Mr. Cool & Angel by Yessy Lie

Mr. Cool & Angel by Yessy Lie
17


__ADS_3

Hingga satu minggu berlalu perlakuan Marco tetap seperti itu. Dia tidak membiarkan Annabelle mendekat padanya. Dan dia yang selalu mendatangi kamar Annabelle sekarang tanpa memberikan kesempatan Annabelle mendatanginya lagi.


Saat tidak dikamar tidur, Marco terus berada diruang kerjanya. Hal itu membuat Annabelle cemas dan tidak bisa makan. Annabelle tidak tahu harus bagaimana. Kesehatannya semakin menurun belakangan ini.


Marco tidak pernah turun makan malam bersamanya hingga dia semakin tidak berselera. Dan Marco hanya akan menemuinya dikamar saja. Dan saat selesai bercinta Marco akan meninggalkannya tanpa berkata apapun. Mungkin dirinya hanya di anggap boneka saja oleh Marco.


Hari ini tante Katelyn akan pulang. Annabelle memutuskan akan ke dokter agar tante Katelyn tidak khawatir melihat keadaannya.


Annabelle membuat janji dengan dokter di rumah sakit di daerah itu jam 13:00 nanti. Jadi dia akan mencoba mengetik novel tante Katelyn hari ini. Sejak kepergian tante Katelyn tidak ada yang bisa diketiknya karena selalu tidak enak badan dan mudah lemas.


Klara ke ruang kerja dan mulai mengetik.


Clara terus berteriak histeris dan tetap berusaha memukul orang yang menangkapnya.


Tidak…tidak… aku akan mati sekarang. Batin Clara.


Dan dirinya hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang akan sama seperti gadis tadi.


Hingga akhirnya dirinya mendengar suara yang menenangkannya. “Tenanglah nona, kami tidak akan menyakitimu, apa yang terjadi padamu.”


Dan saat itulah Clara memberanikan diri menatap orang yang menangkapnya. Dan Clara dapat melihat betapa biru matanya dan sesaat Clara terpesona hingga dirinya melupakan sang pembunuh. Syukurlah ternyata dirinya bukan ditangkap oleh sang pembunuh.


Clara menangis bahagia dan memeluk leher penolongnya. Dirinya menangis tersedu-sedu hingga membuat pria yang menangkapnya  dan teman-teman pria itu tidak tahu harus berbuat apa.


Saat ini Clara tertolong karena bertemu sekelompok tentara yang kebetulan sedang lewat disitu.


Saat selesai menangis karena begitu shock, Clara tidak sadarkan diri. Dan mau tidak mau tentara itu terus menggendongnya dan membawa Clara bersama mereka.


Saat sampai dikamp pelatihan mereka. Allan membawa gadis itu ke tendanya. Dan membaringkannya disana.


“Apa yang terjadi denganmu, nona?” tanya Allan sambil membelai wajah Clara.


Allan terpesona akan kecantikannya. Dan begitu penasaran apa yang terjadi kepadanya. Tapi dirinya baru bisa bertanya saat gadis ini sudah bangun. Jadi dia akan pergi meninggalkannya.


Tapi saat baru akan keluar tiba-tiba dirinya menghentikan langkahnya karena mendengar teriakan gadis itu.

__ADS_1


“Tidak…tidak…lepaskan aku, aku mohon jangan bunuh aku.” Teriak Gadis itu begitu pilu.


Allan kembali mendekat. Ternyata gadis itu mengigau. Siapa yang akan membunuhnya? Allan sungguh sangat ingin tahu.


Dia mencoba menenangkan gadis itu. “Ssttt dirimu aman sekarang nona.”


Saat gadis itu sudah tenang Allan kembali akan keluar. Tapi gadis itu menarik tangannya dan ternyata dia sudah bangun.


Dengan cepat Clara bangun dan menarik tangan penolongnya. Kemudian dengan tidak tahu malu dia meloncat kedalam pelukan tentara yang tidak dikenalnya itu. Karena hanya didalam pelukannya dia merasa aman.


“Aku mohon jangan tinggalkan aku.” Bisik Clara saat menyuruk memasukkan kepalanya kedalam leher tentara itu.


“Hai nona apa yang sudah terjadi kepadamu? Dan siapa namamu? Dimana kamu tinggal?” tanya Allan.


“Namaku Clara, sir. Aku tinggal di desa Magnolia.” Jawab Clara masih tidak mau melepaskan penolongnya.


“Bisakah kau melepaskanku agar kita bisa bicara?”


“Tidak, aku takut. Aku mohon jangan tinggalkan aku, Sir.”


Dengan perlahan Clara melepaskan pelukannya dan duduk diranjang kembali.


Allan berlutut didepan Clara. “Apa yang telah terjadi Clara?” dan Allan bisa melihat rasa takut yang amat sangat dikedua mata Clara dan teror yang Allan lihat disana hanya terjadi kepada seseorang yang sudah melihat pembunuhan.


“Kau bisa menceritakannya padaku.” Pinta Allan lagi.


“Aku…tadi melihat seorang laki-laki memakai topeng menyeret seorang gadis dihutan didekat tempat tadi kita bertemu. Karena penasaran aku mengikuti mereka dan…dan…” Clara kembali menangis tanpa bisa ditahannya.


“Sstt… lanjutkan Clara.” Allan duduk disamping Clara dan membawa Clara kedalam pelukannya.


Clara kembali bercerita saat berada didalam pelukan Allan. “Dan pria itu memenggal kepala gadis itu dengan pedangnya dan tidak ada yang bisa aku lakukan untuk menolongnya. Aku hanya bisa bersembunyi karena takut dia akan menemukan aku. Hingga aku merasa sudah agak lama dan tidak mendengar apapun aku memberanikan diri keluar dan melihat. Dan ternyata pembunuhnya sudah pergi. Aku pikir begitu.” Clara menangis tersedu-sedu.


“Aku menghampiri jasad gadis itu dan melihat ternyata dia masih sangat muda dan aku menangisi nasibnya. Tapi ternyata pembunuh itu belum pergi dia hanya pergi untuk mengambil perlengkapannya agar dapat melenyapkan jasad gadis itu. Jadi dia melihat aku, kemudian aku lari dari sana dan aku terus berlari tanpa melihat kebelakang. Tapi saat aku hampir sampai dipinggiran hutan dia menarik rokku hingga aku terjatuh dan saat dia mencoba menangkapku aku menendang wajahnya sekuat tenang hingga dia terjatuh. Dan aku kembali berlari hingga kemudian aku bertemu denganmu. Jika tidak bertemu denganmu mungkin aku sudah mati saat ini.”


Allan mengetatkan rahangnya saat mendengar cerita Clara dan apa yang sudah dialaminya. Pantas saja dia tadi begitu ketakutan karena menyangka pembunuh itu sudah berhasil menangkapnya.

__ADS_1


“Tidurlah Clara aku akan menyuruh anak buahku kembali ke tempat tadi dan memeriksa hutan itu.”


“Jangan tinggalkan aku, aku mohon. Aku takut dia akan kembali mencariku karena bagaimanapun aku adalah saksi pembunuhannya.” Dan dengan itu Clara kembali naik ke dalam pelukan Allan.


“Ya aku tidak akan meninggalkanmu.” Allan bertekad akan melindunginya. Dan saat mereka bertatapan, Allan tidak bisa menahan diri dan memagut bibir Clara dengan bibirnya.


Annabelle merasa senang karena ternyata Clara tidak tertangkap oleh pembunuhnya. Dan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12:00, dia harus pergi menemui dokter yang sudah membuat janji dengannya.


Saat sampai di rumah sakit Annabelle tepat waktu dan langsung masuk ke ruangan dokter. Dokter menanyakan beberapa pertanyaan dan melakukan beberapa test padanya. Dan dirinya diminta untuk datang mengambil hasilnya besok dijam yang sama.


Setelah selesai membayar biaya administrasi Annabelle kembali ke rumah. Dan seperti biasa Marco terus diruang kerjanya entah mau sampai kapan. Karena sudah sore Annabelle tidak melanjutkan lagi pekerjaannya. Dan dirinya memilih tidur saja karena tubuhnya sangat merasa lelah sekali setelah pulang dari rumah sakit.


Saat jam 20:00, tante Katelyn membangunkannya.


“Annabelle, apakah kamu baik-baik saja? Tidak biasanya kamu tidur selama ini.”


“Aku baik-baik saja tante, hanya merasa sering mudah lelah akhir-akhir ini, dan maafkan aku tante karena aku seminggu ini tidak bisa mengerjakan pekerjaanku jadi hanya sedikit saja yang sudah aku ketikkan, jam berapa tante sampai?”


“Tadi sekitar jam 17:00, dan tante cemas karena kamu tidak turun untuk makan malam. Tapi saat menanyakan kepada Emily katanya kamu memang seperti ini belakangan ini.”


“Iya tante, tadi aku sudah ke dokter untuk memeriksakan diri untuk mengetahui penyebabnya. Dan besok aku akan ke sana lagi mengambil hasilnya.”


“Baiklah sayang istirahatlah. Dan besok tidak usah bekerja ya. Tante akan meminta Emily membawakan makananmu kekamar.”


Katelyn keluar dari kamar Annabelle dan meninggalkannya untuk istirahat. Dirinya curiga kondisi Annabelle pasti disebabkan oleh Marco. Karena Emily bilang Marco terus berada diruang kerjanya dan tidak turun untuk makan malam saat dirinya pergi. Aku harus berbicara dengan Marco besok saat Annabelle pergi.


Dan Annabelle kembali tertidur setelah ditinggalkan Katelyn hingga dirinya tidak menyadari kedatangan Marco.


Marco hanya mengecup kening Annabelle saat mengunjunginya kemudian segera pergi dari sana saat melihat Annabelle tertidur. Dan dirinya sempat cemas karena mama mengatakan jika Annabelle sedang tidak sehat. Setelah melihat keadaan Annabelle dia memutuskan untuk kembali ke ruang kerjanya dan tidak membangunkan Annabelle.




Jangan lupa like & komentnya. thx ^^

__ADS_1


__ADS_2