
Pagi tadi Marco sudah berangkat kembali ke Paris untuk kembali pada perusahaannya dan entah kapan baru akan kembali. Tak terasa waktu cuti Marco selama 3 bulan sudah berakhir.
Ini kesempatan aku agar bisa berenang kembali di kolam itu malam ini dan tidak akan takut dia tiba-tiba muncul.
Tapi Annabelle juga merasa sangat sedih karena tidak akan bisa melihat laki-laki itu untuk sementara waktu.
Walaupun dia sudah menghentikan pertemuan-pertemuan mereka dikolam itu sejak dua bulan lalu, tapi dirinya masih sangat menginginkan Marco dan dia tidak bisa menyangkal semua itu di dalam lubuk hatinya.
Annabelle tidak punya pilihan. Jika dirinya tidak menghentikan semua itu, suatu hari Marco akan mengetahui siapa dirinya dan dirinya tidak ingin tahu apa yang akan dilakukan Marco padanya. Karena telah membohongi dia dan ternyata wanita yang selama ini bercinta dengannya adalah wanita yang begitu dibencinya dan ingin segera disingkirkannya dari rumah ini.
Bahkan sejak hari di mana Marco tanpa sadar bercinta dengannya di ruang kerja, Marco menghindari dirinya sejak saat itu. Jika Marco tahu bahwa dirinya dan Angel adalah satu orang, Annabelle sebaiknya bersembunyi. Karena dirinya sudah melihat bagaimana Marco saat marah. Walaupun Marco tidak akan memukulnya tapi Annabelle tidak ingin tahu apa yang akan Marco lakukan padanya.
Annabelle kembali meneruskan pekerjaannya. Dan berusaha berkonsentrasi mengetik karena jika dia terus memikirkan Marco dirinya tidak akan pernah bisa menyelesaikan semua pekerjaan ini.
Tak terasa hari sudah sore. Annabelle bergegas menuju kamarnya untuk bersiap-siap makan bersama Tante Katelyn seperti biasanya.
Sesampainya dibawah Tante Katelyn ternyata tidak bisa turun untuk makan dibawah karena sedang tidak enak badan. Jadi makanannya diantarkan ke kamarnya. Annabelle ingin melihat Tante Katelyn tapi Dr. James sudah berpesan agar dirinya jangan diganggu dan harus istirahat.
Ya mungkin aku bisa berenang sekarang dari pada tidak ada yang bisa aku kerjakan. Aku akan berjalan-jalan sebentar sebelum berenang. Karena berenang dimalam hari terasa lebih menyenangkan daripada saat hari masih sore.
Saat sudah malam Annabelle segera menuju kolam itu. Dan dia menanggalkan semua pakaiannya seperti biasa. Dirinya berenang bolak balik kesana kemari dengan senang tanpa menyadari jika ada seseorang yang mengawasinya.
Setelah puas Annabelle mengenakan kembali pakaiannya dan bergegas kembali kerumah. Dia tetap tidak menyadari saat orang tersebut diam-diam mengikuti dirinya.
Sangat sulit bagi Marco untuk tetap berdiam diri dibalik tumbuhan mengawasi Angel menanggalkan semua pakaiannya dan berenang seperti itu. Dirinya sangat merindukan Angel. Dan begitu menginginkannya lagi, dia tidak pernah merasa puas merasakan wanita itu.
Setelah pertemuan terakhir mereka Angel tidak pernah muncul lagi di kolam itu. Hanya meninggalkan surat di dalam tenda yang mengatakan dirinya tidak bisa melanjutkan semua ini lagi.
Jadi Marco memutuskan dia harus mengetahui siapa Angel sebenarnya dan di mana dirinya tinggal. Marco sengaja menyusun rencana ini dan mengatakan dia akan kembali ke Paris.
Dia merasa yakin pemikirannya sebelumnya kalau Angel tahu semua gerak geriknya karena itulah Angel tidak akan pernah muncul jika tahu dirinya masih disini. Dan ternyata firasatnya benar.
Malam ini dia akan mengetahui semuanya. Marco terus mengikuti Angel dengan hati-hati agar wanita itu tetap tidak tahu kalau dirinya sedang diikuti. Dan betapa marahnya Marco saat melihat kemana wanita itu masuk.
Annabelle bergegas kekamarnya untuk menganti pakaian dia akan turun untuk makan, dirinya belum sempat makan tadi karena begitu bersemangat akan berenang lagi setelah sekian lama.
Saat sudah membuka topeng dan pakaiannya dan baru saja akan memakai pakaian ganti tiba-tiba ada yang membuka pintu. Bergegas Annabelle menutupi dirinya dengan handuk.
Marco!!! Dengan kaget Annabelle menutup mulutnya. Dirinya sangat terkejut karena melihat Marco masih di sini. Marco menutup pintu dan menguncinya agar tidak ada yang bisa masuk.
“Apa yang anda lakukan disini, Mr. Xavier? Bukankah anda sudah di Paris? “ tanya Annabelle setelah keterkejutannya hilang.
“Apakah kamu sangat senang karena bisa mempermainkan aku?” Marco dengan marah bertanya kepada Annabelle.
“Maaf aku tidak mengerti maksud anda?”
“Benarkah? Angelll. Apakah sekarang kamu sudah mengerti maksudku?” tanya Marco dengan perlahan.
Annabelle terbelalak saat mendengar Marco menyebutkan nama samarannya.
Annabelle melangkah mundur perlahan karena Marco semakin mendekat padanya. Dan Annabelle bisa melihat betapa marahnya Marco saat ini. Dengan perlahan Marco membuka ikat pinggangnya.
“Kamu mau apa Marco, Apa kamu akan mencekik aku dengan itu? Jangan lakukan itu Marco, kalau aku mati kau akan di penjara dan bagaimana dengan mamamu jika kamu sampai dipenjara?”
Marco masih terdiam dan dengan perlahan masih mendekat pada Annabelle. Dan dirinya tetap tidak mau menjawab Annabelle. Annabelle merasa semakin takut dan dirinya tidak bisa mundur lagi karena sudah terpojok di dinding.
Sampai akhirnya Marco menempelkan tubuhnya pada Annabelle dan di sela rasa takutnya dirinya tetap masih bereaksi terhadap diri Marco.
__ADS_1
Annabelle tidak berani menatap Marco.
Tiba-tiba Marco menarik handuk yang di pakai Annabelle sehingga dirinya tidak memakai apa-apa. Marco menyentuh putingnya. Dan dengan mudah putingnya mengeras dibawah sentuhan Marco.
Annabelle berusaha tidak merintih, bagaimanapun dirinya sangat merindukan sentuhan Marco. Tapi dirinya tidak tahu apa yang saat ini diinginkan Marco.
“Apa kamu tahu bagaimana rasanya menginginkan seseorang tapi berusaha tidak menginginkannya karena tidak ingin menjadi seorang bajingan, Angel? Dan apa kamu tahu rasanya karena mengira dirimu memang bajingan karena bercinta dengan dua orang wanita di hari yang sama dan juga menikmati keduanya? Dan apa kamu tahu rasanya karena mengira aku telah memperkosamu tapi bahkan aku tidak menyesalinya hingga membuat aku mengira diriku memang laki-laki berengsek,” bisik Marco di telinga Annabelle.
Annabelle terdiam karena tidak bisa menjawab pertanyaan Marco.
“Jawab aku! Atau aku harus memanggilmu Annabelle? Karena saat ini dirimu sedang menjadi Annabelle bukan?”
“Marco maafkan aku. Ahhh….” Annabelle tidak bisa menahan rintihannya karena saat itu Marco tiba-tiba menghisap putingnya dan mengigitnya dengan keras.
“Maaf aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan Annabelle.”
Dan dengan itu Marco membalikkan tubuh Annabelle sehingga Annabelle menghadap dinding dan dirinya berada di belakang Annabelle.
“Dan tahukah kamu betapa tersiksanya aku setiap melihatmu, diriku begitu menginginkanmu tapi tidak ingin menjadi laki-laki berengsek yang mempermainkan dua orang wanita. Dan ternyata kalian adalah orang yang sama!”
Setelah mengatakan itu Marco menurunkan celananya dan tanpa bisa Annabelle cegah tiba-tiba Marco menarik pinggangnya kebelakang dan sudah memasuki dirinya.
Annabelle kembali merintih. Dan menahan kedua lengannya di dinding agar tidak jatuh saat Marco memasuki dirinya.
“Ahh…”
“Katakan apakah kamu senang karena bisa mempermainkan aku?” Marco sengaja berdiam diri saat memberikan pertanyaan kepada Annabelle.
“Marco, Pleaseee…” mohon Annabelle dan bergerak-gerak gelisah karena ingin Marco bergerak di dalam dirinya.
“Jawab aku, Angel!”
Marco kembali menggerakkan tubuhnya ke belakang dan kedepan sambil memasuki diri Annabelle.
Annabelle kembali tidak bisa berbicara karena kenikmatan yang dirasakannya. Saat hampir mendapatkan apa yang diinginkannya. Marco kembali menghentikan gerakannya.
“Marco, pleaseee. Maafkan aku, Jangan siksa aku.” Annabelle terengah-engah memohon kepada Marco menginginkan sesuatu yang hampir dicapainya. Dan yang sudah begitu lama dirindukannya.
“Benarkah aku menyiksamu? Apakah kamu tahu bagaimana tersiksanya aku saat berpikir aku menginginkan dua orang wanita sekaligus dan betapa bajingannya aku. Dan tahukah kamu betapa tersiksanya aku saat aku menginginkanmu tapi menyangka aku tidak bisa memilikimu.”
“Maafkan aku Marco. Aku tidak bermaksud melakukan semua itu.”
“Katakan apakah kamu memang menginginkan aku atau itu hanya aktingmu saja?”
“Yahhh… Aku sangat menginginkan dirimu. Pleaseee… Marco. Maafkan aku. Aku mohon”
Dan Marco bergerak keluar masuk tubuh Annabelle dengan cepat. Sehingga akhirnya Annabelle mencapai kenikmatan dan meneriakkan nama Marco.
Annabelle kembali terkejut saat Marco melemparkannya ke ranjang dan mengikat kedua tangannya dengan dasinya di tiang ranjangnya.
“Marco, kamu mau apa?” Annabelle sangat takut. Ternyata Marco masih marah kepadanya dan saat ini dirinya tidak tahu apa yang ingin dilakukan Marco padanya.
Marco membuka semua pakaiannya dan kemudian mendekat pada Annabelle.
“Marco, kamu mau apa?” Annabelle semakin takut.
“Menginterogasimu tentu saja,” bisik Marco di telinga Annabelle.
“Aku sudah menjawab semua yang kamu tanyakan, apalagi yang kamu inginkan.”
“Belum semuanya.” Seringai Marco dengan dingin.
__ADS_1
Dan Annabelle kembali melihat Mr. Cool seperti saat pertama mereka bertemu.
“Tenang saja aku akan membayar atas semua pelayananmu di ranjang saat aku menginterogasimu.”
“Berengsek kamu Marco! Kamu sengaja bukan menghinaku untuk membalas dendam. Lepaskan aku jangan sentuh aku!”
“Aku memang sudah jadi orang berengsek dan itu semua karena dirimu. Dan benarkah kamu tidak ingin ku sentuh? Bukannya baru saja tadi kamu meneriakkan namaku?”
Annabelle merona merah mendengar semua itu.
“Lepaskan aku. Aku membencimu.”
Dengan perlahan Marco berjalan di bawah kaki Annabelle.
“Benarkah?” dan dengan itu Marco menunduk dan melebarkan paha Annabelle. Kemudian mencicipi Annabelle disana dengan mulutnya.
Annabelle berusaha merapatkan pahanya tapi kekuatannya tidak sebanding dengan Marco.
“Jangan… Marco. Please aku mohon jangan lakukan ini.”
Aku mencintaimu. Jangan buat aku membencimu, batin Annabelle.
Kemudian Marco menjilati area sensitif Annabelle.
“Ahhh…” Annabelle melengkungkan punggungnya dan tidak bisa mengendalikan teriakannya.
Marco terus menjilati dirinya, menghisap dirinya dan Marco memuaskan mulut dan lidahnya di sana. Sampai akhirnya Annabelle tidak bisa menahan diri dan dirinya mencapai kenikmatan untuk kedua kalinya.
Setelah puas menikmati Annabelle di sana Marco kemudian mengesekkan dirinya yang mengeras diarea intim Annabelle. Sampai Annabelle kembali memohon padanya baru dirinya kembali memasuki diri Annabelle. Saat berada di dalam Annabelle dirinya kembali bertanya.
“Katakan Annabelle apa yang kamu inginkan sebenarnya? Apa kamu mengincar hal yang lebih besar, mungkin sekarang berusaha menjeratku?”
Marco terus keluar masuk tubuh Annabelle sambil bertanya.
Annabelle merasa sangat sakit saat Marco menanyakan semua itu. Dan dia tidak ingin menjawabnya. Dirinya begitu membenci Marco saat ini. Meski tidak dengan tubuhnya. Tubuhnya kembali merasakan kenikmatan atas yang dilakukan Marco. Saat akan mencapai puncak, Marco kembali berhenti.
Annabelle mengelinjang berusaha menghilangkan rasa tersiksa ini karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan lagi oleh tubuhnya.
“Pleaseee… Marco,” isak Annabelle.
“Jawab dulu apa yang aku inginkan setelah itu aku akan memberikan apa yang dirimu inginkan.”
“Aku membencimu, Marco! Aku sangat membencimu! Aku tidak menginginkan hartamu!” teriak Annabelle.
Dan dengan itu Marco kembali bergerak. Hingga mereka mencapai puncak bersamaan.
“Tidak apa jika kamu masih tidak ingin mengatakannya sekarang. Suatu hari aku pasti akan mengetahuinya.”
Kemudian Marco melepaskan ikatannya dan mengambil dompetnya serta memberikan uang kepada Annabelle.
Annabelle tidak mampu bereaksi lagi atas semua perlakuan Marco padanya. Dirinya merasa begitu hancur. Air matanya mengalir dengan deras tanpa disadarinya. Dia begitu mencintai laki-laki itu sehingga dia tidak siap dengan semua ini.
“Aku tidak bermaksud menipumu Marco. Aku harap suatu hari kamu akan menyadari ini. Kebencianmu telah membuat mata dan hatimu buta akan semuanya.” Annabelle mengucapkannya saat Marco sudah keluar. Dan tanpa Annabelle sadari Marco masih mendengar semua perkataanya itu.
Marco tidak akan mempercayai Annabelle. Dulu dirinya pernah percaya jika wanita yang dicintainya juga mencintainya. Tapi ternyata wanita itu di bayar oleh saingannya untuk menggodanya agar mendapatkan semua informasi tentang perusahaannya.
Dan dengan bodohnya dia percaya kalau wanita itu memang mencintainya. Hingga dia hampir kehilangan rumah ini dan perusahaannya karena kebodohannya. Dan dirinya tidak akan membiarkan wanita membodohinya lagi dengan kata-kata mereka.
Jangan lupa like & komentnya. thanks ^^
__ADS_1