
Keesokan harinya Annabelle terbangun dan Marco sudah tidak ada di ranjangnya. Lalu Annabelle mendengar suara ribut-ribut jadi dia keluar.
“Mau apa kau datang ke sini?” teriak Marco.
“Aku ingin minta maaf Marco. Maafkan apa yang aku lakukan dulu.” Sahut suara seorang wanita.
“Aku tidak akan pernah memaafkanmu, Tiara.” Teriak Marco lagi.
Dan Annabelle mendengar wanita yang Marco panggil Tiara itu menangis.
Tiara? Aku seperti pernah mendengar nama itu. Pikir Annabelle.
Dan saat sudah berhasil mengingatnya Annabelle terbelalak kaget. Wanita itu adalah wanita yang dulu membuat Marco jatuh cinta dan yang juga mengkhianatinya.
“Aku sudah menyesal, Marco. Dan aku datang kemari ingin menebus semuanya dan ingin memperkenalkanmu pada anakmu. Aku menyadari aku sudah sangat egois karena memisahkan kalian selama ini.”
“Anak?” tanya Marco.
Annabelle semakin terkejut saat mendengar ternyata Marco punya anak dari Tiara.
Apa yang harus aku lakukan? Apakah Marco akan menceraikan aku dan kembali ke wanita yang dicintainya itu. Apalagi mereka punya anak ternyata.
Annabelle berjalan kembali masuk kamar karena tidak tahan mendengar semuanya lagi. Mungkin sebentar lagi dia akan di usir dari rumah ini karena bagaimanapun Marco tidak mencintainya.
Marco terbangun karena Emily mengetuk pintunya dan mengatakan kalau Tiara datang mencarinya.
Mau apa wanita pengkhianat itu mencariku.
Saat Marco sampai di depan rumah dirinya bisa melihat penampilan Tiara masih seperti biasanya. Dengan riasan wajah yang mahal dan pakaian mewah, dulu Marco menganggap dirinya sangat cantik tapi saat ini Marco ingin mencekiknya atas apa yang di lakukannya dulu.
“Mau apa kau datang ke sini?” ucap Marco saat berada di hadapan Tiara.
“Aku ingin minta maaf Marco. Maafkan apa yang aku lakukan dulu.” Jawab Tiara.
“Aku tidak akan pernah memaafkanmu, Tiara.” Teriak Marco lagi.
Hiks…hiks…hiks…
“Aku sudah menyesal, Marco. Dan aku datang kemari ingin menebus semuanya dan ingin memperkenalkanmu pada anakmu. Aku menyadari aku sudah sangat egois karena memisahkan kalian selama ini.”
“Anak?” tanya Marco.
“Permainan apa lagi yang ingin kamu mainkan Tiara. Setelah 5 tahun kamu meninggalkanku dan mengkhianati aku sekarang kamu datang dan mengatakan aku punya anak. Apa kamu pikir aku akan sebodoh itu lagi?”
“Aku tidak bohong Marco. Perkenalkan ini Jacob.” Tiara menarik seorang anak kecil berusia 4 tahun ke hadapan Marco.
Marco menatap anak kecil itu. Dirinya tidak ingin percaya tapi usia anak itu memang cocok dengan waktu perpisahannya dengan Tiara dulu.
Marco berlutut di depan anak itu.
“Berapa usiamu nak? Dan siapa namamu?”
Dengan ketakutan Jacob bersembunyi di belakang Tiara.
“Tidak apa-apa sayang, Om ini tidak akan menyakitimu. Dia papamu, bukankah mama sudah pernah bilang akan membawamu menemui papamu.” Ucap Tiara menenangkan anaknya.
Jacob kemudian memberanikan diri keluar. “Aku 4 tahun dan namaku Jacob.”
“Baiklah kita akan berbicara. Tapi tanpa adanya Jacob, aku akan meminta Emily menjaganya sementara. Ayo ikut aku ke ruang kerjaku.”
__ADS_1
“Sekarang katakan apa maumu Tiara?” tanya Marco setelah mereka sampai di ruang kerjanya.
“Aku hanya ingin kamu mengakui Jacob sebagai anakmu dan…”
“Dan??? Berapa sebutkan saja?”
“Aku datang kemari bukan menginginkan uangmu Marco.”
“Lalu? Bukankah hanya itu selama ini yang kamu inginkan.”
“Aku hanya ingin kita kembali seperti dulu, agar Jacob bisa mempunyai keluarga lengkap.”
“Apa kamu sudah gila? Kamu tidak bermaksud ingin aku menikahimu bukan?”
“Kenapa tidak? Jacob selama ini selalu di sebut anak haram. Aku tahu ini karena keegoisanku, tapi sekarang aku berusaha menebusnya.”
“Shit…” maki Marco.
“Aku sudah menikah dan saat ini istriku juga sedang hamil.”
“Aku rela Marco menjadi istri keduamu.”
“Kamu memang sudah gila, aku tidak akan menikahimu. Bahkan melihatmu saja menjijikkan untukku. Aku akan menerima Jacob dan juga dirimu di rumah ini, tapi jangan merasa bahagia. Aku menerimamu karena tidak mungkin memisahkan Jacob dengan ibunya.”
Dengan bergegas Marco keluar dari sana dan mencari Emily.
“Emily, tolong antarkan dia ke kamar yang berada jauh dari kamar aku dan mama, dan Jacob di kamar yang berada di sebelah kamar yang dulu di tempati Annabelle.”
“Baik, Tuan.”
“Tapi Marco, Jacob tidak boleh jauh dari ku.”
Setelah mengatakan itu Marco kembali ke kamarnya bersama Annabelle dan memeluk Annabelle yang masih di ranjang.
“Apa kamu sudah bangun Annabelle?”
Annabelle tetap diam dan tidak mau menjawab.
“Aku tahu kamu sudah bangun dan mendengarkan apa yang terjadi di bawah tadi. Aku minta maaf Annabelle aku harus menerimanya karena aku tidak mungkin menelantarkan anakku.”
“Ya, Marco aku mengerti. Lagi pula aku tidak berhak untuk ikut campur. Bagaimanapun aku bukan istrimu yang sesungguhnya, dan aku mengerti itu.”
Marco menjadi kaku mendengar apa yang Annabelle katakan. Jadi dia masih menganggap pernikahan kami bukan pernikahan yang sesungguhnya? Dan entah kenapa hati Marco sakit saat mendengarnya.
Marco melepaskan pelukannya dari Annabelle dan bergegas turun dari ranjang.
“Aku mandi dulu.”
“Ya.” Sahut Annabelle.
Marco tidak menyangkalnya. Berarti dia memang tidak menganggapku sebagai istrinya yang sebenarnya. Apa yang kamu harapkan Annabelle, kamu sudah tahu itu saat menerima pernikahan ini.
“Turunlah saat kamu sudah selesai, aku akan turun dulu.” Ujar Marco saat sudah selesai mandi.
Setelah kepergian Marco, Annabelle hanya bisa menangis dalam diam. Dan saat sudah puas menangis Annabelle mandi dan bersiap untuk menghadapi semuanya.
Saat Annabelle turun semuanya sudah berkumpul di meja makan dan suasana terasa sangat tegang.
“Tiara, perkenalkan istriku Annabelle.”
“Senang berkenalan dengan Anda.” Annabelle mengulurkan tangan.
__ADS_1
“Oh…” jawab Tiara dan mengabaikan uluran tangan Annabelle.
“Jacob sayang kamu mau makan apa?” tanya Tiara pada anaknya.
Kemudian mereka makan dalam diam.
“Tante, tante sangat cuantik.” Celoteh Jacob dan tiba-tiba sudah berdiri di samping Annabelle.
Annabelle menatap anak kecil itu. “Bolehkah Jacob tau nama tante?” tanyanya pada Annabelle.
“Oh…” Annabelle tidak tahu harus bersikap bagaimana. Tapi anak ini sangat lucu meskipun ibunya seperti iblis, kesel Annabelle di dalam hatinya saat teringat bagaimana tadi dirinya tidak di gubris.
“Halo Jacob, kamu juga sangat lucu. Nama tante Annabelle.”
“Nama tante juga sangat cuantik.”
“Terima kasih sayang.”
“Jacob, duduk kembali di tempatmu.” Bentak Tiara.
“Tapi Jacob maunya sama tante Annabel, mama.”
“Jacob, apa kamu melawan mama?”
Dan mata Jacob berkaca-kaca tapi dirinya akhirnya duduk kembali di tempatnya.
Dasar memang wanita iblis. Rutuk Annabelle di dalam hati.
“Marco sayang, kamu mau makan apa? Biar aku ambilkan.” Tanya Tiara pada Marco.
Uek…
Dan seketika rasa mual menyerang Annabelle. “Maaf Mama, Annabelle permisi dulu, karena tiba-tiba merasa mual.”
“Annabelle, apa kamu baik-baik saja?” tanya Marco.
“Iya, ini hanya karena efek kehamilanku.”
Bergegas Annabelle pergi ke kamar mandi yang ada di bawah dan memuntahkan semua makanan yang baru di santapnya sedikit tadi.
Dan Tiara jadi naik darah karena mengira Annabelle mengejeknya.
Akan aku balas kamu nanti. Dan akan aku buat Marco menjadi milikku lagi.
Saat keluar dari kamar mandi Marco sudah menunggunya.
“Apa kamu baik-baik saja Annabelle?”
“Iya, aku sebaiknya kembali ke kamar saja. Karena sudah tidak berselera makan.”
Saat akan berjalan ke kamarnya tiba-tiba Marco menggendongnya. “Marco, apa yang kamu lakukan. Aku bisa jalan sendiri.”
“Aku hanya tidak mau terjadi sesuatu padamu.”
Annabelle hanya terdiam dan mengalungkan tangannya pada leher Marco tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengawasi.
Wanita jalang, dia pasti berpura-pura untuk menarik perhatian Marco. Rutuk Tiara di dalam hatinya. Dan segera kembali ke meja makan sebelum Marco turun. Tadi dia berpura-pura mengkhawatirkan keadaan Annabelle saja kepada mamanya Marco.
Dirinya juga sangat kesel dengan sikap Katelyn. Saat berhasil menguasai Marco lagi aku akan mengusir wanita tua itu. Dengus Tiara di dalam hatinya.
__ADS_1