Mr. Cool & Angel by Yessy Lie

Mr. Cool & Angel by Yessy Lie
11


__ADS_3

Keesokan harinya Annabelle kembali tidak turun untuk sarapan karena dia tidak mau bertemu Marco sebab sama seperti sebelumnya. Marco meninggalkan banyak tanda di tubuhnya dan di lehernya.


Annabelle menunggu agak siang saat pergi ke ruang kerja Tante Katelyn untuk bekerja. Dirinya juga memastikan tidak ada Marco saat dia menuju ke sana. Annabelle tahu Marco sekarang pasti sangat marah karena dia meninggalkannya seperti itu semalam.


Annabelle tidak mau jadi tempat pelampiasan kemarahan Marco. Karena Marco pasti akan menghinanya. Hari ini Tante Katelyn pergi ke rumah sakit untuk melakukan check up lagi. Jadi Annabelle tidak khawatir akan bertemu tante Katelyn.


Bahkan mungkin Marco yang menemaninya. Sepertinya dirinya bisa tenang.


Saat waktu istirahat Annabelle tidak turun untuk mencari makan karena dirinya malas jika harus makan sendiri. Lagi pula dirinya tetap tidak akan turun makan walaupun ada Tante Katelyn. Annabelle tidak mau Tante Katelyn berpikiran buruk tentangnya saat melihat tanda-tanda di leher dan kulitnya.


Annabelle mengistirahatkan jarinya sebentar sebelum mulai bekerja kembali. Seperti biasa jika sedang beristirahat dia akan menghabiskan waktunya berdiri di jendela dan menatap keluar karena dia sangat suka melihat labirin yang ada disana. Dia sangat ingin mencobanya. Tapi bagaimana jika dia tersesat dan tidak ada yang tahu. Mungkin dirinya akan mati kelaparan pikir Annabelle.


“Makanlah Annabelle, Emily mengatakan kamu tidak turun untuk sarapan. Apa karena ada aku?”


Annabelle terkejut saat mendengar suara maskulin di ruangan itu.


Dirinya berbalik dan terbelalak. Kenapa dia harus begitu sial karena tanpa keluar pun dia bertemu Marco disini.


Annabelle semakin ketakutan saat melihat wajah Marco yang terlihat sangat marah dan dengan cepat datang menghampirinya. Apa yang akan dilakukannya? Annabelle merapatkan tubuhnya pada tembok karena tidak bisa kemana-mana.


“Anda mau apa, Mr. Xavier?” tanya Annabelle saat Marco berada dihadapannya dan mengurungnya dengan kedua lengannya ditembok.


“Siapa dia?”


“Aku tidak mengerti maksud Anda.”


“Siapa laki-laki yang kamu temui itu Annabelle?”


“Itu bukan urusan Anda! Anda bukan kekasih saya dan saya tidak berselingkuh karena Anda bukan kekasih saya.”


Marco hilang kendali karenanya dan dirinya mencium Annabelle dengan buas. Menarik pinggang Annabelle merapat padanya dan tangannya yang lain menarik rambut Annabelle pelan agar mendongak padanya.


“Apa yang Anda lakukan?”


“Menjadikanmu kekasihku.” Dan Marco kembali mencium Annabelle kemudian dengan kasar dirinya merobek pakaian Annabelle hingga memperlihatkan branya. Marco membawa Annabelle ke meja kerja yang ada di ruangan itu dan menyandarkan tubuh Annabellle di sana.


“Jangan Marco!” Mohon Annabelle. Dirinya tahu saat ini Marco sedang marah hingga tidak menyadari tindakannya dan Annabelle tidak mau Marco menyesalinya nanti.


Tapi Marco bukannya sadar dirinya semakin gelap mata saat melihat seluruh tanda ciuman laki-laki yang ada di tubuh Annabelle.


Dengan itu Marco menarik lepas bra Annabelle dan dengan refleks Annabelle menutupinya. Bukan karena malu tapi karena dia tidak mau Marco semakin marah.


Dengan kasar Marco menjauhkan tangan Annabelle dari payudaranya hingga keduanya terpampang di depan matanya. Dan Marco bertambah marah saat melihat tanda yang ada disana hingga dia **** kedua ** Annabelle dan menghisapnya dengan kuat. Lalu dirinya mengigitnya dengan pelan.


Annabelle merintih kenikmatan saat Marco melakukan semua itu. Tubuh Annabelle terbakar gairah dan dirinya juga lupa bahwa saat ini dia bukan Angel.


Marco merobek celana dalam Annabelle yang memakai rok dan memasukkan bagian dirinya yang mengeras kedalam kehangatan Annabelle.


Marco bergerak di dalam tubuh Annabelle yang pasrah dalam pelukannya hingga mereka mencapai kenikmatan bersama. Setelah itu Marco menindih Annabelle di meja karena kelelahan.


Dan saat badai kenikmatan sudah mereda Marco menyadari tindakannya.


“Shit…” maki Marco.


Dengan segera Marco mengeluarkan dirinya dari dalam diri Annabelle, berdiri dan memandang Annabelle.

__ADS_1


Annabelle tahu saat itu Marco sudah menyadari tindakannya. Jadi Annabelle segera berdiri untuk merapikan dirinya dan membalik tubuh bagian depannya agar Marco tidak bisa melihatnya.


Dan saat laki-laki itu menyodorkan kemejanya Annabelle menerimanya. Karena pakaiannya sudah rusak jadi dia tidak akan bisa mengenakannya lagi.


“Maafkan aku Annabelle.” Dan kemudian Marco berlalu dari sana.


Dan Annabelle hanya bisa menangis saat Marco pergi meninggalkannya. Dengan cepat dia memakai kemeja pemberian Marco dan bergegas ke kamarnya. Dirinya tahu jika saat ini Marco pasti menyesal karena sudah bercinta dengannya.


Dan apa yang akan terjadi jika Marco mengetahui kalau Angel adalah dirinya. Jadi Annabelle memutuskan akan kembali ke kolam dan menghentikan pertemuan mereka. Dia akan meninggalkan surat di tenda itu.


Setelah puas menangis Annabelle tidur di ranjang masih memakai pakaian Marco. Tapi dirinya malah tertidur lelap.


Dan saat jam sudah menunjukkan pukul 18.00 Annabelle terbangun karena ingat jika dia meninggalkan topengnya di sana. Jadi dengan cepat dia menulis surat tersebut kemudian bergegas menuju ke kolam untuk melihat apakah Marco mengambil topengnya. Sebelum ke kolam dirinya tidak lupa untuk berganti pakaian terlebih dahulu.



Setelah meninggalkan Annabelle, Marco menuju ke ruang kerjanya. Saat sampai disana dia memukul meja yang ada di sana.


“Shit…shit…shit…” maki Marco. Apa yang sudah dilakukannya. Sejak kapan dia menjadi pemerkosa. Tapi kenyataannya dia sudah memperkosa Annabelle. Walaupun Annabelle menikmatinya tapi dia memaksakan diri pada Annabelle. Bahkan Annabelle sudah punya kekasih.


Dan Marco menyesalinya. Bagaimana jika Annabelle memakai semua ini untuk memerasnya. Dan bagaimana dengan Angel. Dirinya juga sudah mengkhianati Angel.


Bagaimana dia bisa sekacau ini. Ini semua gara-gara Angel meninggalkannya tanpa memberitahukan apa-apa. Hingga sejak pagi dirinya memang sudah dikuasai amarah. Dan saat mencari makan tadi Emily baru akan mengantarkan makanan jadi dia menawarkan diri untuk membawakannya.


Marco mengira Annabelle tidak turun makan karena tidak ingin makan berdua dengannya karena hari ini mamanya tidak ada.


Dan betapa marah dirinya saat melihat tanda kissmark di leher Annabelle. Mungkinkah dirinya cemburu? Tapi seperti yang Annabelle katakan dirinya bukanlah kekasih Annabelle. Selain itu dirinya sudah memiliki Angel.


Marco tidak mengerti kenapa Angel tidak mau memperlihatkan wajahnya. Dan Marco mencoba mengingat pertemuan-pertemuan mereka. Dan bagaimana Angel bisa tahu jika dia sedang melakukan perjalanan bisnis malam itu. Biarpun dia mengatakan asal tebak tapi Marco tetap curiga karena Angel menjawabnya dengan gugup.


Dirinya pasti merahasiakan sesuatu. Mungkinkah dia mengenalku? Dan karena itulah aku tidak pernah bertemu dengannya setelah pertama kali itu dan bagaimana dirinya baru bertemu kembali saat dia pergi dari rumah mengantar mama ke rumah sakit.



Benar seperti yang dia kira. Angel memang kembali untuk mengambil topengnya. Saat Marco sampai di kolam, Angel baru akan keluar dari tenda sambil memakai topengnya. Harusnya dia lebih cepat tadi agar bisa melihat wajah Angel.


“Halo Angel, apa kamu kembali ke sini karena merindukanku?” sapa Marco dengan nada sedikit marah terhadap Angel dan menghampirinya yang berada di pinggir kolam.


“Marco!”


Annabelle begitu terkejut karena kedatangan Marco. Untung saja dia sudah memakai topengnya dan suratnya juga sudah dia tinggalkan di tenda. Tapi sekarang bagaimana caranya agar dia bisa pergi dari sini tanpa Marco mengetahui siapa dirinya.


Dan Annabelle semakin beruntung karena tempat itu sudah agak gelap. Jika tidak Marco pasti akan mengenalinya karena semua tanda-tanda yang ada ditubuhnya akan terlihat jelas di siang hari.


“Marco, apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Annabelle.


Annabelle terkejut karena tiba-tiba Marco menarik dirinya kedalam pelukan dan menciumnya.


“Aku kesini karena mencarimu. Kamu melanggar janjimu Angel. Dan aku akan menghukummu.” Geram Marco dibibir Angel dan kembali menciumnya.


“Dan karena dirimu aku hilang kendali hingga menyakiti seseorang.” Dan Marco kembali menghukum bibir Angel.


“Maafkan aku Marco.” Balas Annabelle saat Marco melepaskan bibirnya lagi.


Marco tidak merespon permintaan maaf yang dilontarkan Angel.

__ADS_1


Sebaliknya dirinya malah menurunkan mulutnya ke leher Angel dan mencumbu leher Angel, mengecupnya dengan sedikit keras.


Kemudian Marco menelusuri bahu Angel dan menurunkan pakaian Angel dari bahunya hingga nampaklah payudara Angel dan putingnya yang sudah mengeras. Dan Marco memasukkannya kedalam mulutnya dan menghisapnya.


Kemudian dirinya membuka resleting celananya dan mengeluarkan miliknya yang sudah mengeras dari dalam celananya, lalu dia mengangkat gaun yang dipakai Angel betapa senangnya dia karena Angel tidak memakai celana dalam. Hingga dirinya bisa langsung menerbos masuk ke dalam kehangatan Angel tanpa ada halangan.


Annabelle merintih karena apa yang dilakukan Marco. Dan memohon agar Marco memasuki dirinya dengan perlahan. Kali ini Annabelle ingin Marco bercinta dengan perlahan dengannya. Karena dirinya tahu jika ini akan menjadi percintaan terakhir mereka.


“Please Marco, masuki aku dengan perlahan. Aku ingin menikmati semua ini dengan perlahan.” Pinta Annabelle.


Marco menggesek miliknya didalam Angel dengan sangat perlahan mengeluarkan dan memasukinya dengan perlahan. Hingga Angel berteriak saat mencapai kepuasan dirinya baru bergerak dengan cepat untuk menyusul Angel.


Setelah semuanya mereda dia memeluk Angel ke dalam pelukannya dan mengecup kepala Angel.


“Maafkan aku, Angel.”


Annabelle tahu jika Marco meminta maaf karena mengira dia sudah mengkhianati Angel saat bercinta dengannya tadi.


Annabelle tahu inilah saatnya.


“Aku juga minta maaf Marco.” Dan setelah mengatakan itu Annabelle mendorong Marco hingga Marco kehilangan keseimbangan dan masuk ke dalam kolam. Dan kesempatan itu dipakai Annabelle untuk pergi dari sana. Dan melenyapkan Angel dari hidup Marco.



“Shit.” Maki Marco saat sudah berhasil keluar dari dalam kolam. Bagaimana mungkin dirinya bisa dipermainkan seorang wanita seperti ini sampai dua kali. Biasanya dirinya yang mempermainkan mereka.


Dan kemudian Marco pulang ke rumah dalam keadaan basah kuyup. Saat sampai di rumah Marco bertambah sial karena bertemu mamanya hingga dia harus menjelaskan kenapa dirinya bisa basah kuyup.


“Marco… apa yang terjadi denganmu?”


Teriak Katelyn saat melihat kondisi anaknya.


“Apa kamu baik-baik saja?”


“Ya mama, aku tidak apa-apa, tadi aku ke kolam dan tidak sengaja terpeleset ke dalam.”


Marco mengangkat kepalanya ke atas tangga saat mendengar suara cekikian dan melihat Annabelle sedang menertawakannya.


Sontak Annabelle terdiam dan masuk kembali ke kamarnya saat di tatap Marco seperti itu.


Kamu sungguh bodoh Annabelle, kenapa kamu menertawakannya, Annabelle tahu harusnya dia menangis karena dirinya mungkin tidak akan bersama Marco lagi setelah ini.


Hanya saja dia terlihat sangat lucu tadi saat terjatuh dan pulang dalam keadaan basah kuyup seperti itu.


Apa dia sudah menemukan suratnya?


Sepertinya belum karena dia pasti langsung pulang setelah aku mendorongnya seperti itu. Tadi setelah berlari pulang Annabelle dengan cepat masuk ke kamarnya dan berganti pakaian.


Dirinya keluar saat mendengar teriakan tante Katelyn karena mengira terjadi sesuatu. Dan saat melihat Marco, dia tidak bisa menahan dirinya untuk tertawa.



Setelah menjelaskan semuanya pada mamanya Marco masuk ke dalam kamarnya dan berganti pakaian. Saat ini dia ingin menghancurkan sesuatu karena sangat marah terhadap Angel. Apa yang salah dengan wanita itu.


Marco memutuskan akan menyelidiki siapa wanita itu sebenarnya.

__ADS_1



Jangan lupa like & komentnya ^^


__ADS_2