Mungkin Ini Yang Terbaik

Mungkin Ini Yang Terbaik
BAB 6


__ADS_3

wiliem melihat rendy dari kaca sepion nya dia melihat rendy seperti memikirkan sesuatu yang akan mengubah kehidupannya selanjutnya.


"lo nggak papah kan rendy. Sorry gw ingetin soal itu". rasa tak enak wilien.


"no problem. it's oke. gw juga nggak masalah tapi menurut lo dia cocok sama gw yang kaya ginih". ucap rendy.


"maksud lo apa rendy lo itu it's perfect lo itu tampan kaya apa yang kurang dari lo ya mungkin ahklak lo aja yang nggak ada". canda wileim.


"kurang ajar lo". tendak rendy pada kursi yang ditepati oleh wiliem.


"selow aja bro".ucap wiliem dan fokus dengan setirnya.


"jadi menurut lo gimana?". tanya rendy lagi.


"kalo menurut gw sih cocok ah sama lo dia kayanya periang senyumnya juga manis kepoan orangnya dan cocok lah sama lo yang diam aja kalo ada yang ngomong sekalinya ngomong bikin orang gagal jantung". jelas wiliem.


"enak aja lo". ucap rendy.


"tapi menurut gw lo cari aja dulu latar belakang dia gimana bukan maksud gw dia miskin apa nggak kan takutnya dia udah nikah udah punya tunangan kan rebit nanti masalahnya". tutur wiliem.


"yaa itu kerjaan lo bang gw minta hasilnya aja". suruh rendy.


"hummm". jawab wiliem.


"udah takdir yaa". canda rendy.


"ya babang". rendy dan wiliem pun tertawa bersama.

__ADS_1


RUMAH KELUARGA SANJAYA.


"Assalamualaikum papah rara pulang". ucap dara saat masuk dalam rumahnya.


"Walaikum salam. rara ko basah nak". jawab papa dan melihat putrinya yang masah kuyup.


"hehehe tapi hujan pah". jawab rada dengan tawanya.


"hummm nanti sakit nak sudah mandi sanah lalu turun makan". suruh pak sanjaya pada anaknya.


"asiap pak". hormat rada dan berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"Hati-hati nak". suruh sanjaya saat melihat anaknya berlari ditanggga dan menggelengkan kepalanya yang melihat tingkah anaknya.


"bi bikinkan rara makanan yang hangat biar rara nggak sakit". suruh ak sanjaya pada bi mirna.


bi mirna dan pak ujang adalah pasangan suami istri dari kampung mereka berangkat ke kota untuk mencari mata pencaharian mereka. mereka telah menikah selama 20 tahuan dan dikabarkan bi mirna tak bisa mempunyai keturunan karena kantung rahimnya telah diangkat disebabkan kecelakaan 15 tahuan silam. pak ujang tak mencari wanita lain beliau sangat setia pada istri tercinta. pak ujang menjadi supir sekaligus orang yang selalu mengantarkan pak sanjaya ke kantornya.


"bibi......" terik rada saat menuruni anak tangga


"Hati-hati nak". suruh bi mirna. bi mirna telah menggangap rada sebagai anaknya karna rada telah ditinggalkan oleh ibunya 5 tahuan yang lalu karna kecelakaan beruntun di salah satu jalan tol pulau W.


"heee bibi". cegigikan rada.


"ini nak sup ayam kesukaan rara". simpan bibi pada mangkuk yang telah di isi sup kesukaan rada.


"Maksih bibi". ucap rada dengan senyuman Manisnya.

__ADS_1


"sama-sama nak". ucap bibi dan megelus pucuk kepala rada dengam lembut.


"nak...." panggil pak sanjaya.


"iya papah". jawab rada yang telah menghabiskan makananya lalu meminum air yang ada di meja.


"kamu udah kan selesai kuliahnya". tanya papa dan duduk didekat putrinya.


"udah ko tinggal wisudanya katanya sih 2 bulan kedepan". jawab rada dan melihat wajah papanha yang tampan.


"papa mau ajak kamu besok ke kantor papa mau yaa". ajak papa pada rada.


"hummm ajak sofia yaa rara nggak mau sendiri". rayu rada pada papanya.


"kan sofia harus jaga adiknya sayang ayahnya kerja ibunya juga kan berjualan". tutur papa dengan halus.


"hummm". manyun rada dengan bibirnya.


"okelah ajalkan rada mau seblak besok". tawar rada dengan senyumannya.


"hummm oke tapi nggal boleb pedes". jawab papa.


"oke papa emang terbaik".ucap rada dan memberikan jempol kepada pak sanjaya.


"ya sudah ini sudah malam tidur sanah". suruh papa.


"oke selamat malam papa. mucmahhh......". pamit rada dan mencium pipi papa.

__ADS_1


"selamat malam rara". jawab papa.


__ADS_2