Mr. Cool & Angel by Yessy Lie

Mr. Cool & Angel by Yessy Lie
10


__ADS_3

Annabelle pergi ke kamarnya dan merasa sangat marah sekali dengan Marco, Annabelle tidak mengerti apa sebenarnya salahnya hingga Marco bersikap seperti itu terhadapnya. Karena di dunia nyata mereka bukanlah pasangan kekasih hingga dirinya tidak boleh menemui laki-laki lain.


"Hanya karena dia pemilik rumah ini apa lantas aku tidak boleh memiliki kekasih. Dasar orang aneh," gerutu Anabelle kesal.


Akhirnya Annabelle memilih berendam air panas saja di bathtub untuk menghilangkan rasa pegal di sekujur tubuhnya. Dan setelah puas berendam dia akan bersiap-siap untuk tidur dan memakai gaun tidurnya. Tapi saat baru akan tidur ada yang mengetuk pintu.


Siapakah yang mencariku malam-malam seperti ini. Apakah mungkin itu tante Katelyn yang membutuhkan sesuatu.


Annabelle segera turun dari ranjang dan membuka pintu. Dirinya sangat terkejut karena ternyata itu Marco dan dengan secepatnya dia akan membanting pintu tapi Marco menahannya.


“Apalagi yang Anda inginkan Mr. Xavier? Belum puaskah Anda menghina saya hari ini?”


Marco tidak bisa berbicara saat Annabelle membuka pintu. Lekuk tubuhnya terlihat jelas karena baju tidurnya sangat tipis dan kedua payudaranya terlihat jelas tanpa bra.


Padahal Marco datang kemari untuk minta maaf karena jika tidak mamanya akan marah sangat lama terhadapnya. Dan dirinya sadar jika dia sudah keterlaluan. Entah apa yang merasukinya hari ini.


“Mr. Xavier,” panggil Annabelle. Apa sebenarnya maunya dari tadi hanya diam dan menatap padaku?


Jadi Annabelle melihat pada dirinya apa yang salah dan saat itulah dia baru menyadari pakaiannya yang tipis memperlihatkan tubuhnya. Dan putingnya mengeras karena menyadari jika Marco menatapnya karena gairah.


Dengan cepat Annabelle membalikkan tubuhnya karena tidak ingin Marco mengetahuinya.


“Jika tidak ada yang ingin Anda katakan saya akan tidur, Mr. Xavier.”


“Saya ingin minta maaf atas perlakuan saya hari ini terhadapmu.”


Annabelle kembali berbalik, tidak menyangka jika Marco akan minta maaf padanya. Dan mengira mungkin dirinya salah dengar. Dan dirinya melihat gairah di kedua mata Marco.


Dengan spontan Annabelle kembali membalikkan badannya. Karena tahu apa yang membuat gairah Marco muncul.


“Saya menerima permintaan maaf Anda Mr. Xavier, dan sekarang bolehkah saya tidur?” tanya Annabelle masih membelakangi Marco.


“Baiklah.” Dan Marco melangkah mundur agar Annabelle bisa menutup pintu.


Setelah kepergian Marco, Annabelle segera menutup pintu dan menghembuskan napas yang sejak tadi ditahannya. Dan segera tidur sesuai rencananya tadi. Dengan segera Annabelle tertidur karena masih merasa lelah.



Marco sungguh tidak mengerti apa yang salah dengan dirinya. Sejak kemunculan Annabelle di dalam hidupnya dia menjadi sangat kacau. Dan sekarang bertambah satu lagi wanita yang membuatnya kacau dan orang itu adalah Angel.


Tapi saat bersama Angel dia tidak perlu berpura-pura dan bisa bersikap bebas. Karena Angel tidak tahu siapa dirinya, maka Angel tidak mungkin akan mengincar hartanya seperti wanita-wanita yang selama ini bersamanya.


Marco harus menjauhi Annabelle, dirinya tidak boleh lepas kendali lagi. Dan jika dia menjauhi Annabelle dia tidak akan lepas kendali. Saat ini dirinya hanya akan fokus dengan Angel saja.



Annabelle terbangun lebih cepat hari ini karena dirinya tadi kembali memimpikan Marco. Setiap malam sejak seminggu lalu Marco selalu hadir di dalam mimpinya. Annabelle tidak mengerti ada apa dengan dirinya.


Mungkinkah karena sejak kejadian malam itu Marco terus menghindarinya hingga membuat Annabelle tidak mengerti ada apa dengan laki-laki itu.


Annabelle merindukannya tapi dirinya tidak mungkin mengatakannya pada Marco. Atau pun menghampiri Marco.


Aku tidak sabar lagi untuk bertemu Marco di kolam.


Malam ini adalah bulan purnama berarti malam ini dirinya bisa menjadi Angel. Akankah Marco datang seperti yang dikatakannya.


Di meja makan Marco seolah-olah menganggapnya tidak ada. Annabelle benar-benar tidak mengerti di mana kesalahannya. Dan sebentar lagi Annabelle kembali harus melalui semua itu. Karena sebentar lagi sarapan akan dihidangkan. Annabelle kemudian turun dari ranjangnya dan menuju kamar mandi.


Setelah selesai membersihkan diri Annabelle turun ke bawah untuk sarapan.

__ADS_1


“Selamat pagi, Tante.”


“Pagi, Annabelle.”


Annabelle mengedarkan pandangannya karena tidak melihat Marco. Mungkinkah dia telat sarapan. Tapi hingga beberapa menit kemudian Marco tetap tidak muncul hingga membuat Annabelle selalu melirik ke arah tangga.


“Marco sedang melakukan perjalanan bisnis Annabelle, kemarin sore dia berangkat.”


“Oh…” dan Annabelle langsung merasa sedih karenanya. Berarti malam ini Marco tidak akan datang ke kolam. Hilang sudah kesempatan Annabelle untuk bersama Marco malam ini.


Selesai sarapan Annabelle kembali bekerja seperti biasanya.


Dirinya sudah tiga per empat bagian selesai mengetikkan satu novel tante Katelyn dan dia bisa lanjut ke novel yang berikutnya mulai dua minggu lagi sepertinya.


Saat mengetik Annabelle sudah berusaha berkonsentrasi. Tapi dirinya terus saja salah saat mengetik hingga dia menyerah dan lebih baik beristirahat saja sebentar.


Annabelle berdiri di jendela dan memandang keluar jendela dari ruang kerja Tante Katelyn.


Haruskah aku ke kolam malam ini? Tapi jika Marco tidak akan datang untuk apa aku menunggunya disana.


Annabelle tidak tahu apa yang harus dilakukannya.


Aku akan tetap ke kolam malam ini tapi hanya untuk berenang. Karena aku sudah lama tidak merasakan berenang lagi di sana.


Setelah mengambil keputusan tersebut Annabelle mulai kembali bekerja dan kali ini akhirnya dia bisa berkonsentrasi. Akhirnya hari sudah sore saat Annabelle menghentikan pekerjaannya.


Dia mandi dan kemudian makan malam bersama tante Katelyn. Dalam hati dirinya masih berharap bahwa Marco sudah pulang. Tapi ternyata dia harus kecewa. Karena Marco juga tidak muncul saat makan malam.


Setelah selesai makan dia berpamitan dengan tante Katelyn untuk kembali ke kamarnya. Dia akan menyelesaikan dulu membaca novel tante Katelyn yang dipinjamnya.


Selama ini dirinya tidak begitu suka cerita tentang pembunuhan. Tapi karangan tante Katelyn membuatnya jatuh cinta dengan novel bergenre thriller itu.


Ya ampun aku lupa waktu. Haruskah aku tetap pergi ke kolam malam ini.


Annabelle kembali merasa ragu. Tapi mungkin setelah ini dia tidak akan mempunyai kesempatan lain untuk berenang. Jadi Annabelle mengambil gaunnya dan tidak lupa topengnya dan bergegas keluar rumah menuju kolam pribadi milik Marco.


Saat sampai di sana kolamnya nampak indah karena pantulan cahaya bulan. Dan Annabelle segera membuka pakaiannya dan masuk ke dalam kolam untuk berenang.


Dirinya masuk kedalam air dan kemudian keluar lagi hal itu terus dilakukannya berulang kali.


“Akh!” teriak Annabelle kaget saat ada seseorang yang mendekapnya dari belakang.


Dengan refleks Annabelle berbalik dan memukul orang tersebut.


“Hentikan Angel ini aku.”


Annabelle terkejut dan melihat siapa yang mendekapnya tadi untuk meyakinkan dirinya. Dan benar itu Marco. Tapi bagaimana mungkin.


Dengan segera Annabelle masuk kedalam dekapan Marco.


“Marco, aku pikir dirimu tidak mungkin datang hari ini.” Ucap Annabelle di dada Marco.


“Kenapa kamu berpikir seperti itu Angel?”


“Karena aku kira dirimu sedang melakukan perjalanan bisnis.”


Marco merasa heran. “Bagaimana kamu bisa tahu Angel?”


“Eh…” Annabelle gugup. Bodohnya dirinya, kenapa dia bisa keceplosan. Ini pasti karena dia sangat merindukan Marco.

__ADS_1


“Eh…aku hanya asal menebak saja. Karena tidak mungkinkan dirimu tidak bekerja.”


“Tentu saja aku akan datang Angel untukmu, aku sudah menantikan hari ini.” Dan dengan itu Marco mendekap Annabelle dan memagut bibirnya.


Annabelle merasa sangat heran karena saat di sini bersamanya yang sebagai Angel sikap Marco sangat berbeda jika dirinya adalah Annabelle. Sekarang ini Marco bersikap sangat lembut. Tapi berbeda dengan Marco yang bersama Annabelle, dirinya sangat dingin, penuh curiga dan tentu saja sangat menyebalkan.


“Hari ini aku memang melakukan perjalanan bisnis ke New York dan saat sudah selesai bergegas aku pulang ke rumah. Dan aku tiba disini jam 18.30 tadi. Aku mengira dirimu yang tidak akan datang. Jadi aku berjalan-jalan disekitar kolam karena mengira kamu tidak akan datang.” Jelas Marco lagi kepada Annabelle setelah melepaskan bibirnya.


“Aku merindukanmu Angel.” Dan Marco kembali memagut bibirnya.


“Aku juga merindukanmu Marco.” Balas Annabelle.


“Apakah hari ini kamu akan mengizinkan aku membuka topengmu Angel.”


Annabelle melepaskan pelukan Marco darinya setelah Marco melontarkan pertanyaan itu. Dan melangkah akan pergi.


“Maaf Marco aku tidak bisa membuka topengku. Mungkin sebaiknya kita tidak bertemu lagi.”


Bergegas Marco mengejarnya. “Maafkan aku, baiklah jika kamu masih tidak ingin memperlihatkan wajahmu padaku.”


Dan Marco kembali merengkuh Annabelle kedalam pelukannya. Dirinya kembali memagut bibir Annabelle. Membelai punggungnya dengan tangannya dan kemudian berpindah menjelajahi payudaranya.


Hingga mereka terbakar hasrat dan tidak bisa menunggu lama lagi untuk mempersatukan tubuh mereka. Dan mencapai kepuasan bersama-sama.


Setelah itu mereka kembali bercinta tanpa rasa puas akan rasa masing-masing. Setelah puas bercinta didalam kolam mereka berpindah ke tenda yang di siapkan oleh Marco.


“Apa kita ada acara menginap di sini Marco hingga dirimu membawa tenda.” Dan Annabelle tertawa karenanya.


“Aku ingin bersamamu hingga pagi Angel, maukah kamu?”


Tadinya Annabelle hanya berniat menggoda Marco. Tapi ternyata Marco benar-benar menginginkan hal itu.


Apa yang akan dilakukannya. Jika dia mau bagaimana mungkin dia bisa bersama Marco tanpa melepas topengnya. Tapi jika dia tidak mau malam ini akan berakhir sekarang juga dan Annabelle belum ingin malam ini berakhir.


“Baiklah Marco, tapi berjanjilah kamu tidak akan memaksaku membuka topengku?”


“Ada apa dengan dirimu Angel. Kenapa kamu tidak ingin memperlihatkan wajahmu padaku?" Tanya Marco dengan curiga.


Marco penasaran kenapa Angel tidak mau memperlihatkan wajahnya pada dirinya. Mungkinkah dia buruk rupa.


Tapi Marco rasa bukan karena itu. Sepertinya aku tidak akan tahu kenapa. Dan saat memikirkan itu semua, Angelnya bersiap-siap memakai pakaiannya. Dan Marco tidak siapa untuk mengakhir malam ini sekarang juga.


“Baiklah Angel aku tidak akan memaksamu jika itu yang kamu inginkan.” Marco mendekap Angel dan membalikkan tubuh Angel menghadapnya.


Kemudian dirinya mencium bibir Angel dan kedua tangannya mengangkat bokong indah Angel hingga Angel melingkarkan kakinya di pinggang Marco.


Marco kemudian membawa mereka berdua ke tenda dan melanjutkannya disana. Setelah selesai Marco langsung tertidur karena kelelahan. Dan Annabelle memberanikan diri membuka topengnya saat Marco sudah tertidur.


Dan walaupun Marco tidak tidur dia tidak akan bisa melihat wajahnya karena di dalam tenda begitu gelap. Tenda itu sederhana tapi Marco sudah melengkapinya dengan selimut, hingga Annabelle tidak akan kedinginan.


Annabelle kemudian memutuskan berbaring sebentar karena merasa lelah setelah percintaan mereka. Tapi akhirnya dirinya malah ikut tertidur pulas didalam pelukan Marco.


Saat subuh Annabelle terbangun dan menyadari di mana dirinya berada. Kemudian dengan perlahan dia melepaskan lengan Marco yang memeluk tubuhnya.


Dan saat sudah berhasil dirinya bergegas keluar dari tenda dan memakai pakaiannya kemudian kembali ke rumah.


Maafkan aku Marco, aku tidak bisa hingga besok karena kamu akan semakin ingin melihat wajahku.


❤❤❤

__ADS_1


Jangan lupa like, koment & lovenya. thx


__ADS_2