya dari momy nya untuk tuan haydar dan berakhir dengan ajakan sarapan bersama keluarga itu.


Dan terkadang juga dengan alasan papi nya yang baru saja pulang dari luar negri dan membawa oleh oleh untuk keluarga haydar.


Sebenarnya tuan haydar juga sudah merasa ada yang aneh dengan putra sahabat nya itu. tak biasa biasanya utama rajin menyambangi kediamannya. "ah masak iya aku harus bertanya maksud asli nya apa?" gumam tuan haydar dalam hati, sebab hari ini pun ia mendapati utama sudah berada di ruang tamu nya sambil membawa Tas Kecil berwarna biru.


"pagi om?" sapa dokter utama lembut dan segera menjabat tangan tuan haydar.


"pagi utama, om hari ini mau pergi dulu ya? ada urusan penting di perusahaan ali yang harus om selesaikan. oh iya kamu bisa sarapan didalam bersama bulan, kasihan dia sarapan sendiri. bu nilam sedang ke luar kota"ucap tuan haydar sambil menepuk pundak utama.


"Baik om" begitu bahagia hati dokter utama. seakan alam telah merestui nya menemui bulan tanpa halangan berarti.


"oh ya, apa itu untuk om? " tanya tuan haydar sambil memandang tas warna biru yang sedang di tenteng oleh utama.


" maaf om, ini dari momy untuk bulan" jwab utama sambil tersenyum kecut menahan malu.


"hahaha baiklah, om pergi dulu"


segera setelah tuan haydar pergi bik ija mempersilahkan dokter utama menuju ruangan dimana nona muda nya berada.


"Hai..... " sapa dokter utama yang masih saja canggung.


"Hai juga dokter... " jawab bulan lebih santai karna sudah mulai terbiasa dengan kedatangan dokter nya itu.


"apa yang anda bawa dokter?"tanya bulan yang mendapati dokter utama hanya berdiri mematung sambil membawa tas warna biru.


"owh ini.. hmmmm.... ini dari momy ku" jawab nya gugup. entah kenapa terasa lidahnya seperti habis terkena minyak panas saja hingga susah berkata dengan benar.


"buat papa?" tanya bulan lagi


"bukan... !!! ini.. hmmm.. ini... buat kamu" jawab nya kemabali terbata bata..


"Hmmm ada apa dengan anda hari ini dokter? kenapa mulai tadi bicara anda terbata bata. ?" telisik bulan,


"hehehe.... gak papa. "jawab dokter utama sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal.


"kalau buat aku, mana dong... ?? dan sebelumnya trimkasih banyak.... !!!salam buat momy kamu... oke" ucap bulan segera berdiri dari tempat duduk nya untuk menghampiri dokter utama demi mengambil hadiahnya itu.


Benar saja pikiran dan hati utama semakin gila dibuat nya. melihat bulan pagi ini hanya mengenakan baju lengan panjang dan celana pendek, membuat kulit putih mulus nya terpampang nyata. dengan rambut yang dibiarkan terurai, dan hanya memakai bandana sebagai asesoris membuat bulan... ohhhhhh.... sulit untuk dijelaskan.....


"duduklah dokter, kita makan bersama. "ajak bulan yang sedari tadi mendapati dokter utama yang hanya berdiam saja.


" baiklah " jawab utama singkat.

__ADS_1


Bulan dengan sigap segera mengambilkan nasi goreng dan telur mata sapi buatan nya dan memasukan nya ke dalam piring dokter utama yang masih kosong belum terisi apapun


"oh iya. aku lusa mau pergi menemui ali" ucap bulan pada dokter utama. entah apa maksut gadis itu bercerita pada utama, membuat batin laki laki itu semakin tak menentu.


"oh ya? Sama siapa? bagaimana keadaan ali?apa


sudah ada perkembangan ?" tanya utama mencoba menutupi perasan yang sedang campur aduk Bagai sepiring gado gado itu.


Bulan segera menghentikan kegiatan suap menyuap nasi pada mulut nya.lalu ia mulai meminum seteguk air putih di depan nya " Belum, tak ada perkembangan yang berarti kata mama. makanya aku harus segera kesana . aku pergi bersama papa. mungkin aku akan tinggal sementara waktu disana untuk menjaga suami ku, agar mama bisa pulang dan beristirahat dulu. " jawab bulan


"oh" ucap utama.


entah kenapa hanya kata itu yang keluar dari bibir dokter tampan itu? sambil melanjutkan makan nya dokter utama kembali diam.


"pengobatan ku sudah selesai kan dokter?"


"belum selesai" jawab dokter utama mengada ngada, pasalnya ia sendiri sudah tau bahwa penglihatan bulan sudah pulih sepenuhnya.


"looooh kog bisa... ? aku kan udah sembuh, bisa melihat semua dengan jelas. bahkan wajah dokter yang tampan dan menggemaskan juga sudah terlihat jelas. " ucap bulan. seketika membuat dokter utama tersedak akibat terkejut dengan ucapan yang baru saja bulan katakan.


"hahaha..... gak usah pasang wajah kaget gitu dong dokter" ucap bulan kembali, melihat expresi dokter utama dalam mode terkejut.


"Emang ganteng kan? Semua lelaki ganteng kog, kecuali pak udin, hahahaha..... dia suka galak jadi gak kelihatan ganteng nya" Benar benar bulan itu berbicara seenak jidad nya saja. apa dia tidak sadar hampir saja jantung utama lepas dan berlari menghampiri bulan karna sanjungan nya.


"nambah lagi dokter, jarang jarang kan makan masakan ku?" ucap bulan


"udah kenyang, lagian sarapan terlalu banyak karbo itu gak baik bul" jawab dokter utama.


"Walaupun nasi goreng nya enak banget, aku harus bisa menahan nya... hehehhe" ujar kembali dokter utama. takut bulan tersinggung.


"hmmmm gtu ya? kalau aku harus sarapan yang banyak biar kuat menjalani kisah yang memilukan ini"


"Bukankah lusa kepiluan mu akan menghilang bul?" tanya utama.


"Entahlah, smoga saja begitu" ucap bulan penuh harap.


bulan dan utama telah menyelesaikan sarapan mereka. segera utama berpamitan pada bulan, hari ini ada jadwal oprasi.


"doakan oprasi ini sukses ya bul?"


"insyallah, pasti sukses... dokter ku kan hebat"jawab bulan sambil mengacungkan jari jempol nya untuk menyemangati utama yang sudah berada di balik kemudi mobil nya dan segera berlalu pergi.


°°°°°°°🌛🌜°°°°°°


terdengar alunan musik dalam kamar rembulan. samar samar namun cukup untuk membuat bulan merasakan ketenangan dalam kecemasan, yang bulan sendiri tak mengerti kenapa.

__ADS_1


Batin mulai merasa ada yang tak biasa....setiap kali mata nya terpejam wajah seseorang yang bukan suaminya selalu datang membuat debaran yang tak biasa di jantung nya. "apa ini... ? kegilaan kah... atau aku benar benar sudah tak waras... " bulan berbicara sendiri pada dirinya... Dan......


"jangan lupa makan siang dengan menu yang sehat" pesan singkat yang utama kirimkan membuat bulan tersenyum sendiri,begitu perhatian nya laki laki itu padanya dan aneh nya bulan merasa nyaman dengan perhatian yang utama berikan itu.


"oke.dokter ku yang budiman dan tidak sombong" jawab bulan. kesal kenapa dia lagi.... huffftt....


"hahaha..... **maaf Bu, saya orangnya sombong😝"


"😅😆😆😆😆**" bulan hanya mengirim emot tertawa membaca balasan utama.


" kalau pergi, jangan lupa kembali... ada seseorang yang berharap kau segera kembali...!!! " tiba tiba balasan dari utama membuat bulan terdiam. apa maksut nya?


"kalau gak kembali gimana? " tanya bulan spontan.


"aku yang akan pergi kesana menyusulmu" balas utama...


sunyi tiba tiba ruangan itu terasa sunyi bagi bulan... hanya terdengar bait demi bait lagu Hamdard



yang arijit singh nyanyikan yang masih setia menemani bulan dalam lamunan nya.




Bulan tidak membalas kembali pesan dari dokter nya itu. batin dan otak nya kini sedang tidak singkron....


"huftttt..... nampak nya aku harus segera menyiram otak ku dengan air dingin agar kembali waras.... " gumam bulan sambil berjalan menuju toilet.


setelah dirasa cukup tenang bulan segera Duduk di atas tempat tidur nya. diambil nya kitab suci di atas nakas Dan segera ia lantunkan surah Al-insiyrah berharap batin nya bisa kembali tenang setelah membaca nya.


🌼karna sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan🌼


🌼sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada


kemudahan 🌼


Dua kali Allah telah mengatakan pada hamba nya, bahwa dibalik setiap kesulitan pasti ada kemudahan. lalu kenapa aku harus cemas.....?


bagai pelangi setelah badai..... membuat batin bulan segera kembali tenang.


ia letakan kembali kitab suci itu ke atas nakas lalu turun dari ranjang nya untuk kembali mempersiapkan apa saja yang harus ia bawa untuk menyusul suaminya di luar negri.


" oh ya, hadiah dari momy dokter utama belum aku lihat isinya" ucap bulan pada dirinya sendiri dan berjalan mengambil tas warna biru yang tadi ia taruh di atas sofa begitu saja

__ADS_1


__ADS_2