
kilas balik 2 bulan yang lalu.
"Apa....." terik rendy saat menerima telepon dari asisten rumah tangganya.
"baik bi rendy bakalan pulang". ucap rendy.
"wil... wil..." teriak rendy yang memanggil wiliem yang berada tak jauh dari ruanganya.
"apa rendy lo teriak teriak kaya tarzan". ucal wilien yang memasuki ruangan rendy.
"wil gw pulang dulu ibu pingsan tadi".
"what? ko bisa?". ucal wiliem
"mana gw tau wil gw pulang dulu lo dikantor aja urus itu rapat". suruh rendy dan meninggalkan wiliem diruanganya.
"ehhh?". heran wiliem.
"ko gw?". tunjuk wiliem pada diri sendiri.
"ren ehh tunggu". kejar wiliem tapi tak sempat rendy telah hilang di balik pintu liafnya.
"yaaa gw lagi". keluh wiliem
RUMAH KELUARGA WIJAYA.
"ibuu..... bi dimana ibu". tanya rendy pada asisten ya.
"ada di kamar bawah den". jawab bi mirna.
"terimakasih bi".ucap rendy dan berjalan dengan cepat menuju kamar yang dibawah.
"ibuuu..." panggil rendy lalu duduk dipinggir kasur dan memegang tangan ibu dengan lembut.
__ADS_1
"ibu rendy pulang ibu bangun". ucap rendy dengan lembut.
"ibu jangan tinggalkan rendy. rendy takut ibu tinggalkan rendy sama kaya ayah. ibu bangun". ucal rendy dan jatuh air mata rendy di punngung tangan ibunya.
"rendy....." ucap ibu dengan halus dan lemas.
"iya ibu ini rendy". ucap rendy yang sedih menatap mata ibu yang cantik.
"ibu haus nak ibu mau minum". ucap ibu rendy.
rendy melihat ada minuman di atas meja dekat kasur.
"ini bu". papah rendy yang membantu ibunya sedang minum.
"sudah nak". ucap ibu rendy.
"kamu ko pulang sayang?". tanya ibu siti nurmala dan memegang pipi rendy dengan halus.
"hummmm" ucap rendy dan meneteskan air mataya ditangan ibunya.
"rendy pulang karna khawatir dengan ibu kata bi mirna ibu tadi pingsan". ucap rendy dan meneteskan air matanya lagi.
"ibu nggak papah sayang ibu baik baik aja rendy jangan khawatir". ucal ibu dan menghapus air mata rendy.
"rendy takut ibu rendy takut". ucap rendy dengan badan yang sudah bergetar.
"nggk boleh takut sayang rendy kan anak ibu yang perkasa kuat masa anak ibu takut". ucap ibu dan megelus kepala rendy yang ada di pangkuannya.
"hummmm". jawab rendy.
"sayang". panggil ibu siti pada rendy dengan lembut.
"iya ibu". jawab rendy dan menatap mata ibunya yang cantik.
__ADS_1
"sayang ibu nggak tau sampai kapan umur ibu...". ucap ibu
"nggak ibu harus sama rendy". potong rendy karna takut dengan kata kata itu.
"ehhh denger dulu ibu bicara rendy". ucap ibu.
"iya buu maaf rendy potong bicara ibu". ucap rendy.
"yaa nggk papah. rendy sayang ibu sudah tua ibu mau lihat kamu nikah sayang ibu mau kamu lihat kamu memakai jas ayah mu saat nikah". ucap ibu dan menatap mata rendy yang mirip dengan tatapan almarhum suaminya.
"tapi rendy nggak mau jauh sama ibu". ucap rendy dan kembali meletakan kepalanya di pangkuan ibu siti.
"sayang dengar ibu setiap manusia diciptakan berpasangan setiap manusia pasti akan kembali pada sang pencipta rendy tau kan?". ucap ibu siti dan mengelus rambut rendy dengan kasih sayang.
"tapi rendy nggak mau pisah sama ibu". ucap rendy.
"kan bisa sayang tinggal disinih sama ibu". ucal ibu rendy.
"ibu mohon sama kamu yaaa ibu mau lihat kamu nikah pake jas ayah mu dan ibu mau lihat cucu pertama ibu". ucap ibu dan mencium kening rendy dengan sayang.
"tapi rendy belom ada bu". ucap rendy dan mengangkat kepalanya.
"ibu nggak maksa sayang kamu mau nikah sama siapa aja asalkan dia satu iman dengan kita". ucal ibu.
"rendy akan usaha secepatnya bu". ucap rendy dan memegang tangan ibu dan mencium tangan ibu.
"rendy mau tidur sama ibu". tawar ibu siti.
"iya". ucap rendy dan naik keatas kasur lalu memeluk ibunya.
"ibu sayang rendy". ucap ibu siti dan tidur bersama rendy.
"rendy juga sayang ibu". ucap rendy dengam nada serak karna sudah tak tahan ingin tidur di pelukan ibunya.
__ADS_1
kilas balik dari dua bulan.