
" Cowok itu keponakan Dari tante Atika, Tante yang punya toko depan toko ayah itu loh ra, " jawab bulan dengan nada sinis.
bulan merasa malas sebenarnya harus menjelaskan tentang pria yang beberapa hari ini mulai mengusik hidup nya. entah dapat nomer wattsap Bulan dari mana, tiba tiba aja pria tampan itu mulai mengirim chat pada bulan. dan setiap kali bertemu di depan toko pria itu selalu memainkan mata nya untuk menggoda bulan.
bagi bulan itu bukan hal yang luar biasa, bahkan bisa di katakan itu hal yang sudah lumrah terjadi di hidup nya. di goda, dirayu dipuja dan dikagumi, itu seperti Rutinitas yang tak bisa ia elak.
yang penasaran dengan sosok bulan nih aku coba kasih Visual nya. ini menurut hayalan Ku aja ya... hihihi
Siapa yang tak tergoda atas kesempurnaan Yang telah Allah ciptakan ini...
Ya Dia Adalah Rembulan Malik.
"Serius lo bul.. ?" tanya zara dengan wajah yang masih saja Mupeng.
"Hemmm... " jawab bulan singkat.
selain kesal bulan mulai merasakan satu rasa yang aneh buat pria itu. gak biasanya bulan kepikiran sama cowok yg goda godain dia, kali ini terasa beda... Setiap kali berpapasan dengan pria itu hati bulan mulai berdegup kencang... maka dari itu bulan selalu saja menghindar dari pandangan pria yang Masyallah emang bener benar benar tampan itu...
"Sial" umpat bulan.
"sial kanapa bul.. ?" tanya zara yang samar samar mendengar umpatan bulan.
"sial karna gue harus selalu ketemu cowok itu" jawab bulan sambil memukul jidad nya sendiri.
"bul, jujur gue ngerasa ada yang aneh deh sama lo."
"Apa... ?" tanya bulan
"mata loh itu aneh, Gue ngerasa loh lagi nyembunyiin sesuatu deh dari gue. " ucap zara sambil memandang wajah bulan yang samar samar terlihat karna keadaan ruangan sangat gelap.
maklum aja mereka asik berghibah sambil nonton, dan bisa dipastikan mereka berdua tidak sedang fokus pada alur cerita film yang sedang mereka tonton.
"cenanyang loh" ucap bulan sambil tertawa pelan dan mencubit lengan zara.
"Wkwkwk.... bahlul lo" jawab zara sambil tertawa.
"Ssstttt..... " Ucap seorang lelaki dari kursi belakang tempat duduk bulan.
spontan aja Ke dua gadis itu menoleh.
biasa kalian tebak siapa... ?
yupsss bener banget dia cowok yang sedari tadi menjadi bahan perghibahan bulan dan zara.
__ADS_1
"Lo lagi" ucap bulan kaget.
"Ali, panggil aja gue Ali... " ucap pria itu sambil melemparkan senyuman manis dan kelingan mata pada bulan.
Ali zainal Abidin ini ya gaesss wujud visual nya sesuai dengan imajinasi ku lagi... hihihi kalau kalian mau bayangin yang lain bolehlah.
"issshhh..... najis" ucap bulan, sambil membuang muka.
"Hai.... Gue zara, zara Abdullah. a" sapa zara dengan senyuman manis ala ala zara.
"zara.. !!!" bentak bulan sambil mencubit lengan zara sekali lagi.
"awhh... sakit bul." pekik zara sambil mengelus elus lengan yang sedari tadi menjadi korban kekerasan dari bulan. hihihi
"Hai zara, "jawab Ali dengan senyuman yang Saaaangat manis.
"jangan sewot dong nona manis. nanti cahaya nya hilang loh... coba sebentar aja pandang wajah ku, pasti hatimu akan luluh... "ucap Ali menggoda bulan.
"ogah... "jawab bulan tanpa menoleh sedikitpun.
kini zara, dan bulan mulai diam mencerna alur film yang sedari tadi tidak mereka perhatikan saking asik nya berghibah.
"Makan yuk, laper" ajak zara pada bulan.
dan di jawab hanya dengan anggukan oleh bulan
"kita makan dulu ya bang" ajak zara pada abang nya.
"iya "jawaban singkat padat ala ala mas bambang tamfan...
" makan apa kita? "tanya zara.
" gue mau Nasi goreng aja" jawab Abas sambil menunjuk sebuah kaffe di mall.
..." ih Bang, bulan gak mau makan nasi, tdi bulan udah makan nasi goreng buatan ibu, masak iya makan nasi goreng lagi.. "ucap bulan sambil merengek manja pada abang nya...
"terserah kamu aja dek"jwab Abas.
akhir nya mereka bertiga memilih makan di resto Jepang.
bulan memesan ramen. dan zara memesan mie udon.
sedang Abas masih bingung harus memesan apa. dia hanya terdiam menatap menu.
__ADS_1
"dek, abang makan apa enak nya?
tanya nya pada bulan.
"terserah bang, apa gue pesenin aja sma kayak zara atau gue?" jawab Bulan.
"bolehlah dek. "
bulan memesankan abang nya mie udon. yang benar saja Abas tidak memakan mie itu, dia hanya mengaduk aduk mie itu dengan sumpit yang sedang dia pegang,
"dek, mie nya gede banget, abang geli makan nya. isssh" ucap Abas sambil memandang wajah bulan.
kedua gadis itu tertawa melihat expresi Abas yang bener bener merasa jijik dengan ukuran mie udon yang menurut abas cukup besar di banding mie instan yang biasa dia makan.
" pesan rise ball aja bang, Ada beef teriyaki, ada juga chicken katsu. gue rasa lo bakalan suka" ucap seseorang yang diduduk di balik kursi bang Abas.
bulan dan zara tidak tau siapa orang itu, tapi sepertinya mereka mengenali jaket itu, oh ya jaket hijau gelap yang di pakai oleh Ali.
"owh ya Rabbi, kenapa lo selalu aja ganggu hidup gue" jerit bulan kesal. yang sontak membuat orang orang di resto itu mengalihkan pandangan pada bulan.
"dek suara lo" ucap Abas sambil membungkam bibir merah bulan.
"gue suka ada disamping lo bulan. gue mau banget lo jadi pendamping hidup gue. gue serius !! gue gak main main. sumpah" ucap Ali tanpa beban dan ngeluarin kotak berwarna emas dengan sebuah cincin manis di dalam nya.
bulan begitu terkejutnya. "gila ni orang batin nya. emang hidup ini kayak di novel novel apa... ?" gerutu bulan dalam hati.
"dasar cowok gila. km kira pernikahan itu mainan... gue gak kenal sama lo, dan gak mau kenal apa lagi sampai nikah. apa kamu kira dengan ketampanan mu bisa mempermainkan ku?? owh tunggu dulu bro... hidup ini keras, cerita gak semudah yang kamu banyangin.. "ucap bulan ketus sambil menunjukkan jari telunjuknya ke dada pria itu.
"Dan inget jangan pernah muncul di depan ku lagi..!! "ancam bulan sambil berlalu pergi meninggalkan abang dan zara yang masih terperangah dengan adegan yang sama sekali tindak mereka duga itu.
Bulan benar benar pergi meninggalkan zara dan abang nya di mall. dia langsung memesan taxi online melalui aplikasi di Bendah pipih yang sedang di genggamnya.
tanpa menunggu lama taxi online itu pun datang.
bulan langsung masuk kedalam kendaraan itu. dia terus menatap ke arah jendela. dia lihat bangunan mall itu kini semakin menjauh, tergantikan oleh bangunan bangunan lain yang berjejer jejer begitu apik nya.
pikiran bulan masih saja ada di mall itu, dia kembali mengingat ingat apa yang sudah di ucapkan pria tadi... ya Ali namanya. pri itu benar benar tidak waras, bagaimana mungkin dia melamar bulan tanpa mengenal nya dan PDKT dulu.
" apa dia ingin mempermainkan ku?" ucap nya lirih..
"kenapa nona?" tanya supir taxi online itu, yang mengira bulan sedang mengajak nya bicara.
"gak pak. maaf sya bergumam sendiri... hehe"jwab bulan dengan senyuman manis nya. bulan sadar sedari tadi supir itu memandangnya dari spion sambil tersenyum malu malu.itu sudah lumrah bagi bulan. bagi bulan setiap orang selalu bertingkah aneh saat ada di dekat nya. entah itu menggoda atau sekedar salting saja
" oh iya nona. "jwab orang itu sambil menggaruk garuk tenguk kepala nya yang tak gatal, hanya sekedar menutupi rasa malunya.
__ADS_1