Mr. Cool & Angel by Yessy Lie

Mr. Cool & Angel by Yessy Lie
15


__ADS_3

Keesokan harinya Annabelle terlambat bangun tidur.


“Oh… ya ampun jam berapakah ini? Tante Katelyn lama-lama bisa memecatku kalau begini.”


Ohhh… tubuhku pegal-pegal semua. Dan Annabelle ingat apa yang dia dan Marco lakukan semalaman sehingga membuat wajahnya merona merah. Dan seperti biasa semua tanda di tubuhnya kembali muncul setiap dirinya bercinta dengan intens dengan Marco.


Apa yang harus ku lakukan bagaimana aku akan menghadapi Marco. Aku mengatakan kalau aku bukan pelacur tapi aku bertingkah persis seperti itu.


Nanti saja aku pikirkan hal itu.


“Semangat, Annabelle.” Annabelle mencoba memberi semangat kepada dirinya sendiri.


Setelah mandi dan berbenah diri Annabelle turun ke bawah untuk sarapan. Dan ternyata disana masih ada Marco karena dirinya juga bangun kesiangan. Dan wajah Annabelle kembali merona karena tahu penyebabnya. Sambil memakan sarapannya Marco menatap Annabelle dengan intens.


“Hentikan Marco aku tidak bisa berkonsentrasi jika kau terus melihatku.”


“Kenapa Annabelle aku sangat suka menatapmu dan aku membayangkan kalau sedang menyantapmu bukan roti ini.”


Wajah Annabelle semakin merona karena perkataan Marco. Dan dirinya segera menyelesaikan makannya agar bisa segera pergi dari hadapan Marco dan kembali bekerja. Saat sudah selesai dia akan menuju ke ruang kerja tante Katelyn. Tiba-tiba Marco menangkap lengannya dan menariknya duduk dipangkuan pria itu.


“Lepaskan aku Marco, bagaimana jika ada yang melihat kita.”


Dan Marco melumat bibir wanita itu tanpa memedulikan kekhawatirannya. Dirinya tidak perlu mencemaskan para pelayan karena mereka tidak akan masuk kecuali dipanggil. Sedangkan mamanya pasti sudah tahu mengenai hubungan dirinya dengan Annabelle karena itulah dia melancarkan strategi-strateginya kemarin. Dan Marco rasa hal itu berhasil.


Setelah puas mencium Annabelle, Marco baru melepaskannya. “Jadi semua tanda di tubuhmu aku yang memberikannya selama ini Annabelle?”


Annabelle merona mendengarnya.


“Iya.”


“Dan aku marah kepada diriku sendiri?” Annabelle hanya tersenyum menanggapi. Karena dirinya tidak ingin salah bicara dan membuat Marco meledak marah karena merasa ditipu lagi.


Dan dengan itu Marco kembali memagut bibir Annabelle dan menempelkan dahinya di dahi Annabelle. “Maafkan aku karena begitu jahat padamu waktu itu.”


Kemudian Annabelle menyentuh wajah Marco dengan kedua tangannya dan berbisik di bibir Marco. “Tidak apa-apa Marco, aku menyukai kemarahanmu itu. Aku tahu kamu cemburu.” Goda Annabelle.


Marco terdiam mendengarkan penuturan Annabelle. Meski pun Annabelle hanya menggodanya tapi dirinya menyadari kalau apa yang dikatakan Annabelle benar adanya. Dirinya merasa sangat cemburu.


“Baiklah Annabelle, pergilah bekerja sebelum aku berubah pikiran dan mengurungmu dikamarku.”


Dan bergegas Annabelle pergi ke ruang kerja tante Katelyn sebelum Marco berubah pikiran dan menariknya lagi.


Tak terasa Annabelle bekerja sudah begitu lama. Hingga waktu sudah menunjukkan pukul 16:00. Pantas saja semua tubuhnya menjadi semakin penat saja. Dia akan selesai bekerja lebih cepat hari ini. Saat memutar kursinya menghadap ke pintu, Annabelle terkejut karena disana sudah ada Marco yang bersandar dipintu sedang menatap padanya.


“Marco, sejak kapan kamu disitu?”


“Entahlah, aku juga tidak menyadarinya dari tadi aku sibuk memandangimu.”


Annabelle merona mendengar rayuan Marco.


“Ayo… Bersiap-siaplah.”


“Memang kita akan kemana Marco?”


“Aku ingin mengajakmu menonton pertunjukkan Piano temanku di Carnegie Hall.”


“Tapi Marco, aku tidak punya pakaian yang cocok untuk menonton pertunjukan mewah seperti itu.”

__ADS_1


“Tenang saja aku sudah meminta butik langganan mama untuk mengirimkan sesuatu yang cocok untukmu. Kamu bisa mencobanya, bajunya sudah diletakkan dikamarmu oleh Emily.”


“Benarkah? Baiklah aku segera bersiap-siap.”


Saat melewati Marco, Annabelle memeluknya dan mencium bibirnya kemudian segera berlalu dari sana sebelum Marco membalas ciumannya. Dirinya sangat senang karena baru kali ini akan pergi keluar bersama Marco.


Marco menatap kepergian Annabelle dengan tatapan mendamba. Jika tidak takut mamanya akan memergoki mereka dia akan mengajak Annabelle bercinta lagi diruangan ini. Hanya menatap Annabelle yang sedang bekerja sudah membuatnya bergairah. Apalagi ditambah dengan Annabelle yang mencium dirinya.


Bersabarlah Marco, malam akan segera tiba.


Sudah jam 17:30 tapi Annabelle belum juga turun dari kamarnya. Apa yang sedang dilakukannya hingga begitu lama. Saat Marco baru akan naik keatas menyusul Annabelle. Annabelle sudah turun.


Marco terpesona melihatnya. Dengan gaun malam yang elegan membungkus tubuh Annabelle. Gaun warna perak bermanik-manik bagian bawah berbentuk mermaid panjang dan punggung terbuka sampai diatas tulang belakang Annabelle. Rambut Annabelle dibiarkan tergerai menutupi punggungnya.


“Ayo…Marco maaf menunggu lama. Dan apakah aku cocok memakai pakaian ini? Aku merasa terlalu seksi Marco.” Annabelle menunggu jawaban Marco, tapi dari tadi Marco hanya terdiam.


“Marco? Apa kau baik-baik saja?” Annabelle menguncang-guncang Marco.


“Ya…aku baik-baik saja. Hanya terpesona olehmu dan ingin rasanya memilih menyembunyikanmu dikamar saja.”


Annabelle tersenyum mendengarnya.


“Aku tidak akan membiarkannya Marco, susah payah aku berdandan bukan untuk disembunyikan dikamar. Ayo…aku tidak sabar lagi ingin melihat Piano dimainkan. Sudah sejak lama aku ingin melihatnya.”


Dan Marco menuruti kemauan Annabelle dan segera membawanya masuk ke dalam mobil. Marco memilih menyetir sendiri malam ini. Mereka menuju kejalanan yang ramai. Kearah 881 7th Ave, New York.


Saat tiba disana Annabelle terpesona karena banyak sekali laki-laki dan wanita yang sudah tiba memakai pakaian yang mewah-mewah. Dan gedungnya juga sangat tinggi yang terdiri dari delapan lantai.


Annabelle pernah mendengar untuk mendapatkan tiket masuk kedalam menonton pertunjukan disini sangatlah mahal. Dan dirinya tidak pernah menyangka akan bisa masuk kesini.


Hingga tak terasa konsernya sudah selesai. Annabelle sedih sekali konsernya sudah berakhir. Karena dia sangat menikmatinya.


“Apakah kamu sangat suka Annabelle?” tanya Marco sambil mengajaknya menemui temannya.


“Iya, aku suka sekali. Walaupun tidak tahu itu lagu apa, aku suka mendengarnya. Kau memiliki seorang teman yang hebat Marco.”


“Ayo, aku perkenalkan kamu padanya.”


“Benarkah?" Mata Annabelle berbinar-binar mendengarnya. Marco tersenyum melihat betapa antusiasnya Annabelle.


“Tapi ingat Annabelle, jangan terpesona padanya, karena kamu adalah milikku.” Bisik Marco ditelinga Annabelle.


“Hentikan, Marco orang-orang melihat kita.”


“Mereka melihat dirimu, karena dirimu nampak seperti bidadari.”


Dan Annabelle kembali teringat akan malam-malam panas mereka saat dikolam dulu.


“Hmm…aku tahu apa yang kamu pikirkan Annabelle. Karena aku juga memikirkannya.” Bisik Marco ditelinga Annabelle.


“Ayo… kita temui temanku setelah itu kita segera pulang.”


“Halo Daniel, Konsermu spektakuler seperti biasanya.” Sapa Marco saat melihat temannya.


“Marco, terima kasih sudah datang sobat.” Daniel mendekat pada Marco dan memeluknya.


“Dan siapakah gadis cantik ini Marco?”

__ADS_1


“Oh ya, perkenalkan Daniel ini Annabelle Rose, kekasihku, dan Annabelle ini Daniel Scott.”


“Anda sangat hebat sekali, aku begitu terpesona melihat permainan anda.” Sapa Annabelle kepada teman Marco saat menjabat tangan yang diulurkan oleh teman Marco padanya.


“Dan apakah kau terpesona akan ketampananku nona,” balas Daniel teman Marco sambil mencium tangan Annabelle.


“Aku…” Annabelle tidak tahu akan menjawab apa. Teman Marco memang tampan sekali dan dengan ketenarannya itu para gadis akan terpesona padanya.


“Daniel, dia tidak terbuka untukmu.” Peringat Marco pada temannya.


“Maaf Marco, selama belum ada cincin yang melingkar dijarinya dia masih terbuka untuk semua laki-laki.” Goda Daniel pada temannya.


Ingin rasanya Marco meninju temannya itu. Hingga dirinya mendengar gelak tawa Daniel diruangan itu.


“Aku seperti bisa melihat asap keluar dari kedua telingamu Marco. Aku hanya bercanda, aku mengerti jika dia hanya milikmu.” Ucap Daniel pada Marco.


“Baiklah Daniel, aku permisi dulu karena ini sudah malam.”


“Terima kasih Marco karena sudah mau datang. Dan jaga gadismu baik-baik sebelum seseorang datang merebutnya. Dan kapan kau akan mengundangku ke pernikahanmu?” tanya Daniel pada Marco.


Marco tidak bisa menjawab karena dia tidak pernah berencana menikahi Annabelle. Selama ini mereka selalu bisa bersenang-senang tanpa adanya ikatan pernikahan.


Daniel bisa melihat keraguan dimata temannya. Dan dirinya merasa kasihan dengan Annabelle. Dia tahu bahwa Annabelle tidaklah sama seperti gadis yang selama ini dibawa Marco. Terlihat dimatanya jika dia mencintai temannya ini. Dan dirinya juga bisa melihat jika gadis itu tengah menantikan apa jawaban Marco. Sepertinya dia akan patah hati. Daniel berdoa yang terbaik untuknya. Dan semoga Marco segera menyadari semuanya sebelum dirinya kehilangan Annabelle.


“Baiklah Marco, aku harus menjawab panggilan telepon dulu. Sekali lagi terima kasih sudah datang dan begitu juga dirimu Annabelle.” Dan sekali lagi Daniel kembali mencium tangan Annabelle.


Annabelle bisa melihat jika Marco sama sekali tidak menjawab pertanyaan temannya itu. Dan dia mengerti kebersamaan mereka bagi Marco hanyalah untuk bersenang-senang. Tapi hati Annabelle entah kenapa merasa sangat sakit, bagaimanapun dia sudah jatuh cinta kepada Marco. Jadi dia hanya bisa pasrah menerima apa yang akan diberikan Marco saja.


Mereka berdiam diri saat perjalanan pulang. Annabelle tidak tahu akan membicarakan apa karena sejak tadi Marco hanya diam saja. Apa sebenarnya yang sedang dipikirkan Marco saat ini.


Akhirnya mereka tiba dirumah juga. Annabelle tidak tahan dengan kesunyian ini lebih lama lagi. Malam ini sepertinya dia akan tidur dikamarnya. Mereka menaiki tangga bersama-sama, dan saat Annabelle akan berbelok kekamarnya Marco meraupnya kedalam pelukannya.


Malam ini dirinya akan menikmati Annabelle secara perlahan. Sejak tadi dia memikirkan perkataan Daniel. Akankah dia menikahi Annabelle? Tapi keadaan seperti ini sudah membuat mereka bahagia. Dan Marco ingat dengan apa yang pernah dialaminya dulu. Saat itu dirinya begitu bahagia karena akan segera menikah dengan wanita yang dicintainya. Tapi sehari sebelum pernikahan, dia memergoki calon mempelainya tidur dengan musuh bisnisnya. Dan bagaimana keesokan harinya bisnisnya hampir hancur lebur karenanya. Dan mengetahui kalau ternyata wanita itu berpura-pura mencintainya hanya agar bisa mendapatkan data tentang perusahaannya dan memberikannya kepada musuhnya. Sejak itu Marco tidak percaya akan cinta dan pernikahan lagi.


Marco membawa Annabelle yang masih berada didalam pelukannya masuk ke kamarnya. Saat menutup pintu dirinya tidak sabar lagi dan langsung memagut bibir Annabelle yang sudah menggodanya sejak tadi saat mereka akan pergi. Tapi dirinya menahan diri karena tidak ingin dandanan Annabelle berantakan.


Dengan perlahan dirinya membawa Annabelle keranjangnya. Membelai punggung Annabelle yang terbuka. Yang membuat Marco sejak tadi sangat bergairah karena tahu kalau Annabelle tidak memakai bra dengan baju seperti ini.


Sebelum sampai ke ranjang Marco menurunkan gaun yang dipakai Annabelle ke lantai. Dan Annabelle melangkah keluar dari gaun itu hanya memakai celana dalam saja. Dengan cepat Marco kembali menarik Annabelle kedalam pelukannya dan mencumbunya. Kemudian membaringkan Annabelle diranjangnya dan menindihnya. Malam ini Marco bercinta dengan Annabelle dengan perlahan hingga Annabelle memohon meminta Marco memasuki kehangatannya dan membawa mereka menuju kenikmatan yang membuat Annabelle tanpa sengaja menyuarakan jika dirinya mencintai Marco.


“Aku mencintaimu, Marco.” Ujar Annabelle disela-sela kenikmatannya tanpa disadarinya jika dia sudah mengucapkannya dengan keras.


Setelah selesai Annabelle tertidur dan tidak langsung kembali ke kamarnya seperti biasa. Marco menatap Annabelle yang sedang tertidur. Dan tidak tahu harus bagaimana dengan apa yang baru dikatakan Annabelle barusan.


Jika Annabelle mencintainya maka dia pasti mengharapkan pernikahan atau mungkinkah dia sedang bersandiwara seperti yang dilakukan Tiara dulu.


Marco mencium kening Annabelle dan tidak menyadari jika Annabelle sudah terbangun karena ciumannya.


“Maafkan aku Annabelle, jika dirimu memang mencintaiku, maafkan aku tidak bisa membalas perasaanmu itu, karena aku tidak akan pernah bisa mencintai lagi.”


Setelah mengatakan itu semua Marco pergi dari kamarnya dan memilih tidur diruang kerjanya.


Setelah kepergian Marco, Annabelle membiarkan tangisnya mengalir tanpa ditahannya lagi. Dirinya sudah tahu jika Marco tidak mencintainya tapi kenapa saat Marco mengatakannya hatinya tetap terasa sakit. Kemudian Annabelle bangun dan kembali ke kamarnya agar bisa menangis sepuasnya.



Jangan lupa like & komentnya. thx ^^

__ADS_1


__ADS_2