Mungkin Ini Yang Terbaik

Mungkin Ini Yang Terbaik
BAB 15


__ADS_3

"pagi pah....". sama rada pada papanya yang sedang sarapan dengan roti tawar dan selai kacang ke sukannya.


"pagi sayang. bagaimana kemaren?".jawab papa saat rada mencium pipi kanan papah dengan sayang dan bertanya tentang perusahaan.


"lumayan lah pah. Tapi rada sedikit kesusahan untuk menggambil keputusan nanti". jawab rada dengan duduk dekat papa dan mengambil roti tawar di tengah meja.


"kau pasti bisa belajarlah pelan-pelan asalakan kau mengerti. sekarang kau sendiri saja ya karna papah ada rencana untuk mengecek kesehatan ke rumah sakit". tutur papa pada rada yang sedang makan roti tawar tanpa menambahkan selai atau telur ceplok.


"hummm"jawab rada dengan mengerakan kepalanya kebawah dan ke atas.


"bertai rada boleh bawa sony?". tanya rada dengan mata berbinarnya kepada papa agar di izinkan membawa sony ke perusahaan.


"apa kau serius?". tanya papa dengan cemas


"perusahaan jauh rara apa kau tak capek nanti. kan nanti kau akan pulang larut lagi". lanjut papa dengan nada halus agar rara tak kecewa.


"aku serius. boleh ya papa. rara janji rara bawanya pelan-pelan". jawab rada dengan tegas dan percaya agar di beri kesempatan oleh papa.


"baik lah kau boleh tapi gantilah baju mu itu apa bawahanmu dengan yang lebih enak saat kau membawa sony". yakin papa dengan rara.


"siap boss". ucap rada dengan senang dan berlari menuju kamarnya untuk ganti baju.


"ujang....ujang...." panggil papa.


"iya tuan". jawab mang ujang saat sudah ada di belakang papa.

__ADS_1


"ayo kita berangkat". ajak papa pada mang ujang.


"baim tuan. mari saya bantu". tawar mang ujang pada papa dengan hati-hati.


DI KAMAR RADA


"Asikkk bawa sony". senang rada saat menganti bajunya dengan atasan kemeja putih bawahan celana hitam bahan dan tak lupa jas yang pas dengan tubuhnya. sekarang penampilan rada seperti anak zaman now.



[gambaran rada dengan kemeja putih dan celana hitam]


"Okey perfect" ucap rada saat sudah memperhatikan dirinya di cermin dinding kamarnya.


"bi papa udah berangkat?". tanya rada pada bi mina saat bi mina sedang membereskan sisi makanan di meja makan.


"sudah non tadi bareng dengan pangeran bibi". ucal bibi dengan candanya.


"ah bibi mah". jawab rada dan menggambil tas di kursi meja makan.


"bi rara pamitnya. Asslammualikum". pamit rada dengan salin ke tangan bibi.


"Walaikum salam. hati hati non di jalan". ucap bibi saat melihat rada berjalan ke arah bagasi samping rumah.


BRUMMM....BRUMMM....

__ADS_1


[SUARA MOTOR NINJA KAWASAKI 250].


GARASI RUMAH


Rada sedang memanaskan motor kesayangannya bernama sony. motor ninja yang sudah rada rawat dari zaman dia sma.


"son baik-baik yaa bawa yaa selow aja". ucap rada saat mengelus body carbon sony.


"ayoo..."ucap rada saat sudah memakai helm full face berwarna hitam karna motornya menggunakan warna merah menyala dan hitam.


"bismillah". ucap rada dengan doa sebelum berangkat menuju perusahaan.


Rada dengan sony telah berteman cukup lama saat rada berusia 17 tahuan. Rada di beri hadiah oleh papa yaitu motor ninja kawasaki 250 dengan tawaran menarik. papa menjanjikan sebuah sepeda motor untuk rada bila rada mendapatkan nilai di atas 70 saat ulangan nasional nanti. dan benar rada menjadi lulusan terbaik dengan nilai bahasa indonesia 78.20 bahasa inggris 80.67 kejurusan 72.45 dan matematika 89.71 dengan rata-rata nilai nasional 70.25.


DI PERJALANAN


Rada membawa motornya dengan kecepatan 40km/perjam rada mengendarai si sony dengan hilai karna dia telah belajar lebih dari tiga tahuan.


CITTT....


[suara rem dari motor rada]


rada ngerem tiba-tiba karana mobil didepanya berhenti dengan sangat tiba-tiba juga. untung saja di belakangnya tidak ada siapa-siapa.


"woi kalo nyetir itu pake otak"bentak rada dengan keras dan membuka helmnya dengan gaya gang sexy.

__ADS_1


__ADS_2