Mr. Cool & Angel by Yessy Lie

Mr. Cool & Angel by Yessy Lie
13


__ADS_3

Keesokan harinya Annabelle memutuskan tidak keluar kamar untuk sarapan. Semalam dirinya tidak jadi makan hingga membuatnya sangat lapar pagi ini.


Dia meminta tolong Bibi Emily, untuk membawakan sarapan kekamarnya. Dirinya tidak sanggup menghadapi Marco. Dan mungkin tidak akan pernah sanggup.


Mungkin sebaiknya dia pergi saja dari rumah ini. Bukankah itu yang diinginkan Marco dari pertama, agar dirinya pergi dari rumah ini. Cukup sudah dia menangisi semua itu semalaman.


Annabelle mengemasi semua pakaiannya. Dan kemudian akan berpamitan kepada Tante Katelyn.


“Tante, ada yang harus aku bicarakan dengan tante.” Annabelle menemui Tante Katelyn dikamarnya.


“Ada apa Annabelle. Apakah kamu sakit? Kamu tidak turun untuk sarapan tadi.”


“Tidak tante, aku tidak apa-apa.”


“Baiklah, jadi apa yang ingin kamu bicarakan?”


“Aku_aku ingin pamit tante, aku tidak bisa bekerja lagi untuk tante.”


“Kenapa Annabelle? Apakah ini ada hubungannya dengan Marco? Karena itukan dia tidak jadi ke Paris kemarin?”


“Tidak tante ini tidak ada hubungannya dengan Marco.”


“Jangan bohong Annabelle, tante bisa melihat matamu bengkak karena menangis.”


Dan dengan itu Katelyn bergegas keluar mencari Marco.


“Marco… dimana kamu? Mama mau bicara!” Teriak Katelyn sambil diikuti Annabelle.


“Tante, Annabelle mohon ini benar-benar tidak ada hubungannya dengan Marco.” Annabelle cemas, takut nanti darah tinggi tante Katelyn kambuh lagi.

__ADS_1


Saat sampai dikamar Marco, Tante Katelyn bergegas masuk kesana dan tentu saja Marco baru bangun dari tidurnya tanpa mengenakan bajunya. Hanya celana saja.


Annabelle mau tidak mau mengikuti Tante Katelyn karena dia tidak ingin hubungan ibu dan anak itu rusak karena dirinya. Tapi tubuhnya kembali berkhianat saat melihat Marco.


“Ada apa Mama? Kenapa Mama teriak-teriak?”


“Katakan Marco apa yang kamu lakukan sehingga Annabelle ingin mengundurkan diri.”


“Mengadu apa wanita itu sama Mama?”


“Annabelle mohon tante ini tidak ada hubungannya sama Marco. Annabelle cuma mau pulang kampung saja karena di minta papa.”


“Jangan membelanya, Annabelle! Tante tahu dari pertama dia tidak suka kamu kerja sama Tante. Jadi jangan berbohong untuknya.”


“Apakah kamu puas sudah merusak hubunganku dengan mama? Jadi ini yang kamu inginkan sebenarnya merusak hubungan kami agar dengan mudah kamu bisa menguasai mama?”


“Baiklah tante nanti Annabelle telepon papa lagi dan bilang Annabelle tidak bisa pulang. Annabelle tidak jadi berhenti.” ucap Annabelle karena tidak tahan dengan tuduhan Marco padanya.


Dimana Marco yang dulu bersamaku saat dikolam. Hati Annabelle begitu sakit karenanya.


Kemudian Annabelle dan Katelyn keluar dari kamar Marco. Marco tidak bisa melanjutkan tidurnya lagi. Sejak semalam dirinya tidak bisa tidur nyenyak. Dan sekarang dirinya semakin tidak bisa tidur karena masih menginginkan wanita itu dan sekaligus masih begitu marah karena ditipu olehnya.


Sebaiknya aku bekerja saja daripada terus memikirkannya.


Diruangannya Annabelle juga bekerja, tapi dirinya tidak bisa berkonsentrasi. Sehingga dia memutuskan untuk jalan-jalan ditaman mansion itu. Mungkin hal itu akan menjernihkan pikirannya dan dia tidak akan terus memikirkan masalahnya.


Annabelle duduk dibangku taman karena ternyata dirinya tetap tidak berselera untuk berjalan-jalan. Dirinya termenung sedih memikirkan seandainya dia tidak pernah datang ke rumah ini, mungkin hatinya tidak akan sesakit ini. Tanpa Annabelle sadari dirinya diperhatikan dari jauh oleh seseorang.


Aku masih begitu menginginkannya biarpun tahu kalau dia telah menipuku dan aku tidak bisa berkonsentrasi bekerja hanya karena memikirkannya. Apa yang salah dengan diriku.

__ADS_1


Marco memuaskan matanya memandang Annabelle dari jauh. Mungkin aku berikan saja apa yang dia inginkan asalkan dirinya mau menjadi milikku. Sepertinya kamu sudah gila Marco karena begitu terobsesi padanya. Dengan itu Marco memaksa dirinya untuk tidak melihat Annabelle lagi. Atau dirinya tidak akan tahu apa yang akan dilakukannya jika terus memandanginya.


Saat akan turun untuk makan siang. Marco berpapasan dengan Annabelle di ujung tangga. Marco dapat melihat betapa terkejutnya wanita itu karena bertemu dengannya dan tentu saja dengan secepat mungkin menghindari dirinya.


Ya Marco juga tidak tahu apa yang akan dilakukannya jika wanita itu tidak menjauh.


Saat Marco sampai diruang makan, Annabelle sudah ada dimeja makan dengan mamanya.


“Halo, mama.” Dan Marco menghampiri mamanya dan mencium kening mamanya.


Annabelle begitu iri melihat semua itu. Andai Marco tidak membencinya dan malah mencintainya akankah dia melakukan semua itu.


Dan dengan itu tatapan mereka bertemu. Tapi kemudian Annabelle memalingkan wajahnya terlebih dahulu.


“Ma, ada yang mau Marco beritahukan.” Marco berkata sambil menarik kursi untuk dirinya.


“Ya… nak apa yang ingin kau beritahukan.”


Setelah duduk Marco berbicara. “Besok akan ada relasi bisnis aku yang akan bertamu dirumah ini. Selama 3 hari mereka akan berlibur disini tapi mereka akan menginap dihotel. Karena aku tidak bisa menemui mereka di Paris jadi mereka memutuskan untuk datang kesini sekalian berlibur. Mama tidak keberatan kan?”


“Oh… tidak sayang mama tidak keberatan. Mama akan meminta bibi Emily menyiapkan semua makanan-makanannya. Dan Annabelle kau tidak keberatan kan membantu Tante?”


“Iya tante, Annabelle tentu saja tidak keberatan.”


“Terima kasih sayang.” Tante Katelyn tersenyum bahagia. Meski dia merasakan masih ada ketegangan diantara anaknya dengan Annabelle. Dia harus menghilangkan ketegangan ini. Dia akan menemukan caranya. Dirinya bisa melihat kalau mereka saling mencintai. Tapi sepertinya anaknya terlalu keras kepala untuk menyadari semua itu. Dan dirinya tidak mau menyesal karena tidak membantu anaknya untuk menyadarinya.



__ADS_1


Jangan lupa like & komentnya ^^


__ADS_2