
Setelah membawa Annabelle ke kamarnya, Marco kembali untuk melanjutkan makannya.
"Apa istrimu baik-baik saja, Marco?" Tanya Tiara pura-pura peduli.
"Pasti hal itu membuatmu repot karena harus mengurusnya." Sambung Tiara kemudian.
"Marco, bagaimana keadaan Annabelle?" Tanya Katelyn segera karena muak mendengar kata-kata Tiara.
"Annabelle baik-baik saja Ma. Dan aku menyuruhnya untuk istirahat."
"Syukurlah kalau begitu. Dan mama juga ingin ke kamar Marco, karena mama juga rasanya ingin muntah berlama-lama di sini. Dan oh ya Marco mama ingin bicara saat kamu sudah selesai."
Bergegas Katelyn pergi dari sana karena dirinya muak melihat wanita ular itu. Dia tidak mengerti ada apa dengan Marco, bagaimana mungkin begitu saja dia mempercayai ular berbisa itu.
Setelah kepergian mamanya Marco berbicara dengan Tiara.
"Aku peringatkan padamu Tiara, saat berada di rumahku hormati istri dan mamaku, jika tidak kamu bisa angkat kaki dari rumah ini." Dan Marco pergi dari sana dengan wajah dingin dan datarnya, dirinya sangat kesal tadi saat Tiara tidak membalas perkenalan Annabelle.
Shit... aku harus merubah strategi agar bisa mendapatkan Marco. Pikir Tiara.
Marco menemui mamanya di kamarnya.
Tok...tok...tok..
"Mama." Panggil Marco.
"Masuklah, Marco."
"Apa yang mau mama bicarakan?"
"Mengenai Tiara, kenapa kamu membiarkan dia tinggal di sini? Bagaimana perasaan Annabelle nantinya?"
"Marco, tidak punya pilihan mama, apa mama meminta Marco menelantarkan anak Marco?"
"Mama tidak menyuruhmu seperti itu. Tapi apa kamu akan percaya begitu saja dengan wanita itu?"
__ADS_1
"Tidak mama tentu saja. Mama serahkan saja hal ini kepada Marco. Marco pasti akan mengurusnya."
"Tapi kapan Marco? Kamu tahu sendiri kalau Annabelle sedang hamil, bagaimana kalau terjadi sesuatu terhadapnya."
Kalau Annabelle peduli, karena sepertinya dia sudah tidak mencintaiku lagi.
"Annabelle, biar aku yang urus ma."
"Baiklah Marco, mama percaya sama kamu. Tapi jangan biarkan semua ini terlalu lama."
"Baik, ma." Kemudian Marco keluar dari kamar mamanya dan menuju ruang kerjanya.
Di ruang kerjanya Marco menelepon detektif yang di kenalnya untuk menyelidiki tentang Tiara. Dan apakah benar Tiara memang hamil 5 tahun lalu.
"Halo, Jamie. Aku ada pekerjaan untukmu. Selidiki wanita yang bernama Tiara Dunn. Dulu dia tinggal di Philadelphia dan cari tahu apakah dia memang benar hamil 5 tahun yang lalu. Dan aku akan mengirimkan fax padamu tentang informasi lainnya."
Setelah menelepon detektif tersebut Marco mengirimkan Fax data tentang Tiara. Kemudian melanjutkan pekerjaannya yang tertunda serta menelepon orang kepercayaannya yang sekarang ini mengurus perusahaannya.
Selama ini dia mengurus pekerjaannya dari jauh dan hanya sesekali mendatangin perusahaannya jika ada sesuatu yang mendesak.
Tak terasa waktu sudah sore jadi Marco pergi ke kamarnya untuk melihat keadaan Annabelle. Dan ternyata istrinya masih tidur. Karena tidak ingin menganggunya Marco langsung mandi. Setelah selesai Marco keluar dan menuju ke bawah.
Bagaimanapun dia merasa sangat marah dan cemburu dengan kehadiran Tiara di rumah ini.
Oh...apa yang harus aku lakukan. Aku tidak berhak untuk merasa cemburu karena bagaimanapun mereka tidak benar-benar menikah.
Annabelle hanya bisa berbaring dengan mata terbuka memikirkan semuanya. Sejak tadi dia tidak bisa tidur, apalagi sebentar-sebentar merasa mual.
Annabelle memutuskan untuk mandi dan turun untuk makan malam. Meskipun dirinya tidak yakin apakah akan bisa menelan makanan.
"Halo, mama." Panggil Annabelle saat sampai di meja makan.
"Annabelle, di mana Marco?"
"Aku tidak tahu mama karena sejak tadi aku tidur."
__ADS_1
"Ah...itu dia." Ujar Katelyn saat melihat kemunculan Marco.
"Mama." Panggil Marco dan mencium mamanya.
"Annabelle." Dan Marco mengecup kening istrinya.
Annabelle merona karenanya, karena tidak pernah Marco menciumnya dan dirinya dulu sempat mengharapkannya.
"Bisakah kita mulai makan? Karena Jacob sepertinya sudah lapar." Tukas Tiara.
"Silahkan." Jawab Katelyn ketus. Dirinya tidak suka melihat wanita ular itu makan bersama mereka.
"Oh ya mama, besok aku ada urusan sebentar dan aku ingin menitipkan Annabelle sama mama."
"Marco, aku bukan anak kecil yang perlu di titipkan." Tukas Annabelle.
"Memang bukan sayang, tapi kamu sedang hamil dan aku tidak mau sesuatu terjadi padamu. Jadi apakah tidak apa-apa mama?"
"Aku bisa menjaganya, Marco?" potong Tiara.
"Itu jika Annabelle tidak keberatan." Tiara berucap dengan manis.
Aku akan merubah strategi dengan mendekati Annabelle. Mungkin aku akan mendapatkan cela menghancurkan hubungan mereka.
"Tidak perlu Marco. Mama bisa menjaga Annabelle. Dan mama tidak akan mempercayakan Annabelle kepada ular berbisa." Tukas Katelyn.
"Tidak mama, Annabelle ingin mama istirahat saja, lagipula Annabelle baik-baik saja. Lagian mungkin aku hanya akan tidur seharian seperti hari ini dan aku akan memanggil mama jika memang butuh sesuatu. Dan Marco jangan khawatirkan aku. Aku akan menelepon jika ada sesuatu." Bujuk Annabelle.
"Baiklah jika itu mau mu sayang." Ucap Katelyn.
"Oke, baiklah telepon aku jika terjadi sesuatu. Dan kita bisa mulai makan sekarang." Ucap Marco.
Tiara semakin kesal dibuatnya. Dirinya harus memikirkan cara agar dapat segera memiliki Marco.
Saat sudah selesai makan mereka kembali ke kamar masing-masing kecuali Marco yang pergi ke ruang kerjanya.
__ADS_1
Di kamarnya Annabelle menonton televisi sebab tidak bisa tidur karena terus memikirkan kenapa Marco tidak langsung ke kamar bersamanya. Karena biasanya Marco langsung ke kamar bersamanya.
Hingga malam tiba, Marco tidak kembali ke kamarnya dan Annabelle tanpa di sadarinya tertidur. Dan kali ini dengan nyenyak karena tidak seperti biasanya kali ini dia tidak mual ataupun muntah.