
pagi begitu cepat datang, bulan nampak begitu cantik memakai pakaian yang telah bik ija persiapkan.
"dimana ali bu? aku tidak mendengar suara nya sejak tadi"tanya bulan pada bu nilam.
"Dia ada di bawah nak. semua orang dikeluarga ini telah menunggu kita disana"jawab bu nilam sambil terus menyisir rambut panjang putrinya itu.
"jadi bagaimana, apa kamu mau menerima lamaran dari ali ?"
"apa bulan pantas untuk ali bu?"tanya bulan pada ibunya.
"tentu sangat pantas, kamu gadis yang cantik bulan. banyak pemuda yang ingin mempersunting mu.. "jawab bu nilam sambil mencubit manis dagu putrinya yang masih saja diam tak menjawab pertanyaan ibu nya itu.
"apa kamu masih ragu tentang ali? apa kamu takut ali buruk rupa nya?"tanya bu nilam kembali.
"aku tidak takut jika ali memeliki rupa yang buruk, asal perilaku nya tidak buruk juga bu. " jawab bulan penuh cemas.
bu nilam terkekeh mendengar ucapan putri kecilnya itu.
"tenang saja nak. selain rupa nya yang rupawan, ali juga memiliki prilaku yang sangat baik,insyallah ibu yakin itu. keluarga nya juga berasal dari keluarga baik baik. selain itu ali juga memiliki masa depan yang baik" ujar bu nilam meyakinkan putri nya.
nampak pipi bulan mulai merah akibat menutupi rasa malu dan gugup nya.
"bagaimana nak? ibu tidak akan memaksa mu untuk menerima ali, jika kamu tidak menyukai nya"
"tidak bu, bukan tidak suka. lebih tepat nya aku hanya cemas dan bimbang. setelah mendengar apa yang ibu katakan hati ku lebih tenang dan mantap dalam menerima pinangan tuan kaya itu. "jawab bulan malu malu.
"syukurlah, ibu sangat lega mendengar nya. mari kita segera turun. mereka telah menunggu kedatangan kita dibawah. "ajak bu nilam sambil menuntun putrinya menuju ruang keluarga.yang berada di lantai satu.
ada bik ija yang sedari tadi menunggu di depan pintu kamar bulan. bik ija segera membantu bulan menuruni anak tangga satu persatu.
__ADS_1
bulan sengaja memilih turun menggunakan tangga. ia merasa saat ini lift sangat menyeramkan baginya.
°°°°°🌛🌜°°°°°°
Semua mata tertuju pada bulan. ia nampak bagai rembulan yang sedang turun ke bumi, tuk menyinari rumah Tuan haydar Ali.dengan gaun warna merah yang menyelimuti kulit putih nya, dan sentuhan rambut terurai ikal panjang nya membuat semua yang memandang nya tak akan bisa terlepas dari pesona nya.
Begutu juga dengan Ali yang sedari tadi tak berkedip memandang bulan penuh decak kagum.
itulah bulan. gadis cantik penuh pesona, setiap mata yang memandang akan langsung jatuh hati padanya.
tidak terkecuali hati ali, yang berulang kali jatuh dan cinta pada bulan Malik.
"ehemmmmm.... santai aja bos lihat nya"goda tuan haydar pada putra nya itu.
"papa, "
tuan haydar tergelak melihat Ali yang begitu bucin pada bulan, yang tuan haydar sendiri akui kecantikan dan pesona nya mampu memporak porandakan benteng hati ali yang selama ini sulit menerima cinta seorang wanita manapun.
"ayo Al. itu rembulan mu sudah datang,katakan apa yang selama ini ingin kamu ungkapkan" sekali lagi tuan haydar sengaja terus menggoda ali yang masih diam terpaku.
"rembulan malik, gadis tercantik yang pernah aku lihat dan sangat ku kagumi. mau kah kamu menerima lamaran ku, tuk menjadikan mu pendamping hidup ku selama lama nya?" suara ali begitu terdengar sangat gugup. ia tak percaya akhirnya ia bisa melamar bulan secara resmi. di depan semua anggota keluarga bulan dan dirinya.
bulan masih saja diam membisu. gadis itu begitu malu, hingga tenggorokan nya terasa begitu kering dan tak bisa keluar kata kata dari bibir manis nya.
"Bulan. Ali sedang bertanya, bagaimana jawaban mu?" tanya bu nilam yang melihat putrinya hanya terdiam dan tertunduk malu.
"ya... "jwab bulan singkat sambil mengangguk kan kepalanya nya.
"yessss..... "teriak Ali sambil berhambur menuju bulan dan segera memeluk gadis yang akhirnya akan benar benar menjadi milik nya seorang itu.
__ADS_1
"trimkasih sayang, percayalah aku tidak akan pernah menyia-nyiakan kepercayaan mu, yang mau ku pinang tuk menjadi bagian dari kisah hidup ku. " ucap Ali sambil mengecup lembut kening bulan.
bulan hanya bisa diam, tersipu malu. dia hanya mengangguk angguk kan kepalanya tanda faham atas semua yang telah ali ucapkan.
semua keluarga bertepuk tangan wujud dari rasa bahagia yang akhirnya pecah itu.
"oh iya bu nilam. sebelumnya saya mohon maaf jika untuk sementara kami tidak bisa meminang bulan secara resmi ke rumah bu nilam. dikarnakan kondisi bulan yang belum memungkinkan untuk berpergian jauh. dan jadwal berobat bulan disini juga begitu padat. bukan begitu pa" ujar bu soraya lembut sambil memegang tangan bu nilam.
"tentu saja bu, saya sangat bahagia bulan dan nak ali akhirnya bertunangan. dan saya lebih senang dengan acara sederhana ini. mengingat keadaan bulan saat ini" jawab bu nilam tak kalah lembut nya.
membuat bu soraya dan tuan haydar merasa lega atas jawaban nya.
"selamat ya dek, loe udah gak jomblo lagi. ehhh tapi inget harus ada pajak ya?karna kamu udah berani melangkahi kakak mu!!" goda abas sambil mencium pipi adik nya penuh kasih sayang.
"trimkasih abang ku yang ganteng" jawab bulan sambil memeluk tubuh kekar abang nya itu.
"jadi kapan ali dan bulan bisa menikah ma pa?" tanya ali tak sabar.
"sabar boy. masih banyak hal yang harus kita persiapkan sebelum kamu bisa menikahi bulan.termasuk urusan gedung dan dekorasi juga dimana tempat nya kalian akan melangsungkan pernikahan. " jwab tuan haydar sambil meninju kecil bahu putra nya itu.
"gak sabaran banget sih"ujar bu soraya menimpali ucapan tuan haydar.
"ayolah pa ma. jangan membuat acara besar besaran dulu. kasihan bulan. biarkan kami hanya menikah saja dulu, hanya keluarga dekat kita yang kita undang. nanti kalau bulan sudah sembuh kita bisa membuat pesta meriah. itu pasti akan jauh lebih indah dan menyenangkan untuk bulan, bukan begitu bul?" tanya ali pada kekasih hatinya itu.
" saya setuju dengan apa yang baru saja ali katakan tuan dan nyonya. pesta sederhana saja untuk sementara, pesta meriah nya bisa menyusul di lain waktu. " jwab bulan sependapat dengan apa yang ali katakan.
"saya kira anak anak benar tuan dan nyonya. " sela bu nilam menyetujui usul ali tadi.
"baiklah jika itu yang kalian mau. saya akan mulai mempersiapkan segala keperluanya. kamu dan bulan tinggal Terima beres saja nak. " bu soraya segera memeluk bulan dan menciun keningnya.
__ADS_1
"panggil kami mama dan papa. bukan nyonya dan tuan lagi oke"bisik bu soraya lembut ke telinga bulan. dan dijawab oleh bulan dengan senyuman dan anggukan.