
Keesokan harinya Marco terbangun terlebih dahulu dan setelah mandi dia segera ke ruang kerjanya untuk menelepon.
"Halo, Dr. James? Apakah hasilnya sudah keluar?" Marco tidak sanggup menunggu terlalu lama lagi.
"Iya, Marco hasilnya sudah keluar. Lebih cepat dari perkiraan kita. Aku akan meminta kurir mengantarkannya ke sana."
"Baiklah Dr. James, terima kasih banyak, terima kasih karena sudah mau membantu rencanaku. Dan mau membantu agar hasilnya cepat keluar."
"Sama-sama Marco."
Saat jam menunjukkan pukul 10:00, kurir yang di tunggu Marco tiba. Dan setelah melihat hasilnya bergegas Marco pergi ke kamar Tiara tanpa menyadari Annabelle yang berdiri di lorong dan melihatnya pergi ke kamar Tiara.
Air mata Annabelle berlinang saat melihatnya dan dia memutuskan untuk kembali ke kamar.
Tok...tok...tok...
"Ya, masuklah." Jawab Tiara dari dalam.
"Marco!" seru Tiara kaget karena tidak menyangka Marco yang datang dan dirinya sangat senang.
"Ini." Marco melemparkan dokumen yang baru di terimanya kepada Tiara.
"Apa ini Marco?" tanya Tiara heran.
"Buka dan lihatlah." Perintah Marco.
Wajah Tiara memucat saat membuka dokumen tersebut ternyata adalah hasil test DNA dan tanpa membaca semuanya dia sudah tahu hasilnya apa.
"Maafkan aku, Marco." Isak Tiara sambil berlutut dan memeluk kaki Marco.
"Beraninya kamu datang ke rumahku dan berbohong mengatakan kalau Jacob adalah anakku. Apa kamu pikir aku akan semudah itu percaya, Tiara? Aku akan melaporkan penipuanmu kepada polisi." Murka Marco.
"Maafkan aku Marco, jangan laporkan aku. Aku terpaksa melakukannya. Adrian yang memintaku melakukannya dan dia berjanji akan mengakui Jacob sebagai anaknya jika aku mau melakukannya." Isak Tiara.
"Jadi Jacob anak Adrian?"
__ADS_1
"Iya, selama ini dia tidak mau mengakuinya karena takut dengan istrinya."
"Aku ingin kamu segera angkat kaki dari rumahku ini. Dan terima kasih banyak karena berkat dirimu aku jadi menyadari kalau aku mencintai Annabelle dan tidak ingin kehilangannya. Dan jangan pernah tunjukkan lagi wajahmu kepadaku atau aku akan melaporkanmu kepada polisi."
"Baik, aku akan segera pergi."
"Ini uang untuk Jacob, karena bagaimanapun dia hanya korban keegoisan kalian dan dia juga anak yang baik, aku tidak ingin dia harus terus menjadi korban. Aku harap kamu akan memanfaatkan uang ini baik-baik untuk Jacob. Dan aku juga berharap sebelum besok siang kamu sudah akan pergi, hari ini terakhir aku melihatmu di rumah ini. Jika tidak aku akan melaporkanmu kepada polisi." Ancam Marco dan berlalu dari sana.
Marco sengaja memberinya uang hanya karena demi Jacob. Bagaimanapun anak itu adalah anak baik. Dan beberapa hari yang di habiskannya bersama anak itu cukup menghiburnya. Dan walaupun hati Tiara sangat jahat terhadap orang lain tapi Marco bisa melihat jika dia menyayangi anaknya.
Marco pergi ke kamar mencari Annabelle dan menemukannya sedang menangis.
"Annabelle, apakah kamu baik-baik saja?"
"Marco, ceraikan aku!"
"Kenapa Annabelle?" Tanya Marco bingung.
"Aku mohon ceraikan saja aku, aku tahu tadi kamu ke kamar Tiara. Dan sepertinya aku hanya penganggu di dalam hubungan kalian, lagipula bayi kita sudah tidak ada jadi kamu tidak harus tetap menikahiku lagi. Dan aku juga sudah mencintai orang lain."
Marco menggeretakkan giginya mendengar penurutan Annabelle.
"Aku tidak bohong dan aku tidak mencintaimu lagi." Jerit Annabelle frustrasi.
"Benarkah Annabelle apa kamu ingin aku membuktikannya?"
"Tidak perlu membuktikan apa-apa Marco, aku memang sudah tidak mencintaimu lagi."
Marco menarik Annabelle perlahan ke dalam pelukannya karena tidak ingin menyakitinya. "Katakan Annabelle kalau kamu mencintaiku."
"Aku tidak mencintaimu Marco." Isak Annabelle.
"Pembohong!" Dan Marco memagut bibir istrinya dengan perlahan. Dirinya sangat merindukan Annabelle selama ini.
"Katakan Annabelle." Desah Marco.
__ADS_1
"Tidak..." jawab Annabelle dengan suara yang mulai melemah.
Marco kembali mencium istrinya. Mencumbu lehernya dan bibirnya turun menelusir bahu Annabelle. Lalu Marco membuka pakaian Annabelle hingga Annabelle hanya memakai celana dalam saja.
"Jangan Marco, aku baru saja keguguran."
"Shttt, aku tidak akan bercinta denganmu, aku hanya ingin mencintai tubuhmu dan memberimu kenikmatan."
"Jangan Marco. Aku mohon jangan lakukan ini padaku."
"Aku merindukanmu Annabelle." Dan Marco membuka pakaian Annabelle yang tersisa.
Dan Marco mencintai tubuh istrinya hingga Annabelle mendapatkan kepuasan.
"Marco, aku mencintaimu." desah Annabelle dan melengkungkan tubuhnya saat Marco memberikannya kepuasan dengan mulut dan tangannya tanpa memedulikan kepuasannya sendiri.
"Kamu hanya milikku, Annabelle. Dan aku tidak akan pernah melepaskanmu." Bisik Marco di telinga Annabelle dan kemudian mengecup bibir istrinya.
Annabelle meneteskan air mata saat Marco pergi.
Hiks...hiks... dia masih tidak mencintaiku, karena dia tidak membalas ungkapan cintaku.
Annabelle dengan bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya dari sisa-sisa Marco. Dia merasa sangat kotor karena setelah Marco dari Tiara sekarang Marco menyentuhnya.
"Akhhh." Teriak Annabelle frustrasi.
Setelah itu Annabelle kembali ke ranjang dan hanya berbaring diam di sana. Annabelle merasakan perutnya terasa aneh.
Ini pasti karena aku lapar. Karena bagaimanapun dia memang kurang makan sejak kehilangan anaknya. Saat itulah rasa kantuk Annabelle akhirnya datang.
Sedangkan Marco segera pergi ke lantai bawah dan mandi air dingin untuk menghilangkan ketegangannya karena tidak mendapat pelepasan.
Dirinya ingin kembali memeluk Annabelle tapi dia tidak mau lepas kendali jika terus berada di dekat Annabelle.
Besok semua ini akan berakhir dan dia bisa memeluk Annabelle sepuasnya.
__ADS_1
Malam itu Marco memutuskan jika dia akan tidur di ruang kerjanya saja.
Karena tidak mau Annabelle kembali marah hingga menyakiti dirinya sendiri.