
"Asslammualikum...." ucap rendy saat melihat seorang pria paruh baya tapi masih tetep dilihat gagah dan berwibawa serta setia kepada mendiang sang istri.
"Walaikum salam..." jawab pak sanjaya.
"ehh ada nak rendy sinih nakk duduk". titah pak sanjaya kepada rendy saat masuk ke ruangan renang yang sangat indah dan rapih.
"terimakasih pak..." jawab rendy dan duduk disamping pak rendy yang menghadap ke arah kolam renang disamping rumah sebelah utara.
suasana disanah sangat arsih dan tenang. rendy sangat gugup padahal dia telah lama mengenal pak sanjaya karna almarhumah sang papa adalah teman SMA di Jakarta utara.
"ada apa rendy kamu sampai datang ke rumah papa". tanya pak sanjaya dan melihat kegugupan diwajah rendy.
pak sanjaya telah menganggap rendy sebagai anaknya karna rendy adalah titipan dari almarhum pak wijaya.
"hummm...... pah rendy datang kemari dengan niat setulus hati dan sebagai seorang pria....."
pak sanjay langsung membetulkan posisi duduknya karna merasa pembicaraan ini serius karna nada dari rendy sangat lantang dan tegas.
"...pahh izinkan saya meminang putri bapak rada menjadi istri dan menjadi ibu dari anak-anak saya kelak". ucap rendy langsung kepada pak sanjay.
"apa yang kau punya?". tanya pak sanjaya langsung.
"saya mempunyai iman dan ilmu untuk menuntutun rada kepada jalan Allah". jawab rendy dengan melihat mata pak sajaya yang sudah berkeriput.
pak sajaya mengucapkan syukur didalam hati dan senang apa yang direncanakannya berjalan mulus seperti tol.
__ADS_1
"apa kau yakin nak ingin menikahi putri bapak satu satunya?". tanya langsung pak sanjaya.
"insyaallah dengan izin Allah rendy bersedia". jawab lantang rendy.
"bapak bertanya padamu..."
"apa yang kau sukai dengan anak bapak"
rendy sempat membuang waktu 15 detik...
"mungkin saya belom menemukan titik dimana saya menyukai anak bapak tapi saya seperti ada yang mendorong untuk menjadikan rada istri saya". jawab rendy sedikit ragu dan menghadap wajahnya pada kolom yang berisi air yang jerni.
"apa papah bisa mempercayai rada kepadamu". tanya pak sanjaya dan ikut melihat air yang ada dikolam renang.
"insyaallah rendy akan membahagiakan rada dengan cara rendy". ucap rendy dengan melihat tangan pak sanjaya yang memut mutar cincin yang melekat pada jari Manisnya.
pak sanjaga berdiri dari kursi dan membelakangi rendy.
"....dan lagi rada masih sangat muda untuk menikah pemikirannya masih sangaf labil bapak tak ingin dia bersedih lagi dengan statusnya kelak..."
"... bapak harap kau mengerti perasaan bapak sekarang karna kita sama-sama laki laki sang pemimpin keluarga dan yang akan bertanggung jawab di akhirat kelak".
pak sanjaya meninggalkan begitu saja di hadapan rendy tampa mengucapkan apapun selain mengutarakan ucapan tadinya.
rendy yang masih mencerna ucapan pak sanjaya yang masih duduk ditempatnya.
__ADS_1
'apa?'
pak sanjaya berjalan menuju kamar dilantai dasar dan duduk dikasur beliau menggambil foto yang berada dilaci dengan melihat foto tersebut dengan berminang air mata
'usaha kita berhasil'
'apa kau melihatnya jaya anak datang kepadaku dengan niat ingin menikahi anak ku apa kau melihat senyum ku tadi sangat tipis seperti kertas. apa kau bahagia?'
pak sanjaya dan pak wijaya memiliki sebuah rencana yang sudah direncanakan dari beberapah tahun lalu.
rendy berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu.
'apa maksud dari papa?. yaaa memang aku pernah dekat dengan seorang perempuan tapi aku tak pernah berniat seperti ini dan bertemu langsung dengan orangtuanya...'
"kita itu sama-sama laki laki dan kau pasti mengerti perasaan papah". lantur rendy dengan berjalan menuju pintu utama.
"yaa kita aku papah sama sama laki laki sama sama punya tiang yang bisa membuat sebuah anak yang comel..." lantur rendy
"astaga rend apaan sih...." ucap rendy pada diri sendiri.
rendy telah dikemudi mobilnya.
rada pulang dengan supirnya keadan rada sangat tidak di kondikan karna penampilannya sangat berantakan rambut diikat tidak teratur jasnya di tangan kanannya serta tumpukan buku dan kertas di tangan kirinya.
"Asslammualikum rara pulang". ucap rada saat masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"kau sebenarnya cantik tapi kecantikanmu ditutupi oleh sikap tegas dan galakmu". ucap rendy serta meninggalkan kediaman pak sanjaya.