
Disebuah tempat yang dimana bisa membuat pikiranku tenang dan selalu damai jauh dari kata-kata aku capek. ku menatap matahari ingin terbenam disebelah barat dan ingin meninggal hari-hari yang telah dia lewati meninggalkan semua kenagan tentang hari ini dan memulai dengan esok hari.
"Dara!!". panggil seseorang yang memanggil namaku.
"iya?". jawabku dan berdiri dari tempat duduku lalu menyambut pelukan hangat seorang sahabat yang telah lama bersamaku.
"kamu kenapah?". tanya dia. karna dia tau semua tentang diriku.
"nggak ko aku baik-baik aja". jawaban ku dengan senyumn tulus yang aku miliki.
"nggak kamu pasti punyak masalah kan. Ayolah cerita kitakan telah temenan lama bahkan aku tau kau sedang memakai celana dalam berwarna apa....". tanya dia dengan candaannya.
"ihhh kamu kalo ngomong jangan terlalu jujur malu kalo ada yang lihat" berbicara sambil melihat sekitaran taman.
"hihihihi ayolah kita pulang ini udah malam sebentar lagi akan memasuki waktu magrib". ajaknya dan aku hanya menggauk saja dan membiarkan dia menarik tanganku dari taman ini.
ohh iya ini temanku namanya sofia dia adalah teman bukan sahabat bukan saudara bukan tapi aku menggangapnya adalah ibuku. iya ibuku dia yang mengajarkan ku giman kita menjadi perempuan yang sopan punya etika dan selalu tolong menolong tanpa menggenal imbalan dan siapa yang kita tolong.
"Nak kamu kemana saja papa dari tadi mencarimu dibelakang tapi tidak ada?". tanya seseorang pahlawan yang terlah berjuang dengan kemampun yang dia miliki.
"maaf pah tadi rara ada diujung jalan dekat danau". jawab ku sambil menundukan kepala karna merasa bersalah.
"hmmm ya sudah tidak apa-apa papa mengerti ko". dia berbicara sambil membawa ku kedalam pelukanya.
__ADS_1
"papa rara boleh minta izin untuk sofia nginep dirumah nggak?". tanya ku dan melepaskan pelukan hangat papa.
"boleh sayang asalkan sofia harus minta izin dulu sama mamanya". jawab papa.
"asikkk...... ayehh ayehhhhh". girangku sambil berjoget kuda lumping.
"hahahahahahahhah" tawa papa dan sofia.
"ayo sof kita kerumah kamu tapi jalan aja males aku naik motor kamj kan nggak bisa bawa motor". ajak ku kepada sofia.
"ya sudah ayoooo. sofia pamit dulu ya om". ajak sofia dan pamit kepada papa.
"hummm iyaa tapi nanti isya pulangnya". jawab papa dan mengijinkan aku sama sofia pulang dulu kerumah sofia dan meminta izin kepada orang tua sofia.
"hati-hati sayang jalannya bawa HP kan nak?". bicara papa dan bertanya.
"ehhh bentar kaya ada tadi dibawa dimana ya... sof?". aku mencari HP yang selalu ku bawa dan bertanya kepada sofia.
"alahhh mana ane tau ra kan ente yang bawa bukan ane....". bicara sofia dengan candaan ya.
"pahh dimana HP sofia?". tanyaku kepada papah.
"nak tadi terakhir kamu pake dimana?". tanya papah.
__ADS_1
"diiiii...... WAHHHHHHH AYO SOF TAKUT ADA YANG AMBIL LUMAYAN BUAT BELI CILOK HP AKU". inget ku dan menarik tangan sofia.
"dimananya HP ku alah makkkk mana hp rara jangan diambil kocing aron dong lumaya itu ada foto abang ganteng". ocehan ku. dan merangkang kenah kemari.
"ADUHHH ALLAH AKBAR MAKK SAKIT PINGGANG RARA.....". ocehan ku dengan keras karna seperti ada yang menedang pinggang ku lumayan kencang.
BUKKKK......
"buset nangga jatuhhh apa beton yang jatohh gede amat suaranya kaya kentut gw abis makan seblak". ocehan ku yang sedang mengkurap dan memegang pinggang kananku yang terkena batu.
"ehhh bocil kalo mau main jangan dijalan dong". ocehan seseorang kepadaku.
"ehhh enk aja ente bilang ane bocil ane mu pala dua babang". ucapku dan berdiri lalu melihat muka yang tenggah duduk di rumput.
"umur pala dua badan bocil muka bayi". ocehan dia
"wahhh ente kalo ngomong disaring bang. pada ente badan gede muka SGM susu bubuk". ocehan ku....
"terserah....!!" ucap dia dan berjalan dengan kaki kiri. mungkin encok. ku lihat begindang.
"ehh ada ya orang kaya dia bukanya minta maaf malah pergi". ucapku dan duduk dikursi yang ada dipinggiran jalan.
"ehh HP ku mana tuhkan gagara anak SGM itu aku lupa... huhhh".
__ADS_1
"raaaa.....". terik seseorang