
"Aku minta maaf, Annabelle." Ucap Marco setelah Annabelle sudah tenang.
"Kenapa kamu minta maaf Marco? itukan salahku." Tanya Annabelle sedih.
"Maafkan aku, aku terpaksa meminta Dr. James berbohong. Meski dia sangat keberatan melakukannya tapi akhirnya setelah aku bujuk dia mau melakukannya."
"Apa maksudmu Marco?"
"Sebenarnya anak kita baik-baik saja."
"Tapi bagaimana mungkin Marco. Mama memberitahukan aku kalau aku keguguran."
"Aku juga terpaksa membohongi mama, hanya aku dan Dr. James yang tahu."
"Apa? Kenapa kamu melakukan semua itu Marco. Kamu tega sekali membuatku mengira sudah kehilangan anakku, apakah kamu tahu seberapa menderitanya aku." Isak Annabelle kembali.
Marco menarik Annabelle ke dalam pelukannya dan mengecup kepalanya. "Maafkan aku sayang, semua ini aku lakukan untuk melindungi anak kita. Karena aku tanpa sengaja mendengar Tiara berbicara di telepon dan mengatakan bagaimanapun caranya dia akan membuatmu keguguran. Jadi saat punya kesempatan aku harus membuatnya yakin kalau kamu memang keguguran. Dan aku terpaksa harus membuatmu yakin juga agar semuanya lebih meyakinkan untuk Tiara. Karena jika Tiara tahu kamu masih hamil, aku takut kamu dan anak kita akan dalam bahaya." Jelas Marco.
"Jadi aku masih hamil?" tanya Annabelle dengan bahagia.
"Iya sayang."
"Tapi kenapa perutku sangat sakit waktu itu?"
"Dr. James mengatakan kalau kamu hanya mengalami kram perut saja."
"Oh...terima kasih Marco. Maafkan aku karena tidak percaya padamu selama ini."
"Aku juga minta maaf Annabelle. Karena merahasiakan semua ini darimu hingga membuatmu menderita. Dan sekarang sebaiknya kita pulang karena nanti mama mencemaskan kita."
Saat Annabelle berdiri Marco menggendong Annabelle ke dalam pelukannya.
"Apa yang kamu lakukan Marco? Aku bisa jalan sendiri."
"Aku hanya ingin memanjakanmu. Biarkan kali ini aku memanjakanmu."
"Baiklah." Pasrah Annabelle dan berbaring di bahu Marco.
__ADS_1
***
Saat mereka sampai di rumah, mereka sudah di sambut oleh Katelyn. Dia sangat cemas tadi saat mendengar keributan yang terjadi dan mendengar jika Annabelle pergi lagi dari rumah ini. Dia bahkan semakin panik saat akan mencari Marco, tapi anaknya malah tergesa-gesa entah pergi ke mana. Hingga dirinya berpikir terjadi sesuatu yang buruk pada Annabelle. Dan saat malam sudah tiba mereka belum juga kembali, Katelyn semakin resah.
"Dari mana saja kalian, kalian membuat mama cemas." Cerca Katelyn saat akhirnya anak dan menantunya muncul.
"Maafkan kami mama, kami tertidur di tenda yang berada di kolam yang aku buat di hutan." Jawab Marco.
"Apakah kamu baik-baik saja Annabelle?"
"Iya mama. Aku sangat baik sekali."
"Lalu kenapa Marco harus menggendongmu."
"Marco, turunkan aku. Sampai kapan kamu akan menggendongku." Ucap Annabelle karena baru tersadar dirinya masih digendong setelah mendengar ucapan mertuanya.
Dan dengan perlahan Marco menurunkan Annabelle tapi tidak membiarkan Annabelle menjauh darinya. Dirinya merangkul pinggang Annabelle agar tetap dekat dengannya.
"Karena aku takut terjadi sesuatu kepada cucu dan menantu mama." Jawab Marco memberi penjelasan kepada mamanya.
"Apa? Apa Annabelle sudah hamil lagi." Tanya Katelyn bahagia.
"Lalu?" tanya Katelyn bingung.
"Aku tidak keguguran mama, Marco menyusun rencana dengan Dr. James membuat kita mengira aku keguguran untuk mengelabui Tiara karena dia berniat membunuh anak kami." Jelas Annabelle kepada mertuanya.
"Marco, tega sekali kamu membohongi mama." Desis Katelyn.
"Maafkan Marco mama." Pinta Marco.
Dan setelah Marco menjelaskan semuanya Katelyn baru mengerti tentang apa yang terjadi.
"Pantas saja waktu itu Dr. James malah mengikat Annabelle bukannya memberikan obat penenang padanya. Mama sedikit heran waktu itu. Lain kali jangan lakukan hal ini pada mama. Apa kamu tahu mama merasa sedih sekali karena mengira cucu mama sudah tiada. Dan mama menganggap, mama lah yang telah bersalah karena tidak memaksamu langsung mengusir wanita ular itu di hari pertama."
"Ya, mama. Marco janji tidak akan melakukan hal ini lagi terhadap mama."
"Ya sudahlah yang penting Annabelle dan cucu mama baik-baik saja. Baiklah, sana bawa Annabelle ke atas agar beristirahat. Annabelle pasti sangat kelelahan atas apa yang terjadi selama ini."
__ADS_1
"Annabelle baik-baik saja Mama. Saat ini aku sangat bahagia dan rasanya tidak ingin tidur karena takut ini semua hanya mimpi." Ucap Annabelle.
"Kamu harus istirahat Annabelle, dan ini semua bukan mimpi. Kamu bisa mencubit Marco agar tahu jika ini bukan mimpi."
"Awh..." teriak Marco. Saat Annabelle benar-benar mencubitnya.
"Mama benar ini semua bukan mimpi." Ucap Annabelle.
"Aku akan membalasmu nanti Annabelle." Bisik Marco di telinga Annabelle.
Wajah Annabelle merona karena tahu apa maksud Marco. Dan dirinya juga sudah sangat menantikannya.
"Sana, kalian naiklah. Karena mama juga ingin istriahat. Setelah kepanikan tadi, hal itu menguras tenaga mama yang sudah tua ini."
"Maafkan Annabelle mama." Ucap Annabelle merasa bersalah.
"Tidak apa-apa sayang."
Dan Marco kembali menggendong Annabelle dan membawanya ke atas menuju kamar mereka saat Katelyn sudah meninggalkan mereka.
Saat sampai di kamar Marco memagut bibir Annabelle dan dengan tidak sabar Annabelle merobek kemeja suaminya dan menyentuh dada dan perut suaminya sepuasnya.
Marco membuka semua pakaian Annabelle. Dan mencium seluruh tubuhnya.
"Malam ini aku akan memuaskanmu lagi."
"Tidak Marco, aku ingin kamu berada di dalam diriku." Pinta Annabelle.
"Tapi aku tidak ingin menyakitimu dan anak kita Annabelle."
"Kamu tidak akan menyakiti kami Marco. Please..."
Setelah ragu sesaat. Marco membuka celananya dan mempersiapkan bagian dirinya yang sudah menegang. Dengan perlahan dia menerobos kehangatan Annabelle karena tidak ingin menyakiti Annabelle dan anaknya. Dan saat sudah berada di dalam diri Annabelle, Marco bergerak dengan perlahan hingga akhirnya mereka mencapai puncak bersama-sama.
"Aku mencintaimu, Marco."
"Aku juga sangat mencintaimu Annabelle, My Angel."
__ADS_1
THE END