Mr. Cool & Angel by Yessy Lie

Mr. Cool & Angel by Yessy Lie
24


__ADS_3

Saat sudah sore Marco membangunkan Annabelle untuk mandi dan makan malam bersama mamanya.


“Annabelle, bangun kamu harus mandi.”


“Biarkan aku tidur Marco, aku masih sangat ngantuk.”


Marco heran bagaimana mungkin Annabelle masih ngantuk setelah tidur begitu lama. Sepertinya aku harus membangunkannya dengan cara lain.


Dan dengan itu Marco memagut bibir Annabelle.


“Apa yang kamu lakukan Marco?” teriak Annabelle sambil mendorong Marco.


“Ini salahmu kenapa tidak mau bangun hingga aku tergoda akan bibirmu.”


Annabelle bergegas bangun menuju kamar mandi dan memasang wajah cemberut.


“Kali ini jangan sampai tertidur Annabelle karena aku tidak akan berbaik hati seperti semalam membiarkan tubuh telanjangmu terbuka sia-sia.”


“Dasar berengsek,” gerutu Annabelle.


Dan Marco hanya tertawa mendengarnya dan berbaring di ranjang menunggu Annabelle.


Setelah selesai Annabelle keluar dan menghampiri Marco yang ada di ranjang.


Dan ternyata sekarang malah Marco yang tertidur. Apa-apaan ini, gerutu Annabelle di dalam hati.


“Marco…Marco…” Annabelle menyentuh lengan Marco dan menguncangnya.


“Marco…akh…” Annabelle berteriak kaget saat Marco menariknya ke atas ranjang.


“Lepaskan aku Marco. Apa yang kamu lakukan?”


“Tenang saja Annabelle, aku hanya mau menciummu.”


Dan Marco memagut bibir Annabelle. Membelai bibirnya dengan lidahnya.


Annabelle kemudian memalingkan wajahnya sebelum dirinya terlena dan mendorong Marco agar menyingkir dari atasnya.


Annabelle kemudian beranjak dari ranjang. “Tolong jangan menciumku lagi Marco.” Ucap Annabelle dan langsung berjalan keluar kamar.


“Kenapa apa kamu takut akan luluh Annabelle?" cerca Marco sambil mengejar Annabelle.


“Tidak, hanya saja aku tidak menyukainya.”


“Pembohong.”


“Jangan sebut aku seperti itu, Marco.”


“Pembohong.”


Dan Annabelle menendang tulang kering Marco dan bergegas kabur dari sana.


“Shit…” teriak Marco.


Annabelle bergegas menuju meja makan agar Marco tidak bisa membalasnya karena di sana ada mamanya.


“Annabelle, mana Marco?” tanya Katelyn karena heran menantunya hanya datang sendiri.


“Oh…Marco sudah menyusul mama. Mungkin sebentar lagi tiba.”


Saat Marco sudah sampai di meja makan dengan terpincang-pincang.


Mamanya keheranan.


“Kamu kenapa Marco?”


“Di tendang kuda betina mama.” Jawab Marco seenaknya karena masih merasa kesal.


“Ha… kita kan tidak memelihara kuda Marco.” Ucap mamanya heran.

__ADS_1


Annabelle berusaha menahan senyum mendengar semuanya.


Dan Marco hanya bisa menahan kesal.


“Tidak mama, aku tadi tanpa sengaja menendang patung kuda yang ada di depan.”


“Oh…lain kali hati-hati. Ayo kita makan.”


Marco menatap Annabelle yang sedang menahan tawa dan tidak berani menatapnya. Aku nanti akan menghukummu Annabelle, batin Marco.


Katelyn senang karena saat ini Marco tampak seperti Marconya yang dulu. Katelyn harap pernikahan ini akan membuat Marco benar-benar menjadi Marco yang seperti dulu lagi. Sebelum Marco di khianati.



Setelah menahan tawa dengan susah payah Annabelle tidak berani memandangi Marco karena tidak ingin laki-laki itu bertambah gusar di tertawakan olehnya. Dan setelah berhasil mengendalikan dirinya Annabelle memberanikan diri menatap Marco.


Napas Annabelle tercekat saat melihat tatapan Marco padanya. Karena Marco terlihat marah dan Annabelle tahu bagaimana sikap Marco saat marah.


Dirinya tidak akan menyadari tindakannya. Meskipun Marco tidak akan memukulnya. Tapi siksaan Marco selalu membuatnya memohon.


Annabelle takut dirinya akan memohon agar Marco bercinta dengannya.


Sambil menyantap makanannya Annabelle memikirkan cara untuk melepaskan diri dari hukuman Marco.


Hingga makanannya habis Annabelle tidak menemukan caranya.


“Ayo sayang, apa kamu sudah selesai? Kalau sudah ayo kita ke kamar, aku tidak mau kamu kelelahan.”


Napas Annabelle kembali tercekat saat Marco mengajaknya ke kamar. Apa yang harus aku lakukan? Pikir Annabelle.


“Eh…aku masih ingin membaca novel Mama Marco, kemarin aku baru menyelesaikan setengahnya.” Ujar Annabelle sambil memberikan senyum manisnya untuk Marco.


“Bolehkan ma? Aku pinjam novel mama yang kemarin itu?” Tanya Annabelle.


“Oh…tidak Annabelle, mama tidak mau kamu kelelahan. Hari ini istirahat saja dulu. Kamu bisa membacanya lain kali saat kamu sudah sehat.”


“Annabelle kamu harus memikirkan bayimu untuk saat ini.” Nasehat Katelyn.


“Iya, sayang, benar kata Mama kamu harus memikirkan anak kita.” Bujuk Marco.


“Baiklah, aku akan istirahat. Dan kamu bisa mengerjakan pekerjaanmu Marco, tidak perlu menemaniku.” Ucap Annabelle dengan penuh harap.


“Tidak sayang, kita masih pengantin baru, aku tidak ada pekerjaan saat ini.” Sahut Marco sambil tersenyum bahagia.


Marco bisa melihat kepanikan di mata Annabelle. Dan rasanya dirinya ingin berteriak dengan penuh kemenangan.


“Baiklah.” Jawab Annabelle dengan lesu.


Saat naik ke atas Marco memeluk pinggang Annabelle agar merapat padanya dan tidak membiarkan Annabelle menjauh.


Begitu sampai di kamar, Marco langsung membalikkan tubuh Annabelle dan memagut bibirnya.


Annabelle meletakkan kedua tangannya di dada Marco mencoba menghentikannya. Tapi tubuh kecilnya sama sekali tidak memiliki tenaga untuk mendorong Marco.


Dan saat Marco melepaskan bibirnya kemudian menjelajahi leher Annabelle dengan bibirnya. Annabelle mencoba bicara.


“Marco, jangan kamu sudah berjanji.”


Marco tidak mempedulikan peringatan Annabelle.


“Ahh…” desah Annabelle tanpa bisa di tahannya.


“Please Marco, kamu sudah berjanji.”


Marco akhirnya mengangkat kepalanya dan menatap Annabelle. “Aku hanya berjanji tidak akan bercinta denganmu Annabelle, dan sekarang aku hanya menciummu, jika kamu tidak bisa menahannya kamu bisa memohon agar aku bercinta denganmu.” Seringai Marco.


“Kamu curang Marco.” ujar Annabelle kesal.


“Ini hukuman karena kamu berani menendang aku, Annabelle.” Seringai Marco lagi.

__ADS_1


Marco kembali memagut bibir Annabelle dan tidak memperdulikan protes Annabelle.


“Marco…” desah Annabelle.


Tiba-tiba Annabelle menegang dan mendorong Marco. “Marco maaf aku harus ke kamar mandi. Aku mohon.”


Marco mengangkat kepalanya dan menatap Annabelle. Dia bisa melihat wajah Annabelle yang memucat dan menutupi mulutnya. Dan Marco melepaskan Annabelle agar bisa ke kamar mandi.


Setelah Marco melepaskannya, Annabelle bergegas ke kamar mandi dan memuntahkan makan malamnya.


Uek…


Uek…


Uek…


Marco mendengar saat Annabelle muntah dan segera menghampirinya karena khawatir.


“Apa kamu baik-baik saja, Annabelle?” tanya Marco dengan nada cemas.


Uek…


Annabelle kembali memuntahkan makanannya.


“Tunggu di sini aku akan bertanya kepada mama apa yang terjadi dan harus kita lakukan.” Ucap Marco kepada Annabelle dan segera berlari ke kamar mamanya dengan panik.


Bum…bum…bum…


Katelyn baru akan membaca buku saat mendengar gedoran di pintunya. Ada apa ini? Pikir Katelyn.


“Marco, kamu kenapa mengedor pintu mama seperti itu?” tanya Katelyn saat membuka pintu dan melihat ternyata anaknya yang menggedor pintunya.


“Annabelle mama, Annabelle. Dia muntah-muntah, apa yang harus kami lakukan mama?” tanya Marco dengan panik pada mamanya.


Katelyn heran biasanya anaknya tidak pernah seperti ini, dia selalu bisa menyelesaikan semua masalah dengan kepala dingin. Tapi sekarang dia terlihat sangat panik dan bahkan wajahnya memucat.


“Itu biasa Marco, sepertinya itu karena kehamilannya. Ayo…kita lihat dia.”


Dengan bergegas Marco membawa mamanya ke kamarnya.


“Annabelle, apa kamu baik-baik saja?” tanya Katelyn saat melihat Annabelle duduk lemas di lantai kamar mandi.


“Iya, mama. Maaf jika sudah menganggu mama. Aku terlalu sibuk muntah tadi hingga tidak bisa menghentikan Marco menganggu mama. Sekarang aku sudah baik-baik saja setelah memuntahkan semuanya. Sepertinya anak ini tidak menyukai makanannya.” Kelekar Annabelle.


“Baiklah kalau begitu sayang. Marco bantu istrimu, bawa dia ke ranjang.”


“Baik mama.” Dengan gesit Marco menggendong Annabelle dan membawanya ke ranjang.


“Baiklah mama pergi dulu, Annabelle. Istirahatlah.”


“Terima kasih, mama.” Jawab Annabelle masih dengan suara lemas.


“Marco, ganti juga baju Annabelle, mama keluar dulu.”


“Baik ma, terima kasih.”


Kemudian Marco membantu Annabelle menganti bajunya. Annabelle tidak memiliki tenaga lagi untuk memprotes Marco yang membuka semua bajunya.


Dirinya benar-benar lemas setelah memuntahkan semua isi perutnya.


Dan saat selesai mengganti baju Annabelle, Marco membiarkannya tidur dan dirinya kemudian mandi.


Saat selesai mandi, Marco masuk kedalam selimut dan memeluk Annabelle dengan tubuhnya.


“Marco kamu sedang apa?” tanya Annabelle saat Marco memeluknya.


Marco mencium kepala Annabelle. “Biarkan aku memelukmu seperti ini Annabelle dan tidurlah.” Bisik Marco di telinga Annabelle.


Kemudian Annabelle kembali rileks dan mulai terlelap tidur.

__ADS_1


__ADS_2