
Semalam Marco memilih tidur di ruang kerjanya selain karena takut Annabelle marah dan menyakiti dirinya sendiri. Marco juga belum siapa menghadapi Annabelle karena masih ada Tiara di rumah ini. Setelah Tiara pergi dia baru akan menjelaskan semuanya kepada Annabelle.
Dan sekarang dia akan melihat apakah Tiara sudah pergi.
Dengan bergegas Marco menuju kamar Tiara. Dan dirinya sangat bahagia saat melihat ternyata wanita itu sudah pergi. Dengan segera dia mengambil hasil test DNA-nya dengan Jacob untuk bukti agar Annabelle memercayainya nanti.
Dan betapa terkejutnya Marco saat sampai di kamarnya karena Annabelle tidak ada di kamar. Dengan bergegas Marco mencari Annabelle ke seluruh rumah dan tidak bisa menemukan Annabelle. Dirinya juga meminta bantuan semua orang yang ada di rumah untuk membantunya mencari.
Apakah dia pergi meninggalkan aku?
Marco kembali ke kamarnya untuk memeriksa apakah masih ada baju-baju Annabelle. Dan dirinya bisa tenang karena ternyata baju-baju dan barang-barang Annabelle masih ada.
"Tuan...Tuan..." panggil Emily.
Bergegas Marco turun dan menghampirinya.
"Ada apa Emily?"
"Semua makanan instan kita hilang."
"Apa?"
"Iya Tuan, semuanya hilang."
"Ini sangat aneh, apa mungkin Annabelle yang membawanya."
Marco memikirkan ke mana Annabelle akan pergi membawa makanan saja. Dan Marco tidak mengerti. Sebaiknya aku menenangkan diri dulu agar aku bisa memikirkannya lebih baik. Marco kembali ke kamarnya bersama Annabelle.
"Kenapa Annabelle kamu pergi? Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Marco pada dirinya sendiri sambil berjalan mondar-mandir.
Marco mencoba mengingat yang terjadi dalam waktu 24 jam ini. Dan Marco ingat, mungkinkah tadi Annabelle melihatku saat aku akan ke kamar Tiara dan dirinya kembali salah paham? Atau kemarin aku tanpa sengaja sudah menyakitinya? Jangan-jangan dia mau bunuh diri?
Berbagai pikiran berkecamuk di benak Marco.
"Ahhh..." teriak Marco frustrasi.
"Aku tidak akan kehilangannya setelah semua yang ku lakukan. Kemana dia pergi?"
Tiba-tiba Marco ingat dia belum memeriksa tempat itu.
Dengan bergegas Marco pergi keluar dan menuju kolam favoritenya dengan Annabelle. Dan betapa kecewa dirinya saat sampai di sana dan ternyata Annabelle tetap tidak ada.
Saat akan berbalik pergi Marco mengurungkan niatnya dan menuju ke tenda yang belum di bukanya itu.
__ADS_1
Marco sangat bahagia karena benar dugaannya, Annabelle tertidur di sana dan tampak seperti malaikat. Malaikat yang telah mencuri hatinya dan hampir membuatnya mati karena patah hati tadi.
Marco menyusup masuk ke dalam dan ikut berbaring sambil memeluk istrinya. Tidak lama kemudian dirinya juga ikut tertidur.
**
Hmmm... sepertinya aku tertidur. Pikir Annabelle. Dan hari juga sudah gelap hingga dia tidak bisa melihat apa-apa.
Dan Annabelle sangat terkejut saat menyadari ada seseorang di tenda bersamanya dan memeluknya. Apakah dia di perkosa tadi tanpa di sadarinya?
"Ahhh..." teriak Annabelle histeris dan memukul orang yang bersamanya di dalam tenda.
"Aduh...hentikan Annabelle, ini aku Marco."
Dan Marco menyalakan lampu penerangan yang dia sediakan di situ.
"Marco, sedang apa kamu di sini dan bagaimana kamu bisa tahu kalau aku ada di sini?"
"Aku hanya mengingat-ingat di mana tempat favoritemu, awalnya aku mengira kamu sudah pergi meninggalkan aku."
"Apa yang kamu lakukan di sini Marco, dan kenapa kamu tidak bersama kekasihmu saja." Ketus Annabelle.
"Dia sudah pergi kemarin."
"Apa? Kamu pasti bohong. Tadi pagi aku melihat kamu masih mengunjunginya."
"Lalu bagaimana dengan Jacob?"
"Dia bukan anakku Annabelle."
"Marco, kamu jahat sekali tidak mengakui anak itu." Cerca Annabelle.
"Dia memang bukan anakku, aku sudah melakukan test DNA dan hasilnya dia bukan anakku. Dan setelah aku menunjukkannya pada Tiara dia mengakui semuanya dan mengatakan kalau Adrian yang menyuruhnya lagi untuk menghancurkan aku."
"Adrian, saingan bisnismu yang dulu itu?"
"Iya, orang itu sungguh benar-benar jahat." Ucap Marco.
"Aku ikut prihatin Marco, sekali lagi kamu di khianati oleh wanita yang kamu cintai."
Gelak tawa Marco meledak.
Annabelle cemberut. "Ada apa denganmu Marco, sempat-sempatnya kamu malah tertawa."
__ADS_1
Lalu Marco memegang dagu Annabelle dan mengangkatnya sedikit. "Dengar Annabelle sayang, aku tidak mencintai Tiara lagi sama sekali. Aku bahkan tidak memercayainya, apalagi mencintainya. Maafkan aku karena selama ini menyakitimu. Aku tidak ingin kamu stress karena masalahku. Jadi aku menjauhimu, tapi hal itu malah dimanfaatkan oleh Tiara untuk menyakitimu. Aku mendengarkan semua saat dia masuk ke kamar kita dan menceritakan bualannya padamu kalau aku bercinta dengannya. Melihat wajahnya saja aku jijik apalagi bercinta dengannya. Dan hanya satu wanita yang aku cintai."
"Oh...jadi kamu sudah mencintai orang lain?" tanya Annabelle sedih.
Marco kembali tertawa.
"Aku serius Marco, kenapa dari tadi kamu terus menertawakan aku." Isak Annabelle tidak sanggup menahan tangisnya lagi.
"Shttt...shttt...maafkan aku sayang."
"Kenapa aku tetap cengeng, bahkan masih muntah-muntah dan aku bahkan merasakan sesuatu bergerak di dalam perutku selain itu aku juga masih tukang tidur." Isakan Annabelle semakin kencang dan pilu.
"Apa aku masih tidak bisa menerima kenyataan kalau bayiku sudah tidak ada." Air mata Annabelle kembali mengalir dengan derasnya.
"Maafkan aku sayang, aku harap kamu akan mengerti__"
"Ceraikan saja aku Marco, jadi kamu bisa bersama wanita yang kamu cintai itu." potong Annabelle di sela-sela tangisnya.
"Aku tidak akan menceraikanmu Annabelle." Geram Marco.
"Tapi aku tidak mau di madu Marco." Bentak Annabelle.
Marco merasa hampir gila, kenapa istrinya ini tidak menyadarinya juga kalau aku mencintainya.
"Aku tidak pernah bilang mau menikah lagi Annabelle." Balas Marco.
"Tapi jika kamu tidak menceraikan aku, bagaimana caranya kamu menikah dengan wanita itu."
"Karena aku sudah menikah dengannya."
"Apa? Jadi kamu sudah menikah lagi Marco?" dan Annabelle bersiap-siap akan menangis lagi.
Dengan kesal Marco memegang kedua pipi Annabelle agar menatapnya.
"Wanita yang aku cintai itu kamu Annabelle."
Annabelle begitu terkejut mendengarnya. "Pasti aku salah dengar." Bisik Annabelle.
"Tidak Annabelle, kamu tidak salah dengar, aku mencintaimu Annabelle dan akan terus mencintaimu sampai maut memisahkan kita." Dan Marco mencium bibir istrinya.
Air mata Annabelle berlinang dan dirinya membalas ciuman Marco. Akhirnya Marco mencintainya. Annabelle sangat bahagia.
"Maafkan aku sayang, aku tidak bisa mengatakan semuanya padamu. Aku menyelidiki Tiara dan menemukan bahwa dia masih sering menemui Adrian. Jadi aku pura-pura bersikap baik padanya agar dia mengizinkan aku membawa Jacob berduaan saja hingga aku bisa melakukan test DNA. Aku tahu hal itu ilegal karena aku melakukannya tanpa persetujuan Tiara. Tapi aku tahu Tiara pasti akan sangat ketakutan jika Jacob bukan anakku. Dan ternyata semuanya benar sesuai dugaanku. Hari pertama saat kamu menemukanku di kamar Tiara, itu aku sedang memperingatkannya agar tidak menganggumu. Dan waktu kemarin kamu melihat aku ke kamar Tiara aku sudah mendapatkan hasil test DNA-nya dan aku mengusirnya keluar dari rumah kita." Jelas Marco.
__ADS_1
Annabelle menangis mendengarkan penjelasan Marco.
"Dan dengan bodohnya aku kehilangan anak kita, Marco." Isak tangis Annabelle kembali keluar. Dan Marco jadi panik karena Annabelle menangis tersedu-sedu. Hingga dirinya hanya bisa mencoba menenangkan Annabelle.