
rendy berjalan menuju parkiran depan rumah sakit untuk membeli buah-buhan untuk rada,
sebuah mobil sedan hitam memasuki area rumah sakit satya.
di berjalan dengan langkah yang pela. karna usia yang telah memasuki senja, tapi dia ahli dalam bidang yang telah di rintih selama setegah abad ini.
"selama siang profesor alex" sapa pemilik rumah sakit, dia kaget dengan kedatang seorang profesor pada rumah sakitnya.
"dimana letak kamar anak pal sanjaya?" tanya beliau dengan lantang.
"mari tian saya antarl". ucap dokter dengan memuntun profesor, profesor mengikuti langkahnya dengan pelan-pelan.
lorong VVIP melati
"silakan tuan ini kamar nona rada". dokter mempersilakan prosefor masuk setelah dia mengetuk pintu dam mengedar jawab dari dalam.
profesor masuk kedalam kamar rada.
"terima kasih". ucap pofesor
"ehhh... masa-masa prof".
profesor elax adalah ahlinya dalam bidang psikologis, beliau yang merupakan seorang dokter yang hanya ingin mengapai cita-cita sang ayah.
"bagaimana keadaan nya putra?". tanya profesor dengan melihat rada sudah tertidur di lengan ayahnya.
"beginihlah lex, rada tadi bilang mamanya datang lagi ke mimpinya". jelas pak putra.
ayah merusaha melepaskan legan yang di peluk oleh putrinya dan membenarkan posisi tidurnya agar nyaman dan tak salah urat.
beliau duduk di samping alex di sofa dalam runagan.
__ADS_1
"lex apa yanh harus aku lakukan?". tanya pak sanjaya dengan melihat putrinya tidur.
"lakukan apa yang ku sebut tiga tahun yang lalu". jawab pak alex.
"apa kau yakin dengan itu dia bisa? bukan maksudku meremehakan perediksimu hanya saja aku takut lex. ini jasa sudah membuat ku ingin menagis". ucap pak sanjaya dengan mata berkaca melihat putrinya tidur.
"percayakan saja, kita sudah berusaha selama kurang lebih enam tahun, tapi apa dia hanya bisa bisa bertahan ketika tidak melakukanyakan?". jelas prof alex
prof alex dan pak sanjaya adalah teman kampus di Amerika Serikat ketika pak sanjaya mengejar gelar S2 nya. hanya saja pak alex dua tingat di atas pak sanjaya.
"kau sudah menemukannya?" tanya prof
"maksudmu perjodohan rada?"
brukkk
[suara di luar ruangan]
"sudahlah mungkin perawat yang sedang membawa barang". jelas prof alex.
"mungkin juga". pak sanjaya dan prof alex kembali berbincang.
Di depan ruang inap rada
'apa perjodohan? rada? di jodohkan?'batin alex ketika mendegar pak sanjaya berbicara.
'apa ini yang membuat papa tidak setujuh aku menikah dengan rada, tapi siapa yang dia jodolan?
rendy masih fokus dengan pikiran dengan sampai dia tersadar ketika perawat datang.
"permisi tuan saya ingin periksa pasien". ucap perawat dengan bedan yang pegang.
__ADS_1
"ehh baik silakan" ucap rendy dengan mengeser tubuhnya dan mempersilalan perawat masuk kedalam kamar inap rada.
ucapan merema ternyata di dengan oleh dua orang didalam kamar.
pak sanjaya dan prof alex hanya bisa saling melirik dan menyembunyikan senyuman mereka.
"permisi saya ingin meriksa nona rada". ucap perawat yang sudah dekat dengan ranjang ttidur rada.
"silakan". ucap pak sanjaya.
"bagimana?". tanya prof alex.
karna dia tau perawat hanya tadatang seorang diri agar langsung menyerahkan hasilnya pada profesor.
"untuk keadaan nona rafa sudah mulai membaik, dengan gelombang otal tadi sudah tidak terlalu tinggi". jelas perawat dengan memerikan hasil perilsanya tadi.
"baik.... silakan lanjutkan pekerjaanmu". uvap prof alex.
"bail prof, permisi". perawat berjalan keluar dari kamar inap rada.
"bagimana keadaan rada?". tanya rendy dengan mencegah perawat tadi.
"anda bisa tanyakan saja pada prfesor didalam". perawt meninggalkan rendy yang binggung.
'siapa profesor?'
'apa jangan-jangan pak tua?'
---------------------------
😍😍😍😍 terima kasih yang telah membaca jangan lupa jemplonya
__ADS_1