Moon Among The Stars

Moon Among The Stars
Bulan, bulan.... dan bulan.


__ADS_3

Pelan pelan Ali membukakan pintu kamar untuk bulan.


"Ayo masuk bul.... " ajak Ali, sambil terus menuntun bulan masuk kedalam kamar yang begitu luas nanti indah itu, sayang bulan tak bisa menikmati keindahan kamar itu karna keadaan nya saat ini. jika tidak bulan pasti akan sangat bahagia melihat kamar bak di film film India itu. tapi tidak untuk saat ini,yang ada bulan akan dibuat susah saat hendak ke kamar mandi, karna jarak nya begitu jauh dari ranjang tidur nya.


"dimana ini tuan kaya" tanya bulan pada Ali. karna tak tau dimana saat ini ia berdiri.


"ayolah bul. jangan panggil aku dengan panggilan itu, apa kamu masih marah pada ku tentang kejadian tadi"ucap Ali kesal dengan panggilan baru bulan untuk nya itu.


"Hmmm tentu saja. "jawab bulan singkat.


"baiklah aku minta maaf, aku tidak akan mengulangi nya lagi. oke"pinta ali dengan suara sendu,


"baiklah, tapi aku akan tetap memanggil mu dengan sebutan itu, sebutan itu terdengar lebih manis untuk mu. "jawab bulan sambil tersenyum maaaaanissss beneer.


Ali hanya bisa pasrah mendengar keputusan yang menjadi kemauan sang pujaan hati.


"oh ya, dimana kita ini?" tanya bulan kembali.


"tentu saja dikamar pengantin kita bul. "jawab Ali sambil terkekeh kekeh menggoda bulan.


"issshhh..... yang benar saja, bahkan kamu saja belum melamar ku. bagaimana bisa kita memiliki kamar pengantin?" tanya bulan kesal dengan jawaban Ali yang asal asalan.


"Bukankah kita sudah menikah bul, km sendiri loh yang bilang sma nenek mu. "goda Ali sambil mencubit gemas pipi bulan.


"Mulaaaiii.... ayolah tuan kaya... ! apa ini kamar yang sementara akan aku tempati? coba km perkenalkan kamar ini pada ku. dimana kamar mandinya... dan dimana aku bisa mengambil air untuk minum. ?" tanya bulan memelas sambil memonyongkan bibir nya kesal.


"bulan cantik....... kamar ini begitu luas, kamu akan sangat susah mengenal kamar ini. jadi aku akan munugaskan seseorang untuk menemani mu di kamar ini, jika aku sedang tidak berada dirumah. namun selagi aku masih tidak ada keperluan untuk pergi, aku akan selalu berada dikamar ini untuk menjaga dan merawat mu sampai kamu sembuh. "janji Ali pada bulan.

__ADS_1


maaf Pembaca. aku lupa jelasin kenapa bulan sampai bisa dibawa Ali kerumah nya.bagaimana dengan paman Ibrahim dan Amira...? semua ini terjadi lantaran kebohongan yang sudah terlanjur bulan katakan pada nenek saidah. bahwa dia telah menikah dengan Ali. maka kebohongan itupun berlanjut pada paman ibrahim dan Amira sepupunya, karna apa?


karna paman pun sudah tau perihal perjodohan bulan dan Amar,bahkan paman adalah orang kedua setelah nenek yang paling setuju dengan perjodohan itu.maka bulan juga harus berbohong pada paman nya itu.


Mau apa dikata Tuan ibrahim hanya bisa menerima pernikahan bulan dan Ali walau kecewa dengan pernikahan yang terkesan janggal dan ditutup tutupi itu. tuan ibrahim pun terpaksa mengizinkan bulan dibawapulang suami palsu nya itu ke rumah orang tua nya.


Sedang Bu nilam masih dengan segala ketenangan nya dirumah ya.


karna tidak mendengar kabar apapun. semua orang sepakat tidak akan memberitahukan perihal kecelakaan yang telah bulan alami dan kondisi nya saat ini.


Mereka akan memberi tahu bu nilam setelah bulan sembuh dan bisa kembali ke rumah ibunya.


hanya abas yang selalu diberikan kabar, Abas pun bungkam pada ibunya tentang keadaan bulan saat ini termasuk tentang kabar pernikahan diam diam bulan.


kembali pada bulan dan Tuan kaya Ali.


"Aku tidak setuju tuan kaya. berikan saja aku kamar yang lebih kecil, agar aku mudah menghafal dan bisa kekamar mandi sendiri. aku tidak suka merepotkan orang lain tuan kaya, aku ingin semua bisa kulakukan sendiri walau dengan segala keterbatasan ku... " Bulan mulai meneteskan air mata nya. dia tidak bisa membayangkan betapa buruk dirinya saat ini, buta dan sendir,i ditambah ia telah berbohong pada keluarga nya sendiri bahwa ia telah menikah. bagaimana nasib nya kedepan ..??.. bulan begitu merindukan ibu nya. air mata nya terus mengalir di pipi mulusnya.


Bulan nampak begitu syok dengan Pagutan lembut dibibirnya yang masih tidak berhenti walau Bulan sudah mulai terengah engah kehabisan pasokan oksigen akibat ciuman dari bibir Ali yang terus saja menari nari penuh gairah.


ini adalah ciuman pertama bulan, kenapa kamu mencurinya .. owh ya ampun Ali.


Sesaat bulan tersadar dan mendorong tubuh ali mundur.


bulan mulai mundur perlahan lahan sambil meraba raba sekitar nya..


tak ada suara sedikitpun.ruangan itu terasa sangat hening, Ali hanya terdiam menyadari tindakan bodoh yang baru saja ia lakukan pada bulan. Ali begitu malu pada bulan, Ali begitu dikuasai oleh perasaan cinta yang menggebu-gebu. Ali pun mulai bergerak mundur dan pergi meninggalkan bulan. ia bingung harus memulai permintaan maaf nya dari mana pada bulan, bukan main ciuman tadi juga ciuman pertama dalam hidup ali. ia tak pernah setergila gila itu pada seorang gadis hingga ingin menciumnya. Ali segera memanggil bik ija untuk menjaga bulan, selagi ia tidak berada dikamar itu.

__ADS_1


Didalam kamar, bulan sudah terduduk di atas tempat tidur, menatap kosong dan terdiam sambil menitikan air mata. Apa ini semua Tuhan.... apa yang terjadi pada hidupku ?? gumam bulan sambil terus menitikan air mata.


"permisi nona. " ucap bik ija memohon izin untuk msuk kedalam kamar bulan.


"masuk lah bik. "seketika suara bik ija membuyarkan lamunan bulan. ia mulai mengusap air mata yang sedari tadi mengalir deras di pipinya.


"nona kenapa?nona sakit"tanya bik ija sopan. sambil. memegang tangan bulan. yang terlihat meraba raba mencari sesuatu.


"bik... boleh bulan peluk bibik? bulan rindu ibu... " pinta bulan pada wanita yang kini berdiri di dekatnya itu.


"tapi non. apakah pantas saya dipeluk oleh nona bulan" jwab bik ija bingung harus menjawab apa.


"pantas bik, sangat pantas bik... peluk bulan bik"


seketika bik ija memeluk erat tubuh bulan yang sedari tadi duduk di atas tempat tidur .bik ija dapat melihat mata bulan sembab diakibatkan air mata yang baru saja di usap oleh gadis itu sendiri.


"jika nona ingin bercerita pada bibik tentang apapun boleh kog non. asal nona dapat tenang dan tidak bersedih lagi. "ucap bik ija sambil mengelus rambut hitam panjang milik bulan.


"aku baik baik aja bik. hanya sedang rindu pada ibu ku" jawab bulan dengan suara sendunya. bulan tidak pernah mengizinkan orang lain mengetahui isi hati dan kesedihan nya, apalagi ibunya. dan saat ini bulan telah menganggap bik ija sebagai pengganti sementara ibunya.


"Ali kemana bik" Tanya bulan penasaran karna tak mendapati suara Ali di dekatnya.


"Tuan sedang dikamarnya non. apa perlu bibik panggilkan? "tanya bik ija menawari.


"gak usah bik trimakasih....bik bulan mau tidur, tapi bibik jangan pergi ya... bulan takut bik. " pinta bulan.


sejak kehilangan pengelihatan nya bulan menjadi gadis yang sangat penakut. dulu saat ia masih bisa melihat, tak ada yang bisa membuat nya takut. tapi sekarang semua nampak gelap dihadapanya. ia hanya bisa membayangkan seperti apa wajah semua orang yang berada di dekat nya saat ini. ia merasa mati disaat ia masih hidup dunia. dunia yang hanya ada gelap dan gelap.

__ADS_1


jujur dihati kecilnya bulan takut ia akan buta untuk selamanya, namun banyangan ibunya membuat ia kuat dan tegar. bulan sangat berjuang untuk sembuh agar ia bisa melihat kembali dan pulang kepelukan ibunya dan mengakhiri semua kebohongan konyol ini.


"tentu saja non, bik ija akan menjaga nona disini. sampai tuan Ali datang" jawab bik ija. sambil membantu bulan untuk rebahan dan menyelimutinya tubuhnya.


__ADS_2