
Pagi sudah tiba dan semalam Annabelle sudah menangisi cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Sekarang saatnya dia menerima kenyataan dan menerima apapun yang akan diberikan Marco padanya saat ini akan dia anggap cukup. Meski dirinya tidak akan pernah memiliki Marco seutuhnya.
Akankah Marco menjauhinya karena apa yang tanpa sengaja aku ungkapkan semalam. Aku akan berpura-pura tidak tahu, agar Marco tidak menjauhiku. Aku belum siap untuk kehilangannya saat ini.
Annabelle turun dari ranjangnya dan masuk kekamar mandi. Setelah selesai dirinya bergegas turun untuk sarapan. Sebelum masuk keruang makan dia mempersiapkan dirinya agar bisa bersikap seolah tidak terjadi apa-apa semalam dan seolah-olah dirinya tidak mengucapkan mencintai Marco semalam.
“Selamat pagi semuanya.” Sapa Annabelle dengan ceria.
“Annabelle, ayo makan sayang.”
“Baiklah tante.” Dan Annabelle makan dengan lahap sambil sesekali melirik Marco dan tersenyum menggoda padanya.
“Marco, Annabelle” panggil Katelyn.
“Ya mama.” Jawab Marco.
“Ya tante.” Jawab Annabelle.
“Besok, mama akan berangkat ke London. Mama diundang editor mama untuk membahas buku yang sudah mama tulis. Dan mama akan berada disana selama seminggu.” Ucap Katelyn sambil menatap Marco dan kemudian menatap Annabelle.
“Kalian tidak akan bertengkarkan selama mama tidak ada?” tanya Katelyn sambil menatap anaknya dan kemudian kembali menatap Annabelle.
“Tidak mama, mama tenang saja.” Jawab Marco menenangkan mamanya.
“Iya tante, kami tidak akan bertengkar. Tapi apakah tidak apa-apa jika tante pergi sendirian? Bagaimana kalau tante sakit? Dan tidak ada yang mendampingi tante?”
“Annabelle benar mama. Bagaimana jika mama sakit dan tidak ada yang menemani mama saat itu. Marco tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa mama.”
Katelyn menatap curiga pada anaknya dan Annabelle. “Tidak seperti biasanya kalian kompak begini, apa ada sesuatu yang akan kalian ceritakan?”
“Eh… tidak ada tante. Kami hanya mengkhawatirkan kesehatan tante saja.”
Sekali lagi Katelyn menatap bergantian terhadap anaknya dan Annabelle. Hmmm…apakah ini pertanda jika mereka sudah mulai memilik hubungan lebih lanjut. Akankan mereka segera menikah.
“Baiklah kalau begitu. Tante akan baik-baik saja Annabelle, tante sudah meminta resep tambahan obat kepada Dr. James kemarin.”
Annabelle merasa senang karena akan berduaan saja dengan Marco dirumah ini selama seminggu. Dan itu berarti dia tidak perlu kembali kekamarnya setelah mereka bercinta. Annabelle tidak habis pikir kenapa sekarang dia berubah jadi mesum begini.
Tapi Annabelle masih mencemaskan Tante Katelyn, bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya saat di London nanti?
Tapi tante pasti akan baik-baik saja, karena sepertinya sudah lama darah tingginya tidak pernah kambuh. Jadi dia pasti akan baik-baik saja.
Seperti biasa Annabelle akan memulai waktunya setelah sarapan dengan bekerja kembali mengetikkan novel karangan Katelyn.
Tante Katelyn sangat hebat. Membuat aku penasaran saja setiap hari bagaimana kelanjutan kisah novelnya.
Kemarin Annabelle mengetikkan sampai bagian dimana Clara melihat seseorang yang memakai topeng sedang menyeret seorang gadis kedalam hutan. Clara begitu penasaran hingga dirinya mengikutinya. Kemudian Clara bersembunyi dibalik pohon dan mengintip. Betapa terkejutnya Clara saat melihat kejadian itu. Ternyata itu adalah pembunuhan. Orang yang bertopeng itu memenggal kepala si gadis dengan pedangnya. Hampir saja Clara berteriak karenanya.
Annabelle penasaran sekali ingin mengetahui kelanjutannya. Apakah Clara juga akan ditemukan oleh pembunuh itu atau tidak?
“Tante, aku permisi dulu ya. Ingin lanjut mengetikkan novel tante.”
“Kenapa kamu tergesa-gesa Annabelle? Sekarangkan baru pukul 07:30.” tanya Katelyn karena heran melihat sikap Annabelle.
Annabelle tersenyum malu-malu. “Aku penasaran ingin tahu kelanjutan novel tante, hingga membuatku sempat tidak bisa tidur.” Annabelle memberitahukan Katelyn sebabnya.
Katelyn tersenyum saat mengetahui sebabnya. “Baiklah Annabelle, kamu bisa segera bekerja.”
Sebelum pergi Annabelle menatap kepada Marco. Tapi Marco menghindari tatapannya.
Saat sampai diruang kerjanya Annabelle kembali memikirkan Marco. Apakah dia marah karena kata-kataku semalam? Annabelle tidak tahu apa yang dipikirkan Marco saat ini.
__ADS_1
Annabelle kemudian mulai menjalankan tape recorder yang berisi suara tante Katelyn. Melanjutkan apa yang sudah dikerjakannya kemarin.
Clara dengan segera menutup mulutnya saat tanpa sengaja dirinya mengeluarkan suara kecil seperti tercekat.
Please…Tuhan lindungi aku, semoga pembunuh itu tidak menemukan aku. Clara berdoa disela-sela rasa takutnya.
Hingga 15 menit Clara bersembunyi disana dan tidak berani bergerak. Karena tidak ada suara apa-apa lagi Clara memberanikan diri mengintip apakah pembunuh itu sudah pergi.
Syukurlah dirinya sudah pergi. Clara memberanikan diri keluar dan melihat jasad gadis yang telah jadi korban pembunuhan itu.
Clara menangis, andai dirinya bisa menolong gadis ini tadi maka dia tidak akan terbunuh. Clara tidak berani terlalu dekat karena tidak sanggup melihatnya.
Clara terus menangisi nasib gadis ini karena harus meninggal saat masih begitu muda dan dengan cara yang begitu kejam. Tanpa disadarinya jika pembunuh itu sudah kembali. Pembunuh tadi hanya pergi untuk mengambil perlengkapannya untuk menghilangkan jejak mayat gadis yang telah dibunuhnya itu.
Sontak kepala Clara terangkat saat mendengar suara kaki mendekat. Dan saat itulah pembunuh tersebut melihatnya.
Dengan cepat Clara berdiri dan melarikan diri dari sana. Clara terus berlari sekuat tenaga agar bisa segera keluar dari hutan itu. Dan Clara tidak berani melihat kebelakang karena dirinya tahu bahwa pembunuh itu mengejarnya. Tiba-tiba saat hampir mencapai pinggiran hutan , pembunuh itu menangkap roknya, hingga dirinya terjatuh menelungkup. Clara berteriak ketakutan.
"Akhh….. tidak….tidak…lepaskan aku".
Clara tahu sia-sia saja dia meminta hal itu. Karena pembunuh itu tidak akan melepaskannya. Bagaimanapun dirinya adalah saksi dari pembunuhan gadis itu. Jadi Clara harus berusaha melepaskan dirinya sendiri.
Dengan cepat Clara membalikkan badannya dan dengan sekuat tenaga Clara menendang wajah pembunuh itu saat pembunuh itu mencoba menangkap kakinya. Dan karena tidak siap pembunuh itu terjatuh kebelakang. Kesempatan itu dimanfaatkan Clara untuk segera bangun dan berlari kembali.
Akhirnya Clara berhasil keluar dari hutan itu. Dirinya terus berlari tanpa sempat mengambil napas lagi. Hingga rasanya paru-parunya akan meledak karena kekurangan oksigen. Saat sudah agak jauh Clara memberanikan diri melihat kebelakang. Meskipun tetap tidak berhenti berlari. Dan tiba-tiba dirinya membentur seseorang dan orang itu menangkapnya kedalam pelukannya.
“Tidak….tidak…lepaskan aku.” Clara berteriak dan berusaha memukul orang yang menangkapnya.
Annabelle mematikan Tape Recordernya. Meskipun sangat penasaran bagaimana kelanjutan ceritanya tapi dirinya mendengar tante Katelyn memanggilnya. Apakah terjadi sesuatu kepada tante Katelyn? Dengan cemas Annabelle segera meninggalkan ruang kerjanya dan menuju kamar tante Katelyn. Karena dari sanalah suara itu berasal.
“Annabelle…” kembali terdengar panggilan dari tante Katelyn.
“Ya tante? Apa tante butuh sesuatu?”
“Bukunya kemarin Annabelle pinjam tante dan Annabelle sudah minta izin tante.”
“Ya ampun tante memang sudah pikun. Iya tante ingat sekarang. Bisa tante memintanya kembali? Nanti saat tante sudah pulang kamu bisa meminjamnya lagi. Tante membutuhkannya di London nanti.”
“Baik tante, sebentar Annabelle ambilkan.”
Dan saat berbalik akan menuju kamarnya Annabelle bertemu Marco dilorong dekat kamar Katelyn.
“Marco.”
“Annabelle, apakah mamaku baik-baik saja? Aku mendengarnya berteriak tadi.”
“Iya tante baik-baik saja, dia hanya mencari bukunya saja yang dipinjam olehku.”
“Oh…baiklah aku akan kembali bekerja.”
Dan Marco berbalik dan berjalan kembali dari tempat dia datang tadi. Annabelle ingin memanggilnya tapi dia urungkan. Karena merasa entah kenapa mereka seperti orang asing lagi.
Annabelle bergegas kekamarnya untuk mengambil buku tante Katelyn. Kemudian Annabelle membawanya ke kamar tante Katelyn.
“Tante, ini bukunya.”
“Oh sayang maafkan tante sudah menakutimu tadi. Terima kasih.”
“Tidak apa-apa tante, apakah ada hal lain yang tante butuhkan?”
“Tidak sayang.”
__ADS_1
“Baiklah tante aku akan kembali bekerja.”
“Baik Annabelle.”
Saat akan berbalik pergi, Katelyn kembali memanggil Annabelle.
“Annabelle, bagaimana kalau kita minum teh saja. Tante sedang jenuh dan kebetulan sudah selesai berbenah. Apa kamu mau menemani tante?”
“Tapi tante bagaimana dengan naskah novel tante. Aku baru mengetikkannya sedikit tadi.”
“Sudah, biarkan saja, sekali-kali temani tante. Kamu bisa mengetikkannya lagi besok dan bahkan kamu bisa lembur seminggu ini saat tante tidak dirumah jika kamu mau. Karena jika ada tante dirumah ini, tante tidak akan membiarkan kamu lembur.”
“Baiklah tante jika seperti itu. Aku akan menemani tante.” pasrah Annabelle.
Annabelle rasanya ingin menangis karena begitu penasaran akan kelanjutan cerita tante Katelyn. Apa Clara ditangkap pembunuh itu ya?
Annabelle sangat ingin tahu.
Sudahlah Annabelle nanti kamu juga akan tahu. Kamu hanya perlu menanti sedikit lebih lama lagi untuk mengetahui kelanjutannya.
“Ayo…Annabelle kita keruang duduk.” Ajak Katelyn.
“Baik, tante.” Dan Annabelle mengikuti Katelyn menuju ruang duduk.
Sebelumnya Katelyn meminta Emily untuk membawakan mereka teh di ruang duduk.
“Annabelle bagaimana acara menonton teman Marco memainkan Piano semalam?”
“Teman Marco hebat sekali tante, aku jadi terpesona menontonnya dan tahu-tahu acaranya sudah selesai.”
“Dan apa kamu terpesona juga dengan teman Marco itu, karena dia kan sangat tampan.” Tanya Katelyn lagi.
“Eh…aku…” Annabelle tidak tahu mau menjawab apa, karena teman Marco memang tampan tapi dirinya tidak terpesona sama sekali anehnya. Mungkin karena dia sudah jatuh cinta kepada Marco.
“Sudahlah kalau kamu tidak mau menjawabnya. Tante senang karena kamu dan Marco sudah bisa akur.”
“Iya tante.” Jawab Annabelle dengan tidak bersemangat. Karena bagaimanapun sepertinya Marco menjauh darinya.
Dan begitulah Annabelle dan Katelyn terus berbincang-bincang. Sebagian tentang novel Katelyn dan sebagian lagi tentang diri Annabelle. Annabelle bercerita betapa indahnya tempat dirinya dilahirkan. Dan menceritakan tentang kedua orang tuanya. Hingga tak terasa waktupun sudah malam. Dan sudah saatnya mereka mandi dan sesudah itu makan malam seperti biasanya.
Saat makan malam Marco tidak ikut turun makan. Dan hingga mereka selesai makan malam Marco tidak juga turun.
Apakah dia menghindari aku. Apa yang harus aku lakukan. Ini semua karena mulut besarku yang tidak bisa menahan diri. Dan karena tidak ada yang bisa Annabelle lakukan jadi dia naik ke kamarnya dan membaca buku thriller karangan Katelyn lainnya. Tapi dirinya tidak bisa berkonsentrasi, jadi dia hanya membolak balikkan halaman novel tersebut tanpa benar-benar membacanya.
Akhirnya Annabelle menyerah dan mencoba untuk tidur saja. Tapi dirinya juga tidak bisa tidur dan hanya bolak balik saja diatas ranjang. Karena dia merindukan Marco.
Haruskah aku pergi ke kamar Marco?
Tapi bagaimana jika dia mengusirku.
Cukup lama Annabelle bimbang hingga akhirnya dirinya memutuskan untuk pergi kekamar Marco dan mengabaikan harga dirinya. Tapi saat membuka pintu kamarnya Annabelle terkejut karena disana sudah berdiri Marco didepan kamarnya.
“Marco…”
Marco merangkul Annabelle kedalam pelukannya dan membawanya kembali masuk ke kamar. Disana dirinya mencumbu Annabelle dan bercinta dengan perlahan dengannya. Setelahnya mereka hanya berpelukan dalam diam. Annabelle tidak tahu harus berkata apa dan baru kali ini Marco berada dikamarnya jadi dirinya tidak ingin merusak suasana.
Saat mengira Annabelle sudah tidur Marco diam-diam keluar dari kamar dan kembali ke kamarnya. Annabelle tidak mengerti ada apa dengan Marco. Jika dia marah karena ungkapan cintanya tapi kenapa malam ini Marco mendatanginya.
Dikamarnya Marco tidak bisa tidur. Dirinya merindukan Annabelle kedalam pelukannya. Tapi dia tidak ingin memberikan harapan lebih kepada Annabelle dengan tetap berada bersamanya hingga lama. Annabelle harus mengerti kalau kebersamaan mereka hanya untuk bersenang-senang.
__ADS_1
Jangan lupa like & komentnya. thx ^^